
"KAU!" Mata Kuhler melotot kearah Rado.
Kedatangan para pemburu yang baru saja tiba dari negara timur tengah membuat jalan pertempuran berhenti sejenak. Dua raja Troll menghentikan senyumnya karena merasakan sebuah ancaman dari manusia yang baru saja hadir tersebut. Kuhler yang saat ini sedang babak belur terlihat sangat kesal karena harus melihat wajah Rado yang menatapnya seperti merendahkan.
"Orang ini!!! Kenapa aku seperti sedang direndahkan?" Dalam benaknya kesal.
"Kau! Bawa dia dan sembuhkan lukanya.." Rado mengacuhkan Kuhler dan memerintahkan Lucero.
"Cih.. Siapa kau memerintah ku?" Lucero membangkang perintah tersebut.
Rado hanya tersenyum dan menghela nafasnya atas jawaban dari Lucero. Kirisaki yang berada disana mengambil inisiatif dan menjalankan apa yang dikatakan oleh Rado.
"Biar aku saja yang membawa tuan Kuhler" Kirisaki menawarkan diri.
"Tidak! Aku akan tetap disini! Aku yang akan mengalahkan monster itu! Sebaiknya kau mengikuti perintah ku, karena aku yang berkuasa disini" Kuhler tetap dengan keegoisannya dan memerintah kepada Rado.
"Ho... Kau masih ingin bertarung? Baiklah akan kuserahkan mereka kepada mu.." Rado tersenyum dan kembali berjalan kebelakang.
Mereka semua terkejut dengan keputusan Rado yang memutuskan untuk tidak ikut bertarung dan memberikan permasalahan ini kepada Kuhler.
"Hah... dasar pengecut! Apanya yang pemburu terhebat? Bilang saja kau takut melihat monster itu" Ejek Kuhler sambil terlihat kesal dengan sikap Rado yang seperti itu
"Ra-rado?" Tanya Rudy yang berada disana.
Semua mata pemburu tertuju kepada Rado yang sedang berjalan melewati mereka, ia berjalan jauh kebelakang lalu berbalik sambil memperhatikan aksi yang akan disugukan oleh Kuhler.
"Aku akan berdiri disini sambil menyaksikan mu.., untuk kalian yang ingin membantunya silahkan saja.." Rado tersenyum santai.
"Bagaimana Rudy?" Tanya Levi diikuti para pemburu Indonesia yang juga menoleh kearahnya.
"Sepertinya kita akan membantu Kuhler.." Rudy mengambil keputusan sambil menatap Rado yang jauh berada dibelakang.
"Apa ini akan berhasil? Monster itu mampu membuat pemburu top 1 sampai begitu." Watz terlihat pesimis.
"Tenang saja, selama kita bersatu mungkin kita bisa melakukan sesuatu" Kan mencoba untuk optimis.
"Kalian! Kalian berjaga lah disini.." Rudy memerintahkan semua anggota guild White Lotus untuk tidak ikut bertarung.
"Eh?! Kenapa?!" Tanya Geraldo.
"Monster itu bukan sembarangan monster.. Aku takut kalian akan terbunuh" Rudy dengan wajah seriusnya.
"Tapi kami-" Gai mencoba untuk membantah.
"Ikuti saja apa yang dikatakan Rudy, ini juga demi kebaikan kalian.." Levi segera memotong perkataan Gai.
Mendengar hal itu, membuat mereka semua akhirnya mengurungkan niat untuk ikut bertarung. Pertarungan selanjutnya hanya diikutsertakan oleh para kapten dan wakapten dari tiap guild yang ada. Para anggota yang tidak ikut bertempur, memilih diam ditempat untuk menyaksikan para orang-orang terhebat di guild mereka bertarung. Julie yang merasa berat karena tidak bisa bertarung bersama Rado segera menoleh kearahnya dengan wajah sedikit sedih.
"Julie.. sebaiknya kau tidak usah bertarung.." Watz yang tiba-tiba memerintah.
"Eh?! Apa maksud mu kapten?!" Julie heran dengan perkataan Watz.
"Tak apa.. ikuti lah perkataan ku" Watz tersenyum.
"Tapi aku-" Julie tetap ingin bersama mereka bertarung.
"Cepatlah... Ikuti apa kata kapten mu" Din juga menyarankannya untuk mengikuti perkataan Watz.
"Kau baru saja bertemu pangeran mu bukan?" Kimberly mengejek.
"E-e? Pangeran?" Julie dengan wajah memerah menoleh kearah Rado sekali lagi.
"A-aku.."
Karen tiba-tiba menghentikan jalannya, "Lihatlah kami... kau menunggu saja disana bersama yang lain"
Rado terlihat sedang memperhatikan mereka dari kejauhan, Julie pun menuruti apa perkataan mereka dan memilih menetap bersama para anggota yang tidak ikut bertarung. Kuhler terlihat menunggu sambil melihat kearah mereka yang akan maju bersamanya. Setelah para pemburu menetapkan siapa saja yang ikut dalam pertempuran melawan para raja, Kuhler mulai mengajak mereka untuk memulai pertempuran.
Mereka mulai berjalan perlahan kearah dua raja seperti seorang pahlawan dimata para pemburu yang akan segera menyaksikan pertempuran mereka. Rasa cemas terlihat jelas diwajah para pemburu yang menyaksikan kapten dan wakapten mereka menuju ke area bertempur. Dua raja Troll pun terlihat sudah menunggu mereka sejak tadi, dan tidak melakukan apa-apa karena mereka sedang dalam mode waspada.
"Jadi hanya kalian saja yang maju?! Padahal anggota kalian bisa dijadikan umpan" Kuhler tersenyum.
"Tidak.. kami tidak bisa membiarkan para anggota kami mati" Rudy membalas.
"He... sungguh kapten yang sangat baik dan naif." Kuhler dengan senyumannya.
Setelah beberapa saat mereka berjalan kedepan, akhirnya mereka berhenti beberapa meter didekat dua raja tersebut. "Baiklah... ayo kita coba kalahkan mereka dengan orang-orang ini"
Sementara itu, para pemburu yang diperintahkan oleh Kuhler untuk mundur sedang mencari sebuah persinggahan untuk mengistirahatkan diri dan yang terluka, tiba-tiba Lucy yang melihat mereka sedang berjalan diluar gedung tempat ia dan Devian singgah segera memanggil mereka.
"Hei kalian!' Teriak Lucy.
Melihat Lucy yang melambai didepan pintu sebuah gedung mereka segera menghampirinya lalu segera membaringkan mereka yang tidak sadar secara bersebelahan.
"Yoga!" Teriak Devian spontan saat melihat Yoga yang berjalan tertatih-tatih.
"Devian?!"
Devian segera menghampirinya lalu memberikan rangkulan untuk membantunya, mereka segera duduk bersama dan saling bertanya.
"Bagaimana kau bisa sampai disini lagi? Bagaimana dengan yang lain?!" Tanya Devian.
"Mereka sudah aman disebuah hotel, setelah aku merasa mereka sudah aman.. aku segera bergegas menyusul mu untuk membantu melawan para Troll tersebut. Namun saat aku tiba kau sudah tidak ada, dan monster besar itu sudah menjadi lawan kami" Yoga menjawab pertanyaan Devian.
"Hahahaha... ternyata kau-" Devian segera merangkul Yoga dan terlihat mereka sangat akrab.
Lucy yang melihat keakraban dari Devian dan Yoga begitu keheranan, ia juga sempat terkejut melihat Jaquile, Nagatomo dan Jason yang dikalahkan dalam pertempuran. Ia pun segera menanyakan kejadian yang terjadi disana kepada Bobby yang sedang beristirahat didekat pintu masuk.
"Apa yang terjadi?! Bagaimana ini bisa terjadi?" Tanya Lucy.
"Disana sangat kacau... monster yang diduga raja kedua telah muncul.." Bobby menjawab pertanyaa Lucy dengan lesu.
"Apa?! Bagaimana bisa dalam satu dungeon ada dua bos!" Lucy terkejut.
Disaat bersamaan, Nagatomo terbangun dari pingsannya, lalu memegang kepalanya yang terasa pusing.
"Dimana aku?" Tanyanya.
"Ah.. kau sedang berada didalam sebuah gedung tempat kita bersembunyi" Lucy menjawabnya dari kejauahan.
"Apa?! Persembunyian?! Bagaimana dengan Kuhler?!"
Nagatomo meninggi karena mendengar ia berada ditempat persembunyian, namun kepalanya yang masih pening menghentikan amarahnya sejenak. Para pemburu yang berada disana tidak berani menatap kepada Nagotomo karena malu dengan tindakan mereka yang tidak mempunyai tekad untuk tetap disana. Setelah Nagatomo merasa lebih baik, Nagatomo melihat kearah Jason dan Jaquile yang masih terbaring disebelahnya.
"Cih.. Sudah berapa lama aku tidak sadarkan diri?" Tanya Nagatomo masih kesal.
"Sekitar 30 menitan" Bobby menjawab dengan rasa takut.
Nagatomo segera bangun dari tempat ia terbaring.
"Kau ingin kemana?" Tanya spontan Jason yang ternyata sudah siuman.
"Jason?!" Nagatomo segera menoleh kearahnya yang masih terbaring, "Aku akan kembali kesana dan membantu Kuhler" Nagatomo segera beralih kearah pintu keluar.
Setelah mendengat itu, Jason mencoba untuk bangun. "Aku ikut.."
"Lalu bagaimana dengan dia?" Nagatomo melirik kearah Jaquile yang masih belum sadarkan diri.
"Tinggalkan saja dia disini.. Orang lemah tidak akan bangun secepat itu" Jason mengolok Jaquile.
"Hei siapa yang kau sebut lemah?" Tiba-tiba Jaquile menjawab.
"Eh?!" Jason terkejut dengan Jaquile yang bangun secara spontan.
Ia pun berdiri dan bertatapan dengan Jason dan Nagatomo, "Aku ikut.. Ayo kita kembali"
"Aku ikut!" Devian ikut menimbrung.
"Devian? Apa kau sudah sanggup bertarung?" Tanya Jason.
"Setelah beristirahat beberapa saat, force ku sudah pulih" Devian tersenyum sambil menghampiri mereka.
"Baiklah ayo kita kembali.."
Jason dan mereka bertiga segera berjalan menuju pintu keluar dari gedung itu, "Tunggu!"
"Tidak! kau tetap disini Yoga" Kata Jaquile dengan segera.
"Tapi aku-"
"Kau sudah tidak bisa bertarung lagi.. beristirahat lah!"
Devian menatap tajam kearah Yoga karena mengetahui perkara cedaranya yang kambuh. Yoga tidak bisa menerima hal itu dan ia terlihat sangat kesal karena dilarang oleh mereka untuk ikut. Setelah mereka merasa Yoga tidak ada bantahan lagi, mereka akhirnya melanjutkan jalan mereka menuju pertempuran sebelumnya. Yoga yang masih ada sesuatu yang mengganjal segera berlari keluar gedung untuk menyampaikan sesuatu kepada mereka yang sudah dalam perjalanan.
"Aku akan cepat menyusul kalian! Berjuanglah!" Teriak Yoga.
Jaquile dan Devian terlihat tersenyum mendengar itu, sedangkan Nagatomo dan Jason masih dengan ekspresi tegasnya. Mereka berempat akhirnya menuju ketempat pertempuran sekali lagi untuk membalas kekalahan mereka.
Kembali kepada Kuhler dan tim dari timur tengah, mereka tanpa basa-basi segera melesat kearah dua raja tersebut. Kan, Lucero dan Kirisaki sekarang ini mengambil peran penting sebagai Tanker menggantikan Jason dan Yoga, mereka bertiga segera berlari didepan para damage dealer dengan memposisikan perisai mereka didepan demi mengantisipasi serangan langsung.
Setelah jarak mereka menyempit, raja Troll berkulit kecoklatan mulai menyerang mereka dengan mengayunkan kembali pemukulnya yang super besar itu.
"Hati-hati! Serangan itu mampu menumbangkan Jason dalam sekali serang!"
Peringatan dari Kuhler membuat ketiga tanker itu terkejut, dan menghentikan langkah mereka. Hebatnya mereka memiliki pemikiran yang sama, yaitu memperkokoh kuda-kuda mereka secara bersamaan. Mereka pun juga memperkuat diri dengan force yang mereka miliki agar lebih tahan dalam menerima serangan. Pemukul itu pun berbenturan dengan ketiga perisai tersebut. Meskipun mereka sudah bertiga menahan serangan itu, tetapi tetap saja mereka terseret hingga kebelakang.
Mereka bertiga yang terdorong tersebut mencoba untuk menghentikan pemukul itu sekuat tenaga.
Joon Sung segera melompat kearah samping dan menancapkan trisulanya ketanah dan membuat sebuah keretakan yang menjalar kekaki sang raja yang mana membuat keseimbangan dari dirinya menghilang. Para damage dealer jarak jauh segera memanfaatkan kesempatan itu dengan menyerang langsung kesalah satu raja yang sedang kehilangan keseimbangan itu.
Serangan kombinasi itu menyebabkan sebuah ledakan besar ditubuhnya, Raja Troll yang memiliki tubuh berwarna kegelapan hanya melirik kearah temannya yang sedang diledakan oleh para manusia. Tanpa simpati sedikit pun ia juga melancarkan serangan kearah tanker yang baru saja bernafas lega setelah pemukul dari raja yang satunya lepas.
Rado yang menyaksikan dari belakang hanya terdiam tanpa ekspresi menyaksikan pertempuran yang sudah terlihat jelas hasilnya. Disisi lain, Nikolai mulai siuman setelah beberapa saat tidak sadarkan diri. Ia mencoba untuk bangun dengan keadaan yang masih terluka. Rado hanya menoleh menyaksikan dirinya berusaha untuk bangun. Setelah ia sudah berdiri, Rado mengacuhkannya seperti tidak melihat orang.
Nikolai yang memegang kepalanya karena baru saja bangun segera melihat kearah Rado.
"Siapa kau?" Tanyanya.
Rado tidak menggubris pertanyaannya dan Nikolai pun segera menoleh kearah pertempuran.
"Eh bantuan?!" Nikolai terkejut dengan kehadiran pemburu baru disana.
Disaat bersamaan, Jaquile dan yang lainnya telah sampai disana.
"Eh Rado?!" Jaquile terkejut melihat Rado yang berdiri sendiri.
"Rado?!" Devian menoleh kearah Jaquile.
"Hoi Rado...!!" Panggil Jaquile.
Rado menoleh kearahnya, "Oh.. Jaquile.."
Mereka pun menyempatkan diri untuk menghampiri Rado. Tetapi tatapan yang diberikan oleh Devian, Jason dan Nagatomo terlihat sangat tidak bersahabat. Rado yang tidak peduli oleh tatapan mereka juga segera mengacuhkannya.
"Kapan kau tiba?" Tanya Jaquile senang melihat kaptennya itu.
"Aku baru saja tiba, bagaimana dengan Yoga?" Balas tanya dari Rado.
"Yoga baik-baik saja, dia sudah aman dengan yang lain.."
"Syukurlah kalau begitu.." Rado lega mendengar hal tersebut.
"Kau! Rado ketua aliansi kan?" Devian bertanya namun masih tetap dengan ekspresi yang tidak bersahabat.
"Kau benar.. Apakah ada masalah?!" Tanya Rado.
"Hmm tidak.." Devian membuang mukanya dari Rado.
"Semuanya.." Sapa Nikolai yang berjalan perlahan karena cidera.
"Nikolai?! Bagaimana keadaan mu? Tanya Devian sigap.
"Kau terluka?" Tanya Nagatomo dengan beribawa.
"Sepertinya tulang rusuk ku ada yang patah" Nikolai sambil jalan sedikit membungkuk dan memegangi bagian rusuknya.
Disisi lain, para pemburu yang tidak ikut bertarung menoleh kebelakang karena penasaran dengan apa yang sedang dibicarakan oleh mereka.
"Jangan pedulikan aku, tapi Kuhler!" Spontan Nikolai membuat mereka segera memeriksa keadaan jauh disana.
Keadaan terlihat mulai memburuk, hasil yang diperlihatkan tidak jauh berbeda dengan yang sebelum-sebelumnya. Para juga tanker mulai kesulitan menghadapi serangan dari dua raja tersebut karena Kan sudah tumbang terlebih dahulu, terlebih lagi serangan dari para pemburu tidak terlalu mempan sama sekali kecuali serangan dari Joon dan Kuhler yang mampu memberikan luka meskipun hanya sedikit.
"Ayo cepat kita harus kesana!" Kata Jason yang tiba-tiba cemas dengan keadaan mereka.
Mereka pun segera berlari menuju Kuhler dan yang lain, namun Rado dan Nikolai yang diperintah untuk tidak ikut tetap berdiri ditempatnya sekarang. Nagotomo yang menoleh kebelakang merasa heran dengan Rado yang tidak bergerak sedikit pun.
"Hei kau! Kenapa kau diam saja?! Kau tidak ingin membantu kami?!" Nagatomo mulai kesal jika menyangkut Kuhler.
"Dia sendiri yang berkata kalau dia akan menyelesaikan ini dengan kekuasaannya" Rado tersenyum.
"Cih!" Nagatomo segera mengacuhkannya lalu pergi.
Jaquile yang terhenti tetap memandangi Rado dengan tatapan heran.
"Kenapa?! Kenapa kau tidak bergerak?!"
"Aku hanya ingin menikmati apa yang telah ia lontarkan tadi.." Rado tersenyum.
"Baiklah kalau begitu, aku akan tetap disini saja bersama mu" Jaquile kembali berjalan kesebalh Rado.
"Aku tidak melarang mu untuk ikut bertempur bersama mereka" Rado menoleh kearahnya dengan senyum.
"Tidak.. Kalau kau tidak bergerak, maka aku juga!"
"Hmm.. Bagaimana dengan kekuatan mu?" Tanya Rado membahas mengenai kekuatan yang ia berikan.
"Kekuatan itu... sungguh gila!" Jaquile Tersenyum lebar.
Nikolai yang mendengar percakapan itu segera nimbrung secara tidak baik, "Ternyata kalian ini bukanlah pemburu... hmm dasar pengecut, untuk apa kalau begitu kalian disini?"
"Beraninya kau..!" Geram Jaquile mendengar perkataan Nikolai.
"Jaquile!" Rado memperingati Jaquile untuk tetap tenang.
"Kau! Apa kau tidak malu mengemban sebagai ketua aliansi tapi takut menghadapi monster tersebut?"
Nikolai terus mengoceh tiada henti untuk mencemoh Rado, Ia ingin sekali memprovokasi Rado agar merasa kesal dan merasa dirinya rendah. Sampai akhirnya apa yang ia inginkan pun terwujud, Rado segera menatapnya dan sedikit megeluarkan auranya yang mana membuat Nikolai segera lemas ketakutan.
"A-apaan itu?!" Dengan wajah pucat ia akhirnya berhenti berbicara.
Rado dan Jaquile pada akhirnya dapat menyaksikan pertempuran itu dengan tenang. Setelah Nagatomo, Jason dan Devian baru saja tiba diarea pertempuran, mereka segera diberi perintah oleh Kuhler.
"Kalian?! Baguslah kalian sudah sadar.. cepat gantikan posisi para orang-orang tidak berguna ini" Ketus Kuhler.
"Baik!" Serempak dari mereka bertiga segera mengambil posisi yang lain.
"Tidak berguna katanya?!" Dalam benak Rudy yang mendengar perkataan dari Kuhler.
"Sialan! Dia sangat sombong sekali" kata Kenny yang berdiri disebelah Rudy.
"Hahaha Kalau tau begini, aku lebih baik bersama Rado dibelakang" Senyum kesal Rudy mendengar hal tersebut.
Dengan masuknya tiga pemburu top dunia ternyata tetap tidak mengubah alu pertempuran. Mereka masih dibuat dulit dengan kekuatan dua raja tersebut. Jason yang menjadi barisan terdepan bersama Kirisaki dan ucero pun juga masih tetap tidak bisa menahan serangan itu. Terlebih lagi dengan kombinasi serangan dari dua raja tersebut membuat para damage dealer sulit untuk mendekat maupun menyerang.
Pola serangan mereka tetap sama, yaitu mereka tetap menggunakan bagian gedung sebagai senjata lalu memberikan serangan yang fatal dengan pemukulnya. Pola serangan itu membuat siapa saja merasa kerepotan, terlebih lagi dengan kurangnya tanker yang berkompeten dalam pertarungan itu juga membuat para damage dealer jarak jauh menjadi sulit untuk melancarkan serangan pamungkas terutama para mage yang memerlukan waktu untuk mengeluarkan sihir mereka.
"Sial! Sial! Kenapa sulit sekali!" Kuhler mulai kesal.
"Kuhler?" Nagatomo memanggilnya.
"Hah?!" Dengan kondisi emosi Kuhler menoleh kearah Nagatomo.
"Aku punya ide" Kata Nagatomo
"Apa maksud mu dengan ide?"
"Dengarkan aku.. dibelakang itu ada sekelompok pemburu tidak berguna, bagaimana kalau kita menggiring monster ini kearah mereka dan menjadikan mereka sebagai umpan agar kita bisa leluasa menyerang monster tersebut dari berbagai arah?" Ide Licik Nagatomo pun mulai teracik.
"Hehhh kenapa tidak berpikiran begitu sejak tadi.. Jason.." Kuhler tersenyum jahat sambil membagi info kepada Jason.
Setelah disusun secara matang Kuhler memberikan perintah "Kalian! Hentikan serangan dan mundur sekarang juga!" Teriak kuhler.
"Jason lakukan pengalihan!" Sambung Kuhler
"Heh mundur?!" Heran Levi.
"Dia benar! Ini waktu yang tepat untuk mundur.. Lagi pula Jason akan membuat pengalihan" Kata Rudy membenarkan apa yang tidak ia ketahui.
Setelah mereka mundur kebelakang dan ingin melakukan regrup, mereka segera terkejut karena Jason menggiring dua bos itu bukan menjauh dari mereka, tetapi malah menggiring monster tersebut kearah para pemburu yang berapa dibelakang. Kedua bos itu mengejar umpan yang diberikan oleh Jason dengan skill tauntnya, bos itu mengambil umpan tersebut karena perihal para pemburu yang menarik diri kearah belakang.
"Bagus!"
Kuhler dan Nagatomo sudah mengambil posisi kebelakang monster tersebut, sedangkan para pemburu yang lain mulai kelimpungan karena dua bos itu datang mengarah kemereka. Pemburu top Indonesia pun terutama Rudy yang segera mengetahui maksud dari Jason yang menggiring bos tersebut, mulai geram sekaligus panik. hal yang lebih mengejutkannya lagi adalah dimana Devian juga tidak mengetahui rencana dari ketiga orang tersebut.
"Hoi dia kesini!" Kata Geraldo dengan panik saat melihat kedua bos itu berlari kearah mereka.
Para pemburu mulai berlarian kebelakang melewati Rado dan Jaquile yang masih berdiri santai. Sedangkan mereka yang masih bermental baja tetap menahan diri ditempat untuk melawan bos tersebut. Jason segera melepaskan provokasinya dan segera melipiri kearah samping. Bagi kedua raja tersebut, kumpulan pemburu sangatlah menarik dibandingkan satu orang pemburu itulah mengapa ia langsung menyerang kumpulan pemburu.
Julie tetap berada ditempatnya bersama Rudy dan kapten yang lain dengan wajah yang penuh kepanikan. Disaat dua raja itu sudah pada jarak yang tepat, salah satu dari mereka segera melakukan serangan dengan pemukulnya dari atas.
"Ahahaaahaha" Kuhler tertawa setelah strategi Nagatomo berhasil.
Namun sebelum pemukul itu hampir sampai kearah kumpulan pemburu, tiba-tiba pemukul itu terhenti tepat dua jengkal diatas kepala mereka. Hal ini karena Rado dengan cepat meninggalkan Jaquile, lalu menahan pemukul itu dengan satu tangan kosongnya saja. Seketika tanah dibawah kaki Rado retak akibat tekanan yang diberikan oleh pemukul tersebut. Para pemburu termasuk Kuhler Cs sangat terkejut dengan kekuatan Rado yang mampu menahan serangan mematikan itu dengan mudah dan tanpa bergeming sedikit pun.
Disamping itu, ternyata strategi yang diusulkan oleh Nagatomo membuat Rado sangat marah karena ia ingin menjadikan anggota dan temannya sebagai umpan. Selama ini dia sangat sensitif terhadap kata Umpan karena mengingat dirinya yang dulu. Raja Troll tersebut juga tidak kalah terkejut dengan pemukul yang tidak bisa ia tarik kembali karena cengkraman Rado sangat kuat.
Rado yang murka segera meluapkan aura forcenya yang hebat tersebut, lambang demicles yang besar itu pun juga turut muncul menghiasi atas kepalanya. Jaquile terlihat terkesima dengan keindahan lambang demicles milik Rado. Disisi lain, aura force yang Rado keluarkan itu membuat semua pemburu bergetar ketakutan termasuk Kuhler Cs.
"A-apa-apaan dia itu?!" Tanya Kuhler terkejut.
"Inikah kekuatan dari ketua aliansi? Rado Gavriel?" Devian yang terkejut.
"Rado!" Teriak Julie...
"I-ini!!! Ini lebih dari yang waktu dimenara.." Kata Watz mengingat kekuatan Rado yang mampu menundukan Kan, Kenny dan dirinya.
Kekuatan yang meluap keseluruh arah itu perlahan masuk kembali seperti terserap oleh tubuh Rado. Rado yang sedang menutup matanya karena mencoba untuk tenang, dengan spontan membuka matanya dan kembali lagi terjadi hempasan angin akibat kuatnya force miliknya.
"Kuhler... mungkin hari ini adalah hari terakhir mu untuk bisa bernafas"
Rado tersenyum dengan mata yang tajam. Namun dibalik senyumannya itu terdapat amarah yang sudah sulit dipadamkan.