
Setelah melewati pertempuran yang sengit, kedua ras yang beraliansi itu kembali ke pemukiman para dark elf yang berada di tebih putih. Keadaan pemukiman disana sangatlah berbeda dengan terkahir kali ditempati oleh para elf. Pemukiman yang semulanya bersih menjadi sangat kotor dan banyak daging buruan berserakan disana, reaksi jijik pun diperihatkan oleh para tentara elf saat melihat kondisi hunian mereka yang sangan kotor. Hal ini dikarenakan para elf yang sebagian besar adalah vegetarian, mereka mencari jamur dan tumbuhan yang bisa mereka konsumsi setiap harinya. Saat melihat tulang belulang dari hewan membuat mereka merasa mual dan menimbulkan sebuah bau yang sangat tidak sedap, lalat - lalat juga menghiasi daging - daging yang ditinggalkan begitu saja diarea pemukiman tersebut.
Pemukiman yang sebagian besar terbuat dari tanah liat dan beberapa yang terbuat dari kayu menggantung diarea tebing mulai mereka bersihkan satu persatu dan menata ulang kembali rumah yang telah rusak dengan bantuan ras manusia yang sedang menjalin kerjasama bersama mereka. Yoga dan Jaquile yang terlihat sedang memperhatikan prajurit manusia sedang bekerja, dihampiri oleh Sarka untuk mengucapkan sebuah rasa terimakasih.
"Terimakasih telah membantu kami untuk mensterilkan tempat ini.." Kata Sarka dengan sedikit malu.
Yoga dan Jaquile pun menoleh kearahnya secara bersamaan, Sarka yang saat itu sedang mengalihkan pandangannya kearah samping hanya bisa menunggu jawaban dari mereka berdua.
"Hmm... Tak apa, anggap saja ini sebagai bantuan tambahan dari kami.." Kata Jaquile tersenyum.
Mendengar itu Sarka segera menatap Jaquile dan tersenyum, "Aku benar - benar berterimakasih kepada ras manusia karena telah membantu kami.."
"Tapi mengapa kau tidak ikut membantu Jaquile saat berhadapan dengan Orc itu? Aku sudah mendengarnya dari Si bodoh ini kalau ras kita melakukan aliansi untuk mengalahkan orc itu,," Cetus Yoga.
"Yoga?!" Jaquile terkejut dan menatap Yoga.
"Diam Jaquile... Aku hanya heran dengan dirinya yang memiliki kekuatan besar, tetapi tidak dipergunakan dengan baik.." Tatap tajam Yoga kepada Sarka yang saat ini sedang terkejut karena ucapan Yoga.
Sarka kembali memalingkan wajahnya dengan wajah menyesal dan ia tidak menyangkal atas ucapan Yoga yang menohok itu.
"A-aku... Aku sangat menyesal... Ini mungkin karena ketakutan ku pada orc gila itu... tubuh ku mendadak menggil saat berada didekatnya dan mental ku segera dijatuhkan hanya dengan menatap matanya saat itu.." Sesal Sarka.
"Kalau begitu ini sama saja tidak beraliansi.. ini murni kemenangan dari Ras manusia... Kalau begitu wilayah ini akan menjadi wilayah ras manusia.." Ujar Yoga kepada Sarka.
Perkataan yang tegas itu seketika membuat pekerjaan dalam membersihkan tempat pemukiman elf yang dilakukan oleh kedua ras itu terhenti dan semuanya terfokus kepada ketiga orang penting tersebut. Mereka semua terdiam karena ucapan Yoga yang mengklaim telah mengakusisi wilayah tebing putih sebagai milik ras manusia karena telah mengusir ras orc dari sana.
"Apa kau bilang?!" Sangkal wakil elf yang selama ini mengikuti Sarka.
Seketika semua menjadi heboh dan terbagi kembali menjadi dua kubu yang saling bertentangan. Para elf yang berada disisi Sarka terlihat geram dengan klaim Yoga atas wilayah tersebut. Disisi lain ras manusia juga sudah bersiaga bila terjadi pertempuran mendadak akibat ucapan jenderal mereka.
Yoga tanpa tersenyum sedikit pun hanya menatap tajam kearah elf pria tersebut dan mengucapkan sekali lagi perkataannya.
"Wilayah ini sudah menjadi wilayah ras manusia.." Katanya tegas.
"Beraninya kau!" Geram elf tersebut dan ingin sekali memukul Yoga, namun dihentikan oleh Sarka.
"Nona Sarka..!" Heran Elf itu kepada Sarka yang menghentikannya.
"Dia tidak salah... Dia berhak mengatakan itu, karena dialah yang mengusir para orc dari tanah kita ini..." Kata Sarka sambil menatap Yoga.
"Tapi.." Elf pria itu mencoba untuk merubah pikiran Sarka.
"Adelfo! Apa aku salah?! Apa kita telah berjuang untuk mengusir orc itu?! Apa yang kita lakukan selama ras manusia bertempur habis - habisan dengan ras orc?" Tatap Sarka kepada Adelfo.
Mengingat ketidakikutsertaan ras elf dalam pertempuran itu, membuat Adelfo hanya menunduk kesal. Ia baru menyadari akan satu hal, Kalau yang mengalahkan ras orc adalah ras manusia.
"Tetapi pasti ratu Slyvrin tidak akan menyetujuinya!" Kata Adelfo masih tetap tidak sudi memberikan wilayah ini.
"Adelfo!" Sontak Sarka membentak.
"Apa kau rela memberikan wilayah ini?! Ini adalah tanah kelahiran kita!" Tatapnya kepada Sarka.
Sarka pun segera terenyuh dan mulai ada bimbang dihatinya untuk menyerahkan begitu saja tanah kelahirannya itu, ia pun menunduk berpikir dan beralih menatap Yoga yang terus menatap tajam kearahnya.
"Untuk apa aku mengikuti perkataan mu?! Kalau itu adalah sebuah jebakan, mungkin kami akan mati saat menghadap Ratu!" Tolak Yoga.
"Yoga! Dengarkan saja dulu mereka!" Jaquile mencoba untuk meyakinkan Yoga.
"Kami tidak akan melakukan cara yang keji seperti itu... Meskipun kita adalah musuh, tetapi para elf tidak akan mengingkari perkataannya.." Jelas Sarka.
Saat itu Yoga hanya ingin mengetes Sarka dan ingin melihat reaksi apa yang akan dia pilih, tetapi saat melihat wajah yang tidak ada sedikitpun untuk melakukan penyerangan, itu sudah cukup membuat Yoga menurunkan kewaspadaannya dan kembali ketujuan awalnya, yaitu mengetahui keberadaan Zowie.
"Baiklah... Aku dan beberapa ras manusia akan pergi ketempat dimana ratu kalian berada.." Kata Yoga menyetujui ajakan tersebut..
Sebelum Yoga dan Jaquile mengikuti Sarka menuju ibukota para elf, Yoga menitipkan pesan kepada beberapa prajurit yang dipulangkan ke ibukota untuk memberitahu Rado mengenai situasi saat ini. Setelah ia memberikan sebuah pesan kepada beberapa prajurit itu, barulah mereka mengikuti Sarka dan para elf menuju ibukota mereka. Yoga dan Jaquile beserta Jason, Rudy dan Nagatomo pergi menuju pos para lef yang berada didalam hutan. Saat perjalanan mereka menuju portal yang terdapat pada pos tersebut, ras manusia mendapat sebuah sambutan yang tidak bersahabat dimana para elf yang berada di pos itu memberikan tatapan ancaman kepada ras manusia.
Yoga yang tidak menghiraukan mereka hanya terus menatap kedepan melihat tengkuk leher Sarka, sedangkan Jaquile dan yang lainnya memberikan perlawanan dengan menatap mereka balik. Beberapa saat mereka berjalan, akhirnya portal pun terbuka dan mengantarkan mereka kedepan ibukota elf, Lorien. Ibukota yang bernuansa hijau dengan bangunan yang dikelilingi oleh tumbuhan membuat suasana menjadi asri. Lampu - lampu yang ditenagai oleh kekuatan alam dan binatang seperti kunang - kunang berlalu lalang disana membuat ras manusia begitu takjub saat menginjakan kakinya disana.
"Lewat sini.." Kata Sarka kepada Yoga dan Jaquile.
Disaat bersamaa Adelfo segera memotong jarak diantara Yoga dan Jaquile dengan pasukan yang lain. Disaat mereka memasuki istana elf yang megah, Adelfo segera menghentikan iring - iringan pasukan ras manusia tepat dipintu masuk istana dan membiarkan Yoga dan Jaquile menghadap lebih dekat dengan Slyvrin. Sarka segera berlutut kepada Slyvrin setelah menghadap dirinya, sedangkan Yoga dan Jaquile hanya berdiri menatap dirinya. Putih bersih menggunakan kimono berwarna hijau dengan bagian leher kebawah yang sedikit terlihat.
Slyvrin segera memangku pipinya dengan lengannya ke armrest kursi dan terlihat bosan dengan kedatangan mereka.
"Sarka? Apa maksud mu membawa ras lain ke Lorien?" Cetus Slyvrin.
"Ini karena.." Sarka mencoba menjawab.
"Tidak perlu.. Aku sudah tau.." Potong Slyvrin.
Jaquile terlihat bingung dengan karakter Slyvrin yang seperti itu.
"Jadi apa mau kalian mengenai wilayah tersebut..?" Tanya Slyvrin kepada mereka berdua.
"Sebelum itu aku memper-" Yoga sedikit maju kedepan ingin meperkenalkan diri.
"Ah... Aku tidak berselera berbicara dengan orang yang tidak setara dengan ku... Pergilah dan panggil Archon mu kesini.." Kata Slyvrin dengan jutek kepada Yoga dan segera memalingkah pandangannya kearah yang lain.
Diperlakukan seperti itu, membuat urat pada pelipis Yoga mengencang, ia begitu kesal namun harus menahan itu semua.
"Baiklah... Aku permisi.." Kata Yoga dengan kesal sambil meninggalkan singgasana.
"Yoga..." Panggil Jaquile saat mengikuti Yoga.
"Elf ****** itu... Awas saja!" Kesal Yoga sambil menutup matanya.
Saat ia melewati pasukan ras manusia yang sedang menunggunya didepan pintu ia memberikan sebuah perintah dengan nada kesal.
"Tolong sampaikan kepada Rado, kalau archon elf ingin bertemu dengannya! Semoga saja dia tidak terlalu sibuk dan datang kesini" Kesalnya sambil meninggalkan ruang singgasana.
Dilain sisi, di ibukota Dehoorn Rado masih berkutat dengan berkas - berkasnya.
"Hahh... kenapa ini sangat banyak sekali... Aku ingin keluar!" Kesalnya sambil mengusap - ngusap rambutnya sambil memegang satu buah kertas.