
Perhatian : Panjang bab kali ini setara dengan 3 bab biasa.
------------------------
Beberapa jam yang lalu diluar black dungeon negara timur tengah. Rado yang baru saja tiba dinegara tersebut segera menuju lokasi black dungeon itu berada, suasana kota saat ini sangat sepi seperti kota hantu. Para warganya tidak ada yang melakukan aktivitas diluar rumah, mereka memilih berdiam diri dirumah dan menonton siaran langsung mengenai black dungeon yang jika diprediksikan akan terjadi breakdown pada hari ini.
Rado menoleh kesana kemari melihat kondisi jalan-jalan dikota itu, "Sepi sekali disini"
Kali ini dia tidak dikawal oleh siapapun karena Rado memerintahkan semua anggotanya untuk membantu Yoga dan Jaquile untuk menutup black dungeon di negara lain. Disaat ia sedang berjalan santai, ada sebuah bola yang menggelinding kearahnya dan berhenti tepat setelah mengenai kakinya. Rado pun mengambil bola itu dan memandanginya sesaat sampai seorang anak kecil berumur sekitar 5 tahun datang menghampirinya karena barang yang saat ini Rado pegang.
"Apa ini bola mu?" Rado memberikan bola itu sambil tersenyum kepada bocah itu.
Anak kecil tersebut segera meraih bola tersebut dari Rado dengan wajah polos.
"Apa kau suka bermain bola?" Rado merendahkan tubuhnya agar sejajar dengan anak tersebut.
"Ya... aku ingin menjadi pemain bola" Anak itu tersenyum saat menjawab pertanyaan Rado.
Rado tersenyum dan segera mengusap kepala anak tersebut, disaat bersamaan sang ibu keluar dengan panik karena anaknya keluar dari rumah.
"Ibu..!" Sapa anak itu dengan gembira saat melihat ibunya.
"Kasyim! Kenapa kau keluar rumah! Apa kau tidak mendengar perkataan ibu? Kalau diluar sangat berbahaya.." Sang ibu terlihat marah dicampur dengan khawatir.
Mereka pun segera meninggalkan Rado dan hendak masuk kedalam rumah kembali.
"Eee... Maaf, bisa kau memberitahu ku mengapa kota ini sangat sepi?" Tanya Rado menghentikan sang ibu.
Sang Ibu pun berhenti sejenak dan menoleh kearah Rado dengan perlahan, "Pemerintah menghimbau untuk semua warganya untuk tetap dirumah sampai kondisi menjadi stabil"
"Eh? Apa pemerintah dinegara ini begitu bodoh? Jika black dungeon sampai breakdown.. bukankah kota ini akan hancur? Mengapa dia tidak mengevakuasi warganya secepat mungkin?" Dalam benak Rado berfikir.
"Ah... apa ini menyangkut black dungeon?" Rado tanya sekali lagi pada ibu tersebut dan sang ibu hanya mengangguk saja.
"Kakak.. aku melihat para pembulu datang... sangaatttt banyak..." Anak itu tersenyum polos kepada Rado sambil memberitahukan apa yang ia lihat beberapa hari yang lalu.
"Para pemburu saat ini sedang mengusahakan untuk menutup dungeon tersebut, tetapi sampai saat ini belum ada tanda-tanda dungeon itu akan menutup. Kami mulai resah dengan terjadi breakdown, tetapi pemerintah tetap memerintahkan kami untuk tetap dia dirumah dan mempercayakan itu pada para pemburu" Sang ibu menjelaskan kondisi saat ini.
"Baiklah kalau begitu, terimakasih" Rado sudah mengambil garis besar kondisi yang saat ini sedang terjadi, ia pun segera berpamit pada mereka dan segera melanjutkan jalannya kearah dungeon.
"Nak... kau masih terlihat muda, apa kau seorang pemburu?" Tanya ibu itu dengan wajah cemas.
Rado pun menoleh kembali kearah ibu tersebut, "Yah... aku seorang pemburu" Dengan senyum hangatnya, lalu beranjak kembali munuju tujuannya.
Setelah sudah berjalan cukup jauh meninggalkan ibu dan anak tersebut, raut wajah Rado berubah menjadi lebih serius karena kondisi yang sangat genting ini. Beberapa saat kemudian, Rado telah tiba dimana dungeon tersebut muncul. Terlihat ratusan pemburu gabungan dari seluruh dunia dan beberapa petugas keaman sedang berjaga disekitar dungeon yang besar dengan konsentrasi force yang berkecamuk dari dalam portal hitam.
Para pekerja stasiun tv pun juga terlihat sedang meliputi dungeon yang sudah masuk kedalam siaga 1 itu, mereka membawakan berita mengenai kondisi terbaru dari Black dungeon kepada para warga diseluruh dunia. Tanpa membuang-buang waktu, Rado segera berjalan menuju dungeon tersebut dan mengacuhkan kerumunan tersebut.
"Ya.. saat ini kami sedang berada didepan black dungeon yang muncul dinegara timur tengah..." Kata Reporter yang sedang membawakan siaran live dengan Rado yang tidak sengaja berjalan melewati frame kamera.
Para petugas yang berjaga didepan dungeon, melihat kearah seseorang yang memakai pakaian serba hitam berjalan mendekat.
"Ee... Maaf, apakah anda seorang pemburu yang bertugas untuk menjaga dungeon?" Kata Petugas keamanan tersebut.
"Yah... kurang lebih begitu" Senyum Rado menjawab.
"Baiklah silahkan masuk..."
Rado pun melewati para penjaga dan menuju kearah garis pertahanan utama yang dibuat oleh para pemburu. Ia melewati begitu saja barikade para pemburu dan langsung menuju kedepan black dungeon untuk masuk kedalamnnya.
"Hei kau... Mau apa kau?! Saat ini kita hanya diminta untuk menjaga didepan saja" Kata Seorang pemburu dengan rambut hitam membawa perisai serta dikawal oleh beberapa pemburu.
"Aku akan masuk kedalam" Rado tanpa menoleh memberitahu maksud kedatangannya.
"Jangan sok pahlawan... saat ini pemburu top 10 sudah berada didalam sana dan belum kembali, Kau tahu kan apa maksud ku?! Jadi lebih baik diluar saja dan mengikuti arahan ku" Kata pemburu tersebut.
"Apa kau kapten mereka?" Tanya Rado masih sambil menoleh.
"Yah... Aku adalah Ivan Suren---" Sebelum ia menyelesaikan nama lengkap miliknya, ia segera terkejut dengan siapa yang saat ini sedang ia ajak bicara.
"Tu-tuan Rado!!!! Maafkan kelancangan saya!" Ia segera menunduk diikuti dengan para pemburu yang mengawalnya.
Rado terlihat kebingungan dengan apa yang terjadi. Para pemburu mulai mengerubungi dirinya dan memberikan hormat kepada Rado dan itu membuat Rado semakin bingung dengan apa maksud dari perlakuan mereka terhadapnya. Para reporter pun segera menoleh kearah keributan itu dan melihat sesosok pria yang saat ini sedang viral didunia pemburu.
"Hei.. bukan kah itu..." Perempuan wanita berambut pirang segera meninggalkan frame kamera dan segera berlari menerobos kerumunan.
"Hei, Rachel! mau kemana kau?!" Tanya kameramen yang juga ikut lari mengikutinya.
"Ikuti saja aku cepat" Teriak Rachel sambil menerobos kerumunan tersebut.
Ia menyelinap dan terus menerobos maju kedepan untuk melihat pria tersebut, sampai usaha yang ia lakukan akhirnya membuahkan hasil. Rachel dan seorang kameramen tempat ia bekerja berhasil menerobos kerumunan para pemburu, lalu bertatap muka dengan Rado.
"E.... Apa anda Rado?! Ketua dari aliansi The Titan sekaligus presiden Italia yang baru?!" Spontan Rachel bertanya kepada Rado, diikuti dengan sorotan kamera dari kameramen.
Dunia seketika geger melihat Rado yang saat ini sedang diperbincangkan, tiba-tiba berada di timur tengah tanpa sepengetahuan siapapun termasuk PPMD. Hal ini juga membuat warga didunia merasa tenang dengan kehadiran seseorang yang dianggap setara dengan pemburu top 10.
"Ibu! bukankah itu kakak yang tadi?!" Tunjuk bocah yang bertemu Rado tadi kearah tv rumahnya.
Pertanyaan itu membuat sang ibu sangat terkejut. Media sosial pun kembali dihujani oleh sebuah opini liat dari para warganet.
"Hei.. orang itu akhirnya hadir, apa kali ini dia bisa menyelesaikan dungeon tersebut?" Kata seorang pengguna bernama Barnas.
"Ah.. mana mungkin! dia datang hanya untuk mati seperti yang sebelumnya hahahaha.." Pengguna bernama Heri
"Ini menarik, jika dia bisa mengubah keadaan didalam sana.. aku akan mengakuinya sebagai pemburu terkuat seperti apa yang ia katakan pada waktu itu" Pengguna bernama Lord Darkness
"Hei.... apa kalian sudah mendengarnya? kalau ketiga dungeon akan mengalami breakdown sebentar lagi!" Pengguna bernama When I Speak
"Apa?! apa kau yakin dengan apa yang kau dengar?!" Lord Darkness
"Ya... aku tidak bermain-main" When I Speak
"Ok, sekarang aku ingin sekali orang itu menyelesaikan dungeonnya, tolonglah.."
Rumor yang tersebar secara cepat mengenai waktu terjadinya breakdown mulai berhembus dan membuat dunia sangat cemas, mereka mulai mendukung para pemburu termasuk Rado dan juga anggota The Titans yang baru saja tiba di negara yang sedang siaga tersebut. Pada berita live disalah satu platform media sosial mengalami typing yang sangat cepat. Mereka membahas mengenai bilamana kalau dungeon tersebut benar-benar mengalami breakdown.
"Kumohon semoga orang itu dan pemburu yang lain berhasil menyelesaikan dungeon tersebut" kata seorang yang melakukan typing.
"Hei... di Amerika dan Brazil, para pemburu sudah mulai mengevakuasi warga yang berada disekitar tersebut! Sepertinya rumor mengenai breakdown yang terjadi sebentar lagi itu bukan lah isapan jempol belaka"
"Serius?! Ahhhh... kumohon jangan sampai terjadi!"
Berita Live yang menyoroti keadaan di negara Amerika dan Brazil menampilkan aktivitas Yoga dan Jaquile bersamaan sedang mengarahkan para warga untuk segera mengungsi.
"Cepat! Bawa para warga menjauh dari sini!" Yoga memerintah pemburu yang berada disana, lalu menoleh kearah dungeon yang mengerikan tersebut. "Aku hanya bisa melakukan ini untuk para warga persis seperti yang Rado minta..." Dalam benak Yoga berkata dengan perasaan yang gelisah karena ingin masuk kedalam untuk memeriksa keadaan namun tertahan karena perintah Rado yang hanya menyuruh mereka untuk mengevakuasi warga saja.
Jaquile pun demikian, ia hanya berusaha mengevakuasi sebanyak mungkin warga disekitar area black dungeon. Melihat berita live yang terjadi di Amerika dan Brazil, membuat warga yang di timur tengah mulai memberontak pemerintah mereka yang menyarankan untuk tetap diam dirumah.
Kembali kepada Rado yang saat ini sedang didepan kerumunan para pemburu, ia hanya tersenyum menanggapi pertanyaan dari Rachel dan segera beralih kearah Ivan.
"Bisakah kalian evakuasi warga disekitar sini untuk berjaga-jaga?" Pinta Rado kepada Ivan.
"E-eh.. Kami tidak bisa melakukan itu... PPMD meminta kami untuk berjaga didepan dungeon saja, tidak dengan mengevakuasi" Kata Ivan dengan berhati-hati saat berbicara dengan Rado.
"Serahkan bagian sini kepada ku, kalian evakuasi para warga" Rado tetap meminta hal demikian.
"Ta-tapi.."
"Tolonglah.." Rado dengan tatapan tajamnya mengarah ke Ivan, membuat Ivan menjadi gemetar dan memilih untuk menuruti permintaan Rado.
"Gawat... orang ini benar-benar sesuatu" Dalam benak Rachel merinding saat melihat Rado.
"Baiklah kami akan melakukan apa yang tuan Rado minta" Ivan berbalik kearah para pemburu. "Kalian sudah dengar bukan? Cepat jalankan.."
Para pemburu segera melaksanakan perintah dari Rado dan menyebar keseluruh kota untuk mengevakuasi para warga. Terlihat para warga sekitar mulai berbondong-bondong keluar dari rumahnya dan berjalan dengan tertib kearah titik poin yang ditentukan sebagai lokasi mengungsi yang mana sebentar lagi akan dijemput menggunakan kendaraan besar untuk meninggalkan area tersebut
"Sial! Bocah keparat itu berulah lagi!" Kesal Baldrik menonton siaran tersebut.
"Sepertinya kita harus menyingkarkan secepatnya" Diwei menyarankan sebuah rencana.
"Dia dan timnya sudah melakukan hal yang benar" Carlton mendukung hal tersebut.
"Apa kau bilang!? Mengapa kau mendukung dia?!" Baldrik semakin naik pitam.
"Dia mengevakuasi warga ku yang bisa saja terbunuh masal karena keputusan bodoh mu untuk tidak mengevakuasi warga secepatnya karena kepercayaan terhadap anak mu yang belum tentu bisa menutup dungeon!" Carlton juga ikut naik pitam.
"Kau meremeh kan Kuhler?! Beraninya kau!"
"Diam lah kalian! Ini bukan saatnya berdebat!" Kojima meninggi dan menghentikan perseteruan itu.
Disisi lain Richard hanya bisa diam sambil memperhatikan tv yang sedang menyala tersebut. Perpecahan petinggi tertinggi mulai terlihat akibat keegoisan beberapa orang didalam sana. Sementara itu Rado yang sudah merasa lega karena para warga sudah dievakuasi, mulai melangkahkan kakinya kedalam dungeon tersebut.
"Tuan Rado..." Panggil Rachel sekali lagi.
"Hm?" Ia menoleh sesaat tanpa menghentikan langkahnya.
"Semoga anda berhasil"
Rado yang mendengar itu hanya tersenyum dan melambaikan tangan kearah Rachel yang mana membuatnya juga ikut tersenyum. Setiap langkah kaki Rado semakin dekat dengan portal tersebut, jantungnya terus berdetak dengan cepat. Suaranya seperti gendang yang dipukul dengan keras. Satu kakinya mulai memasuki dungeon tersebut dan perlahan portal itu menelan tubuhnya masuk kedalam.
Sesampai ia masuk kedalam dungeon tersebut, Rado terkejut dengan kehancuran yang sudah terjadi didalam sana serta beberapa mayat yang tergeletak didepan matanya.
"Uwaakkhh!!!!!!" Teriak para pemburu saat terkena serangan mematikan dari Shenlong
"Monster apa itu?!" Rado tersenyum dengan antusias karena melihat Shenlong, "Gawat... aku tidak bisa berhenti tersenyum,, apa-apaan ini...?! aku merasa terpacu seperti saat melawan para Orc keparat itu!"
"Julie!!!!!!"
Teriak Watz yang membuat Rado segera menoleh kearah suara itu. Disaat bersamaan Rado juga melihat Shenlong yang sudah siap menembakan serangannya kearah Julie.
"Gawat.." Rado segera melesat kearah Julie.
Ia berlari dengan cepat melewati para pemburu yang sudah tidak bisa bergerak lagi.
"Eh?!! Siapa itu?" Tanya seorang pemburu yang sedang terbaring sekilas melihat seseorang melewatinya.
Rado mengeluarkan kedua pedangnya, lalu ia segera membelokan serangan Shenlong kearah yang lain. Sontak kedatangan Rado yang tiba-tiba muncul disaat yang kritis membuat para pemburu yang masih hidup terkejut. Julie hanya bisa mengucapkan namanya sekali saja dan tidak bisa berkata apa-apa lagi. Hatinya sangat bercampur aduk yang membuat dia membisu seribu kata.
"Rado?!" Rudy terkejut.
"Bos? Itu Bos!!!!!" Teriak Bosman.
Reuni yang menyentuh itu sementara harus tertunda, Shenlong mengeluarkan kemampuan gelombang frekuensinya yang mampu mengganggu mental seseorang, Namun Rado dengan sigap mengeuarkan aura forcenya yang mana mampu menangkal gelombang tersebut.
"Tidak mungkin! Dia.." Lucero dibuat terkejut dengan aksi Rado.
"Lucero.. apa dia yang sedang dibicarakan itu?" Tanya Joon.
"Melihat dari kekuatannya.. sepertinya benar"
Rado terlihat kesal karena posisi Shenlong yang berada diatas dan sulit ia gapai meskipun dengan cara harus melompat. Rado segera menoleh kearah Julie yang mana membuat Julie sedikit salah tingkah, Rado mendekat kearahnya dan mendekatkan wajahnya kearah Julie.
"Ra-Rado... A-ku... "
Wajahnya memerah karena ia berpikir Rado akan melakukan sesuatu yang memalukan terhadapnya didepan banyak orang. Tetapi tidak seperti yang diharapkan oleh Julie, ternyata Rado mendekata hanya untuk mengambil busur dan anak panahnya.
"Aku pinjam ini.." Rado tersenyum didekat wajah Julie yang mana membuat Julie semakin terbakar malu.
"I-iya"
Rado segera meracik serangannya saat meminjam busur milik Julie, lalu membidik Shenlong yang sejak tadi menggeliat diatas awan. Tanpa menutup satu matanya, Rado terlihat fokus untuk melepas serangannya tersebut. Mata panah dan kedua lengan Rado selalu bergerak mengikuti tubuh Shenlong yang menggeliat. Disaat Shenlong berhenti untuk melakukan serangan, Rado pun melepaskan anak panah tersebut.
"Sekarang!"
Anak panah yang Rado lepaskan ia perkuat dengan force miliknya. Panah itu melesat dengan cepat dengan force berwarna ungu dan mulai menyerupai sebuah tembakan laser yang sangat mematikan mengarah ketubuh Shenlong. Shenlong tidak menyangka kalau ada manusia yang mampu melakukan itu, ia terkejut dan sudah terlambat untuk menghindari serangan yang sangat cepat itu.
Sebuah ledakan terjadi diatas dengan sebuah darah yang berwarna merah jatuh kebawah bersamaan dengan tubuh Shenlong. Tubuh Shenlong yang besar jatuh mengahantam ketanah dan membuat area tersebut bergetar hebat.
"Tidak mungkin! Dia mampu dengan mudah menjatuhkan bos sebesar itu?!" Kirisaki terkejut.
"Dia adalah orang yang membuat kami menjadi seperti ini" Rudy mendekat sambil menjawab pertanyaan Kirisaki waktu itu.
Kirisaki menoleh kearah Rudy dengan ekspresi wajah yang sama dan akhirnya ia menerima jawaban dari pertanyaan pada saat itu.
"Aku tidak tahu kalau ada monster selain tuan Nagatomo" Kata Kirisaki sambil beralih kembali kearah Rado yang sedang berdiri sambil memegangi busur.
Dibalik kepulan asap yang menutupi jatuhnya Shenlong sebuah cahaya berwarna kuning menyilaukan muncul. Setelah cahaya itu menghilang, baru Shenlong terlihat dari kepulan asap yang mulai menghilang dengan luka yang disebabkan oleh Rado sudah tertutup.
"Hooo dia bisa beregenarasi... ini menarik"
Rado tersenyum melihat kemenarikan dari Shenlong yang mampu beregenerasi. Ia segera menjatuhkan busur milik Julie dan segera mengganti dengan pedang miliknya. Dua pedang berjenis Ninjato itu sangat mengkilat dan menunjukan ketajamannya. Rudy dan Levi tersenyum saat melihat Rado menggunakan pedang buatan toko mereka, ada suatu rasa kebanggakaan dan gembira saat melihat hal tersebut.
Rado yang berdiri memegang kedua pedangnya, terlihat gagah dimata semua pemburu. Punggungnya yang terihat lebar seperti memberikan sebuah sugesti rasa aman kepada mereka yang melihatnya.
"Ini Gawat... sepertinya aku akan jatuh cinta pada orang itu" Kata Din menatap kearah Rado.
"Apa kau bilang kak?!" Don terkejut mendengar hal itu.
"Jangan coba dekati dia.. dia milik ku" Kata Karen menyambar.
"Hahh......??!!!!! apa kau bilang?!" Din tidak terima dengan ucapan Karen.
"Hmph.. Viola.. Merry, sehabis ini cepat rapikan ruang guild! Aku ingin mengundangnya kerumah kita" Kata Kimberly ditengah pertengkaran Din dan Karen.
"Hei Cebol apa yang kau maksud?!" Kata Din mengejek.
"Cebol kata mu?!" Kimberly mulai ikut dalam pertengkaran tersebut.
"Hei.. aku pernah kencan dengan kapten!" Kata Selica ikut campur dalam pertengkaran wanita.
Disamping para wanita yang mulai bertengkar, Shenlong yang sudah berada ditanah mulai melakukan serangan api yang mematikan tersebut. Mulutnya mulai dipenuhi cahaya biru dan siap ditembakan.
"Awas! dia akan menembakan serangan itu lagi!" Teriak Kirisaki memperingati Rado, namun Rado tidak menggubrisnya.
Serangan itu pun Shenlong lepaskan kearah Rado. Dikarenakan Julie berada didekatnya dan ia tidak ingin Julie terkena serangan, Rado segera melesat menghampiri datangnya serangan tersebut. Dengan dibalut force miliknya Rado mampu beradu ketahanan dengan serangan Shenlong tersebut. Ia menyilangkan kedua pedangnya demi meningkatkan pertahanan miliknya.
"Hanya segini?" Rado Mengejek serangan Shenlong yang mana membuatnya kesal.
Shenlong segera menambahkan kekuatan pada serangan tersebut dan membuatnya semakin kuat. Rado pun demikian, ia juga meningkatkan forcenya yang mana membuat lambang demicles keluar. Bagi mereka yang baru pertama kali melihat lambang itu, terlihat kebingungan dan didalam benak mereka terlintas banyak pertanyaan mengenai lambang tersebut.
Rado segera menurunkan kedua tangannya dan membelah serangan itu menjadi dua bagian. Semburan dari Shenlong pun terpencar menjadi dua bagian melewati sisi para pemburu dan membuat tanah disekitar sana seperti dikeliling jurang dibagian dua sisinya.
Rado segera mengambil kesimpulan yang mana Shenlong memeiliki jeda sebelum ia bisa menembakan serangan itu sekarang lagi, ia segera melesat mendekat lalu mengeluarkan kemampuan terbaiknya.
"Sonic Blade!"
Ia pun menyerang dengan memasuki kecepatan cahaya, tubuhnya menghilang dari pandangan mereka semua. Hanya terlihat sebuah tebasan serta tubuh Shenlong yang mulai terkoyak-koyak. Shenlong meronta-ronta karena rasa sakit yang ia terima. Sudah beberapa saat Rado mencoba untuk memotong tubuh besarnya itu, namun regenerasi dari shenlong sangat cepat. Setiap luka yang dibuat oleh Rado menutup dengan cepat.
Waktu jeda yang dimiliki oleh Shenlong sudah habis, ia segera mempersiapkan serangannya itu lagi, tetapi bukan untuk Rado, melainkan untuk para pemburu yang berada didepannya saat ini.
"Kep*rat ini"
Rado segera menghentikan serangannya dan memilih untuk melompat kearah kepala Shenlong, lalu menginjak rahang atas miliknya untuk memaksa mulutnya tertutup. Akibat yang dilakukan oleh Rado, mulut Shenlong meledak karena semburan itu tidak bisa dihentikan. Rado pun terkena dampaknya dan terlempar beberapa meter dari sana.
Rado terguling beberapa saat dan segera bangkit namun pakaiannya sudah tidak utuh dibagian atasnya. Sedangkan Shenlong segera beregenerasi setelah ledakan tersebut.
"Ini mulai menjengkelkan" Dalam benak Rado mulai kesal.
Tanpa membuang waktu Rado segera melesat kembali untuk menyerang Shenlong, semua kemampuan yang ia miliki dikerahkan semuanya. Kekuatan beregenerasi dari Shenlong sangat merepotkan, Skill pasif miliknya seperti Dancing Blade, Intimidate, dan Combat Mastery pun mulai aktif yang mana membuat serangan Rado semakin brutal. Ia mencoba untuk menebas tubuh Shenlong, tebasan demi tebasan ia kerahkan. Ia sampai bermanuver dengan putaran dua pedang mengikuti bentuk tubuh Shenlong untuk membelah tubuhnya, namun regenerasinya membuat Shenlong kembali pulih.
Dikarenakan tubuh Shenlong yang selalu beregenarasi, Rado tidak bisa mengaktifkan satu skill pasifnya lagi yaitu Confirmed Kill, dimana skill tersebut akan aktif bila lawan akan menunjukan kekalahannya. Rado berpikir sangat keras untuk menemukan bagaimana caranya agar menghentikan regenari milik Shenlong sambil terus-terusan menyerang tubuhnya membabi buta.
"Apakah dia manusia? Kecepatan apa yang ia miliki?!" Lucero terkejut melihat pertarungan yang sudah tidak bisa ia ikuti.
"Menurut mu apa Kuhler bisa mengalahkannya?" Tanya Joon.
"Kurasa itu tidak mungkin..." Lucero Menjawab.
Para pemburu terdiam takjub melihat pertarungan yang Rado lakukan, sementara itu Rado terus berpikir bagaimana cara mengalahkan Shenlong. Ia mulai terlihat kesal dan kesal dibuatnya, dan pada akhirnya ia menemukan kemungkinan yang bisa membuat Shenlong tumbang.
"Apa jangan-jangan?!" Rado memikirkan suatu hal.
Rado menghentikan serangan cepatnya dan segera melompat kedepan mulut Shenlong, Naluri hewan Shenlong membuat ia menelan Rado bulat-bulat.
"Rado!!!!" Teriak Julie melihat Rado ditelan.
Semua pemburu pun dibuat kaget dengan ditelannya Rado.
"Hoi-hoi yang benar saja?! Apa bos menyerah dan memilih mati ditelan?" Tanya Bosman dengan cemas.
"Tidak mungkin! Sobat ku tidak sebodoh itu" Kata Geraldo menyangkal.
Rudy yang melihat itu mencondongkan tubuhnya karena apa yang dilakukan oleh Rado, "Kau?! apa yang kau lakukan bodoh?!" Cema Rudy.
Semua pemburu terlihat khawatir dengan apa yang Rado lakukan, karena jika ia mati maka, monster yang menakutkan itu akan lepas keluar. Tiap menitnya terasa berat bagi mereka menunggu jawaban dari semua ini, Shenlong pun juga terlihat hanya diam saja mematung. Keringat mereka mulai berjatuhan dan jantung mereka berdebar sangat kencang.
Beberapa saat yang menegangkan itu pun mulai berakhir ketika Shenlong seperti kesakitan akibat sesuatu. Ia meraung-raung dengan tubuh yang menggeliat tidak jelas.
"Hei apa yang terjadi?!" Tanya Kenny.
"Aku tidak tahu!" Kan menjawab.
Shenlong semakin lama semakin menunjukan gelagat yang tidak jelas, dan kemudian terlihat bagian tubuh tengahnya sepert ada tonjolan yang terjadi berkali-kali. Tonjolan itu semakin keras menendang dibarengi dengan raungan Shenlong yang semakin menjadi. Raungan ikut seperti makhluk yang sedang disiksa oleh sesuatu, panjang dan melengking sampai-sampai membuat daratan disekitar bergemuruh.
Tiba-tiba tubuh yang tadinya terdapat benjolan yang menendang, hancur dan meninggalkan luka yang sangat besar dengan darah yang mengalir deras. Shenlong pun mulai rubuh ketanah dan tidak melakukan regenerasi lagi. Ledakan pada perut itu pun membuat para pemburu bertanya-tanya akan apa yang terjadi padanya. Sampai pada akhirnya dari dalam perut yang hancur itu, Rado keluar dengan sebuah bola yang cukup besar, sebesar orang dewasa yang ia gelindingkan keluar dari perut tersebut.
"Eh?! Rado!!" Sontak Julie mulai lega melihat Rado baik-baik saja.
Sorakan gembira dari para pemburu menyambut kembalinya Rado dari dalam perut Shenlong dan Rado yang dipenuhi dengan darah pun mulai tersenyum menatap kearah mereka yang sudah menantinya kembali.
"Ternyata benar dugaan ku, dia memiliki inti force yang sangat besar" Rado menghela nafasnya sambil melihat bola menyerupai mutiara tersebut.
Ditengah sorakan yang sangat riang itu, suara sistempun terdengar sangat kencang.
Ting~ Ting~ Ting~
--------------
Note : Terimakasih sama kalian semua, karena berkat kalian yang sudah mendukung novel ini... The Archon berhasil mendapat kontrak dari mangatoon.
Sekali lagi saya ucapkan terimakasih banyak. :) sulit berkata-kata saya mengenai ini ekekwkeke pokoknya terimakasih buat kalian semua.