The Archon

The Archon
Rado Vs Achilles



Saat ini di Olympus dimana Rado yang dihadapkan oleh Achilles yang menunjukan dirinya ditengah keributan yang dibuat oleh Rado. Kekuatan demicles yang dimiliki oleh Achilles satu tingkat diatas Rado yang hanya memiliki 3 sayap sejati. Achilles mampu membuat Rado terluka tanpa menggunakan tombaknya.


"Kau masih bisa berdiri?" Tanya Achilles tersenyum lalu mengudarakan demilcesnya.


Untuk pertama kalinya, cahaya yang dipancarkan oleh demicles Rado berhasil dikalahkan oleh cahaya dari demicles milik Achilles. Cahaya yang dipancarkan oleh demicles miliknya sangat terang hampir mengimbangi cahaya dari matahari. Rado dengan wajah yang tertutup darah hanya bisa tersenyum menatap Achilles yang sedang melangkahkan kaki kearahnya.


"Aku tidak akan kalah begitu saja dari dewa gadungan seperti mu..." Katanya masih dapat melontarkan kata - kata mengejek.


"Hahahahaha aku salut pada mu karena kau orang yang tidak mengetahui posisi apa yang sedang kau hadapi sekarang... Aku bisa membunuh mu kapan saja dengan tangan ku ini, tetapi aku ingin dihibur terlebih dahulu oleh mu sebelum kau benar - benar kedunia selanjutnya.." Kata Achilles.


"Datang lah.." Kata Rado sambil memasang pose seperti seorang petinju.


Disamping Rado memperhatikan Achilles yang mendekat, ia juga mencari satu pedangnya yang ia lemparkan pada saat itu. Namun baru saja matanya melirik kearah yang lain, tiba - tiba Achilles sudah berada didepannya dan itu mengejutkan Rado.


"Kau melihat kemana?" Tanya Achilles tersenyum


Achilles segera memukul perut Rado hingga membuatnya seperti tersedak dan membungkuk, tidak sampai situ Achilles segera menarik rambut Rado yang sudah sedikit panjang kebelakang lalu menyikut wajahnya dengan pelindung jirah yang terdapat pada sikunya. Rado mengeluarkan darah dari hidung, penglihatanya sedikit kabur setelah terkena sikutan tersebut, rasa nyeri yang diterimanya benar - benar berbeda dari serangan lawan yang selama ini ia hadapi.


Baru saja pandangannya kembali jernih, Rado yang masih sempoyongan ditendang pada bagian rusuk kirinya hinggal terpental kesamping.


"Tuan Rado!" Khawatir Devian beserta timnya saat melihat Rado yang kewalahan.


Rhea yang saat itu terbaring ditanah terbangun dengan tumpuan sikutnya ditanah dan melihat Rado dengan tatapan ngeri.


"Kenapa sampai segitunya ia membela ku?" Kata Rhea dalam hati.


Rado pun kembali mencoba untuk bangun, dengan perlahan dan beberapa darah yang menetes ia pun berdiri kembali dengan senyuman. Achilles pun segera menyerang kearahnya, namun kali ini Rado berhasil menghindari beberapa pukulan darinya sebelum ia kembali di terbangkan kembali kearah yang lain.


"Tuan Achilles! Balaskan dendam Aslav!" Teriak Juliver yang tidak tersampaikan kepadanya.


Saat ini seluruh pasukan demigod yang tersisa tidak ada yang berani untuk mengganggu pertempuran diantara kedua archon tersebut. Aura dari keduanya pun sudah membuat bulu kuduk bergidik, terlebih dengan level yang dipancarkan oleh mereka berdua sudah berbeda dibandingkan archon yang lain. Saat ini aura dari Rado mulai menipis karena ketahanan tubuhnya yang seiring waktu semakin melemah akibat terkena serangan telak terus menerus.


Dengan tubuh yang bergetar Rado mencoba untuk bangkit kembali.


"Hoi... Ini baru saja permulaan, aku belum sama sekali menggunakan tombak yang ku miliki untuk melawan mu... Apa hanya segini saja omong kosong mu tadi?" Tanya Achilles.


Melihat Rado yang mulai sulit berdiri membuat Devian mencoba untuk menghampirinya. Rado yang saat itu merasakan ada beberapa tulang yang patah segera menoleh kearahnya dengan tatapan tajam.


"Jangan kesini!" Teriaknya kepada Devian.


Devian yang mendengar itu terdiam dengan wajah penuh kekhawatiran.


"Hahahaha.... Disaat seperti ini kau masih saja, memikirkan orang lain... Hilangkan rasa itu dan jadilah lebih kuat..." Kata Achilles memberi saran.


"Hmph... Aku tidak akan kehilangan rasa simpati ku kepada orang lain... Meskipun sampai mati sekalipun" katanya sambil mencoba untuk bangkit.


"Kau tau... Cinta dan rasa belas kasih kepada seseorang itu adalah dasar dimana kelemahan itu berada... Bila kau membuang semua itu, kau bisa menyelamatkan diri mu dari sini..." Kata Achilles yang mengetahui suatu hal.


"Jangan menceramahi ku.. Kau tidak tau kami para manusia.." Kata Rado memasang wajah geram kepada Achilles.


"Manusia memiliki belenggu yang berkaitan dengan ikatan hati, para orc berkaitan dengan haus akan ketamakan dan kekuatan, para elf memiliki keterkaitan dengan kedamaian dan para dwarf itu berkaitan dengan rasa ingin tahu... Bila kau melepas belenggu yang menjadi penghambat mu untuk berkembang, ku pastikan kau akan menjadi kuat..." Kata Achilles memberi saran.


"Diam! Tutup mulut omong kosong mu itu!" Rado geram sambil menunduk.


"Aku bisa mengalahkan mu tanpa harus menuruti kata - kata sampah mu itu.." Kata Rado menatap tajam kearah Achilles.


Achilles yang mendengar perkataan dari Rado membuat darahnya berdesir deras hingga ke kepalanya. dengan wajah seorag maniak, ia pun merentangkan kedua tangannya.


"Kalau begitu, coba saja..." katanya menantang Rado.


Rado pun melesat dengan cepat kearah Achilles, ia menarik tinju kanannya dan mengarahkannya tepat kepada wajah Achilles. Saat tinju Rado ingin mengenai wajahnya, Achilles hanya menarik kesamping kepalanya untuk menghindari tinjuan Rado. Tidak sampai situ, karena tinjunya tidak memiliki tumpuan untuk berhenti diudara, membuat Rado seperti akan melewati Achilles, dengan pola pikir yang cepat membuat Rado menciptakan sebuah teknik gulat dan segera mengapit kepala Achilles dengan kedua kakinya lalu mencoba untuk menjatuhkannya.


Saat Rado ingin memelintir kepalanya kebawah, badan Rado pun ditangkap oleh Achilles dalam keadaan kaki yang masih mengapit pada lehernya. Achilles membakar tubuhnya dengan force yang ia miliki dan tersenyum kepada Rado. Rado yang saat ini sedang terkunci oleh tangan Achilles yang menangkap tepat pada kedua bahunya terlihat khawatir dengan apa yang akan di lakukan oleh Achilles.


Ia seperti melihat Achilles yang sedang tersenyum seperti makhluk yang besar dibandingkan dirinya. Achilles pun mengankat tubuh Rado yang sudah terkunci oleh tangannya keatas lalu menerjunkannya kearah tanah dengan bagian punggung Rado yang menghadap ketanah. Dengan bantuan dorongan dari force yang ia miliki Achilles pun membanting Rado ketanah.


Sebuah ledakan pun terjadi ditempat mereka melakukan perkelahian, tanah yang menjadi titik dimana tubuh Rado dijatuhkanpun menjadi sebuah lubang yang besar. Rado memuntahkan darah hingga kewajah Achilles dan membuatnya sangat senang. Setelah kaki Rado terlepas dari lehernya, Achilles pun menendang keluar Rado dari lubang tersebut kearah samping.


Devian beserta tim dan juga Rhea mulai khawatir saat melihat tubuh Rado dihempaskan keluar lubang tersebut seperti orang yang tidak sadarkan diri. Tidak lama kemudian Achilles pun beranjak keluar dari lubang tersebut dan merentangkan tangan kanannya kearah tombak yang berada didekat Rhea. Tombak itu seketika melayang menghampiri tangan tersebut.


"Sampai sini saja main - mainya... Ku harap kau betah di dunia selanjutnya.." Kata Achilles sambil memegang tombak miliknya.


Saat ini Rado seperti tidak berdaya, ia masih terbaring dan mulai bangun lalu merangkak layaknya bayi. Wajah yang penuh darah serta tubuh yang terasa remuk layaknya hewan yang sekarat membuat Achilles mudah untuk menggapainya. Namun, saat Achilles ingin menusuk punggung Rado yang sedang merangkak, tiba - tiba dengan cepat tanpa sepengetahuan Achilles Rado memutar tubuhnya dan melesat untuk menusukan pedang yang berhasil ia gapai setelah diterbangkan oleh Achilles terkahir kalinya kearah perut Achilles.


"K - Kau!" Achilles geram melirik kearah Rado yang sedang berada disampingnya dengan wajah tanpa senyuman dan mata yang menghitam serta pupil berwarna ungu.


Karena dalam keadaan terdesak, tanpa sepengetahu Rado. Kemampuan Survival Instinctnya pun aktif yang mana mendoktrik alam bawah sadarnya untuk tetap bertahan hidup, kemampuan awakening serta deciding fight pun turut andil dalam pergerakan tersebut yang mana memaksa Rado untuk mengeluarkan kekuatannya lebih dari 100% dalam waktu singkat.


"Devian! Siapkan portal darurat!" Teriak Rado dalam kondisi yang masih sadar.


Devian yang terlihat gugup segera mengambil portal yang berukuran kecil dan melemparkannya ke sembarangan tempat, beberapa saat kemudian alat itu mulai mengeluarkan sebuah cahaya dan membuka sebuah portal dimana koordinat pemindahan sudah disetel sebelumnya.


Rado yang sudah melihat portal itu terbuka, segera melancarkan serangan sayatan lanjutan pada kedua kaki Achilles dan beberapa bagian tubuhnya yang mana membuat Achilles bertekuk lutut. Setelah itu, Rado memilih untuk melarikan diri sebelum efek kemampuannya menghilang, Rado melesat cepat kearah Rhea yang dalam kondisi terbaring sekaligus terkejut melihat pertarungan mereka.


"K - kau mau apa?" Tanya Rhea kepada Rado yang mengangkat tubuhnya layaknya tuan putri.


"Diam dan ikut aku!" katanya sambil membawa Rhea cepat memasuki portal tersebut.


Setelah mereka melewati portal dan portal itu tertutup, Achilles dengan geram menatap dimana portal itu menutup.


"Dasar kepar*t! Kau melarikan diri?!" Teriaknya dengan kesal kepada Rado.


Ia pun berdiri kembali dengan ledakan force yang menghemparkan seluruh daratan disana, dengan wajah geram dan emosi yang memuncak, Achilles berkata...


"Cari manusia itu dan musnahkan seluruh rasnya!" Perintah Achilles memulai peperangan 4 ras yang tersisa.