The Archon

The Archon
Mereka yang Bangkit



Didalam ruangan kantor lantai atas pada sebuah gedung tidak jauh dari tempat Lucero dan yang lainnya bertarung. Gedung tersebut tidak terbakar, namun sudah porakporanda, gelap dan banyak tembok yang runtuh. Para pemburu yang masih hidup terlihat mengelilingi pemburu yang diselamatkan oleh tim mereka.


"Jadi bisakah kau ceritakan kronologi apa yang terjadi pada tim raid pertama?" Tanya Lucero kepada pemburu tersebut.


Pemburu tersebut segera menceritakan semua yang ia lihat dari awal sampai akhir, bagaimana mereka berpisah dan bagaimana mereka bisa bertahan hidup berhari-hari. Tim raid kedua agak terkejut dengan cara mereka bertahan hidup didalam sini, ternyata yang melakukan jiarah kepada mayat pemburu yang sudah gugur, itu menandakan kalau bukan hanya tim Kirisaki saja yang berpikiran demikian, namun juga oleh tim pemburu yang lain.


Naas pemburu itu juga menceritakan apa yang terjadi olehnya dan juga tim raid yang sedang bertugas untuk melakukan jiarah pada hari ini. Mereka disergap oleh para dragonoid saat diperempatan dan mereka semua terbunuh kecuali dirinya yang berhasil lari disaat-saat terakhir.


"Ada satu hal yang membuat aku tertarik, naga putih! Saat kami masuk, kami belum menemukannya" Kata Lucero bertanya.


"Ahh... Naga itu selalu berputar-putar ditengah kota, bagaimana bisa kalian tidak melihatnya?" Heran pemburu tersebut.


"Hei.. apa kau kira Lucero berbohong? Kami memang belum melihat naga putih itu" Joon Sung menambahkan fakta kalau mereka belum melihat naga tersebut.


"Eh?!" Sontak ia segera melihat kearah jendela dan menatap kearah langit. [Tidak ada?!] Matanya terbuka sangat lebar dan perlahan dia menoleh kearah tim raid 2.


"Kalian benar.. kemana dia?" Dengan wajah cemas dan keanehan.


Tiba-tiba, tanah didaerah tersebut bergetar. Getaran itu perlahan semakin geras seiring dengan dentuman suara langkah kaki yang besar. Para pemburu pun mulai waspada dengan apa yang datang ke area yang mereka singgahi itu. Salah satu anggota raid dua segera berlari kearah luar dan mengintip dibalik jendela lantai atas tersebut untuk memastikan apa yang sedang menghampiri mereka.


Setelah faktor yang diduga sebagai penyebab getaran diarea tersebut muncul, pemburu yang mengintai itu terkejut dengan apa yang ia lihat. Seekor naga putih besar dengan dragonoid yang berjalan bergerombol dibawahnya datang ke area tersebut. Pemburu itu segera menoleh kearah para kapten dengan wajah ketakutan, ia segera mengisyaratkan mereka untuk diam tidak bersuara dengan memberikan gestur jari dibibir.


Mereka semua mengerti maksud dari isyarat tersebut dengan mengangguk. Suasana menjadi sepi, hanya ada suara kobaran dan panas yang semakin menjadi. Asap dari mulut naga putih keluar dengan hawa panas yang membuat suhu udara di area tersebut menjadi lebih menyiksa. Setelah keheningan berakhir, dentuman dari langkah kaki naga tersebut perlahan mendekat.


Para pemburu tetap diam mematung dan tidak melakukan hal bodoh seperti melakukan sesuatu yang bodoh. Mereka seperti dihipnotis tidak bisa bergerak, dentuman dan getaran itu semakin terasa. Saat getaran itu berhenti, sebuah mata besar mengintip dijendela dekat pemburu yang sedang mengintai tersebut, sontak membuat pemburu itu segera mengumpat disamping jendela tersebut dan para pemburu yang lain hanya bisa diam sambil menatap mata dengan detak jantung yang sangat cepat.


Mereka berharap kalau naga itu tidak menyadari mereka sebagai makhluk hidup dan segera mengabaikan mereka lalu pergi begitu saja. Benar saja, naga itu segera menarik matanya dari jendela tersebut dan keheningan terjadi lagi. Aamber, Lucero dan Joon Sung tidak bisa menggerakan kakinya. Mereka tidak menyangka kalau naga yang dibicarakan akan sebesar itu.


Mereka seperti menghela nafas seperti menjatuhkan beban yang berat setelah mata itu menarik diri, tetapi mereka tidak mengetahui dengan apa yang terjadi selanjutnya. Naga putih itu ternyata menarik tangannya setinggi-tingginya dan menghatamkannya kearah gedung tempat mereka berteduh sementara itu. tangan yang besar dari naga itu dengan mudah menghancurkan setengah dari satu lantai tersebut.


Nasib dari pemburu yang sedang mengintai itu pun sangat naas, tubuhnya juga ikut terlempar dengan bebatuan yang hancur itu dan seketika tewas. Lucero dan pemburu yang lain menutupi mata mereka dari debu dan puing-puing yang berterbangan. Lubang besar yang dibuat oleh naga itu membawa angin panas semakin masuk kedalam ruangan tersebut.


Naga itu pun menoleh kedalam ruangan itu dan segera meraung kearah mereka yang berada didalam. Raungannya itu mengeluarkan angin panas yang melebihi kebakaran kota itu, sampai-sampai mampu mengelupas kulit mereka yang tidak terlindungi oleh armor.


"Uwwahh!!!!!!! nafasnya sangat panas!" kata Joon mengeluh sambil mencoba menutupi area wajahnya dengan kedua tangan.


"Berbencar! Cepat! Gedung ini sudah tidak aman!" Teriak Lucero memberi arahan.


Setelah Lucero memberi arahan, mereka semua pun segera keluar dari gedung tersebut melalu celah yang ada maupun yang mereka buat seperti Joon Sung yang melubangin tembok bagian belakang untuk lari dari naga tersebut. Tetapi beberapa dari mereka, memilih untuk lari melewati lubang yang dibuat oleh naga putih itu karena kepanikan mereka dengan aba-aba yang mendadak itu.


Ketika mereka memilih untuk melompat melewati lubang tersebut, hanya kematian lah yang menunggu mereka. Beberapa pemburu yang baru saja melompat dan masih dalam keadaan diatas udara. Mereka segera disembur oleh api biru yang sudah disiapkan oleh naga putih. Semburan dari naga putih mampu mencapai berkilo-kilo meter jauhnya melintasi beberapa area dikota tersebut.


Para pemburu yang terkena semburan itu hanya bisa berteriak histeris dan berujung menjadi abu. Dilain sisi, tim Kirisaki yang saat ini sedang bersembunyi merasakan getaran dari serangan naga putih yang sampai melewati area persembunyian mereka. Tim Kirisaki pun segera siap siaga dengan kemungkinan yang akan terjadi, mereka pun segera bersiap dengan senjata mereka masing-masing sambil menatap keatas langit-langit basement tersebut yang dimana debu dan pasir itu berjatuhan karena getaran tersebut.


"Apa yang sedang terjadi diluar?!" Tanya Geraldo panik.


"Aku memiliki firasat kalau ada pertarungan diluar sana..." Kata Julie sambil siap dengan panah andalannya.


"Apa kau yakin?!" Tanya Kan kepada Julie.


"Ayo kita periksa keluar.." Kata Kirisaki mengusulkan.


Saat mereka baru saja keluar dari basement tempat persembunyian mereka, tiba-tiba seseorang terbang kearah mereka dan menabrak tembok yang berada dibasement tersebut. Kepulan asap itu menutupi orang yang datang dengan keributan itu. Setelah kepulan asap mulai menghilang, terlihat seseorang dengan perisai berduri terduduk di retakan tembok dengan darah yang mengalir kewajahnya.


"Eh?! Lucero Marquez!" Sontak Kirisaki terkejut melihat identitas orang tersebut.


Lucero segera bangun tembok yang hancur itu dan segera berjalan kembali kearah ia diterbangkan, para pemburu hanya bisa terdiam melongo sambil menatap Lucero yang sedang berjalan dengan kegagahannya meskipun terluka.


"Lucero?! Siapa dia?" Tanya Kan kepada Kirisaki.


"Dia adalah pemburu peringkat 9 dunia.." Kirisaki menjawab pertanyaan Kan dengan pelan.


"Di-dia peringkat 9?!" Kan terkejut menatap Kirisaki dan segera beralih kepada Lucero.


Lucero yang berdiri didepan mereka, tersenyum dengan lebar, "Hahahahahaha monster itu sangat gila! Hanya dengan satu pukulan aku sampai diterbangkan sejauh ini"


"Eeeee tuan Lucero.." Sapa pelan dari Kirisaki.


Lucero pun menoleh kearahnya dan menatap Kirisaki sesaat,  "Oh, Kau orang Jepang bawahannya Nagotomo bukan? Baguslah bantu aku mengalahkan naga putih itu"


Mendengar permintaan yang mustahil bagi mereka, membuat para pemburu dari tim raid satu menjadi ketakutan serta cemas yang mana membuat senyuman dari Lucero memudar.


"Kalian takut padanya?" Setelah Lucero menatap dengan kekecewaan, ia segera beralih kearah naga putih itu berada. "Kalian itu sampah!"


Perkataan dari Lucero membuat mereka terpukul dan merasa gagal menjadi pemburu sampai detik ini. Keberanian mereka perlahan terkikis karena tekanan yang selama ini mereka terima dari pertama kali masuk kedalam balck dungeon. Mereka hanya bisa menunduk menerima perkataan yang merendahkan dari Lucero tersebut, Namun hanya ada satu orang yang beranin menentangnya.


"Cih! Apa maksud mu sampah? Jangan samakan aku dengan yang lain!" Teriak Rudy dengan kesal dan segera berjalan kearah Lucero.


"Hoo... sepertinya ada yang mempunyai nyali diantara para sampah" Senyum Lucero kembali hadir.


Perlakuan Rudy pun membuat para kapten maju kedepan dan berdiri disekitar Lucero.


"Kau pikir, kami takut?" Kata Kan melirik kearah Lucero.


"Ayo kita hajar naga putih itu" Kata Kenny sambil mengeluarkan dual pistolnya.


"Ini mungkin akan sangat seru hehehe" Din memikul Kanabonya.


"Jangan lupakan aku!" Kimberly juga maju kedepan.


"Kalau begini aku juga akan ikut turun" Watz juga maju


Lucero melirik kearah mereka semua dengan senyuman yang melebar kembali.


"Hahahaha kutarik kata-kata ku tadi... kalian memang pemburu mesum yang hebat" Ejek Lucero kepada mereka karena penampilan mereka, dan Kirisaki hanya bisa diam tersenyum sambil ikut maju kedepan.


Tim Raid satu mulai beraksi kembali setelah sekian lama dengan tidak mengenakan pakaian tempur mereka. Datangnya tim raid dua membuat harapan baru bagi mereka yang sudah putus asa.