The Archon

The Archon
Sisi Penentang



saat ini Rado telah terhubung dengan para pendampingnya melalui monitor yang telah terpasang di kedua tempat yang berbeda. Di dunia yang baru ini Rado seperti tidak memiliki waktu untuk beristirahat yang panjang, masalah demi masalah selalu datang diseiring waktu berjalan. Tepat pada hari ini, Devian dan Lucero secara bersamaan datang untuk melaporkan temuannya kepada Rado dan para pendamping.


Mereka berdua saat ini sedang menghadap kearah Rado dengan posisi sigap sempurna. Jaquile dan Albert pun terlihat berdiri dibelakang Rado sambil menatap dua sisi monitor yang saat ini sedang muncul dari atas ruangan. Monitor baru yang terdapat di ruangan Rado memiliki teknologi untuk menampilkan sisi yang sedang melakukan pembicaraan dari suara yang tertangkap.


"Jadi ada laporan baru yang masuk dari Devian dan Lucero, aku belum mendengar secara rincinya, tapi menurut ku ini akan menjadi suatu yang melelahkan kedepannya" Kata Rado memberitahu Yoga.


Rado pun menatap kearah Devian dan Lucero, meminta mereka untuk memulai pembicaraan. Pembicara pertama adalah Lucero yang melaporkan tentang rencana para Orc seminggu kedepan setelah ia beberapa hari melakukan pengintaian di wilayah mereka. Ia juga menjelaskan mengenai Dogol yang kehilangan kendali akibat rasa hausnya akan bertarung. Lucero juga memberitahu kepada Rado mengenai demicles milik Dogol yang terlihat aneh.


Pada situasi ini, Rado maupun archon yang lain tidak mengetahui istilah sayap sejati, istilah itu hanya dimengerti oleh ras demigod yang sudah hidup lebih lama sebelum ras - ras yang ada terlahir. Rado hanya mengaitkan keanehan Dogol seperti dirinya, hal yang Rado tahu sekarang ini adalah pendeskripsian Yoga mengenai sayap yang muncul pada demiclesnya pada hari dimana ia sedang lepas kendali.


"Mungkin Dogol ingin mentransformasikan demiclesnya seperti ku.. Kalau ia bisa melakukan itu, mungkin ini akan menjadi suatu yang gawat.." Pikir Rado dalam hati.


"Aku merasakan lonjakan kekuatan force pada dalam diri ku setelah kejadian beberapa hari lalu.. Apa ia juga  sedang dalam tahap ini? Dan itulah mengapa ia ingin melakukan pergerakan untuk menyempurnakan demiclesnya?" Tanya Rado dalam benak.


"Tuan? Tuan Rado?" Panggil Lucero berkali - kali karena Rado melamun.


"Ah? Maaf.." Rado baru tersadar dari lamunannya.


"Menurut anda, apa yang sedang terjadi dengan Archon orc?" Tanya Lucero.


"Kemungkinan ia akan menjadi kuat.. Kita harus menghentikannya untuk melakukan itu.." Kata Rado dengan cepat mengambil keputusan.


"Kalau begitu apa kita akan pergi berperang lagi?" Imbuh Jaquile.


"Ya.. Kalau kita sudah mengetahu kemana mereka akan menyerang.." Jawab Rado melirik Jaquile yang berada dibelakangnya.


"Bagaimana dengan luka mu?" Tanya Rado.


"Sudah lebih baik setelah meminum ramuan dari Zowie yang kedua kalinya.." Senyum Jaquile sambil mengangkat lengan untuk menunjukan ototnya.


Disisi lain Yoga terlihat serius mendengar laporan tersebut.


"Apa ada masalah Yoga?" Tanya Rado.


"Tidak... Aku hanya berpikir kalau hidup ini sungguh berat..." Senyum Yoga sedikit masam.


"Bersabarlah... Kita bisa melalui ini.." Senyum Rado.


"Lalu.. Menurut mu, kemana mereka akan pergi?" Tanya Rado kepada Lucero.


"Kami masih belum mengetahuinya, akan tetapi sepertinya mereka akan memburu makhluk apapun yang menghalangi jalan mereka.. Aku akan melakukan pengintaian lagi setelah ini.." Kata Lucero.


"Untuk lebih efektif aku ingin memberikan mu sesuatu.. Yoga, bisakah kau panggilkan Riko untuk masuk?" Pinta Rado.


"Baiklah.." kata Yoga.


Beberapa saat kemudian Riko pun masuk kedalam komunikasi tersebut.


"Bagaimana dengan kerja mu?" Tanya Rado tersenyum.


"Drone sangat berguna untuk melawan serangan gerilya dari ras dwarf.. Aku senang teknologi ku berguna saat di medan pertempuran.." Jawab Riko dengan senyum.


"Lalu.. Bagaimana dengan alat lain yang ku minta pada mu?" Tanya Rado.


"Ah.. Kalau itu ingin ku uji sekarang juga, bisakah anda meletakan itu dikuping anda?" Pinta Riko.


Rado pun segera meletakan alat seperti earphone tanpa kabel ke kuping.


"Sekarang lemparkan alat satunya ke luar jendela.." Pinta Riko.


Rado pun melempar alat berbentuk kristal ke luar jendela dan alat itu pun terbuka dibagian bawahnya dan mengeluarkan sebuah gelombang  yang sangat luas. Demikian juga dengan Riko, ia mengudarakan alat yang sama persis dengan Rado.


"Hallo?" Riko mencoba melakukan pengetesan.


Suara Riko pun keluar dari earphone tersebut.


"Suara mu sangat jelas.." Senyum Rado.


"Waahhh... Apa ini seperti smartphone?" Tanya Jaquile terkejut.


"Smartphone?" Tanya heran dari mereka yang hilang ingatan begitu juga Riko dan Albert.


"Ah... Syukurlah kalau itu berhasil berfungsi... Membuat itu tersambung sangat sulit, karena jarak tempuh yang anda minta terbilang jauh... Jadi aku mengakalinya dengan menebar alat transmisi sesuai dengan jarak gelombang yang bisa mereka tangkap... Alat yang anda terbangkan tadi adalah penangkap transmisi secara luas yang bisa digunakan oleh seluruh prajurit nantinya.. dan untuk para kapten divisi 2 nantinya, ku harap kalian menebar alat transmisi itu setiap 5 kilometer di jalur pengintaian kalian, bermula dari portal pertama kalian mulai.." Jelas Riko.


"Ah... Tidak perlu khawatir, seluruh portal yang telah ku tanam sudah menjadi transmisi bagi alat ini karena aku sudah mengutus tim ku untuk mengupgrade portal tanam yang biasa kita gunakan untuk berpindah ke tempat yang tidak dalam penjagaan.. Para kapten divisi hanya diminta untuk meneruskan sinyal gelombang tersebut.." Imbuh Riko tersenyum bangga.


"Aaaaaaa bisakah kau jelaskan lagi? Kepala ku sedikit panas..." Kata Jaquile terlihat berpikir keras dengan penjelasan Riko.


"Aahahahaha... Terimakasih Riko atas penjelasannya... Biarkan Yoga kembali.." Kata Rado tertawa sedikit menanggapi Jaquile yang kurang mengerti.


Yoga pun kembali kedalam frame monitor.


"Itulah laporan dari Lucero, sekarang bagaimana dengan mu.. Devian?" Tatap Rado serius mengenai kembalinya Devian.


Monitor berubah kearah Devian dengan wajah yang penuh keseriusan, Yoga yang dapat kembali melihat Devian ada rasa rindu tersendiri dalam hatinya. Rado sangat menantikan laporan dari Devian karena tugasnya adalah yang terberat, yaitu mencari wilayah Demigod yang sebenarnya Rado sudah bisa menebak - nebaknya.


Seluruh wajah yang mendengar itu begitu terkejut, kecuali Rado yang sudah mengetahuinya terlebih dahulu.


"Memang wilayah demigod sejauh ini sulit untuk ditemukan. Tetapi setelah tragedi di desa Fuso, kami mengira kalau wilayah mereka terdapat dibagian Utara, namun sejauh ini selama kita melakukan penyisiran di wilayah Utara, kami hanya menemukan daratan bersalju saja yang berada dibagian sana" Cerita pembuka dari Devian.


"Tetapi.. 4 hari yang lalu, saat kami sedang menelusuri wilayah itu sedikit lebih lama lagi, secara tiba - tiba kami melihat sebuah tombak melesat kearah langit... " Imbuh Devian.


Karena rasa penasaran yang memenuhi hati dari Devian dan bawahannya, mereka pun mencoba untuk mendekat kearah dimana tombak itu tiba - tiba muncul. Devian dan bawahannya pun berjalan perlahan dibawah sinar bulan dan dinginnya wilayah Utara. Dengan wajah penuh rasa penasaran, Devian menemukan sebuah fenomena aneh dimana bagian yang akan mereka tuju seperti diselimuti oleh kain halus.


Devian dengan sangat waspada mengulurkan tangannya untuk menyentuk layar kain tersebut dan betapa terkejutnya Devian setelah tangan miliknya seperti masuk kedalam sebuah dunia yang berbeda.


"Eh?! Kenapa tangan ku hangat?" Kata Devian merasakan jari - jarinya menghangat.


Devian pun memberanikan diri untuk masuk seutuhnya kedalam wilayah yang dibalut kain transparan itu.


"kapten!" Sontak khawatir dari bawahannya.


Devian pun masuk seutuhnya, diikuti oleh bawahannya dengan penuh keraguan.


Setelah mereka masuk kedalam lapisan itu, betapa terkejutnya mereka saat disugukan pemandangan ladang rumput yang luas dan sebuah hutan di depannya.


"Ini?! Jangan - jangan.." Devian mencoba untuk menerka.


Seluruh pendamping yang mendengar cerita dari Devian pun terkejut.


"Jadi mereka melapisi wilayah mereka dengan suatu sihir atau kemampuan?" Tanya Yoga dari balik layar.


"Sepertinya begitu.." Jawab Devian.


"Sekarang sudah jelas, siapa yang melempar tombak itu pada malam sebelumnya.." Sontak Albert geram.


Rado terdiam berpikir mengenai tombak yang datang. Ia berpikir berarti selama ini, setiap pergerakan yang dilakukan setiap ras telah dipantau oleh Achilles dan rasnya.


"Apa ada pergerakan?" Tanya Rado kepada Devian.


"Sejauh ini kami belum melihat mereka melakukan pergerakan... Jugap emantauan kami terbatas karena kurangnya pengetahuan akan medan yang baru saja kami temukan" Jawab Devian.


"Itu sudah cukup bagus.. Nyawa kalian lah yang terpenting.." Kata Rado dengan wajah tanpa tersenyum.


"Untuk sekarang ini kita harus lebih waspada terhadap ras yang tersisa... Mengingat Achilles mengirimkan tombak ke wilayah manusia, ku anggap itu sebagai deklarasi perang darinya.." Ujar Rado.


"Deklarasi perang?!" Mereka semua terkejut.


"Naikan penjagaan di pos Utara.. Aku tidak ingin terapit dari dua sisi yang berbeda.." Perintah Rado kepada mereka.


Sebelum mereka membubarkan diri, Lucero dengan wajah senang bertanya kepada Rado dan yang lainnya.


"Dimana Joon? Apakah dia bersama dengan anda tuan Yoga? Wahhh.. Dia pasti sudah lega karena tugasnya sebagai pengintai di wilayah dwarf telah selesai karena ras dwarf sudah ditaklukan" Senang Lucero.


Mendengar Lucero berkata seperti itu, mereka semua terdiam dengan wajah penuh rasa iba.


"Hei.. Kenapa tuan semua terlihat sedih? Bukankah ini hal yang patut di rayakan? Aku akan minta traktir dari si bodoh itu.." Kata Lucero masih tidak sadar.


Selama ini kematian dari Joon masih dirahasiakan dari kapten divisi 2 yang lain.


"Lucero... Joon telah tiada." Rado dengan amat menyesal mengatakan itu kepada Lucero.


"Apa?!" Devian terkejut.


"A - apa?" Lucero terkejut dengan mata yang bergetar, wajahnya menunjukan kalau ia syok mendengar kematian Joon.


Semua yang melihat ekspresi dari Lucero begitu merasa kasian terhadapnya.


"Lucero.." Kata Yoga mencoba untuk menenangkannya.


"Gitu... Hooo dia sudah tiada.. Dia pasti bangga disana.. karena manusia berhasil menang melawan dwarf.." Kata Lucero menunduk dengan wajah syok.


"Dasar bodoh.. Kenapa kau pergi tanpa bilang pada ku?" Air matanya mulai menetes.


"Dia sudah menjalankan tugasnya dengan sangat baik... Kami semua bangga padanya.." Kata Rado mencoba menenangkan Lucero.


"Yah.. Aku tau.. Dia memang orang yang dapat dibanggakan, bisakah tuan beritahu aku dimana ia dimakamkan?" Lucero menatap Rado dengan air mata yang mengalir, namun ia memaksakan diri untuk tersenyum.


Setelah diberitahu letak makam Joon, Lucero segera meminta undur diri untuk pergi kesana. Disisi ibukota distrik menengah disebuah ruang mewah dengan nuansa barat. Greg, Nimus, salah satu petinggi militer dan para orang kaya lainnya, sedang berunding pada sebuah meja kota berwarna merah dan ada sebuah bir menemani mereka.


"Setelah pencapainnya mengalahkan ras dwarf, membuat kita semakin sulit untuk menggulingkannya..." Kesal Nimus.


"Bagaimana kalau kita melawannya secara militer? Dengan adanya diri ku dan ke 2 petinggi lainnya pasti bisa melawan orang itu" Tanya pria tua berambut putih namun tubuh masih dalam keadaan tegap.


"Apa kau gila?! Dia itu memiliki kekuatan yang tidak tertandingi.. Dengan cara militer tidak akan mempan, terlebih lagi kita adalah petinggi dibalik layar.. Cara satu - satu yang bisa kita lakukan adalah dengan memberikan isu miring terhadapnya.." Jawab Nimus dengan kesal.


Selama ini, wilayah manusia memiliki dua pemimpin militer yang mengatur ras tersebut, yaitu pemimpin yang terlihat yang sekarang ini dijabat oleh Rado dan juga pemimpin bayangan yang dijabat oleh Greg, dimana militer didalamnya terbagi menjadi dua bagian. Sistem yang terbentuk dari kerakusan penguasa disana membuat perintah di ras itu tidak satu komando. Greg sebagai pemimpin bayangan, memilih berada disisi para orang kaya demi mendapat kekayaan yang melimpah dengan membuat laporan palsu untuk memudahkan mereka melakukan usaha yang mana dibantu oleh Nimus sebagai kepala administrasi militer.


"Bagaimana kalau dengan sedikit kerusuhan yang membuat seluruh warga tidak nyaman dengan dirinya?" Kata Watz yang hadir dalam pertemuan itu.