
Didalam pesawat khusus yang dinaiki oleh Rado dan timnya yang menuju ke Australia untuk melakukan misi. Rado yang saat ini tertidur mulai terlihat gelisah, akhir-akhir ini ia selalu bermimpi hal yang sama, yaitu mengenai sebuah pertarungan besar yang menyangkut umat manusia.
"Kapten.. Kapten.." Suara perempuan terdengar saat Rado sedang bermimpi mengenai peperangan tersebut.
Rado pun terbangun dengan perempuan berambut hitam panjang dan berwajah asia berada disamping kursi pesawatnya. Perempuan itu adalah salah satu bawahan Rado, ia mengenakan pakaian tempur yang ketat berwarna merah dengan list hitam yang menghiasi bagian tubuh sampingnya.
"Ah.. Lucy, apa kita sudah sampai?" Tanya Rado saat ia mulai tersadar akan mimpi buruk itu.
"Belum.. maaf sudah membangunkan mu, tetapi kau terlihat seperti mimpi buruk"
"Tak apa, terimakasih sudah membangunkan ku" Rado tersenyum kearahnya dengan ramah.
Lucy yang melihat senyuman itu tersipu malu seperti wanita lainnya, "Ka-kapten, bolehkah aku duduk disebelah mu?"
Mendengar itu Rado melihat kearah bangku kosong yang berada disebelahnya itu dan beralih ke wajah wanita asia yang cantik itu.
"Silahkan.."
Lucy segera duduk disebelah Rado, ia seperti mencari posisi yang baik saat duduk disebelah kaptennya itu. Lucy merasa duduk disebelahnya seperti melakukan interview kerja untuk pertama kalinya, gugup dan takut melakukan kesalahan. Setelah ia menemukan posisi duduk yang nyaman, secara tidak sadar ia menyingkap rambutnya kebelakang telinga.
"Kapten.."
Baru saja ia ingin mengajaknya berbincang, tetapi saat Lucy melihat Rado sedang serius menatap keluar jendela pesawat, ia mengurungkan niatnya itu dan hanya bisa terdiam sambil menatap kepalan tangannya tang berada diatas kakinya yang merapat.
Pesawat telah tiba di bandara Australia dan mereka pun turun dari pesawat tersebut dengan sambutan dari juru bicara pemerintah Australia.
"Selamat datang tuan pemburu.. Ap-" Juru bicara itu mencoba untuk ramah.
"Apa pemburu kalian sudah siap? Dan sudah sejak kapan dungeon itu terbuka?" Tanpa basa basi Rado segera ingin menyelesaikan dungeon itu.
"Ahh... Pemburu kami sejak kemarin sudah menyicil red dungeon yang muncul dan salah satu red dungeon sudah ada yang terbuka sejak 3 hari yang lalu tepatnya pukul 10 pagi karena konsentrasinya sangat besar"
"Baiklah kita akan menyelesaikan beberapa red dungeon yang ada dan dungeon itu menjadi yang terakhir, selama tidak ada yang memasukinya, dungeon akan bertahan selama seminggu sebelum terjadinya breakdown" Rado segera bergegas berjalan menuju luar bandara untuk segera pergi ke menara dungeon yang berada di negara tersebut. "Kali ini kita akan menyelesaikan 2 red dungeon, kita akan terpisah menjadi 2 kelompok.. kelompok satu aku dan Yoga, sisanya kalian."
Mendengar itu, Lucy membantah akan formasi yang diberi oleh Yoga, "Kapten, boleh aku ikut dengan mu?"
"Tidak.. kau adalah orang yang bisa diandalkan dalam tim, aku harap kau bisa bekerjasama dengan pemburu negara ini" Tanpa menoleh Rado menolak permintaan Lucy.
Lucy yang ditolak permintaannya, berhenti dan menunduk kecewa, "Baik"
Saat Rado dan Yoga sudah menaiki mobil yang akan mengantarkan mereka ke menara tersebut, Bobby seorang tanker tim menghampiri Lucy yang sedang termenung.
"Hei Lucy, berhentilah mengejar kapten.. dia bukan orang yang akan terpengaruh oleh wanita cantik dengan mudah seperti pria-pria yang bisa kau goda"
"Apa kau bilang?! kau kira aku ini suka menggoda pria? mereka sendiri yang mendekati ku!! lagi pula... kenapa kapten begitu dingin kepada ku..?" ia kesal sambil menatap Bobby.
"A--ahhh hahahaha bisakah kau santai sedikit?"
Saat ini Rado sedang menuju ke menara dungeon yang berada di Sydney, ia terus melamun menatap keluar jendela sepanjang perjalanan. Disampingnya Yoga menatap kearahnya dan bertanya-tanya apa yang sedang terjadi pada kaptennya itu.
Keheningan dengan gedung-gedung yang menghiasi perjalanan mereka membuat waktu tempuh tidak terasa. Mereka telah sampai di menara dan segera pergi ke lantai 2. Disana sudah banyak pemburu yang sudah menunggu kedatangan mereka.
"Aku Rado Morctis dan ini Yoga Putra, kami adalah pemburu yang diminta untuk menyelesaikan red dungeon bersama kalian" Rado memperkenalkan dirinya.
Salah satu dari mereka yang berbadan gempal membawa kapak dengan ukuran besar menghampiri Rado dan menatapnya dengan remeh.
"He... jadi ini orang yang menganggap dirinya pemburu terkuat? bagaimana cara mu untuk menggapai posisi teratas dunia? dengan wajah tampan mu? atau dengan kedua pedang kecil mu itu? Pria itu mengejek Rado.
"Aku tidak ada waktu untuk menjawab ocehan mu, ayo kita segera masuk"
Rado mencoba untuk mengacuhkannya dan memilih untuk berjalan kearah Red Dungeon diseberang sana. Namun jalannya terhenti karena pria berbadan besar itu menghadang Rado dengan tangan besarnya itu. Rado yang terhenti menatap kearah pria berbadan besar itu diiringi dengan tertawa merendahkan dari para pemburu yang berada disana.
Bagi mereka pemburu dari asia tenggara seperti bayi yang baru saja lahir, lemah dan tidak berdaya.
"Kau ingin kemana? Disini akulah kaptennya, jadi kau harus mengikuti ku" Kata pria besar itu.
"Kau!!!" Yoga mulai geram akan perlakuan itu, Namun ditahan oleh Rado.
Rado yang tersenyum menatap kearah pria berbadan tersebut, "Baiklah kapten, kapan kita masuk?"
Pria besar itu tersenyum saat Rado memanggilnya kapten, "Hahaha memang pemburu dari asia tenggara itu pengecut semua... aku masih lelah karena kemarin sudah melakukan raid. Kalau kau mau, kau pergi saja sendiri bersama pacara mu itu" Ia mulai mempermainkan Rado dengan tawaan pengikutnya.
"Baiklah.. aku akan menyelesaikannya sendiri" Rado dengan nada ramahnya menyetujui hal itu.
Sontak membuat para pemburu tertawa menyangka itu hanya sebuah guyonan semata, namun baru beberapa jam Rado setelah Rado memasuki Red Dungeon tersebut, Dungeon itu telah ia selesaikan tanpa luka sedikit pun.
"Apa?! dia menyelesaikannya hanya berdua?!"
Para pemburu yang berada disana terkejut amat sangat, mereka baru kali ini melihat pemburu yang berhasil menyelesaikan red dungeon hanya dengan berdua saja. Pada saat didalam dungeon, Rado dan Yoga bergerak cepat melesat menuju ruang bos tersebut dan meninggalkan item yang dijatuhkan. Mereka hanya mengambil item yang menurut mereka sangat penting kedepannya.
"Ba-bagaimana cara mu melakukan itu?" Pria besar tadi tercengang hebat bersama pengikutnya melihat kemampuan yang tidak bisa mereka saksikan.
Disamping itu status Rado menambah.
Rado Gavriel [The Archon]
Status Transfer 39%
Close Range 74/100
Ranger 23/30
Ketahanan Fisik 100%
Ketahanan Elemen
Air 75%
Api 76%
Tanah 75%
Angin 77%
Kring~~~ {Archon mendapat skill baru}
Confirmed Kill dan Survival Instinct skill Pasif dari Comfirmed Kill akan aktif jika darah lawan dibawah 30% maka Critical akan bertambah 20%,
Skill Pasif Survival Instinct akan aktif Ketika darah Archon berada dibawah 30% maka akan mengurangi daya serang lawan 40%
[Skill ke 7 ini... hmm sungguh mengesankan, ini akan memudahkan ku dalam membunuh bos dan Skill pasif apa ini? Survival Instinct? aku belum pernah mengalami kesekaratan dalam bertempur.. tapi skill ini sungguh hebat] Dalam benaknya Rado begitu senang akan mendapat skill baru seperti biasanya.
Tanpa disadari para pemburu mulai menatap dirinya yang melakukan hal menakjubkan seperti biasanya, namun karena Rado sudah terbiasa menerima tatapan itu, ia bisa mengacuhkannya termasuk mengacuhkan para pemburu yang meremehkannya.
"Yoga ayo kita menyelesaikan dungeon yang berkonsentrasi tinggi itu" Ajak Rado tidak sabar.
"Rado, lebih baik kita menunggu yang lain.. aku tidak yakin dengan dungeon itu"
Mendengar kepesimisan dari Yoga, Rado mengurungkan niatnya untuk masuk kedalam dungeon itu. Beberapa jam berlalu dan langit mulai gelap, kelompok dua baru saja menyelesaikan dungeon itu dengan salah satu dari mereka mendapat luka. Saat mereka bergerak untuk keluar dari lantai tersebut, sepanjang jalan mereka mendengar para pemburu sedang membicarakan Rado atas aksinya tadi siang.
Mereka semua mencoba untuk menguping pembicaraan itu dan merasa bangga akan kapten mereka.
"Yah.. kalau membicarakan kapten Rado tidak akan habisnya" Kata pria ramping membawa senapan.
Lucy yang mendengar itu kembali menunduk dengan wajah memerah. Entah apa yang ia rasakan sekarang, saat orang-orang membicarakan Rado, dia merasa ada darah yang berdesir begitu deras. Saat ini Rado terus menerus menaikan namanya dikancah pemburu, berita lokal Australia pun juga mulai memberitakan Rado dengan mewawancarai beberapa pemburu atas rumor yang terjadi pada hari itu, CCTV pun tak luput dari bahan untuk mereka jadikan bukti sebagai pembenaran tersebut.
Keesokan paginya, Rado dan timnya yang terdiri dari 10 orang mulai bergerak kembali menuju menara, kali ini mereka akan memasuki Red Dungeon yang sudah berhari-hari tidak dimasuki karena memiliki konsentrasi tinggi.
Rado Gavriel [The Archon]
Status Transfer 42%
Close Range 74/100
Ranger 23/30
Aura Kepemimpinan 32%
Ketahanan Fisik 100%
Ketahanan Elemen
Air 75%
Api 76%
Tanah 75%
Angin 77%
{Status transfer melebih 40%, Archon mendapat anugerah tambahan berupa peningkatan pertahanan sebesar 20%}
Dalam perjalanan menuju menara itu Rado sambil membuka tabel statusnya, [Aku tidak menyangka dalam sehari aku bisa meningkatkan aura kepemimpinan ku begitu pesat, kekuatan media memang menakutkan! apa warga Australia mulai mengakui ku?]
Berita yang beredar di media sosial menyebar luas dengan sangat cepat dan menumbuhkan pengikutnya dari penjuru dunia, Mereka terkesan akan kekuatan Rado ditambah mereka sangat penasaran bagaimana cara Rado bertarung, Para warga ataupun pemburu mulai berspekulasi mengenai kekuatannya dan mulai mengusik tatanan posisi pemburu dunia atas hadirnya Rado yang baru saja memulai debutnya itu.
Tentu hati manusia tidak selalu sama. Disamping penggemar Rado, terdapat juga orang yang membenci Rado dengan menyebarkan isu yang menjatuhkan dirinya.
"Sepertinya kapten kita ini sungguh terkenal" Kata Bobby dibelakang Rado sambil menonton siaran di Smartphonenya.
Rado menanggapi itu hanya dengan senyuman karena tidak ingin membahas hal yang merepotkan itu.
"Kapten boleh kah kita panjat sosial melalui mu?" Kata pria ramping dibelakangnya juga.
"Peter... Apa kau tidak kapok menggodai perempuan dengan status pemburu mu?" Rado melirik kebelakang.
"Yah.... koleksi perempuan ku belum cukup kapten" Dengan senyuman nakalnya Peter berkata demikian.
"Yah.. suatu saat kau akan terbunuh atas ulah mu"
"Kapten kau jahat!!
Perbincangan itu telah membawa mereka kedepan Red Dungeon yang dikatakan berkonsentrasi tinggi itu, Juru bicara yang menemani mereka berkata kalau pemburu Australia mulai berdatangan sejak pagi hanya untuk melihat dan membantu Rado untuk menyelesaikan dungeon ini.
"Baiklah, kali ini ayo kita bersama menyelesaikan dungeon ini"
Rado berkata demikian karena merasakan kalau dungeon ini ada yang tidak beres, Auranya berbeda seperti dungeon yang biasa ia masuki.
[Sepertinya didalam dungeon ini akan ada yang membuat ku bergairah]
Tiba-tiba Jantung Rado berdegup dengan cepat seperti merasakan suatu hal dari dalam dungeon itu.