
*Syutt....
Mereka telah memasuki green dungeon pada lantai 2 medan salju, Sejauh mata memandang hanya lahan kosong tertutup salju yang mareka lihat dalam dungeon tersebut.
Geraldo yang memimpin tim, saat ini berada didepan untuk mencari para monster yang berada pada dungeon tersebut. Tim Raid kali ini berisi 9 orang termasuk Rado didalamnya, matahari yang berada diatas tidak mempengaruhi suhu dalam dungeon dan tetap memiliki suhu dibawah 0 derajat.
"Lihat disana!" Geraldo menunjuk kesuatu kearah.
Mereka semua menoleh kearah tangan Geraldo menunjuk dan melihat sebuah goa yang berada ditengah-tengah lahan kosong.
"Apa itu tempat mereka?" Tanya Gai kepada Geraldo.
"Aku tidakh tahu, sebaiknya kita masuk untuk mencari tau" Dengan wajah serius Geraldo mengusulkan untuk masuk.
Saat tim mendekat pada bibir goa tersebut, mereka berhenti sejenak menatap kedalam goa yang memiliki jalan mengarah kebawah itu.
"Ayo kita masuk!"
Akhirnya mereka mulai memasuki goa dan dari sini posisi iringan tim berubah dengan posisi Gai dan Close Range sub kelas Tank berada didepan untuk bersiap-siap bila ada serangan mendadak.
Beberapa saat mereka memasuki goa, mereka mendengar suara langkah kaki yang berasal dari dalam goa tersebut.
*Jrak..jrakk.. ngik.. jrak..
Suara langkah robot mendekat dari dalam goa tersebut.
"Bersiaplah, ini mungkin langkah kaki dari**Daralo Robo**"
Geraldo memberikan aba-aba kepada tim agar siap memulai pertempuran, para tank mulai memasang kuda-kuda mereka dan para kelas yang mempunyai serangan jarak jauh mulai menjaga jarak, Rado yang saat itu berada dibarisan depan mengeluarkan Katana dari sarungnya.
Dari kegelapan mulai muncul wujud sebuah robot dengan tinggi 2 meter dengan sebuah 1 mata digital, kaki dan tangan robot itu hanya kerangka dengan kabel-kabel yang menjadi energi penggerak, tubuh mereka berbentuk persegi dengan energi force didada mereka.
Para robot itu membawa sebuah pedang dan terlihat salah satu dari mereka ada yang membawa sebuah gatling gun.
Mata robot itu berubah menyala merah setelah mengetahui keberadaan manusia dan memasuki mode tempur, mereka segera berlari menghampiri tim dan melancarkan serangan.
"Gai..!!!!!" Teriak Geraldo, menanggapi pergerakan mereka.
"Siap boss!" Geraldi memasang posisi bertahan.
*Duanggg!!!!!!!
Pedang robot itu menghantam perisai milik Gai. Perisai Gai sedikit bergetar saat menahan serangan dari Daralo Robo dan terlihat percikan api yang terbuat dari gesekan pedang itu.
Wajah Gai tersenyum karena menurutnya serangan itu lumayan mudah untuk ia tahan.
*Darr~~~ sebuah laser mengenai Daralo Robo yang sedang mengadu kekuatan dengan Gai dan membuatnya terpental serta mengeluarkan listrik pada lubang kerusakan yang robot itu terima dari serangan Rovi yang memakai senjata api tipe rifle.
"Hohoho monster itu sangat lemah" Kata Rovi sambil melepaskan matanya dari scope pada riflenya.
*Drrtttttt..drrtt..drrtt.. Sebuah tembakan Gatling Gun dari Daralo Robo yang lain kearah tim raid.
Para tanker berkumpul dan meletakan perisai mereka sejajar didepan rapat-rapat untuk melindungi anggota yang lain dari serangan gatling tersebut.
*tuang! tuang! tuang...! suara peluru dari gatling itu terpental-pental setelah menghantam perisai.
"Terus pertahankan seperti itu, kami akan menyerang dari kejauhan juga" Kata Geraldo sambil mengeluarkan pemantik api dari sakunya.
Ia menyalakan api dari pemantik itu dan memanipulasinya dengan force agar menjadi sebuah serangan. Setelah api itu semakin besar, Geraldo menghempaskan tangannya dan api itu terdorong membakar Daralo Robo yang menggunakan gatling itu.
Setelah Robo gatling gun itu tumbang, jajaran tank segera membuka pertahananya dan para Close range bisa bertarung melawan Daralo Robo yang menggunakan pedang.
Rado segera berlari membawa katananya menuju kesalah satu robo. Saat jarak mereka sudah menyempit, robo itu memberikan ayunan pedang kearah Rado.
Rado secara reflek dengan cepat menundukan tubuhnya lebih rendah dan membalikan telapak tangannya kearah luar untuk memindahkan bilah tajam katananya untuk melakukan serangan.
*Slashh......
Tubuh robo itu terbelah dengan sangat mudah oleh tebasan yang diberikan oleh Rado.
[Pedang ini sangat tajam, aku hanya mengalirkan force ku sedikit tetapi sudah bisa memotong mesin itu seperti sebuah kertas] Rado yang sedang terkesima melihat pedang miliknya didepan robo yang telah ia bunuh.
*Dak dak dak Daralo Robo yang berada dibelakang Rado tertancap oleh Es tajam.
"Gavriel.... berhati-hatilah kita masih dalam pertempuran!" Kata Selica yang menyelematkan Rado.
"Ah.. maaf aku sedikit lalai" Ia hanya menoleh dengan tenang kearah Selica
[Awwwww dia berterimaksih pada ku] Selica memangku pipinya dengan malu setelah menerima rasa terimakasih dari Rado.
Rado segera menoleh dengan sorot matanya yang tajam kearah Daralo Robo yang berada didekat Selica dan melesat serta melompat dan menebas kepala robot itu.
Slashh Brukk... Kepala robot itu terpental dan tubuhnya jatuh ke tanah.
[Eh?] Selica terkejut menoleh kearah Daralo Robo yang dibunuh oleh Rado, ia tidak menyadari kalau ada Daralo Robo yang mendekatinya tadi.
"Hati-hatilah kita masih dalam pertempuran" Setelah mengatakan itu Rado kembali berlari mencari Daralo Robo yang lain.
[Aku sedikit kesal karena rencana ku untuk membuatnya mempunyai hutang budi pada ku sudah hilang,, aaahhhh rencana ku gagal... selamat tinggal makan malam...] Selica murung setelah diselamatkan Rado.
*Duar Duar Duar... Daralo Robo itu tertembak oleh rentetan peluru dari Cloe yang menggunakan dual pistol.
"Joraaaaaaaaaaa!!!!!" *Brakkkk.. Sebuah serangan gada dari Gai menghancurkan kepala Daralo Robo.
*Tiinngggg.... Sebuah notif sistem terdengar, Rado segera memeriksanya.
Point Skill Close Range Meningkat 4
Ketahanan Elemen Air meningkat 8%
Ketahanan Elemen Tanah Meningkat 13%
Rado Gavriel [The Archon]
Status Transfer 9,7%
-Point Skill-
Point Skill Ranger 2/100 point
Point Skill Close Range 8/100 point
Point Skill Mage 0/100 point
Aura kepemimpinan 0,25%
Ketahanan Fisik 61%
-Ketahanan Elemen-
Air 8%
Api 7%
Tanah 13%
Angin 0%
[Yosh! Status ku meningkat, elemen air ku meningkat pasti karena iklim pada medan lantai ini.. tetapi aku cukup heran.. ternyata monster itu berelemen tanah ya?] Dalam benak Rado yang sedang melihat ke sistem itu.
Mereka mulai mengambil roh dan beberapa item penting dari Daralo Robo yang berhasil mereka bunuh.
Rado juga ikut mengambil roh pertamanya dan memasukan kedalam Card Point miliknya, Card Point itu memunculkan nominal sebanyak 378 roh dari 4 Daralo Robo yang berhasil dibunuh oleh Rado. Setelah itu ia melihat sebuah Chip pada tempat force milik Daralo Robo tersebut dan memandanginya.
"Ambilah Chip itu kawan, Chip itu bisa kau jual nantinya hehehe" Kata Geraldo yang saat itu berada dibelakang Rado.
Rado yang menoleh kearah Geraldo segera beralih ke chip itu dan mengambilnya.
*******
Mereka melanjutkan perjalanan kedalam goa itu lebih dalam. Saat perjalanan kedalam goa tersebut, ada sesuatu yang membuat Rado terheran dengan Geraldo dan segera menanyakan hal itu kepadanya.
"Geraldo?" Rado menoleh kebelakang karena Geraldo berada dibarisan belakang
"Hmm?" Dia menanggapi panggilan itu dengan senyum.
"Bagaimana kau bisa mengeluarkan kemampuan mu tanpa tongkat?"
"Ahh... hahaha itu karena aku memakai cincin ini, kenapa? kau penasaran ya?" Geraldo sambil menunjukan sebuah cincin yang berada di jari tengahnya.
"Tidak juga" Rado segera mengacuhkannya dan kembali fokus kedepan.
"Hahaha aku tidak suka menggunakan tongkat karena itu akan mengurangi penampilan ku, jadi aku meletakkan inti sihir pada cincin ini"
"Aku tidak tanya" Rado membalas penjelasan itu dengan acuh
Saat itu juga Selica berlari kedepan menghampiri Rado dan menoleh keatas karena posisinya saat itu sedang agak membungkuk serta tubuh Rado memang lebih tinggi dari dirinya.
"Gavriel? apa kau berfikir kalau orang yang membawa tongkat itu kurang menarik?"
Rado yang secara reflek menoleh saat ada orang yang mendekatinya.
[ekkhh!] Ia agak sedikit terkejut karena salah fokus, Dia mencoba untuk tetap tenang dengan dosa yang sedang ia hadapi. "Tidak, menurut ku itu hal yang biasa"
Selica yang mendengar itu segera tersenyum dan mengalihkan pandangannya kebawah dengan wajah malunya.
"Ehhhh..... lebih keren kalau pakai cincin seperti ku" Geraldo yang mulai bertingkah kekanak - kanakan.
Ya..yaa... seterah kau" Rado menanggapinya dengan acuh sekali lagi.
"Yuhuuuuu..." Geraldo begitu senang dengan tanggapan yang diberikan Rado.
[Huhhhh... Sebenarnya siapa sih kapten disini?] Serentak dalam benak semua anggota yang lain sambil menghela nafasnya mendengar percakapan itu.
Sudah cukup lama mereka menelusuri goa itu dan pada akhirnya mereka menemukan ruangan yang diduga sebagai ruangan bos. Geraldo memilih menghentikan iringan sesaat untuk memeriksa barang bawaan untuk menghadapi bos.
"Apa kalian membawa cukup potion merah dan biru?" Geraldo memastikan hal itu pada anggota tim yang lain.
Mereka segera memeriksa potion yang mereka bawa.
"Untuk para Ranger periksa juga amunisi kalian"
Setelah semua merasa persedian mereka sudah cukup. Mereka serentak mengangguk kearah Geraldo dan mengisyaratkan kalau mereka sudah siap.
"Baiklah, ayo kita mulai melawan Bos!"