The Archon

The Archon
Rapat Pertama



Pertemuan saat itu membuat mereka saling menatap satu sama lain, Rado tidak menyangka ia akan bertemu dengan gadis yang baru saja terlintas dikepalanya.


"Kamu kan..." Julie memulai pembicaraan sambil memiringkan kepalanya.


Rado sedikit terpesona karena kecantikan Julie yang saat itu sedang memakai pakaian casual dengan topi baseball cup yang membuat kesan manis pada dirinya.


"Ahh... aku melihat mu di poster besar sepanjang jalan" Rado dengan wajah santainya mencoba untuk jalan mendekat kearahnya.


"Yah.. semenjak kami mendapat lisensi itu, wajah kami terpampang dimana-mana" Julie menjawabnya dengan lembut. [Pria ini aneh, aku merasakan hawa yang berbeda.. siapa sebenarnya dia?] Perasaan itu pertama kali ia rasakan saat bertabrakan saat pagi hari waktu itu.


Rado mencoba untuk mengacuhkannya sebentar dan bertanya kepada kasir yang saat itu terdiam karena perbincangan mereka.


"Apa Zowie ada didalam?" tanya Rado.


"Ahh... tuan Zowie ada didalam, anda pasti Rado.. anda sudah ditunggu olehnya didalam" Dengan sopan kasir itu berbicara dengannya.


Rado segera mengarah kepintu belakang yang berada disamping kasir, namun ia berhenti karena menurutnya tidak sopan meninggalkan orang begitu saja.


"Apa kau ingin ikut?" Ia menoleh ke Julie.


Pada akhirnya mereka berdua masuk dan bertemu Zowie yang saat itu sedang meracik potion di labnya. Ruangan itu penuh dengan gelas kaca lab yang rumit dengan ramuan berbagai warna. Namun ruangan memiliki bau yang membuat orang betah berada didalamnya, bau itu tercipta karena ramuan-ramuan yang ia ciptakan berasal dari tumbuhan herbal dan beberapa monster berjenis tumbuhan.


"Ah Rado.. kau datang, bagaimana? apa kau sudah mengumpulkannya?" Kata pemuda yang berambut putih menggunakan kacamata bulat, ia menggunakan sebuah celemek panjang untuk menghindari kotoran yang mungkin saja terjadi saat ia meracik.


"Aku membawanya" Rado melepaskan ranselnya dan mengeluarkan bahan yang ia dapat kemarin.


Zowie menatap kearah Julie yang saat ini dibawa masuk oleh Rado.


"Apa itu kekasih mu?" Dengan spontan dia menanyakan itu kepada Rado.


Rado yang sedang mengeluarkan bahan dari ranselnya segera terhenti dan menatap kearah Julie yang sedikit terkejut dengan pertanyaan Zowie.


"Bukan.. kami baru saja bertemu" Katanya sambil beralih kembali mengeluarkan barangnya.


"Perkenalkan, aku Julie Violet.. maaf sudah mengganggu kalian saat ini" Julie sedikit membungkuk untuk memperkenalkan diri.


Zowie yang saat itu sedang berada dibalik mejanya segera menghampiri Julie dan memegang tangannya.


"Aku Zowie.. Zowie saja tidak ada kepanjangannya" Dengan wajah sok coolnya.


Julie yang merasa tidak nyaman dengan orang aneh didekatnya segera menatap kearah Rado dengan wajah ilfeelnya. Rado yang melihat itu hanya tersenyum sambil meletakan bawaanya di meja Zowie.


"Zowie, cepatlah aku tidak punya banyak waktu" Rado yang mencoba untuk menyelamatkan Julie dari Zowie.


Zowie yang mendengar itu mendadak serius, baginya dalam racik meracik adalah suatu yang harus dikerjakan dengan sungguh-sungguh. Ia segera berjalan kearah mejanya dan melihat bahan yang dibawa oleh Rado.


"Eh?! Ini bukankah dari Gamura?" Zowie terkejut melihat bahan yang berada didepannya.


Rado tersenyum santai melihat ekspresi terkejut Zowie, "Bos gamura lebih tepatnya"


"Bos Gamura?!" masih dengan wajah terkejut, Zowie menoleh kearah Rado.


"Bisakah kau membuat sesuatu yang bagus dari itu?" Rado tersenyum.


"Serahkan pada ku!" Dengan wajah percaya dirinya Zowie segera memulai meracik bahan.


Rado membiarkan Zowie bekerja dan beralih kepada Julie yang saat itu sedang melihat-lihat rak buku dalam ruangan itu.


"Kita belum berkenalan, Aku Rado Gavriel" Rado mendekat kebelakang Julie yang sedang melihat-lihat.


Julie menoleh kebelakang dan memperkenalkan dirinya kepada Rado, "Aku Julie... Jul.." Ia baru teringat dengan Rado setelah ia memperkenalkan dirinya, "Ah... aku baru ingat sekarang, kau orang yang kami selamtkan dari red ungeon itu bukan?" Dengan antusiasnya Julie menyatakan itu.


[Ha... menyelamatkan ku?! Kalian hanya membawa ku ke rumah sakit... bukan menolong mengalahkan para monster itu] dalam benak Rado sedikit jengkel dengan pernyataannya itu, "Ah.. terimakasih pada saat itu" Rado mencoba untuk tidak memperpanjang urusan yang tidak perlu.


"Ini berkat program gym ku yang baru-baru ini"


Mereka berbincang-bincang hal yang tidak penting, layaknya basa-basi seseorang yang baru saja berkenalan. Sementara itu Zowie yang masih sibuk dengan pekerjaan meraciknya tidak peduli dengan apa yang mereka bicarakan.


"Lalu,,, sekarang ini apa yang sedang kau kerjakan? Apa masih melakukan perburuan?" Julie bertanya kepada Rado.


"Yah.. masih berkaitan dengan dungeon, aku hanya seorang porter sekarang, mengumpulkan item yang dijatuhkan dan diupah oleh mereka, juga mungkin bisa merangkap jadi seorang umpan" Dengan santai Rado menjawab dengan kebohongan itu, ia tidak bisa memberitahunya kalau dia sekarang adalah seorang kapten dari 50 orang pemburu aktif. Itu ia lakukan untuk menghindari perhatian khusus mengenai anugerah yang telah ia dapat secara instan.


"Ahh.. aku mengerti, pasti sulit ya menjadi seorang dengan rank Eranel.. seandainya aku bisa membantu" Julie yang memberikan empati kepada Rado sambil memikirkan sesuatu.


[Uhh... Gadis ini..!!! Meskipun memiliki wajah yang cantik dan suara yang lembut, tapi entah mengapa perkataannya tadi membuat ku sedikit kesal] Urat emosi pada dahi Rado keluar seketika, ia mencoba untuk menahan emosi dan memaklumi itu karena ketidaktahuan Julie mengenai dirinya. "Yahh kurang lebih seperti itu" Rado menerima perkataan Julie sekali lagi untuk menghindari hal yang tidak diinginkan.


"Ahh...!!!" Julie seperti menemukan solusi untuk Rado, "Bagaimana kalau kau ikut dengan tim D kami? Mereka semua adalah Rank Begio dan baru saja masuk pada Guild kami, kebetulan besok mereka akan melakukan raid di White Dungeon. Apakah kau mau ikut bersama mereka untuk menjadi porter? Kami akan memberi mu upah yang layak dan beberapa item?"


Saat itu Rado sedikit terkejut dengan tawaran yang tiba-tiba itu. Namun jika ia pikir-pikir kembali, tawaran tersebut bisa menjadi suatu keuntungan untuk melihat bagaimana formasi dan sistem dari guild ternama.


"Apa tidak apa-apa seorang Erane ikut masuk kedalam White Dungeon?" Rado tersenyum merendah.


"Tidak apa.. kau akan aman, mereka adalah rank Begio yang hebat" Julie tersenyum manis kepada Rado.


"Baiklah aku akan terima itu" Rado juga berfikir untuk mencoba kekuatannya di rank dungeon yang lebih sulit. Sebenarnya White Dungeon berada diatas Blue.. tapi karena ketidaksabaran Rado mengenai kekuatannya, ia hanya bermodalkan nekat untuk mencobanya.


Setelah perbincangan itu mereka saling bertukar nomor untuk memudahkan dalam menghubungi satu sama lain dan dilanjutkan oleh Julie yang izin untuk pergi terlebih dahulu karena ada suatu pertemuan yang harus ia hadiri. Tidak lama dari Julie pergi, Zowie berteriak karena telah menyelesaikan racikannya.


"Selesai!!!!!" Ia merentangkan tangannya dengan sebuah potion dengan warna merah keunguan.


"Selamat..." Rado menoleh dan mengucapkan itu dengan pelan.


"Ini..!!! aku berhasil membuat beberapa potion merah tingkat menengah dan beberapa potion adrenalin durasi 1 menit" Zowie yang memberikan potion itu kepada Rado.


Potion Adrenalin adalah potion yang memiliki efek untuk meningkatkan force dalam tubuh seorang pemburu, cara kerja potion ini adalah dengan memaksa jantung untuk bekerja secara maksimal agar memompa aliran darah lebih cepat. namun terdapat efek samping dalam penggunaan potion ini yaitu pemburu akan merasa kelelahan beberapa saat setelah efek potion ini hilang karena ketidakstabilan jantung yang telah dipaksa bekerja maksimal.


"Itu hebat...! Berapa aku harus membayar ini?" Kata Rado sambil mengeluarkan dompetnya.


"Ahh.. tidak usah.. ini semua adalah bahan milik mu, aku hanya membantu mu membuatnya karena ini adalah hobi ku hahaha" Zowie tertawa polos.


Saat itu Rado seperti menemukan orang baik yang lain berada disekitarnya.


"Baiklah terimakasih Zowie" Ia segera memasukan potion-potion itu kedalam tasnya.


"Ehh dimana Julie?" Zowie bertanya kepada Rado.


"Dia sudah pulang.."


"Tidakk!!!!!!"


-------


Didalam sebuah ruangan rapat, para pemburu berlisensi internasional berkumpul disana. Julie yang baru saja datang segera mengambil posisi duduk disebelah Watz, Beberapa saat kemudian seorang pria berkumis tipis masuk dan berdiri didepan layar proyektor besar yang terdapat diruangan tersebut.


"Kita baru saja mendapat sebuah permintaan untuk membersihkan sebuah Dungeon di negara lain" Kata pria berkumis tipis itu.


"Negara mana yang akan kami tuju?" Kata Kan


"Thailand.."


-------------


**NOTE :


Untuk beberapa hari kedepan mungkin saya libur dulu, karena penyakit darah rendah saya kambuh... kalau dah fit lagi nanti bakal secepatnya Update. Terimakasih** :)