The Archon

The Archon
Pertarungan Tebing Putih Usai.



Masih pada perseteruan antara tiga bangsa di wilayah ras elf, tebing putih. Kali ini pemain baru yang telah masuk dalam pertarungan antara ras tersebut adalah Yoga. Yoga yang sudah bersiap untuk menyambut kedatangan Frago, segera mengudarakan demiclesnya. Perbedaan ukuran serta kecerahan demicles miliknya pun sudah berkembang setelah pertarungan melawan Aslav.


Frago pun terhenti sejenak dari langkah kakinya sebelum sepenuhnya melakukan serangan kepada Yoga. Hal ini disebabkan oleh kekuatan demicles Yoga menyamai dirinya. Frago pun tersenyum dan mengubah pikirannya tentang meremehkan Yoga dan sekali lagi tersenyum semeringah setelah merasakan hal tersebut.


"Heee... kutarik kata - kata ku sebelumnya mengenai diri mu.." Kata Frago.


"Aku tidak tau kenapa kau berkata seperti itu, akan tetapi.. Aku senang mendengarnya" Balas Yoga.


Dilain sisi Jaquile pun sudah berada dibelakang bersama barisan para prajurit yang sejak tadi hanya menjadi penonton bersama ras manusia.


"Yoga sialan.... Dia sudah berkembang.." Senyum Jaquile dalam hatinya.


"Hei kau... Apa ras manusia sekarang ini memiliki prajurit seperti kalian?" Tanya Sarka saat disamping Jaquile sambil menatap Yoga tanpa putus.


Jaquile pun menoleh kearah Sarka sambil memegangi lukanya yang terdapat pada bagian rusuk.


"Sekarang ini ras kami mungkin sudah bergerak maju mendekati kalian..." Senyum Yoga.


Mendengar perkataan Jaquile, Sarka menoleh kearahnya dengan wajah tertegun. Sarka melihat sebuah keyakinan yang amat mendalam dari tatapan Jaquile itu. Ada rasa merinding dan ada juga rasa kagum melihat kegigihan ras yang diremehkan ini, Sarka membuang wajahnya dan menatap kebawah dengan bibir bawah yang ia gigir. Hatinya begitu kesal saat melihat wajah Jaquile yang seperti itu karena ia merasa seperti seorang sampah yang dijatuhkan sebelum bertarung.


"Apa ada yang bisa kami bantu untuk memenangkan pertarungan ini?" Tanya Sarka menoleh kembali kepada Jaquile.


Jaquile seketika terdiam sebentar melihat sisi manis dari elf berkulit kehitaman itu. Ia tidak menyangka, elf yang tadinya sangat kasar dan judes bisa berperilaku manis seperti ini.


"A-a.... Sebaiknya kau tidak jauh - jauh dari ku..." Spontan Jaquile.


"Maaf??" Heran Sarka.


"Ahhhh... maksud ku tolong sembuhkan aku dengan ramuan mu itu.." Sambungnya lagi memperbaiki perkataannya.


Setelah itu Sarka mengambil beberapa ramuan dalam botol itu dari salah satu prajurit elf yang belum memakainya. Jaquile pun segera meminum ramuan itu dan merasakan efek yang sama persis seperti potion di dunia sebelumnya.


"Ini?! Sama seperti potion!" Dalam benaknya terkejut setelah meminum ramuan tersebut.


"Bagaimana?" Tanya Sarka sambil mendekatkan wajahnya kepada Jaquile.


"E?! A-aku sudah jauh lebih baik.." Sontak Jaquile.


Disamping itu para prajurit dari kedua ras yang sedang bersama, tidak sama sekali terpengaruh dengan kegiatan dari kedua pendamping tiap ras tersebut. Sekarang ini mereka sedang terfokus dan terlena dalam pertarungan antara Frago dan Yoga yang sudah berlangsung sengit sejak tadi.


Frago sejak tadi mencoba untuk menyerbu Yoga berkali - kali demi mendaratkan satu serangan kapak pada tubuhnya. Akan tetapi ia mulai bingung dengan kegagalan yang ia terima, tidak ada satu pun kapak yang mampu menembus perisai milik Yoga, terlebih setiap ia melancarkan serangan, Frago tidak sedikit pun melihat jalur dari serangan lanjutan yang bisa ia lakukan seperti melawan Jaquile.


"Manusia ini! Pertahanannya sangat kokoh! Ia lihat dalam bertahan menggunakan perisai, terlebih lagi..." Dalam benak Frago sambil berpikir keras.


Saat serangannya dapat digiring oleh Yoga untuk membuat sebuah celah serangan balik, Yoga dengan cekatan memberikan perlawanan balik saat Frago kehilangan keseimbangan. Sebuah tebasan pedag pun Yoga berikan kearah Frago, akan tetapi reaksi cepat Frago dapat menyelamatkannya dari serangan balik Yoga. Frago melompat kebelakang meskipun harus dengan bersusah payah hingga satu lututnya harus menyentuh tanah demi menyeimbangkan lompatan yang tidak terkontrol tersebut.


"Kau mundur?" Tanya Yoga tersenyum.


Frago yang mendapat pertanyaan seperti itu, membuatnya kesal karena merasa diremehkan oleh ras yang berada dibawah rasnya. Gigi yang bergetar karena menahan amarah itu menunjukan kalau dirinya saat ini sudah mencapai titik tertinggi emosi Frago. Ia melesat kembali kearah Frago dengan seratus cara untuk mematahkan pertahanan miliknya, akan tetapi seratus cara itu juga dapat dihentikan oleh Yoga dengan mudah. Aura dari demicles mereka pun saling melahap satu sama lain seiring kontak fisik diantara mereka terjadi.


"Ini pertarungan yang seimbang.." Kata Rudy.


"Tidak! Pertarungan ini dikuasi oleh tuan Yoga!" Kata Nagatomo.


"Aku merasa kalau tuan Yoga saat ini lebih kuat dibanding sebelumnya.." Kata Jason.


"Yah.. kau benar, semenjak kembali dan pulih dari pertarungan di desa Fuso ia jauh lebih kuat. Auranya pun juga bisa membuat diri ku bergetar saat ini" Kata Nagatomo sambil tersenyum dan berkeringat.


"Lalu, kalau tuan Rado? Bagaimana kekuatannya kalau bertempur? Aku memang sudah melihat dirinya bertarung saat melawan tuan Albert, tetapi bagaimana kalau ia melawan ras lain?" Tanya Rudy.


Nagatomo dan Jason yang kala itu melihat pertarungan pertama Rado saat melawan ras orc di hutan berkabut, saling melihat satu sama lain.


"Aku tidak tau, tetapi saat di hutan berkabut beliau seperti menahan kekuatannya..." Jawab Nagatomo.


"Ya.. Seperti yang dikatakan Nagatomo.. Dia menahan kekuatannya, tetapi dapat membunuh orc begitu mudah... Mungkin bisa kita anggap kalau dia berada jauh diatas level kita sekarang.." Tambah Jason.


Tubuhnya diselimuti oleh force berwarna kemerahan yang membara, Frago pun melompat tinggi dan segera menerjang Yoga yang sudah berada dibawah menunggunya. Yoga pun mengangkat perisainya keatas untuk menyambut kedua kapak Frago.


"Mati kau sialan!" Kata Frago berteriak.


Yoga pun juga mengalirkan forcenya ketubuh dan perisainya untuk menahan serangan penghancur dari Frago, otot kakinya membesar seiring dengan pertahanan yang kokoh. Kapak yang penuh dengan kekuatan itu akhirnya menghantam perisai Yoga. Sebuah ledakan hebat pun terjadi akibat benturan kekuatan dari kedua pendamping tersebut. Force yang memiliki konsentrasi besar saling bertubrukan dan menciptakan sebuah gesekan aura yang mana dapat menciptakan sebuah hembusan tekanan kesegalah arah.


Para prajurit tiap ras merasa sesak nafas dengan tekanan aura yang mengalir liar dari mereka semua, sedangkang mereka yang memiliki kekuatan force diatas rata - rata hanya terganggu penglihatannya karena hembusan debu bercampur aura yang berkecamuk.


"Pertarungan yang gila!" Kata Jaquile.


"Apa kita harus menjaga jarak dari pertarungan mereka?" Tanya Sarka.


"Sepertinya lebih baik seperti itu..!" Jawab Jaquile.


Semua prajurit dari tiap ras menyingkir beberapa langkah dari pertarungan mereka yang sengit. Frago terus mencoba untuk memberikan tekanan pada kapak miliknya, tangannya bergetar karena mencoba untuk menembus perisai Yoga yang tidak bergeming sedikit pun. Frago terlihat semakin kesal karena melihat Yoga yang tersenyum sambil menahan serangan pamungkasnya.


"Kepar*t! Kepar*t" Jatuhlah! Arrgghhhhhhh!!!!!" Teriak dari Frago yang bertujuan untuk menambah semangatnya.


Ledakan kedua pun terjadi dengan Frago yang menarik mundur dirinya dari Yoga. Disaat Frago mendarat didaratan ia segera bertekuk lutut dengan satu lutut menyentuh tanah, nafasnya terengah - engah akibat kehabisan tenaga setelah melakukan kontak dengan Yoga. Disisi lain Yoga masih dapat berdiri kokoh dan mengenyampingkan perisainya.


"Ini lah akhirnya..." Senyum Yoga.


Dalam ketidakmampuan Frago dalam melanjutkan pertempuran, terlihat dibelakang Yoga mulai berkumpul ras manusia dan elf untuk bersiap menyerbu prajurit ras Orc.


"Habisi mereka!" Kata Yoga memerintahkan semua prajurit.


Mendengar perintah tersebut membuat tentara gabungan itu menyerbu dengan sorakan yang bergemuruh melwati Yoga yang berdiri sambil tersenyum. Prajurit Orc yang mendapatkan kapten mereka dikalahkan, hanya bisa terdiam bingung dan hanya berdiri dibelakang Frago. Tetapi sebelum tentara gabungan hampir menabrak prajurit orc yang sudah terpincang itu, Laguun dengan kekuatan yang tersisa melompat dan menghantamkan pedang besarnya keantara kedua kubu tersebut yang mana mengakibatkan sebuah retakan mengarah ke tentara gabungan.


Selain retakan tersebut, sebuah hembusan disertai debu dan batu kerikil pun mengarah kepada mereka yang mana membuat serbuan mereka dihentikan.


"Mundur!" Seru Laguun.


"Tuan Laguun! Apa yang kau lakukan?!" Teriak Frago tidak terima dengan keputusan Laguun.


"Diam kau kepar*t!" Toleh Laguun dengan aura mengancam kepada Frago yang terlihat kesal.


Dari belakang kerumunan tentara gabungan Yoga pun melangkah kedepan mereka dan menatap Laguun yang menahan darah dari luka yang ia dapat dari Frago.


"Sepertinya kita bertemu kembali disini setelah insiden dalam dungeon waktu itu.." Senyum Yoga.


"Hmph! Aku tidak mengenal mu.." Kata Laguun.


"Itu sangat kasar sekali... " Senyum Yoga.


"Kita akan bertemu kembali dipertempuran selanjutnya..." Kata Laguun


"Hah!? Jangan harap kau bisa lari!" Kata Jaquile melangah kedepan bersiap untuk menyerang dirinya, namun Yoga tahan.


"Yoga?!" Tanya heran Jaquile kepada Yoga.


"Baiklah... Aku tunggu itu.." Kata Yoga.


"Hahahaha aku akan mengingat ini semua.." Tawa Laguun.


Para pun pergi kedalam pemukiman elf dan pergi melalui portal mereka.


"Yoga! Kenapa kau membiarkan mereka lari?!" Protes Jaquile.


Yoga pun menoleh kearahnya.. "Tidak pantas untuk kita meratakan pasukan yang sudah menyerah... Terlebih lagi..." Senyum Yoga sambil berbalik menatap keseluruh tentara.


"Pertarungan ini ras manusia lah yang menang!" Sambil mengangkat satu tangannya.


Sorakan gemuruh dari pasukan manusia pun menggetarkan daratan tersebut.