
"Ini..!" Steven terkejut dengan dokumen yang baru saja diberikan tuan Vasco padanya.
"Hahahaha... Yah.. negara kita sudah mulai diakui oleh negara lain berkat kerja keras mereka, Mereka adalah orang-orang yang mendapat lisensi pemburu internasional dan kita bisa mengirim mereka untuk menyelesaikan dungeon yang tidak bisa diselesaikan negara lain" Kata tuan Vasco dengan wajah ramahnya.
"Ahhhh.. enaknya mereka akan terus berpergian keluar Indonesia kalau begitu.." Kata Steven sambil mengacak rambutnya.
"Hahahaha kenapa kau tidak mengambil tes lisensi internasional? bukankah kekuatan mu setara dengan mereka?" Vasco memuji.
"Tidak,tidak.. aku masih ingin sepenuhnya bekerja didalam negeri.. mungkin dilain waktu aku akan mengambil ujian itu" kata Seven sambil tersenyum dan mengambil Rokok di sakunya.
"Heiii... rokok mu..." Dengan lembut Vasco memperingati Steven untuk tidak merokok diruangannya.
"Eeee... maaf tuan" Steven memasukan rokoknya kembali ke saku.
Steven segera keluar sambil merokok dan pergi kedivisi bagian yang mengurusi pemburu sambil memeriksa kembali isi dokumen tersebut, dalam dokumen itu terdapat foto, kelas, rank dan grafik kekuatan mereka.
Tuing,,, tuing,, tuinggg... Suara notif di smartphone para pemburu mulai berbunyi dan notif itu berisi tentang para pemburu yang sudah mendapat lisensi internasional.
Informasi itu diberitakan di Headline layar digital dikota-kota besar dan di media sosial juga membahas soal hadirnya para pemburu berlisensi internasional untuk pertama kalianya di Indonesia.
{Akhirnya 7 tahun berlalu, Indonesia memiliki pemburu yang sudah berlisensi Internasional.. ini fakta tentang mereka, no 4 bikin anda terkejut..}
-Pada sebuah Thread di Sosial media-
"Heii... lihatt... update dari divisi pemburu"
"Waaahh.. mereka pasti sudah bekerja keras sampai bisa mendapat lisensi itu"
"Apa hebatnya mendapat lisensi itu?"
"Kau ini bodoh... kalau mereka sudah berlisensi internasional itu artinya mereka sudah diakui oleh dunia dan untuk mendapat lisensi itu kau sudah harus mencapai rank Saxon dan sekurang-kurangnya sudah menyelesaikan 100 dungeon lebih, serta melewati pengujian tes kekuatan yang sudah ditentukan bertaraf internasional"
Orang-orang yang sedang menjadi buah bibir itu adalah para ketua dari ketiga guild top saat ini, yaitu : Kan Basungkak, Kenny Augslaug, Watz Quer dan beberapa orang lainnya. Mereka akan menjadi momok baik bagi pemburu Indonesia di mata dunia mulai sekarang.
"Hei.... Julie Violet juga masuk kedalam jajaran pemburu berlisensi internasional"
"Ahhh apalah aku yang seorang pemburu rank Dekiel.... cinta ku kepadanya akan lebih menjauh setelah ia menjadi pemburu internasional"
"Teruslah semangat Bro...!"
"Jangan ngimpi kau, Julie melihat muka mu saja sudah muntah!"
"Hei... kau tidak lihat kalau Karen Nana juga masuk jajaran itu? Julie itu jelek Karen lebih menawan!"
"Beraninya kau bilang dewi Julie jelek?!"
"Hahhhh mulai deh,, pertempuran para penggemar fanatik kampungan itu"
"Lebih menggoda tuan Kan"
"Hei... siapa saja tolong tangkap orang homo ini"
Saat ini Indonesia sedang gempar akan kesenangan dengan tercapainya para pemburu yang sudah berlisensi tersebut, dengan ini Indonesia sudah tidak lagi dipandang sebelah mata oleh negara lain.
Rank no satu pemburu Internasional saat ini dipegang oleh negara Jerman dengan pemburu andalanya "Kuhler Vorham", disusul oleh Jason Adam dari Amerika Serikat dan posisi ketiga dipegang oleh Nagatomo Sasaki dari Jepang.
List rank pemburu dunia segera diperbarui setelah tujuh pemburu dari Indonesia mendapat lisensi hari ini, dimulai dari Kan Basungkak yang menempati posisi 72 dan Merry Putri diposisi 79.
"Aaa.. Hari ini aku sedang bersama para pemegang lisensi internasional dari Indonesia" Kata seorang pembawa acara yang sedang berada didepan gedung pemerintahan dan berkesempatan untuk mewawancara para pemburu tersebut. Siaran ini ditayangkan pada Tv besar ditengah kota, streaming media sosial dan tv internasional.
Peringkat yang ditetapkan oleh Persatuan Pembasmi Monster Dunia atau disingkat PPMD mengirimkan rank pada pemburu dari Indonesia dan itu ditampilkan pada semua platform.
Peringkat 72 : Kan Basungkak
Peringkat 73 : Kenny Augslaug
Peringkat 74 : Watz Quer
Peringkat 75 : Julie Violet
Peringkat 76 : Karen Nana
Peringkat 77 : Don Tri Wicaksono
Peringkat 78 : Viola Afani
Peringkat 79 : Merry Putri
"Kita mulai dengan peringkat 72, Tuan Kan Bangsungkak.. bagaimana perasaan mu setelah mendapat lisensi?" Pembawa acara itu segera memberikan mic kepada Kan.
"Aku senang dengan keberhasilan kami saat lulus dari pengujian lisensi, dengan ini aku dan pemburu berlisensi yang lain akan berusah keras untuk menaikan nama Indonesia di mata dunia" Dengan tegas Kan menjawab pertanyaan dari pembawa acara.
"Baiklah kita bergeser kepada Tuan Kenny, bagaimana perasaan mu?" Kata pembawa acara.
"Aku tidak terlalu terkejut kalau aku bisa mendapat lisensi ini, karena memang kemampuan ku sudah memumpuni" Sambil menyalakan rokok di mulutnya, "Ahhh... untuk kalian dirumah.. jangan merokok.. Rokok ini membunuh mu perlahan"
"Ahh... tapi kau merokok.." Dengan sungkan pembawa acara mengkritik Kenny.
"Hiii.. tidak,tidak.. selanjutnya..." Pembawa acara segera bergeser ke Watz, sebelum pembawa acara menanyakan pertanyaan, Watz segera mengambilnya dengan paksa.
"Hai.. para wanita kesepian... jika kalian butuh kehangatan datanglah ke Guild Nova" Dengan santai dan sok romantis Watz berbicara itu.
"Kyaaaaa...... tuan Watz...." Para wanita berteriak histeris mendengar itu.
Jleb~
Julie menginjak kaki kapten guildnya itu. "Kapten bersifatlah seperti layaknya seorang pemimpin" Kata Julie sambil melirik.
"Julieeeeeeeeeeeeeee!!!!!!!! aku pada mu" Teriak seorang fans melihat kecantikan dirinya, kamera mengarah ke wajah Julie yang cantik.. dan sorakan para lelaki menggema diseluruh Indonesia.
"Hei..heii.... kalian.." Sambil melambai Karen memotong popularitas Julie.
"Waaaa..... Karennnnn......" Sorakan lelaki di team berbeda bergemuruh juga se Indonesia.
"Kapan lagi kita bisa melihat dua dewi tercantik di Indonesia secara bersamaan"
Dilain sisi kota sudah terjadi kericuhan akibat berbeda pendapat mengenai siapa yang tercantik di Indonesia, antara Julie dan Karen.
"Tolong polisi Water Canon...!!!!!!!!" Teriak seorang warga melihat kericuhan itu.
Pembawa acara melanjutkan wawancara kepada mereka.
"Ya... sekarang ini kita sampai pada pemburu kita yang mendapat peringkat 77, Tuan Don bagaimana pendapat mu?" Sambil mendekatkan micnya.
Pria ini sangat pendiam, berambut hitam dengan kumis tebal berkulit sawo matang. Dia seorang Ranger dengan busur yang ia bawa.
"Eee... aku orang Jawa asli tetapi keluarga ku memegang erat budaya Eropa" Dengan wajah datar tanpa ekspresi ia menjawab pertanyaan itu.
Ngoaaaaa~ Suara burung melintas dikeheningan masyarakat yang menyaksikan.
"Hahhhhh.." Para pemburu yang lain menghela nafasnya setelah mengetahui ada orang aneh sejajar dengan mereka saat ini.
"Ee...Tuan bisa jelaskan anda berasal dari Guild mana?" Kata pembawa acara mencairkan suasana.
"Aaaa...... apa kau ingin tau?" Don menoleh dengan slow motion.
"Iyaaaaaa!!!! saya dan pemirsa ingin mengetahuinya..." Pembawa acara mulai emosi.
"Untuk kaka ku Din Susi Wakdoyo, Ketua dari guild yang aku tempati.. yaitu Guild The Jokes.. Kaa aku berhasil mendapat lisensi ini" Dengan santai seperti orang tak bergairah ia memberi tahu secara tak langsung darimana asal guildnya.
"Mengapa kau dan kaka mu berbeda nama belakang?!!!!!" Semua orang terbawa Emosi dengan dirinya.
"Apa kalian ingin tau?" Dengan lambatnya ia berbicara.
"Tidakkkk...!!!!!!" Serempak pemirsa dan pembawa acara menolak itu.
"Baiklah, kita ke pemburu selanjutnya yaitu Viola.. bagaimana pendapat mu mengenai keberhasil anda?" Mic diarahkan ke Viola.
"Maafkan aku, maafkan aku, maafkan aku... aku lebih baik mati,, maafkan aku" Seorang perempuan memakai kacamata berambut kepang dua hitam, membawa sebuah sebuah sabit besar dipunggungnya. Ia begitu tidak percaya diri, aura suram mengelilingi sekitar tubuhnya.
"Eee.. maaf nyonya Viola?" Pembawa acara terheran.
Merry yang berada disampingnya berbicara spontan sambil menunjukan gestur seperti melihat seseorang yang berada dikejauhan.
"Ah... aku melihat Oppa-Oppa BRS disana!!"
"Apa??!!!!!!! Oppa BRS?? Dimana? Dimana sialan kau jangan menipu ku!!!!" Sifat Viola berubah 180 derajat ia menjadi brutal ketika menyangkut Oppa yang dia idolakan.
"Yohoo.. aku Merry seorang Mage berasal dari guild yang sama dengan Viola, kami dari Guild Flower" Kata gadis berambut merah membawa sebuah tongkat ditangannya sambil mengambil mic dari pembawa acara dengan tangan satunya.
Pembawa acara yang sudah kuat lagi mewawancarai lebih jauh segera, mengambil mic itu kembali.
"Iyaaa.. itu dia pemburu terhebat kita semua... aku Fred senang berjumpa dengan kalian" Kata pembawa acara menutup acara.
Titt.. Suara Tv dimatikan dalam ruangan yang mewah..
"Bagaimana menurut mu? pemburu dari negara Indonesia.. yo Jason" Kata seorang berambut pirang klimis dengan kacamata pantai coklat mengenakan kalung emas dan kemeja dengan kancing terbuka yang menunjukan otot dada perutnya.
"Mereka hanya seorang badut.. mereka bukan lah tandingan kita" Kata seorang berbadan besar memakai kemeja rapih dan rambut orange berdiri.
"Hei.. Heii jangan meremehkan anak baru" Kata pria asia memakai pakaian Kendo.
Pria berambut Klimis (Kuhler Vorham)
Pria berbadan Besar (Jason Adam)
Pria Asia (Nagatomo Sasaki)
Seseorang dengan jas rapih datang menghampiri pemburu yang disebut-sebut sebagai tiga terkuat didunia itu.
"Tuan-tuan terimakasih sudah bersedia menunggu.... Para petinggi PPMD sudah berkumpul didalam, silahkan tuan-tuan masuk kedalam"
"Yah... ayo kita mulai rapat kali ini" Kata Jason sambil beranjak dari duduknya.