
Ditengah hutan berkabut saat ini telah dipenuhi darah para orc yang telah dibantai habis oleh Rado. Hawl dan pasukannya yang menyaksikan bagaimana Rado bertarung begitu sangat tidak menyangka kalau orang yang mereka anggap remeh memiliki kekuatan yang sangat hebat. Ditambah dengan lambang demicles yang dimiliki oleh Rado membuat dirinya tidak bisa berkata apa - apa lagi.
"Raja..." Cetus Nagatomo segera bertekuk hormat setelah mengingat lambang yang berada dikepala Rado.
Hawl yang terperangah kemudian melihat kearah Nagatomo.
"Kapten Hawl! Dia sang Archon!" Teriak Nagatomo dengan kencang sambil menunduk.
Mendengar itu Hawl segera ikut bertekuk lutut bersama mereka semua dihadapan Rado, Yoga dan Jaquile. Melihat apa yang mereka lakukan secara tiba - tiba membuat mereka bertiga begitu heran. Mereka tidak menyangka kalau akan mendapat sebuah respon yang sulit mereka duga sebelumnya.
"Hei.. kenapa kalian bertekuk lutut seperti itu?" Tanya Jaquile.
"Maafkan kelancangan diriku saat bertemu anda pertama kali.. Saya tidak menyangka kalau anda adalah seseorang yang telah ditakdirkan" Kata Hawl bersifat sopan.
"Ditakdirkan? Apa maksud mu?" Tanya Yoga mengulik.
Mendengar pertanyaan itu, Hawl pun mengangkat kepalanya dan menatap mereka bertiga.
"Dalam cerita leluhur kami, mereka mengatakan kalau dahulunya planet Antares ini adalah tempat para dewa berperang dan peperangan itu berlangsung selama ribuan tahun lamanya sebelum peradaban kami dimulai.." Jelas Hawl.
"Lalu setelah ribuan tahun berlangsung, para dewa pun melahirkan ras - ras makhluk hidup sebagai penerus mereka di dunia ini dengan kekuatan yang dinamakan force. Dengan ras Orc sebagai anak pertama yang terbuat dari kegelapan, ras Elf sebagai anak kedua yang terbuat dari pohon, ras manusia dan dwarf terbuat dari tanah.. Para leluhur juga mengatakan kalau para dewa melahirkan anak yang langsung dari rahim mereka, yaitu para ras demigod" Sambung Hawl.
"Ras generasi pertama itulah yang dipercayai oleh para leluhur sebagai sang Archon pertama. Singkat cerita mereka saling bertempur satu sama lain seperti yang dilakukan oleh para dewa, Namun karena peperangan itu mengakibatkan suatu kerugian yang sangat besar dari segi kehidupan dan para pemimpin mereka yang mulai sadar kalau peperangan ini tidak ada artinya, mereka memilih untuk membuat janji dan hidup berdampingan. Mereka sepakat untuk menyegel kekuatan mereka masing - masing menjadi sebuah kekuatan mutlak yang dapat diturunkan kepada penerus ras mereka masing - masing yang sekarang kita ketahui adalah sebagai Demicles" Hawl menatap serius kearah Rado.
"Beberapa lamanya mereka berdamai dan melahirkan banyak keturunan, tiba - tiba jiwa perang dari ras demigod muncul kembali karena pemimpin mereka yaitu Xerxes memiliki ambisi untuk menguasai planet Antares dan memulai peperangan kembali. Disaat itulah untuk kedua kalinya Demicles bersinar kembali dimedan pertempuran, kekuatan ras demigod sangat hebat yang mana membuat ketiga ras lainnya harus beraliansi untuk menundukan ras tersebut, mereka saling bekerjasama dan berhasil membunuh Xerxes pada pertempuran tersebut dan mereka kembali menyegel kekuatan demicles lebih dalam sampai tidak bisa bangkit kembali pada keturunan yang akan datang..."
"Kedamaian setelah peperangan kedua itu pun berangsur lama, kami para manusia mulai memajukan peradaban kami dengan cara kami sendiri, begitu pula dengan ras yang lain. Akan tetapi, seratus tahun berlalu... gejolak pertempuran dari keempat ras kembali terjadi yang disebabkan oleh para Orc yang mulai menjajah wilayah para ras lain demi ketamakan mereka"
"Empat ras mulai mengangkat senjata mereka lagi namun dengan ketidakhadiran kekuatan demicles. Tetapi kami mempercayai kalau keturunan yang mendapat anugerah demicles akan hadir kembali dan sekarang orang itu ada didepan kami yaitu anda! Tolong pimpin kami untuk memenangkan pertempuran ini!" Pinta Hawl dengan sangat, diikuti mereka yang lain.
Rado hanya menatap mereka, Sebuah harapan tersirat pada wajah mereka akan jawaban pasti dari Rado dan kedua orang lainnya. Sebenarnya Rado memang sudah mengetahui kalau memang ini sudah menjadi tugasnya untuk menyelesaikan peperangan akhir yang sudah menjadi skenario yang telah dibuat oleh para dewa, tetapi sesuatu yang mengganjal dihatinya.
"Ini sangat aneh... Apa mereka tidak mengetahui kalau kekuatan ini bisa dibagi? Atau Skenario yang dikatakan oleh Achilles ini masih menyimpan misteri?" Dalam benak Rado sambil mencerna cerita Hawl.
"Baiklah.. Kalau itu yang kalian yakini, tetapi ada sesuatu yang harus kalian ketahui.." Kata Rado.
"Apa yang anda ingin tunjukan?" Kata Hawl.
"Jaquile! Yoga! Tunjukan lambang kalian.." Pinta Rado.
Jaquile dan Yoga pun mengeluarkan demicles mereka dan sontak itu membuat mereka semua terkejut akan adanya tiga demicles yang menjadi kekuatan mutlak.
"Tidak mungkin! Demicles ada tiga? Ini hebat! Ini akan menjadi kemenangan kita!" Seru Hawl dan kegembiraan para prajurit yang lain.
"Jangan bergembira dulu.... " Perkataan Rado membuat mereka menghentikan kegembiraan mereka.
"Mengapa anda berkata seperti itu? Bukankah memiliki orang yang dianugerahi demicles sama aja kemenangan untuk kita?" Kata Hawl.
"Huh... Kalian salah mengira kalau mereka ini sama seperti ku... mereka ini adalah pendamping yang ku bagikan kekuatan demicles... dan yang terpenting adalah Archon dari tiap ras juga sudah muncul bersamaan dengan diri ku" Rado memberitahu.
"A-apa yang anda katakan benar?! Para pemegang kekuatan mutlak juga sudahr hadir?!" Hawl terkejut pucat.
"Yah.. itulah yang ku ketahui.." Rado membenarkan.
"Lalu persoalan anda bisa membagi kekuatan demicles.. apa anda bisa membaginya bersama kami?" Tanya Hawl dengan tatapan penuh penasaran.
"Yah.. kalau kau masuk dalam kriteria itu.. aku bisa membaginya.." Rado menajwab.
"Kriteria seperti apa untuk dapat mendapat kekuatan tersebut.." Hawl merasa antusias.
Sebelum Rado menjelaskannya, ia merasakan sebuah instensitas kekuatan yang sanagt besar mendekat.
"Semuanya... ayo kita pergi dari sini secepatnya.." Perintah Rado.
Mereka awalanya bertanya - tanya mengenai perintah yang dilontarkan Rado secara tiba - tiba, namun karena Rado bersikeras untuk membuat mereka pergi dari sana, pada akhirnya mereka segera meninggalkan area tersebut sambil membawah Holy Essence tersebut. Tidak lama kemudian, para pasukan dari demigod datang kearea tersebut dan sudah mendapati mayat para Orc yang berserakan.
Salah satu dari mereka dengan rambut panjang berwarna kuning dan jirah keemasan memeriksa mayat para Orc tersebut.
"Sepertinya ini bukan perbuatan dari orang biasa.." Kata dirinya sambil tersenyum.
"Apa kita terlambat bertemu salah satu dari mereka?" Tanya Demigod berambut perak.
"Hmm sepertinya begitu.." Balas demigod berambut kuning tersebut.
"Mungkin kita masih bisa mengejarnya karena mereka masih belum jauh dari sini.." Usul demigod berambut perak.
"Tidak... Achilles mengatakan untuk tidak melakukan kontak terlebih dahulu dengan para archon.. Untuk sekarang kita biarkan mereka beradaptasi dengan ras mereka masing - masing, setelah itu baru kita habisi..." Senyumnya semeringah dengan bola mata keemasan.
Beberapa saat kemudian, pasukan ras manusia telah berhasil kembali sampai ketempat dimana mereka menanam alat kordinat. Kali ini mereka berhasil keluar dari pertempuran tanpa adanya jatuh korban berkat Rado, ditambah mereka telah berhasil membawa Holy Essence yang cukup besar untuk dibawa pulang ke ibukota.
"Bagaimana caranya kita kembali ke ibukota?" Tanya Rado kepada Hawl.
"Tenang saja tuan.. itu cukup mudah.. Riko.." Panggil Hawl.
Riko pun mengeluarkan sebuah alat lain dengan bentuk persegi dan melemparkannya ketanah. Alat persegi itu mengeluarkan cahaya dan mulai mengembang membentuk sebuah portal yang mengantarkan mereka segera ke ibukota.
"Silahkan tuan.." Riko dengan sangat sopan mempersilahkan Rado.
Rado yang begitu heran saling melihat dengan Yoga dan Jaquile karena teknologi yang sangat maju tersebut. Ia bertiga segera melangkahkan kakinya melewati portal tersebut dan dalam sekejap segera kembali dimana mereka mengawali ini semua, yaitu Ibukota Ras manusia.
"ini sungguh hebat... aku merasa bersyukur tidak dihilangkan ingatan ku oleh dewa aneh itu.." Kata Jaquile.
Setelah mereka semua sudah menyebrangi portal tersebut, mereka segera membawa Rado, Jaquile dan Yoga memasuki ibukota yang bernuansa cukup futuristik tersebut. Disaat pintu gerbang besar utama terbuka, telihat para warga yang sudah menunggu sepanjang jalan utama dengan wajah cemas, mereka selalu menunggu hasil dari para prajurit yang pergi bertempur untuk merebutkan Holy Essence.
Tetapi wajah mereka berubah seketika saat melihat para prajurit membawa Holy Essence melewati gerbang tersebut, mereka bersorak menyoraki keberhasilan mereka. Para prajurit pun melambai kepada para warga yang turut senang akan keberhasilan mereka. Rado Cs pun juga turut senang melihat kegembiraan yang mereka perlihatkan disaat kedatangan mereka itu.
"Selamat!!!!" Teriak para warga kepada para prajurit.
Akhirnya setelah beberapa belakangan terakhir dimana mereka selalu mengalami keguguran dan hasil yang nihil, hari ini mereka berhasil membawa sumber kehidupan tersebut. Disamping itu Hawl segera mengajak Rado dan yang lainnya untuk datang menemui orang paling penting diras manusia.
"Kau ingin membawa kita kemana?" Tanya Rado.
"Anda harus segera menemui seseorang.. beliau pasti senang mengetahui kabar ini.." Hawl dengan senyum nya menggiring mereka bertiga kesebuah gedung tinggi.
Merekapun segera menaiki sebuah lift dengan teknologi yang sangat canggih. Disaat lift itu naik, Rado dapat melihat seluruh isi ibukota dari dalam lift yang didesain dengan penuh kaca. Kota yang dipenuhi dengan gedung layaknya saat ia tinggal didunia sebelumnya membuat dirinya tidak begitu asing saat Rado berpindah kedunia yang baru ini, hanya saja kota yang sekarang ia kunjungi ini lebih terlihat modern dan maju dibanding sebelumnya.
Pintu lift pun terbuka dan mereka sudah ditunggu oleh para prajurit yang berjaga. Rado, Yoga dan Jaquile yang saat itu dikawal oleh Hawl pun dikawal berlapis oleh penjaga yang bertugas disana. Salah penjaga itu mengetuk pintu satu - satunya yang berada dilantai tersebut dan setelah menerima sinyal dari prajurit didalam, mereka pun masuk. Terlihat seorang pria yang sedang mengenakan pakaian tempur modern menatap keluar jendela menoleh kearah mereka bertiga.
Pria dengan rambut abu - abu pendek itu pun tersenyum dan mulai mendekati mereka bertiga.
"Apakah anda orang yang ditakdirkan itu?!" Tanyanya ramah.
"Ya.. bisa dibilang seperti itu.." Rado tersenyum ramah.
"Kalau begitu.. bunuh dia dan ambil demicles darinya!"
Perintah pria tersebut kepada para prajurit yang membuat mereka bertiga termasuk Hawl terkejut.