
Didalam sebuah gerbong kereta Rado yang menggunakan masker mulut dan topi berwarna hitam sedang duduk menatap layar smartphonenya, Ia sedang melihat list gate dungeon yang terbuka pada hari ini.
"Hmmm sepertinya aku akan masuk dalam raid Yellow Dungeon lagi"
Sebuah pedang katana dan Pistol yang berada dipinggulnya bukanlah hal aneh lagi bagi dunia baru ini bila kau bawa ditempat umum.
*Ckitt... Kereta itu berhenti pada stasiun Jakarta Pusat. Rado turun dari kereta itu dan bergegas ke menara dungeon, ia mengenakan tudung sweeternya untuk lebih menutupi identitasnya yang sekarang.
[Kemarin aku berfikir untuk menutupi identitas ku untuk menghindari kecurigaan dari pemerintah tentang kekuatan ku yang baru, jujur saja... aku begitu malas menghadapi mereka...]
Saat diperjalanan menuju kearah menara, ia menyempatkan diri untuk mengaca dipantulan kaca gedung, [apa aku terlihat aneh?, ahh setidaknya muka ku tak terlihat] setelah itu Ia melanjutkan jalannya menuju menara dungeon.
-Didalam menara-
"Selamat datang, tuan...???" Penjaga itu terlihat bingung dengan penampilan tertutup dari Rado karena baru pertama kali melihatnya, [Apa dia pemburu baru? dari pakaian yang ia kenakan sepertinya memang seperti pemburu baru]
Gate Keeper berfikir positif menanggapi penampilan tertutup itu, biasanya pemburu kelas bawah mengenakan pakaian yang sangat simpel yaitu pakaian sehari-hari, karena itulah pemburu kelas bawah memiliki resiko untuk terluka lebih besar dibanding kelas atas karena tidak menggunakan armor atau pakaian khusus berburu.
"Gavriel!" Rado cepat menanggapi kebingungan dari Gate keeper.
"Ah.. tuan Gavriel, apa kau baru saja memulai perburuan?"
[Ya ampun, begitu tidak terkenalnya kah aku? Sampai Gate Keeper saja tidak menyadari nama belakang ku..] Rado terkejut kecewa karena dirinya tidak begitu dikenal oleh Gate Keeper, "Ahh.. tidak,, ini perburuan ku yang kesekian kalinya"
"Maaf kan aku tuan, aku tidak mengetahuinya" Gate Keeper itu menunduk karena merasa tidak sopan
"Bisakah kau mencarikan ku tim yang ingin masuk kedalam Yellow Dungeon?"
"Baik, tunggu sebentar"
Gate Keeper menatap ke layar pencarian, pantulan layar itu terlihat dari kacamata Gate keeper dan list gate yang terbuka hari ini lumayan banyak.
"Maaf tuan, untuk saat ini Yellow Dungeon sudah habis dan tidak ada permintaan tambahan anggota pada tim raid yang melakukannya, apa kau ingin masuk kedalam green dungeon? Rank dungeon ini untuk rank Dekiel apa kau ingin mencoba? Gate Keeper mencoba untuk menawarkan Dungeon lain kepada Rado
"Apa aku bisa masuk?" Rado sambil mengeluarkan lencananya dan terlihat sebuah kumpulan roh membentuk lambang Eranel.
"Untuk anda yang masih rank Eranel, sepertinya masuk kedalam green dungeon masih aman, karena tingkat Green dungeon hanya diatas sedikit dari Yellow dungeon dan tuan akan bersama pemburu tingkat Dekiel"
"Kalau begitu aku akan menerimanya"
Gate Keeper kembali menatap layar yang berada didepannya sekali lagi. Setelah ia selesai dengan layar itu, ia beralih menatap Rado.
"Tuan, silahkan naik ke lantai 2 medan salju dan menemui Tuan Geraldo kelas Mage, Jika tuan memiliki pakaian dengan elemen pelindung cuaca itu sangat baik, tetapi jika tuan tidak mempunyai itu pastikan tuan mengenakan jaket kulit yang sudah disediakan dilantai tersebut"
"Baiklah, terimakasih"
Gate Keeper itu menunduk salam kepada Rado, Rado segera melangkahkan kakinya ke lift yang berada dibelakang samping tempat Gate keeper berada.
Display angka Lift itu menunjukan lantai 2 dan pintu lift terbuka, Lantai 2 itu tampilannya sama seperti lantai sebelumnya. Dengan bentuk ruangan yang melingkar karena menara tersebut berbentuk silinder dan didalam sana terlihat beberapa gate muncul melingkar menyesuaikan bentuk ruangan tersebut, Green, Blue, White dan ada satu Red Dungeon disana.
Rado berjalan keluar dari lift dan menoleh kesana kemari untuk menemukan Geraldo.
"Gavriel?!" Seseorang dengan rambut merah dengan gaya belah tengah menghampiri Rado.
Rado menoleh kearah orang yang memanggilnya dan melihat seseorang beserta beberapa anggota yang lain sudah menunggu didepan green dungeon, beberapa dari mereka sudah menggunakan jaket kulit yang sudah disediakan pada lantai itu dan diantara mereka terlihat hanya memakai pakaian dan armor yang sesuai dengan kelas mereka.
"Apa kau Geraldo?" tanya Rado
"Ya.,, aku Geraldo ketua tim raid pada kali ini, ternyata kau benar menutupi wajah mu hahaha... apa wajah mu jelek mangkanya kau tutupi?" Geraldo tertawa dengan guyonan yang sedikit menjengkel kan
[Uhh.... tipe orang berisik seperti ini yang akan menjadi ketua tim? sepertinya dungeon kali ini akan sedikit berisik], Rado memaksakan senyumnya kepada Geraldo, "Aaa hahahaha aku seorang yang pemalu jadi aku menutupi wajah ku"
"Ahh.. ayolah kawan, kau sebagai pemburu harus lebih percaya diri hahahahha"
Saat ditengah percakapan itu tiba-tiba ada seorang gadis kelas mage berambut ungu dengan payudara yang agak besar, maju mendekat dan membungkukan sedikit tubuhnya.
*Boingg... "Hei anak baru.. aku Selica kelas mage" Gadis manis itu memperkenalkan dirinya, "kau sungguh keren, kau ini kelas apa? Seorang Close range atau ranger?"
Selica bertanya karena sejak tadi ia melihat kearah senjata yang dibawa Rado.
*Glupp.. Rado merasa gugup kerana sesuatu yang menempel pada diri Selica, Ia mencoba untuk tenang kembali setelah beberapa saat ada yang mengganggu dirinya
"Aku seorang Close Range, Pistol ini hanya sebuah pemanis" Rado tersenyum kepada Selica.
Selica tersentak malu saat melihat mata Rado.
[Ahhh.... kenapa mata pria ini membuat ku merasa gugup? dia pasti tadi sedang tersenyum..], Selica menarik tubuhnya dah berdiri agak menjauh dari Rado dan wajah agak sedikit memerah, Ia melihat wajah Rado yang tertutup sekali lagi dan postur tubuh Rado yang ramping namun terlihat kuat.. [Ahh.. aku ingin melihat wajahnya!]
"Senang bisa satu raid bersama mu" Kata Selica sambil malu-malu
"Ahaahaha senang bisa bersama kalian juga"
"Aku Gai [Close Range - Tank], aku Rovi [Ranger], aku Cloe [ranger]" Beberapa dari mereka mulai memperkenalkan diri pada Rado.
"Senang bertemu dengan kalian" Rado menyambut kehangatan yang diberikan mereka
Saat perkenalan sedang berlangsung, sebuah Red Dungeon mulai menunjukan eksistensi seseorang yang keluar dari sana, semua orang yang berada pada lantai itu, mulai tertuju kepada Red dungeon yang mulai memudar karena sudah diselesaikan.
"Lihat mereka sudah menyelesai Red dungeon itu!"
"Kalau tidak salah Guild The Ultimate"
Beberapa orang mulai menunjukan diri mereka dari dalam gate itu dan terasa suatu tekanan yang berbeda dari orang-orang guild The Ultimate.
"Uwaaa.. aku merasakan force mereka begitu kuat"
"Ya.. wajar saja! mereka itu terdiri dari pemburu Rank Anchor dan Saxon, dan yang kudengar mereka hanya menerima orang dengan rank minimal Begio yang hampir mendekati Anchor dan ada tes masuknya"
"Hahh...tidak heran kalau mereka Guild top pertama... untuk mencapai rank Begio saja kita harus mengumpulkan roh sebanyak 240rb roh, sedangkan aku yang sudah rank Cohort ini hanya sanggup mengumpulkan 7rb roh perharinya"
"Ya.. itu karena kau hanya sanggup masuk pada Green Dungeon, kalau kau sudah bisa masuk kedalam white dungeon atau lebih kau mungkin bisa mendapatkan roh lebih banyak"
"Ya.. kau benar.. kalau begitu aku harus berusaha meningkatkan kekuatan dan peralatan berburu ku"
Anggota guild The Ultimate mengacuhkan bisikan-bisikan yang sedang membicarakan soal mereka, hal itu karena mereka sudah terbiasa setelah dinobatkan sebagai guild nomor 1 di Indonesia.
Mereka berjalan kearah lift untuk pergi dari lantai itu dan menukarkan roh yang mereka dapat pada gate keeper untuk meningkatkan poin kontribusi mereka.
Rado yang sejak tadi bermain smartphonenya dan tidak peduli oleh apa yang sedang terjadi, secara tidak sadar berdiri di jalur iringan guild itu.
"Hei! kau menghalangi jalan.." Kata seorang pria berbadan besar berambut cepak dengan luka yang melintang di wajahnya dan pria itu membawa sebuah perisai besar dan sebuah gada dipunggungnya.
Rado yang mendengar itu, menoleh pelan kearah pria besar itu.
"Lantai ini luas, mengapa kau tidak mencari jalan la....." sebelum Rado menyelesaikan perkataannya, Geraldo dengan sigap menutup mulut Rado dengan tangannya.
"Ah... Maafkan dia tuan Ken, dia anak baru disini..! maafkan dia.." Geraldo dengan gugup meminta maaf pada pria bernama Ken itu.
Setelah Geraldo menarik Rado menghindar dari iringan mereka, Ken dan rombongannya melanjutkan jalan mereka. Anggota mereka memiliki penampilan yang mencolok, Beberapa dari mereka berjalan sambil mengacuhkan Rado dan Geraldo yang sudah memintan maaf, tetapi tidak dengan perempuan berambut pink yang membawa dua belati dipinggulnya. Ia malah mendekat kearah Rado dan tersenyum padanya.
"Untuk seorang dari luar guild kami kau sungguh berani berbicara seperti tadi kepada Ken, untung saja kau tidak dipukul olehnya.. tetapi.. kau tidak buruk, aku suka dengan pria yang menantang bahaya.." Kata gadis itu sambil tersenyum
"Karen, cepatlah!" Ken yang berteriak dari dalam lift
"Baiklahh...." Karen melambaikan tangannya kepada Ken, lalu beralih ke Rado lagi, "Aku duluan, maafkan tingkah lakunya, dia hanya seorang pria yang kaku hahaha"
Setelah mengatakan itu Karen berlari kearah lift dan lift itu menutup, Geraldo yang sudah merasa aman segera melepaskan tangannya dari Rado.
"Apa kau sudab gila?! menantang tuan Ken seperti tadi?" Geraldo yang sedikit meninggi nadanya.
"Ken?" Rado yang sedang memegang smartphonenya begitu bingung.
"Kau ini pemburu tapi tidak mengetahui siapa dia? dia itu Ken Basungkak, Ketua Guild The Ultimate.. ia dinobatkan sebagai Tank terkeras di Indonesia" Geraldo yang menjelaskan itu mulai sedikit tenang.
"Ooooo begitu..." Rado menanggapinya dengan santai
"Begitu jidat mu... sudahlah ayo kita masuk kedalam dungeon"
Saat itu mereka segera masuk kedalam dungeon setelah kejadian yang sedikit menegangkan itu. Saat berjalan mendekati gate, mata Selica tidak sedikit pun lepas dari pandanganya yang tertuju pada Rado.
[Ah... dia.. begitu cool] Wajahnya memerah
Rado juga merasakan hal aneh pada dirinya saat bertemu dengan Ken
[Eh.. kalau diingat-ingat kenapa aku berani berbicara seperti itu pada orang berbadan besar tadi?]
Ia segera mengecek notif gear statusnya yang tadi berbunyi.
*zzyuttt
Rado Gavriel [The Archon]
Status Transfer 7,5%
-Point Skill-
Point Skill Ranger 2/100 point
Point Skill Close Range 4/100 point
Point Skill Mage 0/100 point
Aura kepemimpinan 0,25%
Ketahanan Fisik 56%
-Ketahanan Elemen-
Air 0%
Api 7%
Tanah 0%
Angin 0%