
Dalam peperangan yang sedang terjadi di tebing putih perbatasan antara wilayah ras elf dengan ras orc, sebuah pertempuran yang diikut sertakan oleh 3 ras yang berbeda saling melempar kekuatan satu sama lain. Ras orc yang memiliki kekuatan yang besar, kasta terkuat kedua setelah ras demigod berhasil mengimbangi kekuatan dari dua ras yang saling beraliansi.
Beberapa tentara terlihat sudah gugur dalam pertempuran yang memakan waktu seharian tersebut. Malam yang sunyi berubah menjadi keriuahan, suara ledakan, benturan senjata, letusan dari senjata api serta teriak dari para tentara menghiasi malam pada hari itu. Jaquile dan Lefti yang sedang menghadapi pendamping orc yang memegang kapak besar terlihat dibuat kewalahan.
Orc tersebut memiliki tubuh yang besar dan sangat sulit ditumbangkan. Kombinasi serangan yang digunakan oleh mereka berdua saat melewan Ivar seperti tidak berarti baginya.Orc tersebut memiliki tubuh yang keras, meskipun dengan kekuatan Lefti yang sudah di dorong oleh kekuatan demiclesnya, orc tersebut menghalau setiap sihir forcenya dengan tabuh telanjangnya saja.
"Dia sungguh keras!" Kata Lefti kepada Jaquile.
Jaquile yang mulai kewalahan pun bergegas melesat kearahnya dan melompat untuk menghantam orc tersebut dengan keras, akan tetapi ayunan dari kapak besarnya membuat Jaquile terpental kembali keatas setelah tombaknya berhasil dihalau. Disaat Jaquile berpijak kembali ditanah, tombak yang ia genggam masih menunjukan sebuah getaran karena di pukul oleh kapak tersebut.
Jaquile terlihat tertegun menatap tangannya yang ikut bergetar akibat tombaknya yang belum bisa berhenti, ia pun menatap kembali kearah orc tersebut dan ia sudah berjalan kearah mereka sambil menyeret kapaknya tersebut diatas tanah.
"Bersiaplah, dia datang!" Kata Lefti mulai merapalkan sihirnya.
Disisi lain, Hamdall dan Kuluk sedang menghadapi Frago yang memiliki kecepatan. Hamdall yang memiliki tubuh besar sulit untuk mengimbangi Frago yang memiliki pergerakan cepat, kedua kapaknya terlihat dapat menggores beberapa tubuh bagian Hamdall. Kuluk yang memiliki kecepatan namun tidak memiliki kekuatan yang begitu besar mampu membuat Frago tidak bisa seenaknya berlari kesana kemari untuk membingungkan mereka.
Sesekali Kuluk terlihat melindungi Hamdall dari tikaman kapak Frago yang sulit di ikuti oleh mata.
"Kau sangat mengganggu.." Kata Frago tersenyum.
"Itulah gunanya bertarung secara tim.." Kata Kuluk.
"Tim? Hahahahahaha Kalau begitu sama saja kau menunjukan kalau kalian itu lemah.!" Ejek Frago kepada mereka.
Hamdall yang mendengar itu mulai geram, tanpa berekspresi sedikit pun ia segera mengayunkan gadanya kepada Frago, namun seranganya tidak mengenai Frago karena kecepatan yang ia miliki. Angin yang bercampur force dari gada milik Hamdall pun terlihat menyinari area tempat mereka bertempur.
"Huu.. Apa kau marah?" Olok Frago.
Tubuh Hamdall terlihat mengeluarkan darah dari beberapa goresan yang ia terima. Meskipun ia memiliki banyak luka, akan tetapi ia masih dapat berdiri kokoh. Frago pun kembali melesat kearah Hamdall yang sedang berdiri menggenggam gadanya. Ia melesat dengan cepat sambil tersenyum menunjukan gigi taringnya. Frago pun melompat dan menempatkan kedua kapaknya tepat mengarah kepada kepala Hamdall.
Disaat kapak itu ingin menyentuh Hamdall. Tiba - tiba sebuah perisai yang berukuran sedang yang terbuat dari force melindungi Hamdall, Kapak dari Frago pun membentuk perisai force tersebut dan melompat kebelakang untuk menarik diri.
"Akhirnya kau bergerak..." Kata Frago tersenyum melihat Yoga yang berjalan kedepan Hamdall.
Yoga tidak menjawabnya sedikit pun.
"Apa kau ingin satu lawan satu lagi melawan ku?" Tanya Frago sambil menawarkan diri.
"Tidak.. Aku akan melawan mu dengan mereka.." Kata Yoga.
"Hahahahaa... Dasar lemah" Ejek Frago.
Frago pun segera melesat kearah mereka bertiga dan mereka pun mulai bersiap dengan formasi Yoga berada didepan.
Ledakan yang besar pun terjadi diarea dimana barisan tentara orc berkumpul. Itu berasal dari kekuatan yang di miliki oleh Slyvrin. Selain terangnya demicles yang di udarakan, ledakan yang dibuat oleh Slyvrin turut menyumbang cahaya yang mendominasi. Beberapa orc berhasil di gugurkan setiap sihir yang ia kerahkan, akan tetapi kekuatan sihir yang besar memiliki jeda yang cukup lama karena harus pengisian ulang force dalam tubuhnya.
"Nona..!" Kata Sarka khawatir.
Slyvrin mulai kehabisan tenaga karena sudah beberapa kali mengeluarkan force dengan tingkat yang besar, nafasnya mulai berat dan tubuhnya banyak sekali mengeluarkan keringat.
"Aku tidak apa - apa.." Kata Slyvrin.
"Tetapi bagaimana dengan bayi didalam kandungan nona?!" Sarka sekali lagi khawatir.
"Diamlah dan fokus untuk menghabisi ras biadab itu.." Kata Slyvrin dengan wajah yang masih bersemangat.
Sarka yang melihat keteguhan hati Slyvrin segera menoleh kembali kearah medan pertempuran, dengan menggunakan kekuatan demiclesnya, Sarka segera menarik 5 anak panah sekaligus dalam senar busurnya. Ia pun segera melepaskan anak panah itu keatas udara dengan cahaya kilat yang menyinari anak panah tersebut. Anak panah itu melambung tinggi dan menukik tepat kearah barisan orc yang sedang bertempur.
Sebuah serangan berat pun jatuh di 5 tiktik yang berbeda dan mengenai sekurang - kurangnya 5 - 8 orc setiap anak panahnya. Melihat kefektifan itu, Sarka pun segera mengambil anak panah yang berada di tas punggungnya. namun, disaat ia ingin melesatkannya kembali. Sebuah kapak satu tangan melayang kearah dirinya dan Slyvrin dan menancap didepan mereka. Kapak itu dialiri oleh force berwarna merah pekat, serta kekuatan yang amat dahsyat yang mampu menerbangkan mereka berdua akibat ledakan jatuhnya kapak tersebut.
"Nona!" Teriak para jajaran pendamping elf.
Yoga dan Jaquile pun juga melihat kearah dimana posisi Slyvrin berada. Melihat kesempatan yang terbuka, membuat Frago dapat melukai mereka bertiga sekaligus dalam sekali serangan beruntun. Begitu juga dengan pendamping orc yang memakai kapak besar. Ia dapat menghempaskan Lefti dan Jaquile karena berkurangnya kefokusan mereka dalam bertempur.
Yoga memiliki luka dibagian punggung, Hamdall kehilangan kakinya dan Kuluk kehilangan kuping sebelah kiri karena berhasil menghindari serangan Frago meskipun telat. Lefti tidak sadarkan diri karena hentakan dashyat dari kapak tersebut dan Jaquile hanya mengalami pendarahan kepada kelapanya karena membentur batu saat mendarat.
Slyvrin dan Sarka pun mulai bangun dari tidurnya, dalam keadaan tubuh yang lemar Slyvrin dibantu oleh Sarka untuk bangkit kembali. Mereka tidak mengalami luka serius karena kapak itu jatuh tidak berdekatan dengan mereka. Baru saja mereka mulai tersadar kembali, Slyvrin sudah dibuat merinding dengan keikutsertaan Dogol kearahnya dengan force merah pekat dan mata yang bersinar merah.
Demiclesnya pun ia udarakan yang mana membuat siapapun yang berada didekatnya bergidik takut. Slyvrin mencoba untuk menyerang Dogol dengan sihir yang terfokus pada satu orang, namun serangannya dapat dipatahkan hanya dengan satu ayunan kapak saja.
Dogol semakin dekat dan Slyvrin pun semakin mundur kebelakang. Sarka pun mencoba untuk memanah Dogol akan tetapi serangannya bernasib sama dengan Slyvrin. Disaat Dogol menghampiri dimana Slyvrin berada, ia mengambil kembali kapaknya yang terjatuh. Ia terus berjalan perlahan dengan intensitas kekuatan yang sangat besar, hal itu membuat gangguan psikologis bagi mereka yang menghadapi dirinya.
Dogol pun mulai berlari kearah Slyvrin, tetapi sebagai pendamping yang setia, Sarka pun melindungi dirinya dan mengeluarkan pisau kecil yang terdapat pada tas di pahanya. Sarka melakukan itu dengan kaki yang bergetar, kakinya sangat lemas dimana saat ia sedang menghalangi laju Dogol. Sarka melihat Dogol seperti sebuah monster, karena jarak kekuatan diantara mereka sangat besar membuat Sarka menjadi kaku karena ketakutan yang mendalam.
Dalam sekejap Dogol sudah berada didepannya, akan tetapi Sarka tidak berkutik sekalipun. Karena menghalangi jalannya Dogol menendang Sarka layaknya menendang sebuah bola dan Sarka pun terlempar jauh masuk kedalam hutan sebelah kiri. Saat ini tidak ada yang menghalangi antara Dogol dan Slyvrin, Slyvrin yang melihat Dogol dengan mata cemas namun tidak takut sedikit pun mendongak memberikan perlawanan.
Dalam posisi yang dekat Slyvrin segera mengedepankan kedua tangannya dan merapalkan sebuah sihir tingkat tinggi. Dogol tidak tinggal diam, ia segera dengan cepat mengayunkan kapaknya kearah Slyvrin dan Slyvrin pun menanggapi itu dengan cepat lalu membatalkan rapalan dan memilih untuk melompat kesamping. Ledakan dari ayunan kapak Dogol pun mampu menggetarkan area tersebut, batu - batu yang berada ditebing sebelah kanan pun mulai berjatuhan dan menimpa para tentara yang sednag bertempur.
Slyvrin pun segera bangkit dan mencoba merapalkan mantra, akan tetapi Dogol dengan cepat melesat kaarahnya. Kali ini Slyvrin telat untuk bereaksi, ia pun hanya mematung melihat Dogol dengan tubuh besarnya sudah siap menghantam tubuhnya dengan kedua kapak Milik Dogol. Disaat Kapak itu mulai terayun kearah Slyvrin. Yoga, Kuluk dan Jaquile melesat kearahnya dan menahan laju kedua kapak mliki dogol secara bersamaan.
"Ekhh...!!!" Ringkih mereka bertiga saat menahan laju kapak milik Dogol.
Mereka bertiga menahan kekuatan kapak Dogol dengan sangat susah payah. Meskipun tubuh mereka sudah diperkuat dengan ketahanan force, namun tetap saja tekanan yang diberikan oleh Dogol tidak dapat terbendung oleh mereka. Kapak itu semakin menekan mereka bertiga yang mana membuat postur tubuh mereka semakin merendah. Tangan mereka bertiga mulai gemetar karena mulai tidak kuat menahan kapak Dogol.
Dogol mulai tersenyum saat melihat ekspresi kesulitan dari mereka bertiga, dan ia berkata...
"Terlalu lemah...." Sambil tersenyum.
Dogol pun menarik kapak yang berada ditangan kanannya dalam posisi kapak ditangan kirinya masih menahan mereka bertiga dan segera merubah laju kapak tersebut dengan ayunan kesamping. Jaquile yang saat itu berada dibagian samping dimana laju kapak itu datangnya terkejut karena mungkin dialah yang akan terpotong untuk pertama kali.
Tetapi dengan cekatan, Yoga mengeluarkan kemampuannya sekali lagi namun ia tempatkan persis disamping Jaquile untuk menahan kapak tersebut membunuhnya.
"Shield!" Teriak Yoga.
Kapak itu pun berhasil ditahan oleh kemampuan milik Yoga, akan tetapi sekali lagi Yoga merasa kalau itu tidak cukup untuk menahan laju dari ayunan Dogol.
"Shield, Shield, Shiel!" Ia mengulang kata berkali - kali.
Disaat bersamaan Slyvrin pun berhasil melepaskan mantar dahsyatnya dan meledakan wajah Dogol. Dogol yang saat itu tidak menyangka kalau ada sebuah serangan terkena telah pada wajah bagian kirinya. Sihir yang digunakan oleh Slyvrin adalah tipe api, dan itu mampu membuat Dogol berteriak kesakitan sambil memegangi wajahnya.
"Akhhhhhhhhh!!!!!" Dogol menggelinjang kesakitan sambil mencoba untuk memadamkan api diwajahnya.
Setelah api itu padam, Dogol pun membuka tangan di wajahnya dan memperlihatkan luka yang ia dapat.
"Hii.." Slyvrin terkejut melihat wajah Dogol.
Wajahnya meleleh pada bagian kiri dan memperlihatkan tengkorak dengan sisa daging yang terbakar.
"Beraninya kau wanita jala*g!" Geram Dogol kepada SLyvrin.
Dogol yang geram segera menaikan kekuatan force yang membakar tubuhnya, tubuhnya saat ini meluapkan force dengan intensitas yang tinggi sampai - sampai demiclesnya pun menyala semakin terang, tanah disekitarnya pun bergetar yang mana membuat seluruh orang disana terpukau. Slyvrin yang saat ini berada didekatnya pun terkejut dan hanya bisa terdiam dengan mulu terbuka.
Setelah selang beberapa saat kemudia, Dogol mulai menyerap kembali force yang ia luapkan lalu menerjang kearah Slyvrin dengan kedua kapaknya. Slyvrin yang terkejut segera membuat barikade akar menggunakan sisa - sisa forcenya yang masih ia miliki. Dinding yang terbuat dari akar pohon itu pun menjulang tinggi, akan tetapi akar itu dapat di belah oleh kapak miliki Dogol.
Setelah pertahanannya diruntuhkan, hanya tubuhnya saja lah yang tersisa untuk menerima kapak dari Dogol sekali lagi. Dengan wajah terkejut Slyvrin hanya bisa terjatuh lemas.
"Mati kau dasar wanita jala*g!" kata Dogol yang ingin menebas Slyvrin.
Kapak itu melaju dengan cepat kearah Slyvrin, Disaat Slyvrin menutup mata dan membuang wajahnya kearah yang lain karena takut melihat datangnya kapak tersebut. Ia dibuat heran dengan tidak ada datangnya kapak itu kearahnya. Ternyata didepannya sekarang sudah berdiri Hamdall dengan diselimuti force bewarna hijau, menahan laju kapak itu sekuat tenaga dengan gagang gada miliknya.
"Hamdall?!" Slyvrin terkejut.
"No - nona... Kau baik - baik saja?" Tanya Hamdall dengan kondisi kesulitan dan satu kaki yang terputus yang terus - terusan mengeluarkan darah.
"Kaki mu????!" Slyvrin terkejut melihat kaki Hamdall.
"Nona... Pergi lah dari sini..." Kata Hamdall mencoba untuk menyelamatkannya.
"Tidak! Aku tidak bisa meninggalkan kalian!" Kata Slyvrin menolak.
"Nona tolonglah! Biarkan kami berjuang untuk melindungi mu!" Kata Hamdall.
"Tidak! Aku tidak ingin! Ayo kita berjuang bersama - sama!" Kata SLyvrin segera bangkit.
Kapak itu semakin berat bagi seorang Hamdall. Hamdall pun menoleh tersenyum kearah Slyvrin dalam keadaan yang sudah babak belur.
"Nona... Kau tangguh, terimakasih.." Senyum Hamdall kepada Slyvrin yang sedang khawatir melihatnya.
Tidak lama kemudian, gagang gadanya pun terbelah karena tidak kuat menahan laju kedua kapak Dogol. Dalam keadaan tersenyum, Hamdall pun terpotong menjadi dua bagian tepat didepan Slyvrin.
"Tidak!!!!!!!!" Teriak Slyvrin histeris.
Demicles milik Hamdall pun menghilang seketika dan menjadi partikel - partikel kecil di udara. Seluruh pasukan dan juga para pendamping terkejut dengan gugurnya satu pendamping di pertempuran kali ini. Slyvrin yang melihat Hamdall terbunuh dengan tragis terkulai lemas. Ia mengeluarkan air mata menangisi pendamping setianya, disisi lain Dogol dengan wajah yang sudah tidak karuan mendekat kearah Slyvrin yang masih terguncang dengan kematian Hamdall.
"Sungguh haru aku melihatnya... tapi tenang saja.. Aku akan mengirim dirimu kepadanya sebentar lagi.." kata Dogol mendekat kearah Slyvrin.
"Nona!!!!!!" Teriak Yoga yang masih dalam keadaan terbaring setelah di pukul oleh Dogol.
Ia mencoba untuk bangun, begitu juga dengan Kuluk dan Jaquile namun tubuh mereka masih lemah. Dogol mulai mengangkat satu kapaknya kearah Slyvrin yang sedang tertunduk. Tanpa menunggu lama ia pun segera mengayunkan kapak itu kepada Slyvrin. Namun nyawa Slyvrin kali ini benar - benar terselamatkan, Sebuah ujung gagang pedang ditusukan kearah perut Dogol dan membuatnya terlempar kebelakang.
Seluruh tentara yang berada disana terkejut melihat kedatangan Rado yang secara tiba - tiba muncul melindungi Slyvrin sambil membawa kepala Laguun dan melemparnya kearah Dogol.
"Kau terlambat.." Kata SLyvrin masih dalam keadaan menunduk kepada Rado yang berdiri didepannya.
"Maafkan aku.." Kata Rado sambil melihat mayat Hamdall.
"Kemana saja kau!" Kata Slyvrin mengangkat wajahnya dengan mata yang berlinang air mata.
Rado pun menoleh dan tidak tega melihat Slyvrin yang sudah dalam keadaan kotor. Ia pun dengan geram melihat kearah Dogol yang mulai bangkit kembali dari jatuhnya.
"Akhirnya!! Akhirnya kau muncul hahahaha!" Kata Dogol begitu senang bertemu dengan Rado.
"Aku sudah menunggu mu sejak tadi" Kata Dogol.
Rado hanya menatapnya dengan geram.
"Tuan! Apakah dia orangnya!!!! Aku akan mengambil kepalanya untuk mu dan juga untuk membalas kematian Laguun!" Kata Frago melesat kearah Rado dari arah samping.
Rado pun hanya menghunuskan katana panjangnya yang berjenis nodachi kearah Frago. Frago pun segera terhenti tepat sebelum ujung bilah katana Rado menyentuh tenggorokannya. Tubuhnya berkeringat melihat pedang Rado yang dihunusan kearahnya.
"Jangan mengganggu..." Kata Rado mengancam Frago sambil menatap tajam kearahnya.
Frago yang sejak tadi bertingkah terdiam sekejap dan menurunkan kedua kapaknya, Rado pun juga menurunkan pedangnya dan segera berjalan menghampiri Dogol. Demikian juga dengan Dogol, ia pun memutar kedua kapaknya sebelum berbenturan dengan Rado. Mereka berdua bertemu sekali lagi di pertempuran antar ras semenjak terakhir kali bertemu di dungeon negara Australia.
Rado pun mengudarakan demiclesnya yang setara dengan Dogol. Dua demicles dengan tiga sayap sejati pun saling berhadapan yang mana membuat tekanan diarea tersebut semakin menegang. Rhea yang saat itu ikut bersama Rado segera menolong Slyvrin berdiri.
"Kemari lah.." kata Rhea membantu Slyvrin bangun.
Slyvrin yang terheran melihat Rhea hanya berkata..
"Siapa kau?" Tanya dengan heran.
"Nanti akan ku jelaskan.." Kata Rhea.
Rhea pun membawa SLyvrin melipir dari tengah pertarungan antara archon yang sudah berbeda level dengan dirinya. Seluruh pasukan pun juga menghentikan pertarungan mereka sesaat melihat kedua archon mereka akan bertarung sama lain. Rado dan Dogol saling menghampiri, jalan mereka semakin lama semaki dipercepat dan pada akhirnya mereka melesat satu sama lain.
Rado segera memposisikan bilah katananya kearah luar, sedangkan Dogol melompat kearahnya. Rado segera mengayunkan katananya dari bawah keatas sedangkan Dogol mengayunkan kedua kapaknya dari atas kebawah yang mana membuat kedua senjata itu saling berbenturan ditengah - tengah. Sebuah ledakan aura pforce pun terjadi yang membuat seluru area tersebut bergetar hebat.
"Dogol!!!!!!" Teriak Rado kearahnya.
Dan dogol pun hanya tersenyum melihat Rado merasa geram.