
Dalam keadaan yang semakin menegang, kehadiran Achilles dalam pertarungan antara Rado dan Dogol menambah bumbu - bumbu kericuhan. Seluruh ras semigod pun sudah berada disisi yang berlainan dengan ketiga ras yang sedang menyaksikan kedua archon mereka bertarung. Rado yang sudah menerima luka akibat pertarungannya bersama Dogol pun dibekukan oleh Achilles yang menghajarnya secara tiba - tiba. Namun saat dirinya akan dieksekusi mati oleh Achiles, ia terlah ditolong oleh Rhea.
"Rhea!!!!" Teriak Achilles kepadanya.
"Jangan sentuh dirinya!" Kata Rhea sambil mengusungkan kapaknya kepada Achilles.
Mendengar ancaman dari Rhea, Achilles pun menurunkan egonya dan tersenyum sambil mengulurkan tangannya kepada Rhea.
"Aku akan melepaskannya, asal kau kembali kepada ku..." Kata Achilles tersenyum kepada Rhea.
Rhea yang mendapatkan sebuah tawaran menjadi bimbang. Namun demi menyelematkannya nyawa Rado beserta rasnya, Rhea memilih untuk ikut kembali bersama Achilles. Rhea pun menurunkan kapaknya dan mulai melangkah kepada Achilles yang sudah menunggu, akan tetapi tiba - tiba Rado terbangun dan menarik tangannya yang mana membuat Rhea terkejut dan menoleh kearahnya.
"Jangan kesana... Dia akan mengingkari perkataannya..." Kata Rado terbangun.
Achilles yang memiliki emosi yang kurang stabil pun menjadi geram dan melesat kearah Rhea dan Rado. Dengan kekuatannya Rhea dan Rado pun dihempaskan kebelakang.
"Bunuh mereka semua!" Perintah Achilles kepada pasukannya.
Seluruh pasukan demigod pun menyerbu ketiga ras yang ada. Mereka membantai setiap makhluk yang bukan berasal dari rasnya. Para ketiga ras yang tersisa pun seperti memiliki musuh yang sama dan mereka pun bekerja sama untuk menaklukan serbuan ras demigod.
Yoga dan para pendamping yang masih hidup pun segera ikut kedalam pertempuran dengan tenaga yang masih tersisa. Tenaga yang tersisa itu mereka kerahkan untuk melawan para tentara - tentara demigod yang merepotkan. Disaat mereka mencoba untuk mengurangi jumlah para tentara demigod, Juliver pun hadir untuk melawan para pendamping disetiap ras yang sedang bergabung, karena merasakan kehadiran yang kuat, para pendamping pun berkumpul dan menatap tajam kearah Juliver.
"Majulah... Aku akan membunuh kalian semua!" Kata Juliver sambil memegang tombak miliknya.
"Jangan sombong, kami menang jumlah!" Kata Jaquile.
"2 manusia, satu elf dan satu orc? Apa kalian yakin bisa mengalahkan ku? Kasta kita berbeda!" Kata Juliver sambil melesat kearah mereka.
Juliver melesat tepat kearah Yoga, namun dihalau oleh tombak milik Jaquile. Tombak Juliver pun dihalau dengan baik oleh Jaquile dan diteruskan dengan ayunan kapak besar dari pendamping orc yang masih belum diketahui namanya. Juliver dapat menghindari kapak tersebut, tetapi ia tidak menyangka kalau Kuluk sudah berada didekatnya lalu menghunuskan pedangnya tepat kearah wajah Juliver.
Pipinya pun tergores dan itu membuat Juliver menjadi marah, ia melesat kembali dengan brutal kearah Kuluk dan berhasil menusukan tombaknya kearah kaki Kuluk dimana saat ia mencoba untuk menghindari serangan beruntun dari pola serangan tombak Juliver.
Demicles milik Juliver pun mengudara berdampingan dengan demicles dari berbagai ras yang ada, dengan cideranya Kuluk pada bagian kaki membuat regu pendamping gabungan itu menjadi pincang.
"Kuluk!" Kata Yoga khawatir.
"Tenang saja.. Aku masih memiliki ramuan dari Zowie.." Katanya sambil meminum ramuan tersebut dan luka pada kakinya pun telah sembuh.
"Kalian hanya menghalangi.." Kata pendamping orc sambil maju kedepan.
"Hei lebih baik kita melawannya secara bersama.." Kata Jaquile dengan wajah sedikit kesal.
"Aku tdak ingin bekerjasama dengan musuh.." Kata orc tersebut.
"Kau.... Ini bukanlah pertarungan antara ras kita lagi.. didepan sana sudah ada pendamping dari ras demigod yang belum tentu kau bereskan sendiri.." Kata Yoga.
Disaat mereka sedang berunding, tiba - tiba Juliver diledakan oleh sebuah force sihir dan itu membuat para pendamping terkejut.
"Hei! Kenapa kalian berunding?!" Tanya Albert ssetelah menyerang Juliver.
"Albert?! Bagaimana keadaan Lefti?!" Tanya Jaquile kepada Albert dengan khawatir.
"Dia tidak apa - apa, hanya pingsan karena terkena guncangan.." Kata Albert kepada Jaquile.
"Syukurlah..." Kata Jaquile merasa tenang.
Juliver pun tersenyum melihat Albert yang ikut dalam pertempuran antar pendamping tersebut.
"Dengan tambahan satu ras manusia tidak akan mengubah kemenangan diri ku.." Kata Juliver.
Ia pun berjalan kearah para pendamping yang sudah bersiap menunggu kedatangannya. Juliver pun semakin mempercepat lajunya dan berlari, demmikian juga dengan para pendamping yang menerjang kearah Juliver yang menuju kearah mereka. Disaat jarak mereka sudah saling berdekatan, Juliver pun segera mengayunkan tombak nya dari arah samping demikian juga dengan para pendamping yang memiliki senjata jarak dekat. Benturan forcepun terjadi dengan warna aura yang berbeda - beda.
Beralih kesisi Rado dan Rhea yang baru saja dihempaskan oleh Achilles. Mereka yang baru saja menarabk sebuah tebing mulai bangkit dengan Slyvrin yang menghampiri mereka untuk menanyakan keadaan. Achilles pun berjalan selangkah demi langkah dengan wajah marah.
"Rado! Apa kau tidak apa - apa?!" Tanya Slyvrin dengan khawatir.
Rado terbangun bersamaan dengan Rhea pun mempersiapkan diri dengan kehadiran Achilles.
"Aku tidak apa - apa.." Jawab Rado sambil memegang katananya.
Rado pun melangkah kedepan dengan keadaan tubuh yang masih terluka, ramuannya telah habis karena dihancurkan oleh Dogol. Slyvrin dan Rhea pun mengikutinya berjalan untuk berhadapan dengan Achilles yang menghampiri mereka. Setelah beberapa langkah untuk mendekat, Achilles pun berhenti dan tersenyum kepada mereka dan menoleh kearah Dogol yang juga sudah bangkit dibelakangnya.
"Hmmm.... aku tidak menyangka kalau seluruh archon berada disini... Ini memudahkan ku untuk menghabisi kalian secara langsung dalam satu waktu..." Kata Achilles.
"Jangan bermimpi!" Kata Dogol seger melesat kearah Achilles.
Achilles tanpa menoleh sedikit pun kearah Dogol segera menusukan kebelakang bawah tombaknya kearah Dogol dan mengenai perutnya. Dogol pun terlempar jauh karena pukulan dari tombak tersebut.
"Tuan Dogol!" Teriak pendamping orc yang sedang menghadapi Juliver.
"Kau lihat kemana?!" Kata Juliver lalu menusukan tombak kearah pundak kirinya.
"Demigod sial*n!" Katanya geram lalu menyerang Juliver dengan emosi yang mana membuatnya terkena tusukan pada dadanya.
Yoga dan pendamping yang lain pun segera menyerang Juliver, Juliver segera mencabut tombaknya lalu memutarnya di udara untuk menghalau serbuan mereka dan membuat mereka terpencar jatuh. Setelah serangan bersama dari para pendamping di gagalkan. Albert segera menyerang Juliver dengan sangat emosional mengingat wanita yang ia cintai telah terbunuh oleh Juliver.
"Ini untuk Kara!" Kata Albert sambil menembakan beberapa bola api yang besar kearah Juliver.
Bola api itu berjumlah 3 bola dengan ukuran yang cukup besar, malam yang gelap itu berubah menjadi terang setelah bola api dari force sihir milik Albert menerangi area tersebut. Juliver pun segera melompat kearah 3 bola api tersebut dan mengibaskannya tombaknya yang mana dapat menggagalkan serangan tersebut.
"Apa?!" Albert terkejut.
Juliver pun segera mendarat kedepan Albert dan segera memukul kerongkongan miliknya. Albert pun bertekuk lutut sambil memegangi lehernya karena kesulitan bernafas.
"Albert!" Kata Yoga menerjang kearah Juliver dengan perisainya namun ditahan oleh Juliver menggunakan tombaknya.
"Menyerahlah dan mati dengan tenang.." Kata Juliver tersenyum.
Kekuatan diantara mereka benar - benar terpaut jauh, Juliver pun segera memukul perisai Yoga dengan tangan terbalut force dan membuatnya hancur berkeping - keping, Yoga yang sedang terkejut pun segera dicekin dan diangkat keatas oleh Juliver. Melihat keadaan yang terdesak, Rado segera meminta Rhea untuk membantu mengalahkan Juliver.
"Rhea! Tolong bantu mereka!" Kata Rado.
"Tapi.." Rhea merasa khawatir dengan Rado yang akan menghadapi Achilles.
"Cepat!" Desak Rado kepada Rhea.
Rhea yang bimbang pun menatap Rado sejenak dan segera berlari menghampiri Juliver yang sedang mencengkram Yoga. Ia melompat lalu menyerang Juliver dan berhasil membuatnya melepaskan Yoga. Yoga pun dijatuhkan dengan keadaan batuk karena berhasil bernafas lega kembali.
"Rhea! Kau pengkhianat!" Kata Juliver.
"Diam! Kau tidak mengerti apa - apa!" kata Rhea menyangkal.
"Kalau begitu, aku akan mengirim mu ketempat Aslav untuk menebus dosa mu!" Kata Juliver.
"Sudah ratusan tahun kau tidak pernah bisa mengalahkan ku.., Datanglah!" kata Rhea segera melesat begitu juga dengan Juliver.
Achilles tidak memperdulikan kepergian Rhea yang akan menghadapi Juliver, saat ini ia hanya terfokus pada Rado dan SLyvrin yang berada didepannya. Rado pun mengusungkan katana panjangnya kearah Achilles untuk bersiaga bila Achilles datang melesat kearahnya.
"Aku akan bersama mu.." Kata Slyvrin mensejajarkan diri dengan Rado.
"Ini sangat berbahaya..." Kata Rado tanpa menoleh kearah Slyvrin.
"Aku tau.. tapi setidaknya aku ingin berjuang bersama mu..." Kata Slyvrin.
Rado pun menoleh kearahnya dengan sebuah mimik wajah yang tersentuh. Slyvrin pun juga demikian, ia menoleh kearah Rado lalu tersenyum kearahnya.
"Aku jijik melihat drama ini, bersiaplah..!" Kata Achilles tersenyum lalu mengudarakan demicles dengan 4 sayap sejati.
Ledakan aura yang disebababkan oleh Achilles pun membuat Slyvrin terkejut, sama hal yang dialami oleh para prajurit ras lain, mereka terkejut dengan kehadiran demicles dengan 4 sayap sejati.
"Jangan jauh dari ku... Terakhir kali aku menghadapinya, aku hampir terbunuh.." Kata Rado dengan khawatir.
Rado pun meningkatkan kekuatan demicesnya, demicles itu seperti menyerap force yang dimiliki Rado dan membuat demicles miliknya kembali bersinar lebih terang. Rado pun segera melesat dengan membiarkan SLyvrin tetap berada dibelakangnya sambil merapalkan mantra sihir. Rado dengan cepat mengayunkan katananya namun Achilles dengan santai menahannya dengan senyuman.
Rado yang merasa kesal karena kekuatannya dianggap remeh pun, melakukan tebasan berkali - kali kearah Achiles. Namun Achilles sekali lagi dengan mudah menghalau serangan bertubi - tubi dengan tombak yang sedang ia genggam. Rado pun segera bergerak mundur kebelakang, disaat Rado mundur kebelakang sebuah kerumunan akar yang tajam pun muncul dari bawah bebatuan dan menyerang Achilles.
Achilles yang tidak menyangka kalau akar yang merambat pada hutan di samping tempat mereka bertarung dapat dikendalikan oleh Slyvrin dan membuatnya menerima luka gores ditubuhnya. Slyvrin yang melihat Achilles tidak mendapat luka yangs erius berdecak kesal karena kekuatannya dapat di antisipasi. Rado tidak membiarkan Achilles bernafas sedikit pun, baru saja akar yang menyerang dirinya selesai, Rado segera melesai dengan katana yang terbalut force ungu miliknya, ia melompat dan membelah langit kearah Achilles.
Achilles pun secera cepat bereakssi dengan merentangkan tombaknya untuk menahan serangan Rado. Sebuah petir pun terbuat karena kemampuan dari Rado yang mana membuat tombak tersebut mengalirkan listrik kearah tangan Achilles dan membuatnya tersengat. Tombak itu pun terlepas seketika dan melemahkan pertahanannya. Katana Rado saat ini melaju kearahnya tanpa hambatan sedikit pun.
Disaat katana itu hampir membelah tubuh Achilles, Achilles seperti mengalirkan forcenya keseluruh tubuh untuk menghilangkan efek kaget setelah terkena sambarin listrik tersebut, dan ia pun segera menyerap tombak yang sedang terjatuh di Udara kembali ketangannya yang mana membuat laju katana Rado kembali terhenti tepat didepan wajah Achilles.
Achilles pun mulai menunjukan senyum yang terkejut sekalikus keringat, Wajah Rado terlihat sangat napsu untuk membunuhnya namun dalam diam.
"Wajah mu menunjukan kalau kau benar - benar ingin membunuh ku.. Tapi maaf kau belum bisa membunuh ku.." Kata Achilles tersenyum.
Tombak itu pun mengeluarkan api yang sangat panas, api itu adalah kekuatan yang dapat menghancurkan seisi kota persis seperti kekuatan tombak yang ia lemparkan pada saat Rado baru saja membangkitkan 3 sayap sejatinya. Bilah pedang Rado pun mulai memerah karena bersentuhan dengan tombak milik Achilles, Achilles pun segera mendorong tombaknya dengan kedua tangan dan membuat Rado terdorong beserta terkena kobaran api yang sangat panas tersebut.
Karena kobaran api yang besar itu, membuat sarung tangan beserta jubah yang Rado kenakan terbakar, Rado segera melepas pakaiannya yang terbakar untuk menghindari luka. Achilles pun bergerak perlahan kearah mereka dengan membawa tombak yang terbakar hebat karena kekuatan forcenya.
"Wanita itu sangat merepotkan, serangan sihir pertamanya dapat menggores tubuh suci ku... Kau tau? Dosa yang telah kau berbuat sangat berat karena sudah melukai tubuh setengah dewa ku ini... Mungkin kau yang pertama kali harus kubereskan.." Kata Achilles tersenyum.
Slyvrin pun sedikit taku setelah menerima ancaman dari Achilles, Rado yang mendengar itu pun segera bersiaga didepan Slyvrin demi mencegah Achilles untuk melukai dirinya.
"Tak akan ku biarkan kau melukai dirinya sedikit pun...!" Kata Rado kepada Achilles.
"Hmm apa kau bisa menahan diri ku?" Senyum Achilles.
Rado mendengar itu tidak dapat berkata sedikit pun karena memang ia berpikir kalau itu adalah hal yang menyulitkan. Achilles melesat dan segera menusukan tombaknya kearah Rado, Rado yang sedang menunggu kedatangannya mencoba untuk menyambutnya dengan kuda - kuda yang sangat baik. Disaat tombak itu mendekat kearahnya Rado pun segera mengayunkan katana miliknya kearah atas samping untuk menghalau pedang tersebut, akan tetapi kekuatan yang ia miliki belum cukup kuat untuk menghalau tombak Achilles sepenuhnya.
Tombak itu hanya bergeser sedikit dan hampir mengenai Slyvrin. Pundak bagian kiri Rado terbakar hebat karena ujung tombak Achilles sempat melewati samping pundaknya dan itu membuat kulit Rado terbakar hingga membuat sedikit dagingnya terkelupas.
Achilles segera menggeserkan tombaknya tepat kearah pipi kiri Rado dan menghantamnya dengan bagian badan tombak tersebut, Rado dengan reaksi cepatnya segera menempatkan tangan kirinya keatas demi menghindari luka serius pada wajahnya, ia menahan pukulan tombak itu dengan tangan kirinya, tangan kirinya pun menerima luka bakar yang berat sebelum ia terlempar kesamping.
"Rado!" Teriak Yoga saat mencoba bangkit.
Rhea pun sedikit menoleh kearah Rado yang saat itu sedang terdesak, ia pun segera mempercepat pertarungannya bersama Juliver yang terlihat sudah mengalami luka yang berat, tubuhnya penuh darah saat berhadapan dengan Rhea. Rhea pun segera berlari kearahnya lalu melapisi kapak miliknya dengan force dengan volume tinggi, Juliver yang sudah tidak berkutik mencoba untuk menghindari serangan Rhea, tetapi Albert yang sedang kesakitan karena kerongkorangan dipukul oleh Juliver mengulurkan tangannya untuk merapalkan sebuah force sihir element tanah, sihir itu ternyata ditunjukan untuk mengunci pergerakan Juliver yang ingin lari dari serangan Rhea.
Karena kakinya terkunci oleh sihir Albert membuat Juliver panik dan melihat kearah atas dimana Rhea akan datang menghampirinya dengan kapak yang sudah dipersiapkan untuknya. Kapak itu pun berhasil membelah Juliver menjadi dua bagian. Namun tidak sampai situ saja, Rhea yang mengetahui kebangkitan kedua bagi para pendamping demigod tidak membiarkan itu terjadi, disaat tubuh Juliver mengeluarkan sinar kebangkitan dan merangkai kembali tubuhnya, Rhea bersiaga dengan kapaknya menunggu tubuh Juliver kembali menyatu kembali.
"Bantu aku untuk membunuhnya! Tunggu sampai tubuhna kembali utuh!" Kata Rhea kepada para pendamping yang masih dapat berdiri lalu mereka mengeliling tubuh Juliver yang sedang di bangkitkan.
Albert dengan kondisi yang kesakitan, perlahan mengunci setiap tubuh Juliver yang mulai menyatu dengan cara mengunci tubuhnya dengan balutan tanah bebatuan yang berlapis - lapis dan merayap dari kakinya yang sudah terkunci terlebih dahulu. Dalam proses ini Juliver tidak dapat berbuat sesuatu sebelum tubuhnya kembali normal. Batu yang dikendalikan oleh Albert terus mengikuti perkembangan dari Juliver yang sedang memulihkan diri, sampai akhirnya dimana tinggal kepalanya saja yang belum menyatu, kuncian dari sihir elemen milik Albert sudah 90% memumikan tubuh Juliver dan menyisakan kepalanya saja.
"Rhea kepar*t!!!!!!!!!!!!" Teriak Juliver seiring kepalanya mulai menyatu kembali.
Dan teriakan itu ditutup oleh ayunan kapak Rhea yang sudah diperkeuat force menuju lehernya.
Cahaya sinar yang dikeluarkan oleh Juliver menyinari tempat itu, Achilles yang melihat Juliver telah tewas satu kali berlalu begitu saja dan terus bejalan menuju Slyvrin yang seperti orang tidak berkutik.
"Slyvrin!!!!" Teriak Rado mencoba untuk bangkit dan melihat Slyvrin yang sedang dihampiri oleh Achilles.
Slyvrin yang ketakutan hanya bisa mundur dan mundur, forcenya telah terkuras habis selama pertarungan bersama ras orc. Achilles pun mendekat kearah dirinya dengan senyuman kepuasan karena akan segera membunuh wanita yang sudah merusak tubuh sucinya. Pada saatnya dimana Slyvrin mulai terjebak dengan dinding tebing dibelakangnya, Achilles pun berkata...
"Mati lah dengan tenang dan tinggalkan ras mu..." kata Achilles lalu mendorong tombaknya kearah Slyvrin tepat kearah perutnya.
"Heyaaaaa!!!!!!!" Yoga melesat kearah Slyvrin tanpa membawa senjata apapun.
Ia segera berlari dan memasang badan didepan Slyvrin lalu menangkap tombak Achilles pada bagian tengahnya menggunakan kedua tangan.
"Yoga!" Teriak Rado melihat Yoga yang berhasil menghentikan laju tombak tersebut.
Yoga berusaha keras untuk menghentikan tombak tersebut dengan tubuh yang terbalut oleh force miliknya, demiclesnya pun semakin terang seiring Yoga menggunakan forcenya dalam jumlah yang sangat banyak. Akan tetapi semakin lama tombak itu semakin maju kearah tubuhnya, force yang ia gunakan untuk menahan panas api dari tombak Achilles seperti tidak berarti.
Jirah yang dikenakan oleh Yoga pun mulai memanas dan berangsur meleleh karena menahan tombak yang sednag terbakar tersebut. Seiring waktu tombak itu ia tahan, Jirah pada lengan Yoga sepenuhnya meleleh dan selanjutnya daging pada tubuhnya yang perlahan meleleh. Dalam keadaan lengan yang mulai meleleh, Yoga terus berusaha menahan tombak Achilles.
"Aaakhhhhh!!!!!!!!!" Teriak Yoga sambil memfokuskan pandangnnya pada tombak yang saat ini sednag ia tahan.
Ujung tombak itu semakin maju kearahnya dan lengan Yoga pun mulai memperlihatkan tulang - tulangnya. Slyvrin hanya terduduk lemah melihat punggung Yoga yang sedang mencoba untuk menyelamatkannya. Rado pun segera bergegas bangkit lalu berlari menuju Achilles untuk menghentikannya.
"Aaakhhhh!!!!!!!" Teriak Yoga saat sedang menahan tombak tersebut.
Achilles pun tersenyum lebar melihat kegigihan Yoga saat menahan tombaknya itu. Sampai pada akhirnya dimana seluruh daging dan tulang lengan Yoga hancur, tombak itu pun melesat menembus tubuhnya. Yoga segera memuntahkan darah dari mulutnya, namun perjuangannya itu dapat menghentikan Achilles untuk membunuh Slyvrin dan memberi waktu kepada Rado untuk sampai kepadanya.
Rado segera menebaskan katananya kearah Achilles, namun Achilles memilih untuk melompat mundur. Yoga terjatuh dalam keadaan bersimbah darah dan Rado segera menangkap tubuhnya. Slyvrin pun dalam keadaan sedih segera mendekat kearah Yoga dan melihatnya wajah terakhirnya bersamaan dengan Rado. Penglihatannya mulai kabur, ia hanya dapat melihat Rado dan Slyvrin yang sedang mengkhawatirkannya dalam pandangan yang tidak jelas.
Yoga mencoba untuk meraih Rado dengan tangannya yang meleleh.
"Rado... Apa itu kau?" Tanya Yoga lemah.
"Yaaa.. AKu disini..." Kata Rado.
"Bagaimana dengan nona Slyvrin?" Tanya Yoga.
"Aku baik - baik saja... Terimakasih.. Karena bantuan mu aku berhasil selamat..." Kata SLyvrin tersenyum dengan wajah sedih.
"Syukurlah... Aku berhasil memegang amanat dari mu Rado.." Kata Yoga tersenyum dengan darah yang membanjiri mulutnya.
"Hmph... Kau berhasil.." Kata Rado tersenyum dengan mata berkaca - kaca.
"Sepertinya aku akan pergi terlebih dahulu..." kata Yoga tersenyum.
"Tidak.. Jangan berkata seperti itu! Bukan kah kau berjanji akan terus mengikuti ku Yoga!" Kata Rado mengeras.
Yoga sudah tidak dapat mendengar perkataannya lagi dan pandangannya semakin menghitam, Demiclesnya pun mulai meredup berangsur hilang.
"Yoga! Yoga!!!!" Panggil Rado.
Sampai pada akhirnya Yoga pun menghembuskan nafas terakhirnya dan tangannya pun terjatuh. Melihat Yoga yang telah tiada membuat Rado hilang kendali. Rhea, Albert, Jaquile dan Kuluk pun melihat kearahnya dengan tatapan yang masih tidak percaya. Devian pun yang sudah berada di Moria secara tidak langsung merasakan sebuah kesedihan yang mendalam.
"Ada apa ini?!" tanya Devian dengan heran sambil melihat langit yang gelap.
Para Kapten juga menunjukan wajah yang tidak biasa melihat kematian Yoga. Dalam keadaan yang runtuh Rado segera mengambil ramuan penyembuh dari tas Yoga yang hanya tertinggal satu buah saja. Rado segera membukanya lalu memaksa Yoga meminumnya.
"Minumlah ku mohon! Minumlah!!!!" Paksanya sambil menuangkan isi ramuan tersebut kearah mulut Yoga namun obat itu kembali keluar.
"Tidak Yoga... Yoga!" Teriak Rado pada Yoga yang sedang bersandar ditanganya.
"Yoga!" Rado mencoba untuk membangunnya berkali - kali namun Yoga tetap membuka matanya kembali.
"Rado! Rado!" Slyvrin mencoba memanggil dirinya untuk menyadarkan kalau Yoga sudah tiada.
"Dia sudah pergi!" Kata Slyvrin.
Rado yang mendengar itu segera berhenti menggoyangkan tubuh Yoga dan terdiam. Slyvrin terus memandangi wajah Rado yang menghitam karena tertutup oleh rambutnya yang mulai memanjang. Rado segera merebahkan tubuh Yoga dengan perlahan.
"Ini semua salah ku..." Kata Rado bergumam.
"Tidak ini bukan -" Slyvrin mencoba untuk menenangkan Rado.
"Apa arti menjadi seorang pemimpin bila menempakat seluruh rasnya dalam bahaya?" Rado bergumam sambil berdiri membelakangi Achilles yang sednag menyaksikan kesedihannya.
"Aku sudah tidak peduli dengan dunia ini... AKu harus membunuhnya.." Kata Rado dengan force yang menguap dari dalam tubuhnya, kebenciannya terhadap Achilles karena membunuh satu - satunya orang terpenting dalam hidupnya pun membuat demiclesnya mulai mengirimkan sinyal transformasi menuju sayap sejati ke empat.
Disisi lain, Dogol yang baru saja tersadar pun mulai mendekat kearah Achilles membawa kapaknya yang tersisa satu, disisi lainnya juga terdapat kerumunan pendamping termasuk Rhea yang mendekat kearah Achilles. Saat ini Achilles terkepung dari 3 sisi yang berbeda oleh musuhnya.
"Hahh... Aku sedang dengan kondisi seperti ini..." Kata Achilles tersenyum lebar.
"Diam... Aku akan membunuh mu sekarang juga!" Kata Rado menoleh dengan mata tajam berwarna ungu serta forcenya yang meluap.