
"Gavriel!!!!" Anggota yang lain menoleh kearah Rado yang menyelamatkan mereka tiba-tiba.
Mereka semua merasa tenang setelah melihat Geraldo baik-baik saja, ia sedang terduduk lemah disamping Rado dengan senyumnya yang khas.
Pada saat itu Rado berhasil dengan cepat menyelamatkan Geraldo di detik-detik akhir serangan gatling gun bos mengenai dirinya. Ia menarik kerah baju Geraldo dan membuatnya berhasil menghindari hujan peluru itu.
Passer Hobo Alpha terlihat kesal karena diganggu oleh Rado. Tubuhnya seperti menunjukan gerakan menegang dan ia mengayun-ngayunkan pedangnya secara acak. Mata digitalnya lebih bersinar merah dan mengeluarkan suara yang aneh seperti gesekan mesin yang dipaksakan.
*Ngiiikkkkkkk...Ngeeekkkkkkkk...ccssssssssss..... uap panas keluar dari sekujur tubuhnya.
"Sial! karena terlalu lama.. bos itu masuk ke mode Fury!!! Hati-Hati lah Gavriel, ia akan mulai penyerangan secara brutal selama beberapa saat... menghindar lah!!" Kata Gai sambil berteriak kearah Rado.
Bos itu segera melesat dengan pola serangan yang brutal dan mengunci pandangannya pada Rado.
Rado yang merasa ditantang 1 lawan 1 oleh bos itu segera melesat dengan cepat sambil membawa kedua senjatanya yang berbeda kelas.
Bos dungeon mulai menembakan rentetan peluru kearah Rado, namun dengan cekatan Rado mampu menghindari kejaran peluru itu sambil tetap melesat maju.
Tubuh Rado agak sedikit condong kedepan saat berlari agar mendapat akselerasi yang besar tanpa kehilangan keseimbangan tubuh. Saat Passer itu mengisi ulang amunisi gatling miliknya, Rado dengan cepat mengambil kesempatan itu dengan menembakan pistolnya kearah gatling yang berada dipundaknya.
*Duar..Duar..Duar.. Tiga kali tembakan dengan slow motion peluru terakhir berhasil meledakan gatling miliknya.
Anggota yang masih sadar terkejut melihat serangan dari Rado.
"Dia berhasil menghancurkan gatling itu dengan 3x tembakan pistol?" Kata Rovi yang saat ini hanya bisa melihat pertarungan mereka.
"Eee... sekuat apa force yang ia miliki?" tanya Selica yang saat itu sedang membantu Geraldo memulihkan diri dengan potion.
"Aku tidak tau, kecepatannya juga tidak seperti rank Eranel..." Kata Geraldo yang hanya bisa melihat pertempuran itu.
Rado dengan kecepatan yang ia miliki membuat jarak mereka menyempit dengan segera. Mata bos itu menyala merah terang saat melihat Rado yang sudah berada dibawah dirinya, ia segera mengayunkan ketiga pedangnya dengan kecepatan yang tidak terduga untuk mencincang Rado.
"Gavriel!!!!!" Anggota yang lain berteriak karena serangan itu akan sulit untuk dihindari pada jarak Rado dan bos itu berada sekarang.
Rado dengan cepat menghentikan paksa akselerasi cepatnya dan melompat keatas bos itu. Manuver lompatannya sangat indah seperti seorang atlet renang lompat indah. Matanya menyorot tajam pada kepala robot itu dengan sinar ungu yang mengekor dimatanya.
Ia dengan cepat mengubah posisi katananya secara vertikal dan menusukannya pada kepala robot itu sampai menembus ke dagunya *Zrakkkkk
Dilanjutkan dengan serangan brutal Rado yang menembakan pistolnya kearah kepala robot itu. *Duarr Duarr..
Mata pada robot itu akhirnya berhenti menyala dan Rado segera melompat kedepan sebelum tubuh bos itu menyentuh tanah.
*Dummmmm... Tubuh besar robot itu rubuh ketanah.
Semua mata membesar melihat pertarungan itu dan mulut mereka terbuka sampai sulit menutup.
Ting~~
Suara yang sudah akrab bagi Rado muncul setelah pertarungan, dengan sigap ia segera memeriksanya.
Point Skill Close Range Meningkat 9
Point Skill ranger meningkat 8
Aura Kepemimpinan meningkat 0,5%
Ketahanan Fisik meningkat 9%
Ketahanan Air meningkat 5%
Ketahanan Tanah meningkat 6%
----------
Rado Gavriel [The Archon]
Status Transfer 14%
-Point Skill-
Point Skill Ranger 10/100 point
Point Skill Close Range 17/100 point
Point Skill Mage 0/100 point
Aura kepemimpinan 0,25%
Ketahanan Fisik 87%
-Ketahanan Elemen-
Air 13%
Api 7%
Tanah 19%
Angin 0%
Kringggggg~~
{Status Transfer anda sudah melewati 10%. Anda harus memilih kelas yang ingin dikonsentrasikan!}
[Eh? Kelas yang dikonsentrasikan?] Dalam benak Rado, ia bertanya-tanya mengenain hal itu.
{Silahkan anda memilih salah satu dari ketiga kelas yang ada}
*Gleng.. Tabel pada sistem itu menunjukan ketiga kelas yang ada.
Close Range
Ranger
Mage
[Karena aku sekarang lebih menyukai memakai katana ini mungkin aku akan memilih kelas Close Range] Rado yang sedang berfikir sambil memegangi dagunya menatap pada tabel sistem itu.
[Baiklah, aku memilih Close Range] Ia memfokuskan mata pada pilihannya dan tabel itu menutup setelah Rado memilih.
{Archon telah memilih Close Range sebagai kelasnya, sistem akan memperbarui status Archon setelah memilih kelas}
Ting... Rado mendapat Promosi Point Skill setelah memilih kelas.
Point Skill Range meningkat 8
Ketahananan Elemen masing-masing meningkat 5%
Ketahanan Fisik meningkat 5%
Keterkaitan Kelas Close Range dan Ranger telah ditentukan.
*Zyuuttttt....
Rado Gavriel [The Archon]
Status Transfer 19%
-Point Skill-
Point Skill Close Range 25/100 point
Point Skill Ranger 10/30 point
Aura kepemimpinan 0,25%
Ketahanan Fisik 92%
-Ketahanan Elemen-
Api 12%
Tanah 24%
Angin 5%
Ting~~~~ Point Skill Close Range dan Ranger telah melewati persyaratan kemampuan.
Archon mendapatkan skill :
10/100 Close Range \= Gale Blade, skill Aktif - Seni pedang untuk melakukan serangan beruntun dengan tebasan berkali kali.
20/100 Close Range \= Dancing Blade, skill pasif - Saat Archon berhasil melakukan serangan beruntun biasa atau setelah menggunakan skill Gale Blade, maka akan mengaktifkan efek peningkatan attack speed pada Archon.
10/30 Ranger \= Fast Reloading, skill pasif- Saat tembakan pertama akan mengaktifkan efek kecepatan dalam hal mengisi ulang amunisi.
[Hmmm ini menarik, aku memiliki skill ku sendir setelah menjadi seorang Archon] Rado Tersenyum sambil memandangi sistem yang muncul itu.
"Gavriel......."
Suara Rovi memanggilnya dari kejauhan, Rado segera menutup sistem dan segera menolehkan pandangan kearah mereka yang datang menghampirinya.
Terlihat beberapa anggota yang sudah tidak mampu berdiri sendiri dirangkul oleh anggota yang masih memiliki kekuatan. Geraldo juga terlihat sudah bisa berjalan tersenyum sambil melambaikan tangannya.
"Kau sungguh hebat kawan..! apa kau sebenarnya pemburu rank atas?" Geraldo yang mendekat sedekat mungkin kepada Rado.
[Ahhh... orang ini terlalu dekat], Dalam benaknya Rado merasa lumayan tidak nyaman dengan jarak sedekat itu, "Tidak... aku hanya suka berolahraga" Rado tersenyum menanggapi pertanyaan dari Geraldo.
"Kalau begitu mulai besok aku akan berolahraga..!!" Geraldo mengepalkan tangannya. Namun saat Gai datang sambil merangkul Choksi mendekat, ia begitu terkejut "Waaa!!!! Choksi tangan mu! Tangan mu!!" Geraldo terkejut melihat tangan Choksi yang patah saat menahan serangan bos dungeon sebelumnya.
Dengan segera Gai juga menoleh kearah tangan Choksi yang berada di pundaknya.
"Waaaaa Choksi tangan mu, tangan mu!!!" Gai juga ikut terkejut setelah melihat tangan Choksi.
"Dasar bodoh, kenapa kau baru menyadarinya sekarang!!!" Rovi berlari dan menampar kepala belakang Gai.
Semua orang tertawa melihat tingkah laku kedua orang bodoh itu, disisi lain Rado hanya tersenyum melihat tingkah laku timnya yang begitu heboh. Mungkin ini pertama kalinya bagi Rado merasakan hal seperti ini, biasanya dia hanya menjadi pesuruh yang selalu dibuang setelah dungeon selesai, tetapi kehangatan yang ia dapat sekarang menjadi sebuah kekuatan baru untuknya.
"Hhhmmmm Gavriel boleh kah aku melihat wajah mu?" Tiba-tiba Selica meminta hal yang tidak biasa dan membuat tawa mereka semua terdiam, mereka segera beralih kewajah Rado dengan mimik penasaran.
"Eh?"
Rado begitu terkejut mendengar permintaan itu dan menunjukan sebuah gestur tubuh yang ingin menolak tetapi ia bingung untuk menyampaikannya.
Mereka semakin mendekat karena begitu penasaran, tetapi tiba-tiba Geraldo mengehentikan mereka.
"Hei.. ayolah kawan-kawan.. jangan memaksanya, mungkin Gavriel memiliki suatu alasan menutupi wajahnya, ya kan sobat?" Geraldo yang tersenyum lebar pada Rado yang saat itu sedang kebingungan menanggapi mereka.
"Aaa.. hahahaha yaa.. aku memiliki luka yang tidak ingin kuperlihatkan" Rado yang merasa tertolong oleh Geraldo.
"Huuhhhh baiklah kalau begitu" Anggota yang lain menunjukan kekecewaannya.
Mereka semua mulai mengerubungi tubuh bos dungeon itu, Bos pada green dungeon memiliki kristal dengan kualitas yang lumayan baik dan memiliki harga yang juga lumayan tinggi dibanding kristal dari monster biasa pada green dungeon. Beberapa bagian pada tubuhnya juga bisa mereka jual seperti chip, metal yang keras pada tubuhnya dan tempat force yang berada pada bagian dadanya.
Geraldo membaginya secara merata tetapi untuk Rado, ia diberikan lebih banyak dibandingkan yang lain dan Roh yang besar itu diberikan juga kepadanya.
"Kenapa aku lebih banyak dari kalian? dan Roh ini? ini terlalu berlebihan!" Rado menanyakan itu dengan heran.
Mereka hanya tersenyum menanggapi pertanyaan itu.
"Itu karena kau mengalahkannya sendirian sobat" Kata Geraldo menjelaskan itu padanya.
"Tidak..tidak.. Kita mengalahkan bos itu bersama-sama, lebih baik roh ini kita bagi bersembilan" Kata Rado sambil menyodorkan Roh besar itu kepada Geraldo.
Geraldo terkejut dengan perkataan Rado, ia melihat kewajah Rado yang saat itu tertutup masker dan topi yang ia kenakan. Rado mengangguk pelan mengisyaratkan Geraldo untuk mengambil roh itu dan membaginya, Geraldo dengan wajah yang sedang terkesima oleh perbuatan Rado perlahan mengambil roh berwarna coklat itu dari tangan Rado.
"Terimakasih Gavriel" Geraldo tersenyum senang dengan gigi yang ia perlihatkan, anggota yang lain juga tersenyum bahagia mendengar itu.
Tingggg~~~~ Suara sistem berbunyi kembali
Aura kepemimpinan meningkat 0,5%
Status Transfer 19,2%
Aura Kepemimpinan saat ini 0,75%
Rado tersenyum melihat notif sistem dan beralih melihat tim raid yang sedang membagi roh itu kedalam Card Point mereka. Setelah selesai membaginya, Geraldo berjalan menghampiri Rado dan memberikan Roh yang tersisa kepadanya.
"Ahh.. aku tidak perlu roh" Dengan santai Rado menolaknya.
"Eh?" Semua terkejut mendengar perkataan Rado.
"Sobat,, apa kau yakin? dengan roh ini kau bisa meningkatkan poin kontribusi mu dan menaikan rank mu loh.." Dengan heran Geraldo berbicara.
"Rank itu hanya sebuah angka, aku tidak perlu hal itu"
"Tetapi jika Rank mu tinggi kau bisa mendapat perlakuan khusus dari pemerintahan atau pemburu lain" Kata Gai yang juga sedang terheran.
"Aku tidak perlu hak khusus atau apalah, selagi aku menikmati hidup ku itu tidak masalah.. bagi ku hidup sederhana seperti rakyat biasa merupakan hal yang baik." Rado yang sambil menggaruk pipinya.
Mereka semua tersenyum cerah mendengar perkataan Rado yang memiliki sifat rendah hati.
"Huwwaaaaa sobat kau memiliki hati yang besar" Geraldo menangis sambil ingin memeluk Rado.
"Hei.. Sial menjauhlah dari ku" Rado yang berusaha menahan pelukan dari Geraldo.
Semua tertawa melihat tingkah laku kapten mereka dan Selica semakin terobsesi dengan Rado yang begitu menawan dimatanya.
Setelah menyelesaikan dungeon itu, mereka bersama keluar dari gate. Semua orang memandangi Rado dan kawan-kawan karena membawa sebuah bahan metal yang bagus.
"Ahhhhh siallllll, mereka pasti bertemu Passer didalam sana.. metal pada passer lumayan tinggi kalau dijual kepada para penempa"
"Hei.. kau lihat metal itu, itu pasti dari bos Passer Hobo Alpha"
"Apaaaaa? Bos passer yang berada ditingkat paling atas dari bos passer yang lain,, ahhh harganya pasti juga lumayan tinggi! Pantas saja mereka terlihat seperti habis bertempur mati-matian"
"Hahahahahaha benar!!!!! Kami bertemu bos Passer Hobo Alpha dan sobat ku yang mengalahkannya" Geraldo menyombongkan tim raidnya sambil menunjuk kearah Rado.
Rado yang menghindari keramaian segera turun terlebih dahulu dengan lift tanpa diketahui Geraldo.
"Ehhhhh?? dimana sobat Gavriel?" Kata Geraldo yang terkejut setelah sadar Rado sudah tidak ada.
"Dia sudah pergi duluan" Kata Cloe
"Ahhh.... apa kita akan bertemu lagi?" Geraldo yang muram mendengar Rado sudah pergi.
"Heii kapten... kau kira Jakarta ini sebesar apa sih? lagi pula dia seorang pemburu yang pastinya akan kembali ke menara" Kata Rovi pada Geraldo. "Dan juga ia meninggal nomor ponselnya pada kita tadi"
"Hahh.. dia meninggalkan nomornya? Cepat masukan kedalam grup kita" Dengan semangat Geraldo memegang kertas bertulis nomor ponsel Rado.
--------
Di stasiun Jakarta Pusat, Rado yang sudah membuka maskernya sedang membawa hasil dungeon dipunggung dan menunggu kereta datang.
Ting~~~ Drrrttt Drrttt
Smartphonenya berbunyi, Rado segera mengambilnya dan melihat pesan itu.
{Kau telah ditambahkan kedalam Grup Raid Geraldo Tampan}
Rado tersenyum saat melihat pesan masuk itu.
[Hmpphh,.. nama grup yang aneh}