The Archon

The Archon
Pasukan Aliansi Vs Orc Dimulai!



Keesokan harinya pada siang menjelang sore dimana Slyvrin dan Greg saling perdampingan membawa seluruh pasukan yang terdapat di ras mereka untuk melakukan perjalanan menuju pertempuran melawan ras orc. Greg yang saat itu berada didepan seluruh pasukan tersenyum bersama para pengikutnya, disisi lain Slyvrin terlihat murung karena mengingat kejadian yang dialami Rado kemarin hari saat mereka sedang melakukan komunikasi jarak jauh.


"Ada apa dengan mu, nona Slyvrin...?" Tanya Greg dengan nada sedikit menggoda.


"Panggil aku RATU!" Lirik benci dari Slyvrin.


"Uuuu tatapan mu membuat ku bergairah... Bagaimana kalau-" Greg mencoba untuk merayu.


"Tutup mulut kotor mu itu! Aku tidak ingin mendengarnya lagi, setelah pertempuran ini selesai, itu juga menjadi penanda kalau aliansi dengan mu juga selesai..." Katanya judes kepada Greg.


"Hhahahahaha... Tanpa kami ras elf bukan lah apa - apa... Biar ku tunjukan nanti bagaimana diri ku menghancurkan ras barbar itu" Kata Greg dengan percaya diri.


Mereka berdiri didepan portal utama yang terdapat pada ibukota Lorien wilayah ras elf. Tujuan mereka saat ini adalah ke pos yang terdapat pada hutan didekat wilayah dark elf, yaitu tebing putih dimana tempat Yoga dan Jaquile berhadapan dengan pendamping para orc. Beberapa saat mereka menunggu portal itu pun terbuka bersamaan dengan batu holy essence yang menyala karena menyalurkan energinya kepada mediasi pembuka alat teleportasi itu.


Disaat portal sudah terbuka dengan sempurna, mereka pun perlahan memasuki portal tersebut secara bergantian. Atmosfer yang terjadi saat ini antara tentara manusia dengan elf terlihat sangat canggung. Dimana lirikan mereka terlihat tidak bersahabat karena tentara pro dan kontra terhadap Rado bersatu. Mereka yang kontra terhadap Rado sebagian besar berada di kubu manusia dimana mereka yang memilih untuk loyal kepada Greg demi bertahan hidup, meskipun para kapten mereka memilih pro kepada Rado.


Disisi lain tentara elf lebih memilih pro kepada Rado mengingat hubungan yang sudah terjalin berkat pendekatan yang selama ini Rado dan bawahannya berikan. Yoga yang memiliki kepekaan terhadap situasi keadaan medan merasa kurang nyaman dengan udara yang berat diantara tentara tersebut. Ia merasa kalau kerja sama kali ini akan benar - benar kacau mengingat dendam dan rasa benci yang terbentuk akibat Greg yang melakukan kudeta besar - besaran.


Sementara itu di ibukota De Hoorn pun nama Rado dibuat seperti menjadi nama yang tabu untuk disebutkan mengingat apa yang telah ia lakukan. Sudah berjalan beberapa hari semenjak insiden itu, perputaran politik pun terjadi dimana seluruh masyarakat pro terhadap Greg termasuk dari kalangan bawah. Proyek yang dicetuskan oleh Rado mengenai pembangunan pusat pelatihan militer untuk kalangan bawah pun diberhentikan.


Akademi sekarang ini telah dikuasai oleh anak dari Nimus, Rega. Mengingat ayahnya sudah menjabat sebagai tangan kanan dari penguasa ras manusia, membuat dirinya menjadi besar kepala dan seenaknya melakukan apapun di akademi tersebut. Termasuk menggait Silvi untuk menemaninya kemana pun. Para peserta pelatihan itu menjadi segan untuk menghadapinya termasuk murid elite lainnya.


"Minggir atau ku minta ayah ku untuk memusnahkan keluarga mu!" Ucapan dari Rega yang saat ini menjadi andalan baginya untuk mengancam para peserta pelatihan yang lain.


Kembali kepasukan besar dari gabungan kedua ras yang beraliansi. Mereka sudah tiba di hutan dekat tebinig putih, para elf yang mejaga pos tersebut berbaris menyambut iring - iringan besar tersebut dan memasuki barisan mengikuti pasukan utama menuju perbatasan wilayah mereka. Dengan wajah penuh dedikasi, mereka segera menuju kearah tebing putih untuk menjegat para orc, mengingat hanya tebing itulah yang menjadi pembatas diantara kedua wilayah ras yang saling bersiteru tersebut.


Kerumunan dari kedua pasukan itu pada akhirnya sampai ketempat dimana pertempuran antar ras elf dan orc terjadi untuk pertama kalinya. Sarka, Yoga, Jaquile dan mereka yang saat itu bertugas terlihat sangat menghayati akan tempat tersebut. Pasukan besar itu terhenti tepat dimana Sarka yang saat itu berdiri untuk mencegah Laguun untuk masuk.


"Ini mengingatkan ku pada saat itu.." Kata Sarka kepada Jaquile dan Yoga yang berada disebalahnya.


"Apa kita akan bertemu dengannya lagi?" Tanya Jaquile kepada Yoga.


"Sepertinya itu akan terjadi.." Kata Yoga menanggapi pertanyaan Jaquile.


Greg yang tersenyum dan Slyvrin yang terlihat serius menatap keseberang jalan dari tebing tersebut mulai menunggu kedatangan para ras orc. Beberapa saat mereka menunggu, jalan yang awalnya terlihat kosong dan cerah, mulai menunjukan tanda - tanda kehidupan masal. Burung - burung yang bertengker di hutan - hutan sekitar tebing tersebut mulai berterbangan dan suara gemuruh langkah kaki pun mulai terdengar dari kejauhan.


"Mereka tiba..." Kata Slyvrin.


"Hmph! Aku ingin menghajar ras barbar itu" Kata Greg sambil mengambil pedang dua tangan dari sabuknya.


Para orc mulai menunjukan taring mereka, kerumunan ras bertubuh besar dengan tatto yang menghiasi tubuh mereka pun menapaki jalan menuju kediaman pertama dari ras elf. Dogol yang sudah menyempurnakan sayap sejati ketiganya terlihat lebih kuat dengan aura force yang lebih mengintimidasi dari sebelumnya.


"Perasaan ku sungguh tidak enak.." Kata Nimus dari kejauhan.


"Tenang lah... mungkin karena kau baru pertama kali keluar untuk bertempur..." Kata Barley.


"Yah.. Kau mungkin benar... Aku sudah lama tidak menggunakan pedang ku untuk melakukan pertempuran yang sebenarnya, lagipula ada tuan Greg disamping kita.." Kata Nimus membalas Barley dengan senyuman gugup.


Para kapten ras manusia pun mulai mengeluarkan keringat karena gugup dan rasa khawatir, aura besar yang dikeluarkan oleh Dogol mulai mereka rasakan. Seiring mendekatnya ras orc kepada ras gabungan tersebut, Dogol semakin mengerahkan aura force pada tubuhnya. Tubuhnya mulai mengeluarkan aura yang menyerupai uap panas diseluruh tubuhnya dan itulah yang membuat tekanan pada udara disekitar.


Langkah gemuruh kaki dari ras orc semakin terdengar kencang ditelinga mereka semua. Wajah yang semulanya terlihat siap, mulai mengkerut seiring munculnya mereka. Beberapa saat penantian dari kedua ras gabungan itu pun mulai menunjukan hasil dari tujuan mengapa mereka melakukan barikade. Pasukan orc pun mulai menampakan diri dan Dogol lah yang menjadi momok menakutkan bagi mereka semua. Dengan tubuh yang semakin kekar dengan kulit hitam dengan pupil mata berwarna merah membuat  bulu kuduk siapapun yang berada di pihak lawan berdiri.


Pasukan Orc yang berjumlah ribuan berhenti tepat didepan ras gabungan tersebut. Slyvrin yang terlihat gugup hanya terdiam dengan wajah yang kurang yakin. Greg yang saat itu juga mulai tidak yakin mencoba untuk mencairkan suasana demi menaikan moral para prajurit.


Para Orc tidak menanggapi ucapan sambuta yang diberikan oleh Greg kepada mereka. Mereka hanya menatap tajam kearahnya tanpa mengatakan sedikit pun kata untuk menjawabnya dan itu mengganggu mental seorang Greg yang baru saja terjun kedalam peperangan untuk pertama kalinya setelah sekian lama pensiun dari garis terdepan. Karena merasa dilecehkan akibat ucapannya tidak ditanggapi membuat Greg mencoba untuk menegaskan apa yang berada dipikirannya.


"Pergi atau kalian akan kami musnahkan!" Katanya melakukan psywar sebelum bertempur.


"Aku adalah Archon dari ras manusia! Jika kalian melewati garis ini, aku pastikan pedang ini akan memeggal kepala kalian semua!" Tegas Greg maju kedepan lalu membuat garis pembatas diatas tanah menggunakan pedangnya.


Menanggapi ancaman dari Greg, para orc hanya tertawa terbahak - bahak hingga menggemuruh keseluruh daratan tebih putih.


"Kenapa kalian tertawa! Kepar*t!" Geram Greg lalu ia memamerkan demicles miliknya ke udara.


Melihat demiclesnya yang tidak sehebat milik mereka yang lain membuat para orc melanjutkan tawanya, karena Greg yang tidak secara langsung melihat seperti apa bentuk demicles yang berada diluar sana membuatnya bertempur tanpa pengetahuan dasar. Insting untuk merasakan aura yang menakutkan pun tidak setajam mereka yang terbiasa hidup dalam pertempuran.


Dalam keadaan heran sekaligus panik karena melihat para orc tidak gentar saat melihat demiclesnya membuatnya naik pitam dan memerintahkan pasukan untuk melakukan penyerangan.


"Seranga para kepar*t itu!" Katanya sambil mengacungkan pedangnya kearah Dogol.


Para ras manusia pun mulai berteriak dan menyerbu kedepan untuk menghantam pasukan ras orc yang berada didepan mereka. Namun tidak dengan Slyvrin, ia tidak begitu gegabah untuk mengirim pasukannya untuk maju karena ia sudah merasakan aura yang hebat dari Dogol. Baru beberapa langkah tentara manusia maju, masih dalam keadaan berada dibelakang Greg yang sedang mengusungkan pedangnya kearah Greg, mereka semua dibuat terkejut dan terhenti.


"AKhhhh!!!!!!!!!!!!!" Greg berteriak histeris dengan keadaan tangan yang sedang memegang pedangnya sudah terputus.


Didepannya sudah berada Frago sambil memegang tangan Greg yang masih menggenggam pedang miliknya. Frago tersenyum melihat ekspresi kesakitan dari Greg, lalu ia menoleh kearah Dogol yang hanya terdiam menatap pertarungan singkat itu.


"Tuan, apa dia yang anda maksud?! Dia lemah!" Kata Frago kepada Dogol.


"Bukan dia orangnya.., Dimana manusia itu?" Tanya Dogol kepada mereka,


Dogol tidak menggubris Greg yang sedang kesakitan, para pengikutnya pun terlihat ketakutan dan merasa turun moral melihat pemimpin dia mengalami kejadian yang menakutkan tersebut.


"Dimana dia!" Tegas Dogol kepada mereka semua.


Mereka yang tidak mengetahui maksud Dogol hanya terdiam dengan wajah takut.


"Dia tidak ada disini.." Kata Yoga maju kedepan.


Frago yang melihat Yoga kembali begitu senang dan tersenyum.


"Tuan! Dialah yang berhasil memukul mundur diri ku dan Laguun..." Kata Frago menunjuk Yoga.


"Hmph... Dimana dia!" Tegas Dogol kepada Yoga dengan nada serak.


"Dia tidak ada disini.." Kat Yoga sekali lagi.


"Dimana dia!" Tanya Dogol mulai meninggi.


"Dia tidak ada disini.." Jawab Yoga sama.


Mendengar jawaban yang sama berulang kali membuat Dogol marah dan meledakan kekuatannya. Aura force yang dahsyat pun ia kerahkan dan menghembuskan angin disekitarnya. Demicles dengan tiga sayap pun ia udarakan dan membuat seluruh pasukan musuh bergidik.


"Kutanya sekali lagi.. Dimana dia?!" Tanya Dogol dengan aura force yang sangat mengintimidasi.