The Archon

The Archon
Boss Daralo Robo Alpha



Tim raid mulai memasuki ruangan bos, ruangan itu seperti sebuah arena yang luas terbuat dari metal dan sisi-sisinya terdapat generator seperti disebuah laboratorium.


"Gelap sekali disini.." Kata Cloe yang sedang waspada sambil menoleh kesana kemari.


Tidak ada satupun dari mereka yang terlihat santai karena mereka berada diruangan bos. Ruangan itu sangat sepi dan suhu diruangan itu sangat dingin sampai menusuk kulit mereka.


Gai dan beberapa tank yang lainnya berjalan perlahan dengan perisai yang selalu siap kapanpun bila ada serangan mendadak. Sedangkan Rado dengan tenang melangkah dibelakang Gai sambil meletakan tangannya pada gagang katana untuk bersiaga.


"Ssttt!!" Tiba-tiba Rado menghentikan iringan mereka.


"Ada apa Gavriel?" Tanya Geraldo yang sedang memegang pemantik apinya.


Semua segera menoleh kearah Rado dengan wajah gugup seperti masuk kedalam rumah hantu.


"Apa kalian mendengar sesuatu?" Rado masih menempelkan jari telunjuknya pada bibir sambil menggerakan matanya mencari arah suara tersebut.


"Apa????!!! aku tidak mendengar apa-apa!! jangan membuat ku takut Gavriel.." Kata Rovi yang saat itu sedang memegang Rifle nya.


Selica yang mulai ketakutan mendekat kearah Rado.


*Grak...Grak... Ngiikkkkk... Grakk.....


Suara tersebut samar-samar mulai terdengar jelas, semakin ia mendekat getaran pada lantai disana mulai terasa. Mereka yang sudah merasakan getaran itu, mulai masuk ke dalam mode bertempur.


Gai dan para tanker yang lain mulai memasang perisai mereka kearah suara tersebut dan Rado juga mulai mengeluarkan katananya.


Lambat laun wujud dari pembuat getaran pada tanah itu mulai terlihat.


"Ya.. tuhan...! Itu...." Kata Geraldo sambil membuka mulutnya.


*Grak...Grak... Ngiikkkkk... Grakk..... Dia berhenti dihadapan mereka dan mulai mempersiapkan diri.


*Cccsssss.... Ngiiiiinnnnnnggggggggg... Wung..Wung.. Suara uap yang keluar dari tubuhnya, suara gatling gun yang berputar dan suara dari pedang yang diayunkan.


Bos pada green dungeon lantai 2 kali ini adalah  Daralo Robo Alpha, bentuknya mirip seperti Daralo Robo diluar sana.. namun ia memiliki 4 lengan masing-masing memegang pedang dan ada 1 gatling gun di pundak sebelah kanannya serta tubuhnya lebih besar dibanding Daralo Robo yang lain.


"Hah... Sepertinya kita akan menghabiskan banyak Potion" Kata Geraldo sambil memegang jidatnya dengan lemas.


*Cssss... Ngiingggg... Bos dungeon itu melesat dengan roda dikakinya secara spontan dan mulai menembakan peluru dari gatling gun.


Mereka semua menghindar dari tembakan itu dan terpecah belah.


"Sial..!!!! Kita terpecah karena tembakan itu, Gai!! cepat lindungi kelas Mage!" Geraldo berteriak pada Gai


Gai segera berlari kearah Selica yang saat itu berada didekatnya. Namun dengan cepat, bos dungeon bereaksi pada Gai dan melesat kearahnya. Jarak mereka sekarang sudah menyempit, lalu dengan segera keempat pedang itu ia ayunkan bersamaan kearah Gai.


*Drakkkk..


Keempat pedang itu berhasil ditahan oleh Gai, namun kekuatan dari bos itu sangat kuat yang membuat Gai sampai bertekuk lutut.


"Uwaaaa... tolong..tolong.. pinggul ku rasanya mau copot.. Cepat hajar robot gedek ini..!" Dengan wajah anehnya Gai meminta tolong.



Seorang tank mencoba untuk menarik agro dari bos tersebut. bos itu berhasil teralihkan berkat taunt yang dikeluarkan olehnya dan beralih menyerang dirinya.


Saat bos itu mencoba untuk menyerang tank yang lain, Geraldo mengambil kesempatan untuk menyerang sebelum ia mencapai tank tersebut. Namun, gatling yang berada dipundaknya itu berputar mengarah ke Geraldo.


*Drrtttttt....


Gatling itu memuntahkan banyak peluru, Geraldo yang seorang mage tidak memiliki reflek yang baik, dia diam mematung saat peluru itu mulai menghujani dirinya.


"Kapten!!!" Mereka semua berteriak melihat Geraldo yang ditembaki bos dungeon.


"Uwaakhhh" Tank yang mengambil agro itu terlempar karena tidak kuat menahan keempat pedang dari bos itu.


[Sial! Bos ini bisa menembak kearah kapten sambil melesat kearah Choksi] Dalam benak Gai dengan mata bergetar karena melihat kemampuan bos dungeon itu.


Satu tank telah tumbang, bos itu mulai beralih dan menyerang para ranger. Ia melesat begitu cepat bersamaan dengan menembakan gatling miliknya, Cloe dan Rovi berpencar untuk menghindari kejaran tembakan itu, namun tembakan itu memilih Cloe untuk ditumbangkan terlebih dahulu.


*Drrrrttttt..... Cloe mencoba berlari untuk menghindari serangan dari peluru itu. Saat peluru itu sudah mulai berhasil mengejar dirinya, dengan sigap salah satu tank dari tiga tank yang masih berdiri segera datang menghadang rentetan peluru itu.


*tuang tuang tuang... Peluru itu mengehujani perisai dengan deras dan kekuatannya tidak seperti Daralo Robo diluar. Semakin lama ia mencoba untuk menahannya, tubuhnya seperti terdorong kebelakang dan perisainya mulai memerah disatu titik karena panas dari hujan peluru itu.


"Heyaaaaa!!!!!!" Tank itu berteriak dibalik perisai besarnya untuk menstimulasi tubuhnya agar semangat.


*Duakknngg... Suara serangan pedang pada perisai yang diberikan bos itu.


"Uwaaakhhh", Dirinya terpental setelah bos itu menghampirinya dan menghajar dengan empat pedangnya.


"Bon!!!!!" Teriak Cloe pada tank yang baru saja terpental oleh serangan bos itu.


*trang trang.. Sebuah Kristal Es yang menyerang punggung bos, terlihat tidak mempan sedikitpun. Agro Bos itu segera mengarah kepada Selica yang memberikan serangan es. Sebelum bos itu mendekat, seorang Mage datang membantu Selica dan memasang tongkatnya secara horizontal.


"Hendry!" Selica sedikit terkejut melihat Hendry yang datang.


"Aku akan mengeluarkan sihir yang menguras force, semoga ini bisa berhasil, Ice Cube!!"


Inti sihir pada tongkatnya mengeluarkan cahaya force dan udara sekitar yang dingin berkumpul pada untung tongkatnya dan membentuk sebuah es balok yang lumayan besar. Ia mendorong tongkatnya dengan kedua tangan miliknya dan balok es itu melesat kearah bos.


*Gruaakk


Balok es itu menghantam keras Daralo Robo Alpha itu dan membuat satu tangannya hilang. Robot itu menoleh kearah tangannya yang baru saja hilang dan segera beralih agro dengan sinar merah pada matanya. Ia mulai melesat kearah Hendry dan Selica sambil memuntahkan banyak peluru dari gatlingnya.


Gai yang menyadari itu dengan cepat kearah Selica dan Hendry untuk menahan rentetan peluru itu.


"Selica! Hendry! cepat berlindung dibelakang ku!" Kata Gai yang saat itu sedang mencoba untuk menahan hujan peluru itu.


*Drrrttttttt...... Tuang..Tuang..... Rentetan peluru itu menghujani perisai milik Gai, percikan api peluru tersebut seperti layaknya kembang api yang begitu meriah. Lengan Gai mulai gemetar seiring lamanya ia bertahan, tubuhnya mulai tidak kuat menahan serangan itu. Selica dan Hendry yang merasakan getaran pada tubuh Gai, segera mendorong tubuhnya untuk membantu bertahan.


"Bertahan lah Gai..!!!" Teriak Hendry sambil mendorong tubuh Gai.


"Aku rasa lengan ku akan patah sebentar lagi" Gai yang menahan rasa sakit pada lengannya.


Bos dungeon itu menembak sambil melesat kearah mereka, setelah jarak diantara mereka sudah menyempit. Daralo Robo Alpha menghentikan tembakannya dan segera menyerang dengan ketiga pedangnya yang sersisa kearah perisai milik Gai yang sudah menghitam akibat hujan peluru yang ia berikan.


Saat tangan robot itu mulai mengambil posisi menyerang.


*Ckrekk.. Duarr!!!!


Sebuah peluru seperti laser mengenai wajahnya dan membuatnya mundur.


Gai,Hendry dan Selica menoleh kearah tembakan itu berasal, tembakan itu berasal dari tempat Geraldo tertembak.


"Gavriel?!!!"


Mereka bertiga serempak meneriaki namanya.


Saat ini semua mata tertuju pada Rado yang sedang menodongkan pistolnya kearah bos dengan tangan kirinya dan sebuah katana yang sudah siap tempur pada tangan kanannya.