
"Rado?!"
Rado segera memalingkan wajahnya kemeja makan karena tidak ingin menatap pemuda itu lama-lama dan seketika dalam ruangan itu terdapat suatu kecanggungan.
"Kau Rado kan?! Hei..Maafkan aku telah meninggalkan mu pada saat itu!!" Pemuda tersebut segera menghampiri Rado dengan wajah penuh bersalah.
[Eh... apa maksudnya meninggalkan? apakah ini yang dinamakan BL?] pikiran liar dari CLoe dan juga keambiguan disetiap benak anggota yang lain.
"Rossi.. itu sudah lama, aku sudah lupa dengan kejadian itu" Tanpa menoleh Rado menjawab sambil tetap makan dengan tenang.
Mereka yang menyaksikan kejadian itu terheran dengan apa yang sebenarnya terjadi diantara mereka.
"Ahh... Rossi bisa jelaskan kepada kami, apa yang terjadi?" Tanya Levi yang saat itu bertanya untuk memecah kejadian ini.
Rossi yang semulanya seperti orang bersalah, menjadi tenang dan menjelaskan apa yang terjadi diantara mereka.
Ia mulai bercerita dari kejadian yang menimpa mereka di Yellow Dungeon yang berubah menjadi Red Dungeon, setelah itu Rossi menjelaskan bahwa sebenarnya ia ingin menemui Rado setelah kejadian tersebut, namun saat itu ia masih takut untuk menemuinya dan mengurungkan niat untuk bertemu dengan Rado.
Karena itulah ia menjadi seorang yang dihantui rasa bersalah karena tidak sempat untuk meminta maaf kepada Rado dan menjadi seperti orang yang tidak bersemangat dalam menjalani hidup.
"Itu lah sebabnya kau menjadi seperti sekarang ini?" Kata Rudy yang saat itu sudah mencerna apa yang telah terjadi. "Tetapi apakah ini sebuah kebetulan? mengapa kau selalu berkaitan dengan orang terdekat ku?" Kata Rudy bertanya pada Rado.
"Aku juga tidak tau" Dengan santai Rado menjawab.
"Tetapi sobat.. aku masih tidak mempercayainya kalau kau orang yang selamat dari insiden itu" Geraldo yang masih syok mendengar cerita itu.
Mereka semua juga menunjukan hal yang sama dengan Geraldo, mereka tidak menyangka kalo Gavriel yang selama ini terlihat kuat adalah orang yang selamat dari insiden yang mengerikan bagi pemburu rank rendah.
"Sudah kubilang itu cerita lama! bisakah kita makan dengan tenang?!" Rado sedikit meninggikan nada dengan mata tajamnya kearah mereka.
Seketika mereka menjadi diam dan ada rasa dominan keluar dari Rado.
"Aku sudah melupakan kejadian itu, bisakah kau tidak membawa masalah itu lagi? aku sudah memaafkan mu" Setelah tenang Rado mencoba untuk berbicara lagi kepada Rossi.
Rossi yang mendengar itu tersenyum tipis dan berdiri menatap Rado.
"Terimakasih,, kau memang pria yang baik" Dengan wajah yang sedikit lega Rossi berterimakasih.
Setelah kejadian itu mereka melanjutkan acara makan-makan mereka, Rossi cepat berbaur dengan mereka karena sifat dewasa yang ia miliki, suasana sudah menjadi cair kembali setelah sedikit ketegangan yang terjadi.
"Jadi.. bagaimana kalian bisa mengenal satu sama lain?" Tanya Rado kepada Levi, Rudy dan Rossi.
"Sebenarnya dulu kami bertiga ini adalah teman kuliah" Kata Levi menjawab pertanyaan Rado.
"Yahh.. saat keluar dari kampus, aku memutuskan untuk mendirikan toko ini dan Levi menjadi karyawan ku, sedangkan Rossi memilih untuk menjadi seorang pemburu" Kata Rudy menambahkan.
"Ahhh... tetapi mengapa Levi memanggil mu dengan sebutan bos? sedangkan kalian adalah teman dekat.." Rado bertanya.
"Itu Karena SOP pekerjaan selama di toko" Kata Levi.
Meskipun Rado sedikit cuek, tetapi kalau menyangkut pengetahuan atau hal yang membuat ia tetarik, ia akan menjadi seorang yang banyak bicara.
"Tetapi aku tidak menyangka, orang yang selama ini diceritakan oleh Rossi dan adik ku adalah orang yang sama hahahaha" Rudy tertawa karena ketidaksengajaan yang terjadi.
Mereka yang tidak mengerti alur pembicaraan ini hanya bisa mendengarkan sambil menyantap makanan.
"Yah... dunia begitu sempit, tetapi jika dilihat-lihat, sekarang kau terlihat lebih kuat dibandingkan pertama kali kita bertemu, apa yang terjadi pada mu?" Tanya Rossi terheran dengan perubahan pada Rado.
"Ehh??? apakah dulu Gavriel seorang yang lemah?!" Tanya Gai yang saat itu penasaran.
"Ah.. dulu Rado disebut sebagai pemburu terlemah, saat itu kami memperlakukan dia layaknya sebagai alat untuk menjadi umpan monster yang memudahkan kami untuk berburu,... karena itu aku merasa bersalah kepadanya.. maafkan aku Rado" Rossi menunduk diatas meja makan.
Rado hanya dia mendengar penjelasan dari Rossi, [Aku tidak bisa bilang kepada mereka tentang anugerah tambahan yang aku dapat dari kejadian waktu itu, hal Logis seperti berlatih setelah kejadian itu mungkin jadi pilihan yang baik] dalam benak Rado yang sudah menyiapkan jawaban.
"Lalu bagaimana bisa kauu...." Geraldo bertanya kepada Rado.
"Dengan berlatih keras" Rado segera memotong pertanyaan Geraldo dengan jawaban yang sudah ia siapkan.
Geraldo tertawa canggung karena pertanyaannya dengan cepat dijawab singkat dan padat oleh Rado.
"Maafkan juga sikap anggota ku Harold yang telah memaksa mu untuk menjadi umpan disaat terakhir untuk menyelamatkan kami semua" Kata Rossi canggung meminta maaf.
Rado menoleh kepada Rossi.
"Hmmpp bagaimana kabar kalian semua setelah kejadian itu?" Rado tersenyum sinis mendengar perkataan Rossi.
"Kami memutuskan untuk membuat sebuah Guild bernama Lotus dan menempa kemampuan kami dalam berburu agar bisa melindungi orang-orang lain setelah kejadian itu,. Kau telah mengubah pandangan anggota yang lain, semulanya mereka orang yang tidak peduli terhadap orang lain, tetapi sekarang mereka menjadi lebih peduli" Rossi yang menceritakan anggotanya kepada Rado.
"Bagus lah kalau begitu" Rado memejamkan matanya sambil melanjutkan makan.
Dikeheningan sesaat setelah percakapan tersebut, Rudy berinisiatif untuk menyalakan Tv disudut ruangan dan menampilkan berita yang sedang hangat saat ini.
{Ini dia pemburu berlisensi internasional}
Suara dari pembawa acara itu sontak membuat mereka yang baru saja pulang dari dungeon tertarik untuk menonton.
"Lisensi Internasional?" Bon bertanya akan hal itu.
Seketika mereka semua mengeluarkan smartphone mereka yang selama ini belum sempat mereka buka sejak tadi.
"Ah.. benar.. aku tidak menyadari kalau ada notif dari gate keeper mengenai informasi baru ini" Kata CLoe yang melihat layar smartphone pinknya.
Saat itu Gai yang sedang menscroll layar smartphonenya terkejut, "Ah.. tuan basungkak termasuk jajaran pemburu yang berlisensi juga!"
"Maksud mu om-om yang kita temui saat pertama kali kita dungeon?" dengan santai Rado berbicara.
"Hahahaha om-om" Rudy tertawa mendengar perkataan Rado.
Saat itu mereka fokus menonton siaran ulang dari berita tersebut sampai habis, setelah berita itu selesai, tv yang menyala tadi segera dimatikan oleh Rudy.
"Mereka hebat bisa mendapatkan lisensi internasional" Kata Rossi terkagum melihat itu.
Beberapa saat kemudian anggota tim Geraldo menatap satu sama lain dan mengangguk layaknya sudah merencanakan ini matang-matang.
"Sobat..." Geraldo memanggil Rado yang saat itu sedang minum.
"Hm?" Rado menoleh kepada Geraldo.
Geraldo seperti ragu akan hal ini karena ia takut kalau Rado menolak permintaan yang ia dan temannya putuskan. Namun ia memantapkan hati untuk berbicara kepada Rado.
"Mau kah kau menjadi kapten di tim kami?" Dengan mata seriusnya Geraldo meminta.
Rado segera meletakkan gelasnya dimeja dan menatap wajah mereka satu persatu, sebenarnya ia ingin menolak permintaan itu karena pasti akan merepotkan. Tetapi karena melihat kesungguhan di wajah mereka, ia mencoba untuk mengemban tanggung jawab itu.
"Apa kau tidak masalah jika aku mengambil posisi mu?" Tanya Rado kepada Geraldo.
"Gavriel...tidak.. Maksud ku, Kapten Rado..! Kami sudah membicarakan ini matang-matang sejak keluar dari Dungeon" Kata Gai memotong pembicaraan.
Sekali lagi Rado menatap satu persatu wajah mereka yang penuh harapan itu. Ia menghela nafasnya dan tersenyum.
"Baiklah, tapi ada satu syarat"
"Apa?!" Mereka bertanya.
"Jangan sekalipun memberitahu identitas asli ku kepada orang lain, termasuk kalian.." Rado menatap ke Rudy, Levi dan Rossi.
"Ada alasan mengapa kau menutupi identitas asli mu?" Tanya Selica
"Karena aku tidak ingin menghadapi hal yang merepotkan dikemudian hari" Mata serius dan menunjukan kalau ia tidak main-main.
"Baiklah.. kami menerimanya" Geraldo menjawab itu.
Setelah mendengar itu mereka semua merasa senang dengan jawaban yang diberikan oleh Rado. Sementara itu Rudy yang menyadari lencana milik adiknya sudah berlambang Begio terkejut dibuatnya.
"Haaaa????? Sejak kapan kau menjadi Begio?" Ia berdiri mengambil lencana milik Geraldo.
"Hehehe baru saja aku menjadi rank begio berkat sobat Rado" Geraldo tersenyum lebar menanggapi itu.
"Sebenarnya kami juga sudah Begio" Serentak mereka semua memamerkan lencana mereka.
"Ehhhhhhh jangan bilang kau juga?!" Rudy, Levi dan Rossi yang terkejut segera menoleh ke Rado yang saat itu tersenyum sambil memangku dagunya.
Rado hanya menunjukan lencana yang masih Eranel dengan senyuman manisnya.
"Lah ko?" Mereka terheran mengapa hanya Rado yang masih Eranel.
"Kapten tidak tertarik soal rank, itulah sebabnya ia selalu memberikan roh kepada kami" Kata Rovi menjelaskan keterheranan mereka.
"Huhh.... kau memang orang yang unik" Rudy duduk sambil menghela nafasnya.
Acara makan-makan itu telah selesai, tidak terasa hari sudah menjadi gelap dan mereka memutuskan untuk pulang, Namun disaat yang bersamaan Rudy memanggil Rado keruang kerjanya.
"Rado.. aku berterimakasi kepada mu karena telah menjaga adik ku dan membantu nya mencapai Begio, itu membuatku lebih tenang karena ia akan mendapat keamanan khusus dari pemerintah" Rudy yang saat itu sedang membelakangi Rado.
"Itu bukan lah hal yang begitu besar untuk ku" Ia memejamkan matanya sambil tersenyum.
Rudy berbalik dan mentap Rado.
"Kalau begitu untuk rasa terimakasih ku ,aku akan memberikan apa yang kau mau" Rudy menatapnya dengan serius.
Rado juga menatapnya dengan serius
"Apa saja?" Rado memastikan perkataan Rudy.
"Ya.. apa saja!"
Rado berfikir sejenak untuk menentukan apa yang akan ia minta kepada Rudy.
"Kalau begitu bisakah kau membuatkan ku Katana dengan kualitas terbaik?"
Rudy yang mendengar permintaan Rado segera tertawa dan memegang dahinya.
"Dengan senang hati kuperlihatkan kemampuan para pandai besi yang kumiliki!"