
Saat ini ditengah perkotaan pada salah negara timur tengah tepatnya didepan black dungeon yang baru saja terselesaikan, Rado terpaku melihat pesan yang ia terima dari kedua anggota terkuatnya. Saat ini ia sedang dilanda oleh kebingungan yang sangat menyulitkan, kedua negara yang masih dalam satu benua itu mengalami dungeon breakdown secara bersamaan.
Keadaan saat ini sangat darurat, para warga dari kedua negara tersebut sedang dilanda kepanikan. Terlihat mereka mulai berlarian keluar rumah dan meminta kepada petugas untuk segera di ungsikan ketempat yang telah ditentukan. Sementara itu para pemburu yang sudah disiapkan oleh PPMD dan juga dari aliansi The Titans pun sudah berjaga didepan black dungeon.
-Brazil-
"Hoi Cepat! Buat barikade disini! Dungeon sudah mulai menunjukan tanda-tanda ingin breakdown!!!" Teriak Jaquile kepada para pemburu.
Para Tanker pun mulai berlarian kedepan black dungeon dan membuat garis pertahanan yang terlihat kokoh.
"Semoga kami baik-baik saja.. Rado cepatlah datang.." Dalam benak Jaquile berharap akan bantuan.
-Amerika Serikat-
"Semuanya bersiaplah! Kita harus menahan mereka agar tidak masuk kedalam perkotaan!" Teriak Yoga kepada para pemburu gabungan itu.
Wajahnya begitu cemas dengan tanda-tanda portal yang akan terjadinya breakdown, portal itu mulai mengeluarkan sebuah aura force yang tidak terkendali dari dalam dungeon dan membuat mereka yang sedang bersiaga sempat merinding akibat konsentrasi force yang mengintimidasi.
"Hoi-hoi sepertinya monster yang akan keluar akan menakutkan..!" Kata seorang pemburu yang mulai khawatir.
Akibat perkataan itu, pikiran para pemburu juga ikut terkontaminasi terhadap kecemasan dan ketakutan tersebut. Yoga yang memiliki peran penting disana mulai kebingungan dengan situasi para pemburu yang terkena mental down sebelum bertarung.
"Ini gawat! Kalau begini kita akan kalah sebelum bertempur" Dalam benak Yoga yang mulai kewalahan.
Menit-menit yang menegangkan mulai menghitungan mundur, tekanan force yang keluar tidak terkontrol seolah-olah menandakan adanya sebuah kerusakan pada penghalang yang membatasi antara dua dunia tersebut. Para pemburu di dua negara itu memiliki perasaan dan tekanan yang sama. Mereka yang bukan seharusnya menangani dungeon rank atas ini, juga terseret demi menyelamatkan dunia.
PPMD saat ini menghimbau kepada seluruh pemburu dari rank Eranel hingga Saxon harus segera bersiap untuk menghadapi musibah tersebut, demikian juga dengan aliansi yang baru saja terbentuk. Mereka mengerahkan semua kekuatan yang baru saja berdiri itu kepada dua negara tersebut. Penantian yang menegangkan itu menjadi beban tersendiri bagi mereka, kaki yang mulai bergetar harus mereka paksakan berdiri, pikiran yang ingin lari harus mereka tahan, tangan yang lemas harus mereka paksakan menggenggam erat senjata dan juga ketetapan hati yang harus meninggalkan orang terkasih dirumah demi menyelamatkan dunia.
"Ada yang keluar!!!!" Teriak salah satu pemburu dinegara Amerika yang sedang menunggu terjadinya breakdown.
Ada sebuah siluet seperti manusia yang perlahan keluar dari dungeon tersebut, Yoga yang semulanya sedang bersiaga menurunkan kesigapannya demi berfokus pada objek yang akan keluar. Siluet itu pun mulai menunjukan wujudnya dan ternyata siluet yang awalnya hanya menunjukan seorang manusia saja, perlahan menunjukan siluet yang lain. Siluet itu adalah siluet dari Tom, Toni dan beberapa pemburu yang masih bertahan hidup berlari tergesa-gesa dengan kondisi yang sudah acak-acakan.
"Tahan! Mereka manusia..!" Teriak Yoga.
Yoga pun maju berniat untuk menghampiri mereka, namun ia terkejut saat Tom berteriak kearahnya dengan wajah yang ketakutan.
"Jangan mendekat! lari lah!!!!!!!!!!" Teriak Tom kepada mereka semua.
Yoga yang masih tidak mengerti maksud dari perkataan Tom itu segera mengetahui maksudnya setelah gemuruh yang berada dibelakang para pemburu mulai ikut keluar dari dungeon tersebut. Mata nya terbuka lebar dan tertegun melihat monster Troll keluar bergerombol membawa pemukul yang terbuat dari kayu pohon. Para pemburu yang baru saja keluar dari dungeon tersebut segera berlari melewati pertahanan para pemburu yang berjaga didepan.
Imbas dari kelakuan Tom tersebut membuat mental para pemburu yang bertahan menjadi jatuh sejatuhnya. Mereka akhirnya menjatuhkan senjata dan memilih untuk ikut lari dari serangan monster tersebut.
"Tidak! Kembali lah... Tetapkan barisan!!!!"
Teriakan Yoga tidak didengar baik oleh mereka semua, mereka tetap saja meninggalkan barisan karena sudah ketakutan akan Troll yang bertubuh besar itu.
"Kumohon..." Teriak dari Yoga melemah saat melihat semua pemburu sudah meninggalkan barisannya dan hanya meninggalkan dia seorang disana.
Yoga pun tetap teguh akan pendiriannya, ia segera memasang kuda-kuda pertahanan yang kokoh dengan memposisikan perisainya kedepan. Gerombolan Troll mulai berlati kearahnya, semakin dekat dan semakin dekat. Setiap langkah dari para Troll itu membuat tanah bergetar dan juga membuat Yoga semakin bermandikan peluh akibat kecemasan yang semakin menjadi.
Ada sesuatu yang aneh pada dirinya. Meskipun ia dalam kecemasan yang melanda, tetapi dia ingin tertawa.
"Hahaha... ada apa ini? Hoi..hoi Yoga.. kau sedang menghadapi maut! Kenapa kau tertawa?" dalam benaknya ia bertanya kepada dirinya sendiri setelah melepas tawanya.
"Aku tidak tau apa yang terjadi..tetapi.. Majulah kalian!" Teriak dari Yoga menyambut kedatangan para Troll dan mengaktifkan lambang tempurnya.
Salah satu Troll yang sudah mencapai jarak serang, mulai mengayunkan pemukulnya kearah Yoga. Yoga pun segera menguatkan otot kakinya untuk menerima serangan tersebut. Sebuah ledakan force pun terjadi setelah pemukul yang sangat kuat itu menghantam perisai Yoga. Tetapi hebatnya, Yoga tidak bergerak sedikitpun dari tempat ia berdiri karena berkat anugerah yang Rado berikan kepada Yoga membuat kekuatannya jauh melebihi para pemburu yang lain.
Troll itu pun sedikit terkejut dengan manusia yang berhasil bertahan dari pukulan mematikanyna itu, Yoga tersenyum kembali saat melihat ekspresi Troll yang kebingungan.
"Hanya segini!?"
Saat baru saja ia menyombongkan diri, para Troll yang berada dibelakang tadi mulai menyusul dan segera menabrakan diri kearah perisai milik Yoga yang membuatnya terdorong kebelakang dalam posisi bertahan menahan tubrukan tersebut. Ia terseret sampai aspal yang menjadi pijakan kakinya hancur sepanjang ia terdorong.
"Ergghhhhhhhh" Wajahnya menunjukan kesulitan saat menahan tuburukan dari beberapa Troll.
Saat ia sudah terdorong beberapa meter dari tempat ia semula berdiri, salah satu Troll menyerang perisainya dari arah bawah keatas dan membuat Yoga terpental namun tidak mengakitbatkan kerusakan karena ia berhasil menahannya dengan baik.
"Gila..! Aku terseret sampai sejauh ini?!" Dalam benak Yoga sambil melihat kearah bawah.
Ia pun kembali melihat kearah para Troll tersebut.
"Aku tidak bisa mengalahkan mereka sendirian... tetapi... jika aku pergi, mungkin para Troll akan mulai menginvasi kota, Jadi.."
Yoga pun tetap mempertahankan area tersebut seorang diri, ia terus mendapat serangan dari para Troll secara bertubi-tubi. Keahliannya dalam bertempur semakin terasah dengan baik dengan hasil pukulan yang Troll berikan kearahnya hampir sepenuhnya berhasil ia tahan dengan perisai miliknya dan kekuatan yang Rado berikan kepadanya sangat berperan penting saat ini.
Dilain sisi, didalam sebuah gedung lantai atas. Seorang reporter dan kameramen diam-diam meliput keadaan Yoga yang sedang melawan para Troll sendirian.
"Cepat kita harus liput pertarungan itu, disini tempat yang pas untuk mengambil videonya" Kata seorag reporter wanita yang sedang mempersiapkan diri untuk melakukan siaran.
"Apakah orang itu bisa bertahan melawan sekumpulan monster itu?" tanya Reporter kepada kameramen.
"Aku tidak tahu,, tetapi semoga ia berhasil.."
"Dia pria yang tangguh" Kata Reporter itu melihat Yoga sedang bertahan mati-matian.
Setelah ia siap dan kameramen pun mulai menempatkan diri ditempat yang baik untuk bisa mengambil video dari pertarungan, mereka pun mulai melakukan siaran dengan sebuah aba-aba dari kameramen.
"Hallo pemirsa, saya Angela yang saat ini sedang berada dilokasi terjadinya breakdown" Siaran itu mulai ditampilkan disemua saluran tv dunia.
"Bisa anda lihat sendiri bagaimana kondisi yang sudah terjadi tersebut, tetapi... dimana para pemburu yang bertugas untuk menahan mereka agar tidak menyebar keseluruh kota? Tidak ada! Mereka pergi begitu saja dan meninggalkan kita untuk dibunuh oleh para monster"
Perkataan dari Angela membuat mereka yang menonton begitu gelisah dan putus asa.
"Tetapi ada seorang yang sedang berjuang sendirian menahan para monster tersebut" Kameraen segera menyorot pertarungan Yoga.
"Ia bertarung sendirian dengan gagah berani menahan para monster tersebut"
Kameramen terus menyorot Yoga dari kejauhan, ia terlihat mulai kesulitan dan kelelahan akibat Troll yang terus-terusan menyerang. Dunia yang saat ini menyaksikan siaran tersebut bertanya-tanya atas siapa orang yang memiliki jiwa heroik tersebut. Perlahan sebuah teriak dukungan mulai mereka lontarkan kearah TV saat menyaksikan Yoga bertarung.
"Semangat lah!!!!!!"
"Kau pasti bisa!!!" Sorakan itu mereka tuju kepada Yoga yang sedang berjuang.
Didalam siaran tersebut, Angela terlihat memegangi telinganya karena mendapat sebuah info dari stasiun tv tempat ia bekerja.
"Kami telah menemukan identitas dari pria tersebut, dia adalah pria yang juga menyarankan untuk mengevakuasi warga sebelumnya. Dia adalah Yoga Gavriel! Wakil kapten dari aliansi The Titans!"
Mendengar nama The Titans membuat mereka mengingat akan aksi Rado yang baru saja berhasil menyelesaikan black dungeon di timur tengah.
"Hei dia bilang The Titans?! Bukankah itu nama dari organisasi yang sama seperti orang itu?" Kata seseorang yang berada disebuah bar.
"Iya benar! Dia satu kelompok dengan orang yang berhasil di timur tengah itu... mungkin saja dia juga bisa.."
Harapan akan kemenang yang bisa dihasilkan oleh Yoga pun mulai hadir, tetapi itu tidak seperti yang mereka harapan. Yoga mulai kelelahan karena force yang ia gunakan sudah terlalu banyak, saat ini dia tidak membawa potion adrenalin sedikit pun. Ia hanya bisa mencuri jeda dari serangan tersebut hanya untuk meminum potion biru untuk memulihkan forcenya meskipun tidak signifikan.
"Gawat.. potion biru ku sudah hampir habis" Gumam Yoga dalam hati sambil menahan serangan Troll tersebut.
Sementara itu, para Troll pun mulai bosan dengannya dan memilih untuk mengacuhkannya. Sebagian dari mereka terlihat mulai mengambil jalan yang berbeda dan memulai invasi mereka.
"Woi-woi ini mulai gawat!... Taunt!!!!!!"
Yoga mencoba untuk mengeluarkan kemampuan para tanker, namun kemampuan itu hanya dilirik oleh para Troll.
"Eh???? Mereka tidak terpengaruh oleh kemampuan itu?!"
Yoga pun mulai mengejar para Troll dan mulai mengayunkan senjatanya kearah salah satu Troll yang tertinggal. Pedang satu tangan milik Yoga pun mampu menumbangkan salah satu Troll meskipun harus berkali-kali menebasnya.
"Hahhhh....Mau sampai kapan aku begini?! Troll itu terlalu banyak.. Rado cepatlah datang!"
Yoga mulai mengeluhkan kondisinya sekarang, ia terus berlari dan mencoba untuk menumbangkan satu persatu Troll yang bisa ia gapai. Yoga bermaksud untuk mencicil Troll tersebut untuk meminimalisirkan kerusakan, tetapi ia benar-benar mulai diambang batasnya. Nafasnya mulai tersenggal-senggal kelelahan.
"Hah.. Hah.... Aku baru kali ini kelelahan seperti ini... ini sangat memalukan... aku tumbang karena kelelahan bukan karena kalah dalam pertempuran"
Disamping ia beristirahat sejenak, teriakan dari warga sipil pun mulai terdengar tidak jauh dari tempat ia beristirahat.
"Sial!! Aku tidak bisa beristirahat.." Ia pun kembali berlari menghampiri asal teriakan tersebut.
Saat ia berbelok kearah teriakan itu berasal, Yoga terkejut melihat apa yang sedang terjadi didepan matanya. Dimana seorang wanita sedang dimakan oleh Troll dan terlihat sebuah darah yang mengalir dari tubuh wanita yang sedang disantap itu.
"Heyaaaaa!!!!!" Tanpa pikir panjang Yoga segera melesat dan menusukan pedangnya kearah Troll yang menoleh dengan noda darah dimulutnya.
Pedang itu diselimuti oleh force amarah miliknya dan berhasil menembus tengkorak Troll tersebut dengan sekali tusukan. Tubuh Troll itu pun roboh dan melepaskan tubuh wanita yang malah itu, Yoga yang menghampiri mayat wanita itu hanya terdiam memandangi kekejaman tersebut dengan wajah menghitam. Para Troll pun mulai mendatangi dirinya lagi akibat bau darah yang mereka cium.
"Kenapa?! Kenapa?! Kenapa?!.... Kenapa ini terjadi?! Kalian semua pengecut!" Yoga meluapkan kekesalannya kepada para pemburu yang lari dan meninggalkan tanggung jawab mereka.
Yoga yang marah menoleh kebelakang dimana para Troll menghampiri dirinya, tanpa berkata-kata lagi ia segera menyerang kumpulan Troll itu secara membabi buta.
"Hah.. Hahhh... Hah..!!!!!!" Amarah yang menyelimuti Yoga, ia tuangkan dalam pedang miliknya.
Karena serangan yang ia lancarkan tidak terarah dan tanpa adanya pertahanan, Yoga pun mulai terkena serangan dari para Troll. Ia pun terhempas hingga terguling-guling diaspal. Sebelum ia bangkit, para Troll dengan cepat menyerang dirinya bertubi-tubi. Yoga hanya bisa meringkuk dibawah perisainya sambil bertahan sekuat tenaga.
"Aku terdesak!" Dalam benaknya berpikir apa yang harus dia lakukan.
Troll itu terus-terusan memukulkan pemukulnya kearah Yoga, Yoga yang masih bertahan mulai mengalami luka dalam dan memuntahkan darah dari tubuhnya.
"Hanya segitu saja hah?!!!!" Yoga terus menantang para Troll tersebut yang membuat mereka malah meningkatkan pukulannya.
Tubuh Yoga mulai tidak tahan menahan serangan tersebut dan mulai melemah.
"Apa aku akan gugur?!" Ia melihat kearah bawah sambil menahan serangan tersebut, "Kalau aku gugur disini, setidaknya aku tidak mati dalam keadaan seperti pengecut"
Disaat ia ingin pasrah akan keadaan, ia mengingat Rado yang sudah mempercayakan Amerika kepada dirinya yang mana membuat api semangatnya kembali menyala.
"Aku tidak bisa gugur disini! Rado menunggu ku.. lihat lah kalian kepar*t"
Yoga mulai mencoba untuk melepaskan diri dari kerumunan Troll tersebut dengan mengangkat perisainya keatas.
"Heyaaaaa!!!!!!!!!" Sebuah usaha dari Yoga untuk lepas dari para Troll.
Tiba-tiba disaat Yoga sedang mencoba untuk melepaskan diri, sebuah tembakan dengan kekuatan force yang kuat meledakan kumpulan Troll yang sedang mengerubungi Yoga dan membuat dirinya berhasil keluar dari kerumunan tersebut.
"Eh?! Siapa itu?"
Yoga yang baru saja terbebas dari kematiannya mencoba untuk mencari siapa yang datang menyelamatkannya dan diujung pertigaan, Yoga melihat seorang pria dan wanita sedang berdiri disana. Yoga mencoba untuk menutupi pandangannya dari sinar matahari karena menghalangi penglihatannya untuk mengidentifikasi dua orang tersebut.
"Eh?! Kalian.." Yoga terkejut setelah mengetahui siapa mereka.