The Archon

The Archon
Benturan Ras Orc Vs Ras Elf



Saat ini di wilayah elf, Tebing Putih yang telah dikuasai oleh ras orc sedang melakukan persiapan untuk bertahan oleh serangan balasan dari para Elf yang dikepalai oleh Sarka kembali. Wajah dari pasukan elf terlihat sangat percaya diri setelah minggu lalu telah dikalahkan dengan telak oleh para Orc. Di dunia ini, peperangan dapat terjadi kapan pun dan berlangsung cepat karena dari segi perjalanan sangat singkat karena adanya sebuah portal disetiap ras. Pertempuran menggunakan kekuatan force juga menjadi sebuah indikasi lain sebagai salah satu pemicu cepatnya perang usai.


Bila seorang pendamping jika tidak dibendung oleh lawan yang setara, ia bisa menghabiskan ratusan prajurit seorang diri. Perbedaan yang amat besar itulah yang membuat sosok pendamping sangat berpengaruh dalam alur jalannya peperangan ini. Dilain sisi pasukan Orc pun mulai bersiaga didepan kota yang sederhana tersebut, ini seperti sebuah deja vu dalam waktu singkat dimana hanya posisi mereka lah yang berbeda pada saat itu.


Sementara itu juga Rado juga mengirim pasukan ras manusia sebagai pihak ketiga. Pasukan itu terdiri dari enam ratus prajurit yang dipimpin oleh Jaquile seorang saja sebagai jenderal tunggal mereka. Kapten yang ikut dalam pertempuran ini adalah Nagatomo dan Rudy saja dengan masing - masing mengepalai tiga ratus orang. Mereka melakukan teleportasi dari ibukota De Hoorn ke arah timur dari wilayah tebing putih. Setelah mereka melakukan teleportasi, disana sudah menunggu Levi dan pasukannya untuk mengantar mereka ke medan pertempuran kedua ras tersebut.


"Bagaimana situasinya?" Tanya Jaquile kepada Levi.


"Saat ini pasukan ras Elf sedang menuju kearah tebing putih dari hutan bagian selatan..." Jawab Levi melapor.


"Bagaimana strategi peperangan ini?" Tanya balik dari Levi.


"Rado hanya memerintahkan kita untuk bersembunyi hingga mereka menyelesaikan pertarungan dan melakukan serangan setelah salah satu dari mereka keluar menjadi pemenangnya..." Jaquile memberikan rincian.


"Hm... Jadi kita berperang tanpa harus mengeluarkan tenaga?" Senyum Levi menoleh kearah Jaquile.


Disaat mereka sedang menelusuri hutan menuju tebing putih, suara langkah kaki yang cepat mengarah kepada mereka dan membuat pasukan divisi satu menjadi siaga. Ternyata langkah kaki itu disebabkan oleh Bobby, Peter dan Lucy, trio ini akhirnya muncul sebagai salah satu anggota divisi kedua secara kebetulan.


"Eh? Mereka?!" Jaquile menurunkan penjagaannya.


Saat melihat manusia yang datang menghampiri mereka, pasukan itu akhirnya ikut menurunkan penjagaan mereka seperti Jaquile lakukan.


"Lapor! Saat ini pasukan elf sudah bertemu dengan pasukan Orc.. sepertinya mereka akan melakukan kontak sebentar lagi.." Kata Lucy melapor kepada Levi.


Levi yang mendengar itu hanya menoleh kepada Jaquile yang berada dibelakangnya dan untuk menanggapinya Jaquile hanya mengangguk dan memerintahkan pasukan itu untuk mencari posisi yang dapat memperhatikan jalannya pertempuran antara kedua ras tersebut. Pasukan yang berisi Mage dan Ranger diperintahkan untuk maju terlebih dahulu karena selain pakaian mereka yang tidak menimbulkan bunyi, tugas yang telah diberikan kepada mereka bersama Levi adalah untuk mencapai titik tempat yang telah ditentukan demi menunjang keberhasilan penyergapan nanti. Regu ini akan ditempatkan terpisah oleh para close range, dimana regu yang berisikan mage dan ranger ini akan ditempatkan pada satu tempat yang memiliki penglihatan luas mengenai medan pertempuran serta yang menjadi penanggung jawab atas regu ini adalah Rudy.


Sedangkan mereka para close range harus bergerak cepat tanpa harus berlari untuk meminimalisir suara dari gesekan jirah mereka kearah titik tempat yang juga sudah ditentukan oleh divisi dua, tempat yang menjadi titik kumpul para regu close range ini sedikit lebih dekat dengan medan pertempuran tersebut, mereka tidak memilih tempat yang terlalu dekat dari dua ras tersebut agar tidak terdeteksi oleh meraka kalau akan ada sebuah penyergapan. Hal ini membuat pasukan terbagi menjadi dua bagian seperti yang direncanakan oleh Rado beberapa waktu lalu.


Saat itu rapat darurat yang telah dilakukan oleh Rado setelah menerima laporan tersebut berjalan sangat cepat dimana pengambilan keputusan yang dilakukan oleh Rado sangat cepat.


"I-ini?!" Sontak mereka sedikit terkejut mendengar penjelasan strategi yang dilakukan oleh Rado.


"Strategi ini memang terlihat seperti seorang pengecut dimana kita akan menyerang disaat mereka sudah melemah, akan tetapi hanya inilah yang bisa kita lakukan..." Kata Rado sambil menatap para kapten dan jenderalnya.


"Dikarenakan ras kita sedang mengalami krisis jumlah prajurit, aku ingin kematian diminimalisir dalam pertempuran nanti..." Sambungnya.


"Tidak! Ini bukanlah strategi seorang pengecut.. menurut ku ini brilian karena kita tidak susah payah untuk bertempur nanti.." Sanjung Albert kepada Rado.


"Lalu apa kita akan menduduki wilayah tersebut?" Tanya Jaquile.


"Tidak.." Senyum Rado...


"Heh?!" Mereka semua terkejut dengan pernyataan Rado.


"Lalu untuk apa kita melakukan penyerangan ini tuan?!" Tanya Albert.


"Kita hanya sebagai prajurit hantu yang datang menghabisi lawan dan menjiarah mereka.." Senyum Rado dengan tatapan tajamnya.


Para kapten dan Jenderal mereka terlihat terperangah dengan perkataan yang dilontarkan oleh Rado. Rasa merinding saat ini menggelitik tubuh mereka karena rencana yang telah dibuat oleh Rado.


"Aku tidak tau maksud dari rencana mu ini.. tetapi aku merasa kalau itu sangat keren.." Kata Jaquile tersenyum lebar.


"Jadi kau tidak ingin ada satu pun yang hidup dan kita harus pergi secepat mungkin sebelum ada yang mengetahuinya?" Tanya Jaquile sekali lagi.


"Yah kau benar, hal ini dilakukan agar tidak menimbulkan suatu kewaspadaan terhadap ras kita yang mungkin masih dianggap remeh oleh ras lain, jadi kita akan menyerang dengan cara bergerilya" Kata Rado tersenyum.


"Lalu siapa yang akan mengepalai misi ini?" Tanya Albert dengan begitu antusias.


"Eh? Kenapa bukan diri ku?!" Albert begitu tidak terima dengan keputusan Rado.


"Itu karena Jaquile memiliki gerakan yang cepat dan ia sudah memiliki jam terbang yang tinggi dalam pertarungan seperti ini.." jawab Rado.


"Jadi secara langsung anda lebih mempercayai Jaquile dibandingkan diri ku?" Albert mulai terlihat menggebu.


Rado hanya menatapnya saja karena menurut dirinya hal itu tidak harus sampai dilakukan oleh Albert, Hal itu pun juga dirasakan oleh para kapten yang menyaksikan protes dari seorang Albert yang ingin sekali mengemban misi tersebut.


"Albert... Percayakan pada ku... Tuan Rado bukanlah orang yang pilih kasih.. Ia sebenarnya juga mempercayai mu akan tetapi mungkin dalam pertimbangan dalam memilih jenderal dalam misi kali ini, akulah yang cocok dalam menjalankan misi penyerangan ke wilayah elf.." Kata Jaquile menenangkan.


Albert saat itu masih tidak terima dengan keputusan tersebut. ia ingin sekali turun dalam pertempuran agar bisa mengasah kemampuan barunya itu. Kekalahan yang ia telan saat melawan ras demigod dengan Aslav yang menjadi ketuanya di desa Fuso. Kekalahan yang ia rasakan dalam segi kekuatan membuatnya frustasi, saat ini ia hanya ingin bertarung dan bertarung agar mencapai titik dimana ia bisa menggapai orang - orang kuat.


Dalam kekesalannya ia melihat kearah Rado dan Jaquile yang sedang menatapnya dan perlahan kekesalannya itu mereda serta ia pun bisa menurunkan egonya.


"Baiklah.. Aku mengerti.. Maafkan aku telah melakukan protes terhadap anda" Kata Albert meminta maaf kepada Rado.


"Tidak apa.. Aku merasa senang dengan rasa ambisius mu dalam pertempuran, itu menandakan kalau kau bukan lah jendera yang lembek.." Senyum Rado kepada Albert.


"Tuan..." Albert tersanjung dengan perkataan Rado.


Kembali kedalam medan pertempuran dimana ras elf dan ras orc bertemu kembali di tempat yang sama. Laguun yang saat itu masih berada disana segera menghampiri iring - iringan Sarka dan para elf lainnya. Jumlah mereka tidaklah sama dengan pasukan elf yang berjumlah tujuh ratus orang dan pasukan orc hanya berkisar tersisa empat ratus orang dari semulanya delapan ratus orang.


Tetapi perbedaan jumlah yang terlihat signifikan itu tidak menyurutkan keberanian para Orc. Disaat mereka sedang berhadap - hadapan ditanah batu yang luas. Tanpa berpikir panjang Laguun segera mengudarakan demiclesnya. Demicles berbentuk kapak berwarna merah darah itu pun menyinari daratan tersebut diikuti dengan sorakan semangat para Orc. Udara serasa bergetar dengan teriakan para Orc yang mengangkat senjatanya. Tidak mau kalah, Sarka pun juga mengundarakan demiclesnya selang waktu beberapa menit setelah Laguun. Demicles itu berwarna kehijauan dengan logo tongkat yang yang menjadi ikon ras para elf. Para elf yang diketuai oleh Sarka pun juga menaikan moral tempur mereka dan berteriak membalas pasukan para orc.


"Ini terlalu cepat.. Apa luka mu sudah sembuh?" Ejek Laguun kepada Sarka.


"Hmph! Serangan mu tidaklah mempan lagi kepada ku! Bersiap lah..!" Jawab Sarka.


Laguun yang mendengar pernyataan dari Sarka berubah seketika menjadi wajah yang waspada karena ia merasa kalau para elf menyembunyikan sesuatu dari rasnnya. Kedua demicles dari dua orang pendamping saling menyinari tempat pertempuran tersebut. Cahaya mereka saling melahap satu sama lain demi menentukan siapa yang paling terkuat, alur peperangan dimulai dengan pasukan ras orc yang menyerbu terlebih dahalu.


Laguun berlari lurus menabrak pasukan Sarka tanpa gentar sedikit pun. Kepulan asap yang terbuat dari langkah kaki para orc pun menghiasi pertempuran.


"Bersiap!" Kata Sarka mengkoordinasi elf yang memiliki serangan jarak jauh.


Para mage dan ranger pun mulai bersiap untuk melaukan serangan kepada pasukan para Orc. Hal yang paling unik disini adalah dimana para elf tidak memerlukan sebuah alat perantara seperti tongkat untuk menghadirkan sebuah serangan force seperti ras lainnya. Ini adalah sebuah bakat alami yang telah dimiliki oleh para elf, mage elf dikenal dengan kekuatan force yang paling kuat dibandingkan ras maupun kelas lainnya, itu dikarenakan kedua elemen yang berbeda dapat disatukan.


Serangan kombinasi dari anak panah dan serangan sihir pun dilepaskan oleh para elf. Disaat serangan itu mengarah kebagian depan ras Orc lebih tepatnya langsung mengincar Laguun yang sedang berlari, Laguun pun berteriak.


"Perisai!!!!!"


Para Orc yang memiliki tubuh besar dengan perisai dari besi yang telah ditempat dengan sangat baik segera mengambil posisi kedepan untuk melindungi Laguun. Perisai itu mereka arahkan keatas untuk menerima serangan yang akan datang tersebut. Hal serupa juga dilakukan oleh para tanker orc yang berada dibelakang untuk melindungi para orc lainnya.


Sebuah ekpetasi yang menjadi sebuah senyuman diwajah Sarka pun mulai terngiang di wajahnya. Kombinasi serangan yang cukup besar dari para elf mungkin saja segera membunuh Laguun dan para perisainya. Pada saat pertempuran pertama, para mage elf sampai dibuat tidak berkutik dengan ganasnya para orc, mereka selalu melakukan penekanan dan meberikan perlawan dalam jarak yang cukup dekat.


Kali ini gap antara kedua kubu memiliki jarak yang cukup jauh dan ini lah situasi yang tepat untuk menggunakan kekuatan penuh ara mage elf. Akan tetapi ekpetasi yang telah terngiang manis dibenak Sarka harus pupus, dimana serangan itu dapat ditahan oleh para tanker para orc yang perkasa. Mereka dapat menahan ledakan dan hujan para anak panah itu tanpa ada yang gugur. Para Orc pun keluar dari kepulan asap yang di akibatkan oleh serangan tersebut.


Teriakan tanpa henti para Orc membuat Sarka dan para elf begitu tertekan. Ras orc memang terkenal dengan kekuatan serangan beserta ketahanan fisiknya, itu lah mengapa kasta dari ras orc menempati posisi kedua setelah ras demigod.


"Apa?! Pasukan tombak!" Kata Sarka terkejut.


Para elf yang memiliki tombak pun segera mengambil posisi kebarisan paling depan dan Sarka yang seorang ranger dengan cepat mengambil langkah mundur kebarisan paling tengah bersama para ranger dan mage lainnya. Para elf pemegan tombak pun segera menyusungkan tombaknya kearah depan demi menyambut tabrakan yang akan terjadi sebentar lagi.


kedua kekuatan kembali bersinggungan sekali lagi di tempat yang sama, Apakah kali ini ras elf mampu membalaskan kekalahannya diwaktu sebelumnya?