The Archon

The Archon
Kakak Perempuan



Dalam ruangan rapat dengan Tv yang menayangkan berita mengenai misi penutupan Black Dungeon, sebuah informasi dari salah satu penjaga membuat para petinggi terkejut.


"Apa?! Bagaimana bisa?!" Kata Richard bangun dari duduknya.


"Kami baru menerima laporan dari cabang Italia mengenai serbuan tersebut dan sekarang mereka sedang mengerahkan pemburu yang tersisa untuk menuntaskan kelompok tersebut" Kata Petugas tersebut.


"Bukankah bagus kalau negara itu diruntuhkan? Negara itu sudah menjadi parasit diperkumpulan ini, kita selama ini tidak bisa menumpas organisasi yang berada dibalik negara tersebut karena organisasi itu sangat kuat dan ia juga terlindungi oleh nama PPMD dalam bayangan" kata Diwei sambil menyilangkan kakinya. "Jadi.. apa kalian sudah mengetahui identitas orang tersebut?"


"Baik.. kami sudah mengetahui identitas penyerang negara Italia, itu.... dia adalah Rado Morctis, ketua pemburu dari negara Genosha dan ia menyerang hanya dengan pasukan kecil yaitu 4 orang.." Dengan nada pelan ia berkata.


"Apa?! Rado Morctis?!" Sekali lagi para petinggi yang sedang berkumpul itu serentak terkejut.


"Bukankah dia harusnya membantu menutup dungeon dinegara ku?!" Dengan terkejut Carlton tidak menyangka kalau orang yang ia harapkan datang malah berada ditempat lain, ia segera menelpon Gozie namun tidak tersambung. "Keparat itu... apa dia ingin bermain-main dengan ku?!" Geram Carlton karena Gozie tidak mengangkat telepon genggamnya.


"Hahahahahaha Pria yang menarik! Menyerang salah satu negara yang sulit dijangkau hanya dengan 4 orang?!.. Sepertinya anak muda jaman sekarang sangat bersemangat" Kata Bladrik sambil tertawa lepas.


"Baldrik keparat! ini bukan waktunya tertawa! Bagaimana nasib negara ku?! Kalau begini aku akan menelpon James untuk segera datang membantu menutup dungeon sialan itu!" Dengan panik Carlton mencoba mengambil Smartphonenya.


"Carlton!!!!!!!! beraninya kau melakukan itu?! apa kau ingin kehilangan donatur yang berharga hah?!" Dengan murka Baldrik berteriak. "Tenanglah... satu orang tidak akan bisa mengubah apapun.. lagipula mereka baru saja masuk kedalam.. kau duduk diam saja disini!"


Mendengar peringatan dari Baldrik, Carlton duduk kembali kekursinya dengan kesal, disamping itu Richard membuka suara terkait apa hal yang terjadi di Italia.


"Sekarang ini pemburu top Italia sedang membantu negara Amerika Serikat dan yang tersisa kemungkinan adalah pemburu lemah dinegara mereka, menurut ku yang dikatakan Diwei ada benarnya kalau kita harus membiarkan pemuda itu mengamuk tanpa alasan yang tidak kita ketahui... tetapi... sebaiknya kita mengirimkan beberapa pemburu sebagai formalitas sesama negara yang tergabung dalam PPMD" Kata Richard sambil memangku dagunya dengan kedua punggung telapak tangannya.


"Hooo... ide bagus... jika memang pemuda itu berhasil menaklukan negara tersebut, kita sebagai PPMD tidak akan terkena imbas negatif yang mengatakan tidak mengirim bantuan" Kata Baldrik menambahkan rencana tersebut.


"Tidak sampai situ saja... jika memang pemuda itu berhasil maka kita bisa mengambil keuntungan dengan mengatakan kalau yang mengirim pemuda itu adalah PPMD, mengingat kebencian warga negara tersebut terhadap keluarga Alavonte, mungkin kita akan mendapat bantuan donatur dari pengusaha Italia yang selama ini mereka kucurkan untuk membantu keluarga tersebut, lalu jika pemuda itu gagal melakukan menaklukan negara tersebut, kita tinggal bilang kalau PPMD sudah berkontribusi untuk membantu menghentikan pemuda tersebut" Richard menjabarkan rencananya.


"Hahahahaha dasar, kau ini memang keparat Richard... jika China mendapat bantuan dari PPMD aku tidak akan senang karena mungkin ada maksud dalam uluran tangan tersebut" Diwei dengan puasnya tertawa setelah mendengar hal tersebut.


__________________________________________


Disamping itu, di Roma, Italia. Rado dengan cepat sampai di kota tersebut. Rumor yang mengatakan kalau ada orang yang mencari keluarga Alavonte dengan cepat menyebar di negara tersebut. Mereka dengan senang mendukung gerakan yang dilakukan oleh Rado. Saat ini mansion utama kediaman Alavonte sedang ketar-ketir karena serangan tersebut.


"Cepat panggil semua pemburu yang tersisa dinegara ini untuk membantu menjaga mansion ini!" Kata seorang pemburu yang menggunakan Jirah.


Semua orang yang berada di mansion saat sangat sibuk berlarian kesana kemari untuk menyambut kedatangan Rado. Mereka mulai berjaga didepan mansion dengan campuran pemburu dari keluarga Alavonte dan para pemburu yang memang takluk oleh keluarga tersebut.


[Sial!!! kenapa disaat Toni dan yang lainnya pergi ada ancaman seperti ini?!] dalam benak tersebut berguman cemas.


Setelah semua siap, ia segera berjalan dan bergabung bersama para pemburu yang sudah bersiaga didepan mansion tersebut. Sementara itu Rado jalan perlahan menuju mansion utama keluarga Alavonte, sebelumnya Rado memerintahkan keluarga Morctis yang sudah ia temui untuk segera menuju gedung pemerintahan untuk mengamankan kepala negara karena ditakutkan beliau sedang dalam bahaya.


Para warga mulai menutup pintu dan jendela rumah mereka serta berdoa atas keberhasilan yang mungkin akan mengubah hidup mereka. Setelah Rado dan yang lainnya sampai didepan gerbang mansion, ia segera disambut dengan bidikan senjata jarak jauh dari para pemburu.


Para pemburu dari keluarga Alavonte terkejut dan tertawa dengan apa yang mereka hadapi sekarang. Selama ini mereka cemas karena berpikir kalau yang menyerang negara mereka itu adalah kelompok yang besar dan kuat, tetapi kecemasan mereka saat itu menjadi sia-sia.


"Hei.. apa ini sebuah lelucon? Kau ingin meruntuhkan kediktaktoran keluarga Alavonte hanya dengan 4 orang saja? Jangan bercanda ********! Apa sih yang dilakukan keluarga cabang? apa sebenarnya kau menyembunyikan pasukan mu?!" Kata pria berjirah tersebut.


Rado hanya tersenyum mendengar perkataan pria itu, "Yah.. kami berempat sudah cukup untuk meratakan kalian.."


Mendengar itu para pemburu dari keluarga Alavonte merasa kesal karena diremehkan.


Mendengar perkataan Rado membuat pemburu Italia diluar keluarga Alavonte menjadi saling melihat satu sama lain memikirkan perkataannya.


"Sialan! Bagi siapa saja yang menentang keluarga Alavonte maka hidupnya akan kami buat sengsara!" Ancam pria itu.


Mendengar hal itu para pemburu semakin bingung dengan sisi mana yang harus mereka pilih.


"Tidak perlu khawatir, aku akan menjamin keselamatan kalian.." Rado mengeluarkan senyuman berkharismanya dan itu berhasil untuk meluluhkan mereka agar menjatuhkan senjatanya.


"Keparat... saat Toni kembali, kalian akan habis!" Teriak kesal pria itu.


Saat ini hanya pemburu dari keluarga Alavonte dan pemburu yang berpihak kepada mereka sajalah yang masih berani memasang badan menghadapi Rado. Tanpa menunggu waktu yang lama, mereka segera melesat bersamaan kearah Rado untuk membunuhnya.


Rado tersenyum dan mengeluarkan satu pedangnya, ia sedikit mencondongkan tubuhnya untuk mengambil langkah menyerang.


"Sonic Blade"


Rado segera menghilang dari tempat ia berdiri dan segera berada dibelakang kerumunan para pemburu yang menyerangnya. Tubuh para pemburu semuanya mematung seketika setelah dilewati oleh Rado, mata pria berjirah itu bergetar dengan mulut yang terbuka. Saat Rado memasukan pedangnya kedalam sarung kembali, barulah tubuh para pemburu tersebuh terpotong menjadi dua bagian.


Para pemburu yang memilih untuk menjatuhkan senjata terkejut sekaligus bersyukur karena mereka memilih untuk tidak melawan, mereka mematung sampai Rado melewati mereka.


"Kalian sudah memilih dengan benar" Kata Rado tersenyum sambil melewati mereka.


Rado seperti tidak terhentikan, ia masuk tanpa hambatan. Setiap lawan yang mencoba untuk menghentikannya segera ia bunuh dengan mudah. sampai pada akhirnya, ia masuk kedalam kamar berisikan seorang pria tua duduk dikursinya dengan seorang wanita muda berambut hitam yang sedang berdiri dipojokan kamar tersebut. Para penjaga yang berdiam didalam kamar itu segera menghadang Rado untuk mendekat.


"Apa kau Martinez?" Tanya Rado kepada pria tua itu.


"Yah.. aku Martinez dan aku adalah kakek mu..." Kata pria tua tersebut.


"Hmph... apa yang terjadi jika kau mati?" Tanya Rado sekali lagi.


"Sialan! braninya kau!"


Salah satu penjaga maju untuk menyerang Rado, namun dengan cepat Rado memukulnya kesampin dan menerbangkannya sampai menghancurkan dinding.


"Aku bertanya, apa yang terjadi jika kau mati?!"


Martinez menutup matanya, "Keluarga Alavonte akan berakhir"


Mendengar itu Rado segera mendekat sambil mengeluarkan forcenya secara perlahan, Force yang ia keluarkan membuat para penjaga tersisa bergetar dan memilih untuk menghindar. Setelah Rado sampai didepan martinez, ia dengan perlahan mengulurkan tangannya untuk mencengkram kakek tua itu.


"Tidak!!!!!"


Wanita itu berlari kearah Rado untuk menghentikan dirinya, namun dengan sigap Rado mencekin lehernya dan mengangkat wanita itu keatas. Wanita itu berusaha melepaskan diri namun itu hal yang sia-sia, semakin lama cengkraman Rado semakin menguat dan membuat wanita itu mulai tersedak.


"Silvi!!!! Lepaskan dia! Dia kakak mu!" Kata martinez dengan spontan.


Mendengar hal demikian Rado cepat tersadar dan melepaska Silvi dengan cepat.


"Apa maksud mu dengan kakak ku?!" Rado menoleh kearah kakek tua itu dengan penuh tanda tanya.