
"Dia menyerang..!!!!" Teriak Billy melihat bos monster itu menjulurkan ekornya kearah mereka.
Ekor yang berwarna hitam pekat tersebut dengan cepat menyerang mereka, dentuman keras dari serangan itu membuat asap dan beberapa serpihan tanah terangkat karena kekuatan dari ekor tersebut. Mereka bercerai berai melompat kearah samping untuk menghindari serangan itu, namun dengan cepat ekor tersebut menyambuk kearah samping kanan dimana Kenji, Billy dan beberapa orang lainnya menghindar.
*Buak.....
Meskipun sudah mereka tahan bersama, namun cambukan ekor itu terlalu kuat dan mengakibatkan mereka terlempar olehnya.
"Uakkhhhhh" Teriak mereka yang terkena serangan ekor itu.
"Kenji!!!! Kapten!!!!" Teriakan dari beberapa orang yang selamat dilain sisi.
Locus menatap kearah bos itu dengan raut wajahnya yang begitu kesal, ia dan beberapa anggota yang masih berdiri segera melancarkan serangan terbaik mereka.
*Bum.. duarr....
Serangan api dan tembakan seperti laser mengarah kearah bos dungeon dan kepulan asap menutupi tubuhnya yang besar.
"Apakah berhasil?!" Vira bertanya mengenai serangan gabungan mereka.
Kepulan asap itu perlahan menghilang dan menunjukan siluet bos tersebut secara perlahan.
"Khakhakahakha TKs Ruhz Pak Pak" Bos itu tersenyum karena serangan yang mereka lancarkan tidak berpengaruh sama sekali.
Bos itu terlihat melengkungkan ekor kebelakang untuk melancarkan serangan balasan, lengkungan itu ia lakukan untuk meningkatkan kekuatan ekornya saat ia julurkan nanti.
Wussshh~~~~
Ekor itu kembali menjulur kearah mereka yang masih berdiri disisi lain, Para mage seperti Locus, Vira dan Lili memiliki reflek yang begitu lambat dan membuat mereka sulit untuk menyamai kecepatan serangan ekor itu. Kaki mereka sulit digeraki karena ketidaksiapan mereka menerima serangan tersebut, rasanya seperti terborgol oleh sebuah rantai besar! Berat dan sulit digerakan.
"Teman-teman!!!!!!" Teriak Heni memperingatkan teman-temannya, ia sudah menghindar terlebih dahulu karena memiliki reflek yang cepat.
Saat ekor itu hampir mengenai Locus, tanpa diduga dari arah berlainan Billy dan Putra (Tank yang masih hidup lainnya) melesat dan menahan serangan bos tersebut. Meskipun mereka menahan serangan itu berdua dengan perisai, tetap saja kekuatan mereka berdua belum cukup untuk menahan serangan dari Scorpion King, mereka sampai terdorong menyeret dengan posisi yang masih menahan serangan ekor itu dengan perisai mereka.
Locus dengan sigap datang menghampiri untuk mendorong tubuh mereka dari belakang dan memberikan kekuatan tambahan untuk menahan serangan itu. Kenji juga tidak tinggal diam saja melihat teman-temannya sedang berjuang melawan bos tersebut. Ia segera melesat sambil mengeluarkan katana dan mencoba untuk menebas ekornya. Kenji mengeluarkan sebuah force berwarna biru terang untuk melapisi katanannya, hal itu ia lakukan untuk memperkuat daya serang yang akan ia keluarkan.
*Tranggg......
Katana itu seperti menebas sebuah benda yang terlewat keras dengan sebuah percikan api karena gesekan tebasan Kenji. Tangan Kenji seperti memukul sebuah ban truck yang besar, ia terpental karena tidak mampu memotongnya.
"Apa??!!!!! Sisiknya terlalu keras, sampai katana ku tidak bisa menembusnya!"
Karena pemotongan ekor itu gagal, bos dungeon itu seperti mengerahkan otot ekornya lebih kuat untuk mendorong yang menyebabkan Billy, Putra dan Locus terpental hingga membentur tembok.
Sontak itu membuat Kenji melihat kearah mereka dan mulai khawatir akan situasi mereka, [Sial....... Kapan regu penyelamat datang?! Kalau seperti ini terus, kami dipastikan akan mati semua disini!!!!] Dalam benak Kenji dengan wajah kesulitanya sambil melihat kearah mereka yang diterbangkan hingga menabrak tembok ruangan.
Locus yang baru saja tersadar dari benturan keras itu, segera melihat kearah Kenji yang masih berdiri, "Kenji...." Locus berusaha untuk bangun dan membantu Kenji yang saat ini adalah petarung jarak dekat satu-satunya.
Locus, Billy dan Putra sudah tidak bisa bertarung lagi. Tangan Billy yang terlihat patah, Putra yang tak sadarkan diri dan Locus yang kepalanya mengeluarkan darah itu sudah menjelaskan kalau hanya Kenji lah satu-satunya yang bisa diharapkan untuk bertarung sambil melindungi para gadis-gadis yang jiwanya sudah terkoyak karena ketakutan.
Sejak serangan yang hampir mengenai mereka tadi, para gadis hanya bisa meringkuk ketakutan dipojokan dekat dengan pintu masuk yang tertutup oleh batu sihir tersebut. Kenji merasa cemas dengan keadaan sekarang ini. Hal tersulit bagi seorang petarung adalah bertarung sambil melindungi orang lain dibelakangnya.
"Heyaaaaaa!!!!!!!" Kenji yang memiliki sifat tenang menjadi seseorang yang menggebu-gebu karena situasi hidup dan mati ini.
Ia melesat tanpa berfikir apakah itu berhasil atau tidak, yang ada dikepalanya sekarang hanyalah mencoba, mencoba dan mencoba. Bos itu tersenyum saat melihat Kenji melesat kearahnya, ia tidak mencoba untuk menahan serangan itu, namun malah merentangkan kedua capitnya seperti memperbolehkan Kenji untuk menebasnya berapapun yang ia mau.
"Cih" Kenji mengetahui maksut gestur dari bos tersebut, ia merasa kesal karena merasa diremehkan.
*Trang!!!!!!!! Tebasan katana dari Kenji tidak menggores sedikitpun tubuh Scorpion King. Tubuh bos itu sama seperti ekornya, keras! Sekeras logam yang berasal dari dunia lain.
Sontak itu membuat Kenji terkejut, [Sekeras apa tubuhnya?!!] Ia tidak berhenti begitu saja, ia segera mencoba untuk menebaskan katanannya berkali-kali kearah badan bos tersebut.
"Heyaaaaaaaaa!!!!!!!!!!!!!"
Teriakan Kenji mengimbangi ayunan katana miliknya yang semakin lama semakin cepat. Ia mencoba untuk mengeluarkan semua force dan potensi yang ia miliki pada serangan bertubi-tubi itu. Kenji mulai memperlihatkan dengan jelas aura force yang berwarna biru menyelimuti dirinya, tebasan itu bertambah cepat dan katanannya pun semakin instense menyerang.
Slashh...slasshhhhhhh........ Trang...... Karena kekerasan dari tubuh bos tersebut membuat katana milik Kenji tidak kuat dan patah.
Katanannya tidak tahan dengan beban yang diberikan terus menerus karena setiap senjata memiliki ketahanan yang beragam dan pada dasarnya bila senjata dipakai terus menerus, itu akan menurunkan performa dari senjata tersebut. Itulah mengapa para pemburu melakukan perbaikan atau melakukan pemeliharan dipandai besi setelah pulang dari berburu didalam dungeon.
Kenji terkejut setelah katana miliknya patah dan situasi seperti ini sangat fatal! Tanpa pertahanan dan jarak sedekat itu, Kenji menjadi sasaran empuk untuk bos tersebut. Scorpion King tersenyum menyeringai melihat mata Kenji yang terkejut sekaligus ketakutan. Ia segera menarik kebelakang capitnya untuk memberikan pukulan kepada Kenji.
*Buakkkk......
Capit itu menghantam perut Kenji dan mendorongnya sampai ketempat teman-temannya yang sejak tadi hanya bisa menonton dengan ketidakberdayaan mereka.
"Kiyyyyaaaaa!!!!" Teriak Vira melihat Kenji yang terpukul telak.
"Kita akan mati, kita akan mati..!!!" Heni yang meringkuk memegangi kepalanya seperti orang yang sudah mulai tidak waras.
"Kenji..." Locus yang masih tidak berdaya mencoba untuk memeriksa keadaan Kenji yang saat itu sedang tergeletak seperti tidak sadarkan diri.
"Hoi Kenji bangun!!!!! Kau lah harapan kita satu-satunya. Tolonglah untuk bertahan sampai regu penyelamat datang!!" Billy penuh harapan dengan wajahnya yang seperti ingin menangis.
"Kenji...!!!!" Teriak teman-teman yang lain menyemangati Kenji.
Kenji yang mendengar semangat dari teman-temannya itu mencoba untuk bangun dari tidurnya secara perlahan dan sempoyongan. Dengan katana yang sudah patah dan darah yang keluar dari mulutnya ia berdiri dengan gagah sekali lagi.
"Koz Batz Dritzmo Daksz Rakzan Skiz" Bos itu berbicara dengan bahasa aneh lagi.
"Aku tidak mengerti apa yang kau katakan! Majulah keparat!" Kenji berteriak dengan tatapan penuh percaya diri.
Scorpion King tersenyum melihat kegigihan yang ditunjukan oleh Kenji, ia segera melengkungkan ekornya membentuk huruf C dan segera melancarkan serangannya kepada Kenji.
Serangan itu sungguh cepat dan Kenji hanya bisa berteriak kencang menyambut datangnya serangan itu.
"Heyaaaaaaaa!!!!!!!!!!"
*Greb
Tiba-tiba Rado dengan cepat berdiri didepan Kenji dengan santai menangkap ekor dari Scorpion King dengan tangan kanannya. Mereka yang masih sadar terkejut melihat aksi Rado menahan serangan mematikan dari bos dungeon dengan mudah. Tidak hanya anggota tim saja yang terkejut, tetapi bos Scorpion King juga ikut terkejut karena seorang manusia bisa menghentikan ekor miliknya hanya dengan satu tangan.
"Aku sudah tidak tega melihat kalian dihajar habis-habisan oleh makhluk itu" Kata Rado dengan mata yang menyorot tajam kearah bos dungeon tersebut.
Kenji yang masih terkejut bertanya kepada Rado, "Kau... siapa kau sebenarnya?!"
Rado menoleh kearah Kenji dibelakangnya sambil memegang ekor bos itu dengan santai, "Aku? aku hanya seorang porter.."
---------------------
NOTE : Ternyata saya bukan darah rendah, tapi ada masalah dengan syaraf saya dikarenakan posisi duduk yang salah terus menerus, Posisi duduk yang salah apalagi dalam jangka waktu yang lama mengakibatkan syaraf punggung dan pundak saya menarik syaraf belakang kepala (Tegang), dan itu sakit banget bikin pusing.
Untuk kalian yang suka berlama-lama duduk di depan komputer, jangan lupa streching 2 jam sekali ya..