
Saat ini di Lorien, jajaran petinggi para elf sedang dihebohkan dengan kepala Joon yang dikirimkan ras dwarf menggunakan monster dari hutan. Kan yang saat itu sedang melakukan tugasnya untuk mendamping Zowie begitu terpukul melihat teman seperjuangan diperlakukan layaknya hewan potong. Zowie yang saat itu belum mengetahui situasinya, masuk kedalam ruangan tersebut tanpa permisi dan melihat mentah - mentah kepala Joon yang berada diatas meja tersebut.
"Itu?!" Zowie merasa tertampar dibagian lambungnya dan muntah seketika.
Zowie memuntahkan isi perutnya tepat didepan pintu dan mengundang empati dari para prajurit elf.
"Siapa dia?!" Tanya Zowie tidak mengenal Joon.
"Kenapa ia bisa dibuat seperti itu?!" Sambungnya setelah memuntahkan isi perutnya.
"Dia adalah salah satu kapten divisi dua pengintai.. Joon Sung Kook.." Jawab Kan menatap iba kepada Zowie.
"Sebaiknya kita memberitahu ini kepada Rado.. Bisakah aku meminjam itu?" Toleh Kan kepada Slyvrin.
"Pakailah sesuka mu.." Dengan nada lembut Slyvrin mengizinkannya.
Saat itu Kan dan Zowie beserta para elf menuju ruangan kendali para elf. Ruangan itu dipenuhi oleh tumbuhan rambat dan bunga yang bermekaran. Bunga dengan kuncup yang bersinar hijau menjadi lampu penerang diruangan tersebut. Energi dari Holy Essence pun juga terlihat mengalir dibatang tumbuhan belukar itu dan mengarah pada sebuah cermin besar seukuran tubuh elf yang dipergunakan untuk menghubungi pasukan elf yang sedang berada jauh dari Lorien.
Karena perbedaan teknologi dan cara yang dipergunakan oleh kedua ras, Kan sudah dibekali monitor kecil seukuran koper jinjing dengan sebuah teknologi yang sudah dimodifikasi agar dapat menyerap energi holy essence yang disalurkan melalui akar. Hal ini dibertujuan agar kedua ras dapat mengirimkan informasi terkait apapun yang berkaitan dengan ramuan Zowie dan juga mengenai aliansi mereka.
Monitor yang dibawa oleh Kan pada saat ia ke Lorien, sudah terpasang dengan baik disamping cermin besar tersebut dengan bantuan meja dari tanaman. Kan saat itu segera memasukan nomor koordinat De Hoorn pada keyboard hologram yang muncul ketika seseorang mendekati monitor tersebut. Beberapa saat ia menunggu, layar pada monitor itu tersambung kepada ruang monitoring di ibukota De Hoorn.
"Tuan Kan? Ada perlu apa menghubungi lagi? Jenderal baru saja pergi beberapa waktu lalu.." Tanya Kajol yang secara langsung menerima sambungan tersebut.
"Ini darurat tolong sambungkan kepada tuan Rado cepat!" Minta Kan dengan tergesa - gesa.
"Ahhh itu... Alat sambung yang berada diruangan tuan Rado sedang rusak karena sesuatu... Jika anda ingin menunggu, kami akan mengirim utusan untuk menyampaikan pesan anda..." Kata Kajol memberi usul.
"Disaat seperti ini?! Baiklah, dengarkan..." Kan mulai memberikan informasi.
Kajol yang semulanya terlihat serius dengan menyimak, berubah seketika saat mendengar kematian Joon saat itu, wajahnya sangat syok sekaligus tidak mempercayainya.
"Apa?! Tapi bukankah baru saja bawahan tuan Joon kembali untuk melapor?!" Tanya Kajol.
"Mungkin dia lebih beruntung dibandingkan Joon..., Kajol, cepat! Beritahu kepada tuan Rado mengenai ini!" Mintanya dengan sangat.
"Baiklah... Aku akan mengutus seseorang untuk naik keruangan tuan Rado.." Terima Kajol.
Layar monitor pun menghitam dan Kajol segera memberi perintah kepada bawahannya untuk menyampaikan laporan yang menyakitkan kepada Rado. Salah satu petugas yang mendapat amanah itu dengan cepat berlari memasuki lift untuk mencapai ruangan Rado. Saat itu tubuhnya dipenuhi keringat karena tergesa - gesa dicampur kepanikan yang amat besar.
"Hei ada apa?!" Tanya dua penjaga yang saat itu sedang berdiri tepat didepan pintu lift.
"Ini gawat! Biarkan aku bertemu dengan tuan Rado segera!" Pinta petugas tersebut.
Melihat wajah yang penuh kepanikan, kedua penjaga itu tidak menanyainya secara lanjut dan segera membawa petugas itu menuju ruangan Rado.
Pintu pun terketuk dengan pelan.
"Siapa itu?!" Tanya Albert.
"Ini kami, ada sesuatu yang mendesak harus disampaikan kepada tuan Rado.." Jawab penjaga dari luar pintu.
Albert menoleh kearah Rado dan Rado mengangguk tanda setuju.
"Masuklah.." Terima Albert.
Saat pintu terbuka, wajah panik dari petugas monitoring menjadi momok pertama yang ditelah oleh Albert dan Rado.
"Tuan...." Hormatnya menunduk gemetar.
"Apa yang terjadi?" Tanya Albert.
Rado menyenderkan tubuh pada kursinya dan menunggu perkataan dari petugas tersebut.
"Baru saja... Tuan Kan melaporkan.. Bahwa tuan Joon telah tewas..." Lapornya dengan nada terputus - putus.
"Apa?!" Rado dan Albert terkejut.
Laporan kasus itu sampai membuat Rado terbangun dari duduknya dengan wajah terkejut. Dalam ruangan itu menjadi sangat panas karena mendengar tewasnya Joon yang baru saja mengutus bawahannya untuk melapor.
"Bagaimana kronologinya?!" Tanya Rado dengan nada tinggi.
"Tuan Kan tidak memberitahunya secara pasti, tetapi yang menjadi penyebab tuan Joon tewas adalah... ia telah dibunuh oleh ras Dwarf.." Dengan ketakutan ia menjawab pertanyaan Rado.
"Joon tertangkap?!" Albert terkejut dengan mata bergetar.
Disisi lain Lucero yang saat ini berada diwilayah Orc dengan tanah gersang, terlihat sedang mengintai sebuah perkemahan portal disalah satu base milik orc. Lucero dan para bawahannya memanfaatkan tanah yang bergunduk untuk menyembunyikan dirinya. Para Orc saat ini tidak membuat sebuah pergerakan yang mencurigakan, mereka terlihat hanya berkeliling dan mengintai daerah sekitar dari ancaman.
"Lucero..." Ada seseorang yang memanggilnya dan Lucero cengan cepat menoleh kebelakang.
"Eh?!" Herannya saat menoleh kebelakang namun tidak ada siapa - siapa.
"Ada apa kapten?" Tanya salah satu bawahannya.
"Tidak.. Tidak apa.." Jawabnya dengan heran dan kembali mengintai para orc.
"Apa aku kelelahan? Sepertinya sepulang dari sini aku akan mengajak Joon untuk minum - minum.." Niatnya sudah ditetapkan dalam hati.
Kembali kedalam ruangan Rado.
"Cepat kirim bantuan kepada Kenny di pos tiga! Aku merasakan sesuatu yang tidak baik!" Perintah Rado.
"Ba - baik!" Serentak sang penjaga menyaut dengan badan sigap.
"Albert.. ku percayakan pada mu kali ini.." Tatap Rado tajam dan marah kepada Albert.
Albert terdiam tersanjung mendengar Rado mempercayakan misi kali ini kepada dirinya.
"Aku terima... Aku tidak akan mengecewakan mu!" Kata Albert dengan senang.
"Hmm.." Rado mengangguk.
Mereka yang sudah mendengar perintah dari Rado segera meninggalkan Ruangan itu secara bersamaan. Di waktu yang sama, saat ini Kenny dan para prajurit yang berada di pos tiga sedang berpesta pora dengan daging hasil membunuh monster - monster dari hutan. Mereka tertawa ria di waktu yang salah, menganggap enteng kondisi yang sedang mengintai mereka.
Sisi benteng pos 3 masih dijaga ketat oleh dua penjaga disetiap towernya. Para penjaga mengintai jauh keluar benteng untuk memastikan kalau keadaan baik - baik saja. Ditemani oleh semangkuk daging dari monster yang menyerang mereka menjaga tower tersebut.
"Ha..... Apa tak apa kita mengadakan pesta di siang hari seperti ini?" Tanya salah satu penjaga.
"Hahahaha tak apa - tak apa... lagi pula sejak kemarin tidak terjadi sesuatu.. Hanya serangan monster saja bukan?" Jawab penjaga satunya.
Saat ini keadaan pos 3 memang dalam keadaan tenang tanpa ada indikasi pertempuran sedikitpun. Hal ini membuat para prajurit melemahkan penjagaannnya. Jauh didalam hutan, terlihat Barge dan dwarf muda sedang mengintai mereka kembali menggunakan teropong panjang.
"Mereka sepertinya tidak menyadari rencana tuan Folk.." Senyum Barge.
"Kalau begitu????" Tanya senang dwarf muda.
"Jalankan Leeth.." Kata Barge pada dwarf muda berkelamin perempuan namun berdada rata.
"Ok!" Kata Leeth.
Leeth pun menoleh kearah para dwarf yang sudah bersiap dibelakangnya.
"Ayo kita mulai sabotasenya.." Senyum Leeth kepada para Dwarf yang sudah menunggunya didepan sebuah lubang.
Untuk meminimalisir suara gaduh, para dwarf hanya mengangguk atas mulainya operasi sabotase tersebut. Leeth yang memimpin pasukan kecil itu segera memasuki lubang itu dan terus menggali jauh kearah benteng pos 3. Anehnya, proses penggalianya itu tidak menimbulkan suara dan minim getaran.
"Gali...., Gali...., Gali....!!" Senandung Leeth sambil mengebor kedalaman tanah dengan bor yang berukuran sedang.
"Hei! Sudah sampai mana kita?" Tanya Leeth kebelakang.
"Hmmmmm sebentar lagi kita akan sampai..." Saut dwarf yang memegang peta rencana.
"Ok!!! Gali..,, Gali,... Gali!!" Senandungnya.
Leeth terus melakukan penggalian hingga masuk kedalam benteng pos 3. Sesunyi - sunyinya alat bor tersebut, tetap saja mengeluarkan sedikit suara dan getaran pada tanah tersebut. Para penjaga dibenteng tersebut mulai curiga saat merasakan getaran dibawah mereka.
"Ada apa ini? Apa aku mabuk?" Tanya penjaga diatas tower.
"Hei.. kita tidak minum - minuman keras.." Jawab penjaga satunya.
Mereka saling melihat satu sama lain dan beralih kebawah. Kedua penjaga itu masih belum sadar akan serangan gerilya tersebut dan terus menatap tanah lalu mengikuti arah suara dan getaran yang sangat kecil tersebut. Mereka yang saat ini sedang berpesta didalam ruangan tidak merasakan sedikitpun gangguan akan bor dari Leeth karena didalam sana sangat ramai.
Satu persatu penjaga tower juga mulai memperhatikan tanah tersebut, mata mereka saling tertuju pada suara dari dalam tanah yang menuju kearah portal dalam benteng tersebut. Suara itu terus mendekat kearah portal dan berhenti didekatnya. Para penjaga pun mulai mempersiapkan senjata jarak jauh mereka untuk bersiaga bila terjadi sesuatu.
Ketegangan dan keheningan terjadi. Para penjaga pun mulai mengarahkan senjata mereka kearah suara itu berasal.
"Apa kau yakin ini titiknya?" Tanya Leeth kepada Dwarf dibelakangnya.
"Firassat ku begitu.." Jawab dwarf bertubuh kurus itu.
"Hahahaha kalau ini tidak sesuai titik portal itu didirikan, mungkin kita akan dalam masalah.. Tapi...." Senyum Leeth.
Tanah yang sedang dipantau oleh para prajurit mulai bergetar perlahan.
"Eh?! Tanah itu bergetar?" Curiga para prajurit.
Tanah itu terus bergetar dan semakin riuh. Semakin kencangan getaran tanah membuat para prajurit semakin waspada. Setelah beberapa saat tanah itu bergetar, getaran itu terhenti beberapa saat. Para penjaga pun dibuat heran dengan keadaan tanah tersebut, lalu menurunkan penjagaan mereka. Tetapi, itulah yang ditunggu oleh Leeth, Leeth segera melompat keluar dengan spontan menghancurkan tanah menggunakan sarung tangan besinya.
"Waaaaaaaa!!!!!!" Lompat Leeth tertawa senang.
Leeth yang saat itu berada diatas, segera melihat keseliling area tersebut untuk mencari portal teleportasi yang dimiliki oleh ras manusia.
"Ah.... Itu! Guppy! Firasat mu sedikit salah! Portal itu sedikit lebih kedepan!" Protes Leeth sambil tersenyum.
"Maafkan aku.. tapi cepat selesaikan misi kita dan segera kembali!" Saut Guppy membawa senjata.
Kelompok kecil itu mulai keluar dari lubang dan menebar sebuah jaring yang terbuat dari suatu bahan keras namun lentur untuk menutupi mereka dari serangan dadakan para prajurit manusia yang berjaga.
"Penyusup!" Teriak para penjaga.
Mereka melepaskan tembakan kearah mereka namun serangan mereka dapat dihentikan oleh jaring tersebut. Suara tembakan tersebut, memicu para prajurit yang sedang berpesta berhamburan keluar.
"Ada apa?! Kenapa kalian menembak?!" Tanya Kenny panik keluar dari ruangan tersebut.
Ia pun terkejut melihat para penjaga sedang menembaki para dwarf yang sedang berlindung dibalik jaring, namun tidak mengalami luka sedikit pun.
"Apa?! mereka!" Spontan Kenny terkejut.
"Penyusup! Cepat habisi mereka!" Perintah Kenny kepada para prajurit.
Para prajurit segera berlari menuju Guppy dan yang lainnya untuk membunuh mereka.
"Leeth cepat!!!!" Teriak Guppy.
"Baiklah..." Senyum Leeth.
Leeth segera melakukan manuver menukik untuk menghancurkan portal yang berada dibawahnya, Kecepatan Leeth dalam menerjang portal tersebut sangat keras dan dapat menghancurkan portal tersebut hancur berkeping - keping hanya dengan satu pukulan saja.
"Yuhuuuuuuu... Guppy aku berhasil! Cepat ayo kita kabur! Hahahahahaha..." Tawa Leeth.
Akibat hancurnya portal tersebut, kepulan asap segera menutupi area tersebut dan memberikan waktu kepada Leeth dan timnya untuk kabur melalui lubang itu kembali.
Karena ukuran lubang itu pas dengan ukuran tubuh mereka, Leeth dan timnya berhasil dengan cepat menarik diri dari benteng tersebut, namun tidak dengan manusia yang kesulitan untuk masuk kedalamnya. Kenny yang melihat lubang itu mulai khawatir sekaligus panik dengan keadaan portal yang sudah hancur berkeping - keping.
"Cepat! Pertahankan benteng!" Perintah Kenny dengan cepat.
Para prajurit terlihat kalangkabut dengan kejadian hancurnya portal dalam benteng tersebut karena keteledoran mereka. Disisi lain, kepulan asap dari portal yang telah dihancurkan oleh Leeth melambung tinggi keawan. Barge yang saat itu menahan diri di hutan tersebut meneropong sinyal tersebut. Ia pun menoleh untuk melaporkan keberhasilan Leeth kepada seseorang yang berada dibelakangnya.
"Tuan Ubba.. Sepertinya Leeth berhasil.." Senyumnya.
"Kerja baik.. Kalau begitu, sekarang giliran kita.." Kata Ubba membawa Gada besar melebihi tubuhnya dan terlihat sudah membawah ratusan dwarf dibelakangnya.
_______________________
Demicles tiap ras.
Demigod
____________________________________________
Manusia
____________________________________________
Elf
____________________________________________
Orc
____________________________________________
Dwarf