The Archon

The Archon
Pertemuan Part 3



Hari sudah mulai gelap, di planet Antares langit malam dipenuhi oleh bintang - bintang dan sebuah cahaya selimut hijau yang menghiasi gelapnya hari. Rado berjalan menelusuri perkotaan di distrik menengah sambil mengamati kegiatan malam penduduknya. Di jalan bebatuan yang tersusun rapih dengan lampu yang tersalurkan dari energi holy essence memperindah jalan yang dilalui oleh Rado. Ia melihat kesana kemari sambil memperhatikan warganya berjalan menuju suatu tempat, mereka mengenakan pakaian yang tidak jauh berbeda dengan yang berada di bumi, akan tetapi hanya ada sedikit sentuhan futuristik dibeberapa bagian.


"Fufufu... Kita mau kemana?" Tanya Perempuan yang sedang berjalan sambil menggandeng lengan kekasihnya.


"Lihat saja.. Aku sudah menyiapkan tempat untuk kita berdua malam ini.." Jawab pemuda mesra kepada perempuan tersebut.


Distrik menengah merupakan pusat hiburan di ibukota De Hoorn, mereka yang dari distrik atas pun turun untuk bersenang - senang disana. Disaat matahari terbenam, distrik tersebut akan dipenuhi oleh orang - orang yang memiliki uang untuk mengunjungi bar dan sebagainya. Perbatasan antara distrik menengah dengan distrik bawah, di penuhi oleh pabrik - pabrik dari berbagi jenis barang. Disaat hari mulai gelap biasanya, para pekerja yang semuanya berasal dari distrik bawah akan kembali kerumah mereka masing - masing.


Rado mencoba untuk menelusuri seluk beluk kota yang selama ini belum sempat ia lihat, ia mulai berlari secepat mungkin untuk mengjangkau tujuannya dengan cepat. Rado yang bertengker disalah satu ruko yang tinggi melihat kearah mereka para pekerja pabrik mulai berjalan munuju distrik mereka. Ada hal yang menarik perhatian Rado, Ia melihat sekelompok pemuda berpakaian baik menghampiri kelompok perempuan yang baru saja keluar dari salah satu pabrik diperbatasan dua distrik tersebut.


Para pemuda itu seperti sedang membicarakan sesuatu dengan kelompok perempuan yang terdiri dari empat orang tersebut. Wajah para perempuan itu seperti ada sebuah keraguan menanggapi pertanyaan para pemuda yang sejak tadi tersenyum nakal. Lalu, pada akhirnya salah satu pemuda menggandeng salah satu perempuan tersebut dan menjauh dari kelompok tersebut. Rado terus mengikuti mereka dari atas untuk mengetahui apa yang akan mereka lakukan. Alangkah terkejutnya dimana Rado menyaksikan mereka berhenti disebuah gang sempit dan gelap dan melakukan hubungan badan disana.


"Aku akan membayar mu dua kali lipat kalau kau ikut dengan ku setelah ini.." Kata pemuda tersebut.


"Ba - baiklah tuan..." Kata perempuan tersebut sambil terengah - engah digelapnya gang tersebut.


Rado hanya terdiam dan segera meninggalkan mereka, ia tidak menyangka kalau masyarakat bawah akan melakukan hal demikian untuk mendapat sebuah uang tambahan. Tempat perjudian, rumah bordir, game center dan cafe - cafe serta bar terdapat di distrik tersebut. Rado tidak ingin mengubah kehidupan malam di ibukota tersebut karena itu bukanlah hal yang harus ia ubah. Melihat kasus perempuan yang menjual diri bukan pada tempatnya, membuat Rado semakin terobsesi untuk menaikan kesejahteraan mereka dan menghapus diskriminasi di ras mereka.


Untuk menaikan kesejahteraan, bisa ia lakukan dengan menaikan upah kerja mereka dengan melihat membludaknya para prajurit baru yang mana memicu tingginya akan permintaan barang militer atau lainnya, maka dapat membuat perputaran uang menjadi lebih stabil atau bisa tumbuh dari sebelumnya. Hal ini bisa Rado gunakan untuk menambah upah mereka. Selain itu Rado juga sudah memikirkan alternatif lain, seperti yang sudah dijalankan adalah prajurit dari kalangan bawah nanti akan digaji semestinya dan mereka diperbolehkan untuk membuat sebuah kerajinan sendiri lalu menjualnya.


Untuk masyarakat yang memiliki kampung halaman dan ingin bertani atau berternak, Rado sudah memikirkan untuk memberikan mereka bantuan dana sebagai modal awal. Itu Rado lakukan agar bukan masyarakat menengah dan kelas atas saja yang bisa sejahtera, akan tetapi masyarakat bawah juga demikian meskipun tidak akan bisa setara dengan mereka.


Hal yang menjadi tembok besar bagi Rado adalah menghapuskan diskriminasi yang sudah mendarah daging dari puluhan tahun lamanya. Mungkin hal ini lah yang akan menjadi sebuah tantangan bagi Rado untuk mengubah pola pikir rakyatnya yang diyakini sebagai hal yang paling keras dibandingkan berlian sekalipun.


"Sepertinya aku harus kembali ke gedung pusat.." Dalam benak Rado memutuskan untuk kembali.


Ia bergerak cepat menuju gedung pusat dimana ia biasa menghabiskan hari barunya disana. Sesampai didepan pintu gedung para penjaga menyambut dirinya dan Rado pun melepas masker yang sudah seharian ia kenakan. Ia segera mandi untuk melunturkan peluh yang sudah menemaninya hari ini. Setelah ia keluar dari kamar mandi, Rado hanya mengenakan sebuah celana panjang bewarna abu dan kaos hitam lengan panjang. Ia mengusap rambutnya dengan handuk untuk mengeringkan rambutnya.


Ia berjalan menuju ruangannya untuk melanjutkan pekerjaan yang lumayan lama ia tinggalkan. Ia mengambil salah satu kertas dan membacanya sampai beberapa saat kemudia Jefry masuk keruangannya.


"Ahh tuan Rado.. Anda sudah kembali..." Sapanya karena menerima laporan bahwa Rado telah kembali.


"Ah.. Kau Jefry..." Toleh Rado sebentar dan segera beralih kembali ke kertas yang ia pegang.


"Apa anda ingin ku buatkan sesuatu?" Tanya Jefry.


"Hmm bisakah kau membuatkan aku secangkir teh? Dan juga aku sedikit lapar.." Kata Rado tanpa menoleh.


"Baiklah.. Aku akan mengambilkannya untuk mu.." Kata Jefry tersenyum.


Disaat Jefry ingin keluar dari ruangan tersebut, Rado bertanya kembali kepada Jefry.


"Dimana Albert?" Tanya Rado masih dalam keadaan membaca tulisan di kertas tersebut.


"Ah.. Bukankah anda yang memberi perintah kepadanya untuk menuju ke ibukota elf, Lorien?" Tanya balik Jefry kepada Rado.


Sontak Rado menoleh dan terheran dengan jawaban yang diberikan oleh Jefry.


"Apa?! Perintah?! Aku tidak pernah berkata seperti itu!" Rado terheran.


"Tapi.. Tuan Albert bilang.." Jefry pun juga ikut heran dengan dengan ucapan Rado yang tidak sekalipun memberikan perintah demikian.


"Cepat panggil orang yang bertugas saat aku pergi!" Perintah Rado.


"Baik!" Kata Jefry segera pergi memanggil penjaga.


Penjaga pun datang dan memberi penjelasan apa yang terjadi saat Rado pergi keluar. Rado begitu terkejut dengan kecerobohan yang diambil oleh Albert.


"Si Bodoh itu!" Geram Rado.


"Antar aku ke Lorien cepat!" Sambung Rado dengan kesal.


Sebelum itu, Albert yang telah sampai pada sore hari di Lorien. Yoga dan Jaquile terkejut dengan kehadiran Albert yang datang tanpa sepengetahuan mereka.


"Tapi! Ah.... Kemana dia?!" Tanya Yoga kepada Albert mengenai Rado.


"Tuan Rado keluar untuk melihat kamp pelatihan yang diketuai Martinez" Jawabnya.


"Apa?! Disaat sedang genting seperti ini?!" Yoga terkejut dengan kelakuan Rado.


"Hahahahaha sepertinya ia sudah tidak kuat berada diruangan itu berhari - hari" Tawa Jaquile.


"Ini bukan waktunya untuk mentertawakan kelakuannya! Bagaimana dengan permintaan archon elf?!" Tanya Yoga dengan nada tinggi kepada ia berdua.


"Aku yang akan berbicara dengannya.." Jawab santai Albert.


Yoga yang mendengar perkataan Albert segera menghampirinya dan menarik kerah pakaiannya.


"Kau! Jangan bercanda! Aku dan Jaquile saja telah diusir olehnya! Bagaimana bisa kau meyakinkannya?!" Tanya Yoga emosi.


"Tenanglah! Kita belum tau respon Archon elf... Aku bisa menyamar jadi tuan Rado sebagai archon ras manusia.." Jawab Albert.


Mereka pun sepakat untuk sementara waktu dengan apa yang Albert cetuskan, di malam yang sama mereka kembali menghadap Slyvrin yang sudah menunggu mereka.


"Nona Slyvrin... Archon ras manusia telah tiba" Kata seorang penjaga melapor.


Slyvrin begitu antusias saat menunggu saat - saat bertemu dirinya dengan Archon ras manusia, ia sedikit terbangun dari senderannya dan terduduk tegap agak sedikit mencondong kedepan. Albert yang berada ditengah dikawal Yoga dan Jaquile pun hadir dan menghadap Slyvrin yang sudah tidak sabar berbicang.


"Perkenalkan aku -"


Baru saja Albert ingin memperkenalkan diri, Slyvrin segera memotong perkataannya dengan nada geram.


"Apa kalian mempermainkan aku?! Siapa orang ini?! Dia bukanlah Archon kalian!"


Mendengar ucapan Slyvrin, semua ras manusia yang berada disana begitu terkejut.


"A - aaa" Albert terdiam sulit berkata apa - apa karena identitasnya segera terbongkar.


"Dasar bodoh! Sudah ku bilang!" Kata Yoga menyalahkan Albert.


"Hoi - hoi sepertinya ratu cantik itu sangat marah" Kata Jaquile saat melihat Slyvrin.


"Aku merasa terhina karena Archon manusia tidak ingin bertemu dengan ku! Jika memang kita ingin membuat sebuah aliansi, seharusnya ia datang menghadap kepada ku! Kalau seperti ini..." Katanya Geram hingga tubuh bergetar sakin kesalnya.


"Penjaga serang mereka semua!" Sambung Slyvrin kepada para penjaga.


Albert, Yoga dan Jaquile pun dikepung oleh para penjaga disana. Prajurit ras manusia yang berada didepan pintu pun juga bernasib hal yang sama dengan ketiga jenderal mereka.


"Lihat perbuatan mu! Aliansi kita bisa gagal...!" Kata Yoga menyalahkan Albert.


"Hahaha maafkan kebodohan ku, sekarang ini bukan kondisi sekarang yang membuat ku gemetar.. Tetapi aku memikirkan gimana nanti tuan Rado menanggapi ini.." Kata Albert berkeringat sudah membayangkan apa yang akan Rado lakukan.


"Kau akan tercincang Albert.." Kata Jaquile menakuti.


Sementara itu, Rado baru saja tiba didalam hutan dekat wilayah tebing putih.


"Ayo cepat.." Kata Rado kepada pengawalnya.


Namun, saat ia ingin melangkah. Para elf sudah menghadangnya terlebih dahulu dengan persenjataan lengkap.


"Hoo... Sepertinya aliansi ini telah gagal.." Senyum Rado menebak situasi yang sedang ia hadapi.


"Albert bodoh.. Sampai ada yang terjadi pada Zowie... Aku akan memaksanya menggantikan ku untuk menyelesaikan berkas yang menggunung tidak ada habisnya..." Sambungnya dengan kesal.