The Archon

The Archon
Sang Tanker telah Pulih



"Datanglah!"


Tantang Jaquile kepada Frago yang sudah bersiap untuk menyerang dirinya. Frago yang ditantang seperti itu oleh Jaquile mulai tersulut akan perkataan tersebut dan melesat kearahnya. Tidak seperti Laguun, Frago adalah orc yang memiliki kecepatan, hanya butuh seperkian detik ia telah sampai dihadapan Jaquile dan mengarahakan kedua kapaknya dari atas.


Jaquile pun sedikit terkejut, namun keterkejutannya itu tidak menghalangi dirinya untuk mengimbangi kecepatan dari Frago. Jaquile segera mengayunkan tombaknya kearah atas untuk memukul balik Frago dan hal itu membuat mereka berdua berbenturan hebat. Kedua kapak yang saat ini sedang digenggam oleh Frago dan tombak Jaquile mengeluarkan sebuah percikan api disaat awal kedua senjata itu bertemu.


Hempasan angin dari keduanya pun membuat ketiga pasukan yang sedang menyaksikan harus menjaga diri karena angin yang disebabkan oleh aura force yang amat besar membuat debu dan partikel lainnya terhempas kemana - mana. Jaquile mencoba untuk mendorong Frago dengan segenap kekuatannya, giginya ia eratkan karena menerima beban yang cukup berap. Urat dilengannya pun terlihat keluar karena ia mengeluarkan tenang yang ekstra untuk menghalau serangan tersebut.


"Heyaaa!!!!!" Tombaknya ia dorong dengan kedua lengannya.


Posisi Frago yang berada diatas udara membuat dirinya harus dipaksa mundur karena tidak memiliki pijakan yang membuat Frago bisa mengeluarkan tekanan dari serangan terbaik. Ia dihempaskan kembali ke udara tanpa mengalami luka sedikit pun. Ia mendarat dengan sempurna ditempat ia semulai memulai ini semua.


"Hooo... Kau bisa menghentikan serangan pertama ku? Hahahahaha ini menarik sekali manusia.. Aku menyangka kalau ras kalian adalah ras yang lemah, tetapi sepertinya aku sedikit salah.." Kata Frago memuji Jaquile.


"Hehehehe... Itu baru saja pemanasan, selebihnya akan ku tunjukan kepada mu seiring berjalannya pertarungan.." Balas Jaquile bersikap baik - baik saja.


"Sial... Serangannya itu berat sekali! Meskipun aku merasa kalau aku sudah jauh lebih kuat dari sebelumnya, sepertinya orc ini memiliki level yang berbeda dengan orc yang ku lawan sebelumnya.. Apa dia seorang tangan kanan dari archon orc?" Dalam benak Jaquile berkata.


"Kalau begitu bagus.. Aku tidak ingin pertarungan ini menjadi membosankan.... Karena kau berhasil menghentikan serangan ku yang pertama tadi, sepertinya waktu sepuluh menit tidak cukup untuk bersenang - senang bersama mu.... Bagaimana kalau seharian?! Dua hari?! Tidak! Bagaimana kalau Seminggu?!" Tanya Frago terlihat sangat tertarik dengan pertarungan mereka.


"Hoi.. Hoi... Apa kau tidak lelah bertarung sampai seminggu?" Senyum Jaquile dengan sedikit keringat.


"Tidak! Aku suka pertarungan! Aku sudah berkelana kemana pun dalam misi dan berharap ada lawan yang tangguh dan dapat mengimbangi diri ku untuk beberapa waktu kedepan, akan tetapi ras - ras di dunia ini sangat lah lemah! Tapi hanya ada satu ras saja yang membuat ku tertarik.. Yaitu ras Demigod! Namun sayang... Sulit sekali menemukan mereka..." Kata Frago bersemangat menceritakan kemauannya.


"Oh tunggu! Apa kau yang membunuh pasukan orc di hutan berkabut?" Sambung Frago dengan sebuah pertanyaan.


"Hutan berkabut? Apa yang waktu aku pertama kali datang kesini bersama Rado dan Yoga?" Dalam benak Jaquile ia mencoba untuk mengingat kejadian yang telah ia lalui.


Setelah ia mengingat dan mencocokan apa yang menjadi pertanyaan dari Frago barulah ia menjawabnya.


"Ya.. Aku dan teman - teman ku lah yang membantai habis pasukan orc itu..." Senyum Jaquile merasa bangga.


"Hahahahahahaha, ternyata kau orangnya! Baiklah ini cukup menarik.... Awalnya aku tidak mempercayai laporan dari pesuruh yang mengintai kejadian waktu itu, karena ia mengatakan kalau manusia lah yang melakukan itu semua..." Frago tertawa seperti orang gila.


"Apa selemah itu kah manusia sampai kau tidak mempercayainya.." Tanya Jaquile dengan senyuman canggung.


"Yah.. Sakin lemahnya aku sampai bosan memburu kepala mereka.. tetapi kau berbeda... aku senang ada yang terkuat dari ras lemah itu, jadi ayo kita bertarung sampai salah satu dari kita mati.." Senyum Frago menatap tajam kearah Jaquile.


Frago kembali melesat kearah Jaquile sekali lagi, mereka terus - terusan melakukan pertarungan yang sangat sengit. Dikarenakan gaya bertarung yang dimiliki oleh Frago membuat Jaquile harus bersabar untuk melakukan serangan balik. Frago bertarung sangat brutal dengan alur atau pola serangan yang tidak beraturan, ia bertarung menggunakan reflek dan bertujuan hanya untuk membunuh saja, mungkin ini yang disebut bertarung dengan cara barbar.


"Serangan macam apa ini? Kasar sekali! Tetapi aku merasakan kalau setiap ayunan kapaknya memiliki resiko yang sangat besar jika aku tidak waspada" Dalam benak Jaquile yang terlihat sedang berusaha untuk menghalau setiap serangan dari Frago.


"Ada apa dengan mu hah?! Hahahaha Kau tidak bisa melakukan serang balasan?" Tanya Frago sambil terus menyerang Jaquile tanpa ada jeda sedikit pun.


"Hahahaha ini karena kau begitu semangat untuk mengayunkan kedua kapak mu.. Beristirahatlah sebentar!"


Balas Yoga dengan memutarkan tombaknya seperti baling - baling untuk memberikan jarak diantara mereka setelah menemukan sedikit celah dari serangan Frago. Frago pun melangkah mundur karena ia hampir saja terbunuh akibat serangan tombak dari Jaquile tersebut. Tombak yang diputar oleh Jaquile tadi membuat Frago tersenyum senang karena serangan variasi tersebut membuatnya sangan senang. Ia tersenyum karena menemukan pola serangan baru yang selama ini belum ia temui.


"Hei! Serangan apa itu? Bisakah kau memperlihatkannya lagi pada ku?" Tanya Frago.


"Hahahahaha baiklah.. Aku datang!" Kata Frago yang terlihat amat senang.


Frago kembali melancarkan serangannya, kali ini ia mengubah pola serangnya dimulai dari bagian bawah. Kedua kapak itu mengarah ke dagu Jaquile, namun dapat diantisipasi oleh Jaquile yang menarik kepalanya kearah belakang. Tidak sampai situ, setelah kapak itu tidak mengenai Jaquile, Frago segera menarik kapaknya kebawah untuk mengincar kembali Jaquile. Kali ini Jaquile melakukan akrobatik kearah belakang karena posisi tubuhnya yang sedang tertarik kebelakang. Kapak itu pun kembali tidak berhasil mengenai Jaquile dan menghantam tanah.


Akan tetapi sulit dipercaya, Frago segera menjadikan kapaknya sebagai tumpuannya untuk melakukan front flip yang mana bertujuan untuk menjangkau Jaquile dengan tendangan kedua kakinya. Jaquile yang belum siap dengan pola serangan yang agresif itu terkena serangan kembali dan terpental jauh kebelakang.


"Hahahahahaha kena!" Tawa dari Frago sambil melompat bangun setelah menendang Jaquile.


Jaquile yang saat itu tertahan oleh batang pohon besar mencoba untuk bangkit kembali dengan keadaan darah yang keluar dari mulutnya. Ia masih tidak menyangka kalau pola serangan dari Frago seperti berkaitan dengan cara yang cukup aneh. Ia tidak memanfaatkan kapaknya saja akan tetapi bagian tubuhnya yang lain seperti kakinya ia gunakan dengan cukup baik untuk menjangkau lawannya.


"Tuan Jaquile!" Teriak pasukan manusia dan ingin mendekat kearahnya.


Jaquile pun mengangkat tangannya kearah mereka dan mengisyaratkan untuk tidak mengganggu pertarungan mereka itu. Disisi lain Laguun yang menyaksikan pertarungan antara Frago dan Jaquile mulai merasa terancam akan posisinya yang saat ini berstatus sebagai orc kepercayaan dari Dogol. Melihat gaya bertarung dari Frago sangat berbanding kebalik dengan dirinya yang memiliki tempo lambat namun memiliki serangan yang besar.


Hal yang menjadi kebingungan dalam dirinya juga adalah mengenai Frago yang berstatus sebagai penduduk hasil ciptaan dari para dewa.


"Ini menganggu ku... Apa ciptaan dari dewa brengs*k itu diberikan nyawa atau bagaimana?! Kenapa aku merasa kalau Frago seperti memiliki nyawa sungguhan layaknya kami para orc yang ditransfer ke dunia baru ini!" Dalam benak Laguun berkeringat melihat pertarungan Frago.


"Berdirilah manusia! Aku akan datang kembali untuk menyiksa mu.." Kata Frago sambil berjalan dan memutar - mutarkan pergelangan tangannya.


Jaquile seperti menunjukan wajah yang mulai kelelahan, akan tetapi api semangat masih tercemin dimatanya. Ia pun bangkit kembali dan ikut melangkahkan kakinya kearah Frago. Mereka berdua berjalan mendekati satu sama lain dengan sangat santai dan perlahan. Tatapan mereka saling bertemu tanpa ada yang bisa melepaskannya, senyuman dari mereka berdua terlihat menghiasi detik - detik sebelum terjadi benturan kesekian kalinya.


"Apa kau baik - baik saja?" Tanya Frago melihat noda darah di dagu Jaquile.


"Ini hanya luka kecil.." Balas Jaquile.


"Hiiiii hhihihihi" Frago cekikikan dan tersenyum semeringah mendengar itu.


"Aku suka..." Sambungnya.


Disaat jarak diantara mereka menyempit, Frago dan Jaquile pun secara bersamaan melancarkan serangannya kembali. Sementara itu, di Ibukota ras manusia, De Hoorn. Anggota yang diutus oleh Jaquile telah sampai dan segera diantar menghadap Rado. Di ruangan itu, anggota tersebut menyampaikan apa yang diberitahu oleh Jaquile, sontak itu membuat Rado terbangun dari kursinya dan menatap anggota tersebut dengan mata melebar.


"Apa?! Berarti ada kemungkinan Zowie berada di ras elf?! Kenapa ia bisa berada disana?!" Dalam benak Rado.


"Baiklah.. ayo kita berangkat kesana.." Sambung Rado ingin segera pergi ke tebing putih.


Namun disaat ia ingin meninggalkan ruangannya, Yoga yang sudah pulih menghalangi jalannya.


"Mau kemana kau?" Tanya Yoga tersenyum.


"Yoga?" Rado terhentak juga senang melihat Yoga sudah pulih.


"Aku-"


"Aku sudah tau apa yang terjadi, maaf aku penguping tadi.." Kata Yoga memotong perkataan Rado.


"Biar aku saja yang pergi kesana dan membawa Zowie kembali..." Sambungnya dengan senyuman.