
Ruang makan di Hamstore, terlihat tim inti Rado berkumpul disana setelah menyelesaikan blue dungeon.
"Eh? kenapa kalian jadi berkumpul ditoko ku?" Rudy terkejut melihat adik dan teman-temannya berkumpul tiba-tiba disana.
"kakak bisakah kita meminjam ruangan ini untuk rapat sementara?" Geraldo tertawa meminta izin.
"Hah.... baiklah.. Levi bisakah kau membuatkan ku semur daging sapi?" Rudy yang menarik kursi di meja makan.
"Aa.. aku ingin indimie pakai kornet Moko dan telur" Geraldo mengangkat tangannya meminta kepada Levi yang sedang didapur ruangan tersebut.
"Aku ingin Soup jagung ayam" Kata Gai nyambar.
"Kalau begitu aku ingin Es krim strawberry" Selica sambil menempelkan telunjuknya di dagu sambil berfikir.
"Hei..heii kenapa kalian juga minta untuk dibuatkan?!!!!" Rudy tersenyum kecut namun dengan urat emosi.
"Hehehehe" Mereka tersenyum riang melihat Rudy.
Suara pintu yang terbuka sontak membuat mereka menoleh kearah sana. Rado datang dengan pakaian yang lusuhnya dan tersenyum kearah mereka.
"Kapten!!" Serentak mereka menyambut kedatangan Rado.
"Bagaimana dungeon kalian?" Rado tersenyum manis kepada mereka.
"Dungeon kami lancar dan kami mendapat banyak pemasukan" Geraldo bangun dari duduknya dan berlari menghampiri Rado. Namun, ia memperhatikan kearah pakaian milik Rado yang lusuh, "Sobat.. apa kau baru saja melakukan sesuatu?" Tanya Geraldo sambil memperhatikan pakaian Rado.
"Yah... aku abis melakukan dungeon bersama tim D Guild Nova" Dengan santai ia memberi tahu agendanya hari ini.
"Apa guild Nova?" mereka semua terkejut dengan pengakuan dari Rado.
"Guild nomor 3 di negara ini?" Tanya Gai.
Rado hanya mengangguk dan mulai menjelaskan secara singkat mengenai bagaimana ia bisa sampai satu dungeon dengan mereka dan tidak sedikit dari mereka yang terkejut mendengar kapten mereka bisa memiliki hubungan pertemanan dengan Julie Violet yang memiliki kedudukan sebagai wakil kapten dari guild bergengsi tersebut. Tidak hanya Rado saja yang bercerita pada hari itu, tetapi mereka juga membicarakan agenda mereka yang telah diperintahkan oleh Rado.
Terlihat Rado cukup senang mendengar kemampuan para anggotanya sudah mulai terasah sedikit demi sedikit mengenai formasi bertempur. Hal itu adalah kabar baik bagi dirinya karena hanya dalam perburuan yang kedua mereka sudah bisa bekerjasama dan yang lebih pentingnya lagi tidak ada korban jiwa dalam raid mereka. Namun saat Rado sedang mendengar laporan mereka, selintas ia mengingat kejadian Raidnya hari ini dan itu membuatnya sedikit murung.
"Kapten.. ada apa? Tanya Bon
"Ah.. tak apa.. teruskan cerita kalian" Ia mencoba tersenyum untuk menutupi pikirannya yang sedang runyam, tetapi hanya Selica saja yang merasakan ada sesuatu yang aneh pada Rado.
CLoe juga menyampaikan pendapatan mereka pada hari ini, pendapat di Blue Dungeon memang sangat berbeda dibanding dungeon-dungeon dibawahnya. Hanya dengan menyelesaikan 5 blue dungeon mereka bisa mengumpulkan uang yang cukup banyak.
"Kapten pendapatan kita kali ini mencapai 875jt, aku sudah membagikan bagian mereka secara merata dengan potongan 30% setiap orangnya dan kas party kita sudah terkumpul sebesar 323 jt rupiah" CLoe menjelaskan secara merinci.
"Bagus.. libur lah dulu sehari, persiapkan diri kalian untuk dungeon selanjutnya" meskipun sedang membahas uang, Rado seperti tidak begitu senang dan itu bisa terlihat dari raut wajahnya. Namun, ada sebuah kepuasan didalam hati kecilnya karena konsep yang ia terapkan pada timnya yang baru itu ternyata cukup efektif untuk meningkatkan kinerja party.
Keanehan itu ternyata tidak hanya Selica saja yang merasakan, tetapi juga dengan Gai. Ia merasa kalau kaptennya itu sedang menyembunyikan sesuatu dari mereka.
"Sobat.. apa kau akan ikut dalam perburuan selanjutnya?" Tanya Geraldo dengan wajah antusiasnya.
Rado hanya mengangguk sambil tersenyum dan itu mengisyaratkan kalau dia akan ikut dalam perburuan bersama mereka selanjutnya. Dalam perbincangan antara ketua dan anggota timnya, seketika terhenti sesaat karena kedatangan Levi yang membawa makanan pesanan mereka.
"Hayo lebih baik kalian makan terlebih dahulu" Kata Levi seperti seorang ibu kepada anak-anak mereka.
"Wahahahha seperti biasa kau sungguh hebat dalam hal memasak" Kata Geraldo memuji.
Mendengar itu Levi tersenyum puas karena jerih payahnya dihargai dengan sebuah pujian. Meskipun hanya sebuah ucapan, tetapi bagi orang yang menerimanya seperti merasa dihargai, lalu setelah ia selesai dalam tugas memasaknya, Levi menyalakan Tv yang sejak tadi tidak dgunakan.
Tv itupun menyala tepat pada acara berita harian mengenai para pemburu.
"Kami akan mencoba untuk mewawancarai salah satu anggota dari guild Nova, mengenai keputusan mereka sampai harus memanggil bantuan tim pemerintah" Kata reporter yang berada dilapangan.
Reporter itu berlari perlahan memandu kameramen untuk mengejar salah satu dari mereka.
Kenji yang melirik dengan wajah flatnya berbicara singkat dan padat,"Konsentrasi dungeon berubah".
"Apa yang dimaksud dengan berubah tuan?"
Reporter itu mencoba untuk mengulik lebih dalam perkataan Kenji. Namun Kenji tidak menggubrisnya dan berjalan meninggalkan reporter itu. Namun sebelum sang reporter melakukan penutupan, kemaramen menyempatkan untuk mengambil sebuah video seseorang yang ditandu dan tertutup kain putih dengan darah.
Sontak itu membuat semua orang yang berada dalam ruangan makan terkejut dan perlahan menoleh kepada Rado.
"Kapten, bukankah kau bilang tadi kau masuk kedalam raid bersama mereka?!" Tanya Rovi terkejut terdapat korban jiwa dalam dungeon itu.
Rado menatap mereka semua dalam diam dan menghela nafasnya sebelum menceritakan kejadian didalam dungeon itu.
"Apa??!! konsentrasi dungeon berubah saat kalian mencapai ruangan bos?" Rudy yang terkejut mendengar cerita dari Rado.
"Ya.. itu masih dugaan dari pemerintah, mereka sedang menyelidiki itu karena sudah ada dua kejadian hal yang seperti ini" Rado sambil meminum tehnya. "Aku juga merasa bersalah karena tidak cepat dalam mengambil tindakan, awalnya aku tidak peduli dengan kematiannya karena dia tidak ada hubungan dengan ku, tetapi setelah aku berbicara dengan salah satu dari mereka... aku menjadi mengerti akan kehilangan"
Mereka terdiam menatap kearah kaptennya yang sedang menyesal itu.
"Itu bukan salah mu bos, namun dengan ini kau mendapat suatu pembelajaran yang berarti" Guren berbicara denagn bijak.
"Yah.. sepertinya terlarut dalam hal yang sudah lewat itu tidak baik, kalau begitu aku akan berusaha untuk mengubah diri ku menjadi lebih baik" Rado mulai tersenyum seperti biasanya dan itu membuat anggota timnya menjadi tenang.
"Kalau begitu, Geraldo! Bosman!" Rado menoleh kearah mereka berdua.
"Ya sobat, kapten" mereka berdua menanggapi panggilan mereka dengan panggilan yang berbeda.
"Pesan 5 White dungeon untuk 2 hari kedepan dengan rentang waktu 2 jam tiap dungeonya" Rado mulai memerintahkan mereka berdua.
"Tapi sobat, kami belum sanggup untuk masuk kedalam White dungeon" Geraldo dengan wajah cemasnya berbicara mengenai penolakan halus untuk menyetujui permintaan Rado.
"Kalau ada aku di setiap dungeon, apa kalian masih bilang tidak sanggup?" Rado tersenyum santai menanggapi penolakan halus itu.
Setelah mendengar itu mereka menjadi lebih bersemangat dan segera mengatur perbekalan untuk dua hari kedepan.
-----------
Malam hari di ruangan guild Nova.
"Aku tidak menyangka kalian bisa menyelesaikan white dungeon dengan konsentrasi bos yang hampir mendekati Red dungeon, Kalian hebat dan aku turut berduka atas kematian Jims" Puji Watz kepada anggota termudanya itu.
Saat itu Kenji dan Billy terlihat ragu sebelum berbicara yang sebenarnya.
"Kapten, sebenarnya kami semua tidak berdaya saat melawan bos dalam dungeon itu" Billy dengan pelan mulai berbicara.
"Apa maksud kalian dengan kata tidak berdaya?" Watz terheran dengan maksud anggotanya itu.
"Kekuatan force kami bukanlah tandingan bos dungeon tersebut, kalau tidak ada orang itu... kami dipastikan sudah mati semua.
"Orang itu? siapa dia?" Watz mengulik perkataan Billy.
Billy terdiam sesaat sebelum menyebut Rado kepada Kapten guildnya itu. Namun, Kenji dnegan sigap mengambil peran Billy untuk melapor.
"Kami semua diselamatkan oleh satu orang dan Bos itu dikalahkannya seorang diri"
"Apa?!!!! Seorang diri mengalahkan bos dengan konsentrasi force sebesar itu?!" Watz terkejut setelah mendengar ada seorang pemburu yang bisa mengalahkan bos dengan konsentrasi tinggi sendirian.
"Apa maksud kalian mengalahkan bos dungeon sendirian?"
Julie yang baru saja datang dari misinya, berdiri terkejut mendengar perkataan dari Kenji.