The Archon

The Archon
Api Suci



Kematian dari seorang yang sudah ia anggap sebagai sahabat menjadi sebuah keterpurukan baginya. Yoga yang sudah setia mengikutinya dari dunia sebelumnya telah tewas di depan matanya. Hatinya sangat terpukul karena ia tidak dapat melindungi satu - satunya orang yang sudah sangat ia percaya. Saat ini perasaannya tidak karuan, ia sudah tidak peduli dengan orang - orang sekitarnya dan itu melepas seluruh belenggu dalam hatinya saat ini.


Rado semakin muak dengan melihat Achilles tersenyum dengan menjijikan kearahnya, ia pun juga sudah tidak mendengarkan setiap kata yang diucapkan oleh Slyvrin. Matanya menjadi gelap setelah kehilangan sesuatu yang berharga, mengingat hatinya yang selalu peduli dengan orang terdekat membuat Rado menjadi sulit untuk mengatur emosinya.


Ia pun melesat kearah Achilles tanpa persiapan, Rado menjadi sosok yang buas dengan pola serangan tanpa pola. Sebagai motonya selama ini dimana sebuah emosi adalah sebuah jalan yang menuntun seseorang menuju kekalahan, Rado pun tidak dapat menyentuh Achilles sedikit pun. Setiap tebasan katananya dapat di hindari oleh Achilles dengan mudah.


Karena merasa bosan, Achilles pun memukul perut Rado yang mengakibatkan dirinya terpental kebelakang dimana dan tubuhnya membentur tebing yang mana membuat dirinya memuntahkan darah.


"Rado!" Khawatir Slyvrin segera mengkhawatirkan.


"Sungguh menyedihkan... Hanya kehilangan satu orang saja sudah membuat mu seperti ini... Apa kau pantas di sebut sebagai seorang Archon?" Tanya Achilles mengejek.


Rado yang masih terduduk setelah dipukul mundur hanya menunduk dengan sebuah penyesalan, ia pun tidak menanggapi kekhawatiran Slyvrin yang berada didekatnya.


"Rado...!!" Panggil Slyvrin khawatir.


"Diam.." Bisik Rado kepada Slyvrin.


Rado pun berdiri kembali menggenggam katananya dan berjalan kearah Achilles kembali, Slyvrin pun terlihat hanya memandanginya dengan sangat khawatir.


"Kau tidak ingin berterimakasih pada ku? Dengan cara diri ku yang membunuh orang tersebut, kekuatan dari demicles mu angkat meningkat.." Kata Achilles tersenyum lebar saat melihat sayap keempat Rado akan bangkit.


Rado terdiam dan terus berjalan kearahnya. Rhea dan para pendamping pun menyerbu kearah Achilles, Dogol yang saat itu berada dibelakang Achilles pun juga ikut menyerbu dirinya. Dogol saat ini di hadapkan dengan musuh dari serbuan 3 arah dimana setiap dari mereka memiliki demicles. Sedangkan para prajurit gabungan 3 ras itu masih disibukan dengan tentara demigod yang terus memberikan perlawanan yang kuat dan mendominasi.


"Para lalat berkumpul... Tapi ada satu yang levelnya berbeda.." Kata Achilles segera menoleh kearah Dogol.


Achilles pun segera membalikan tubuhnya untuk menghadapi Dogol terlebih dahulu, kecepatan dari Dogol memang satu tingkat lebih tinggi dibanding mereka, Dogol pun dengan tubuh yang terbalut force berwarna merahnya pun menerjang maju dengan bermodalkan satu kapaknya saja. Ia mengayunkan kapaknya dan Achilles dengan mudah menangkisnya.


Tangan Dogol pun seperti dipentalkan dengan keras, disaat ia sedang terpental pasukan para pendamping pun melompat bersamaan dan memberikan perlawanan kepada Achilles. Achilles pun segera memukul Dogol dengan bawah tombaknya lalu memutar tombak miliknya kearah atas untuk menghalau para serbuan pendamping. Para pendamping pun berhasil di halau dan satu persatu di jatuhkan.


Dogol masih belum menyerah, ia terus melancarkan serangan kapaknya dan melancarkan beberapa tebasan cepat. Achilles hanya menghindari tebasan tersebut sambil tersenyum dan sedikit demi sedikit mengambil langkah mundur. Disaat tebasan terakhirnya, pergelangan tangan Dogol pun ia tangkap dan ia remas hingga pergelangan tangan Dogol patah. Kapak yang ia genggam pun terjatuh dan ia pun berteriak.


"AkkhHHH!!!!!!!!!" Teriak Dogol.


Dogol pun segera melancarkan pukulan kearah wajah Achilles dengan memanfaatkan jarak yang sudah dekat, dengan tombak yang sudah kembali normal tanpa api seperti sebelumnya, Achilles segera mendorong bawah tombaknya kearah perut dogol hingga membuatnya terhentak keras. Karena tangannya yang masih dipegang membuat tubuh Dogol tidak terpental kebelakang.


Achilles menyiksa Dogol dengan terus menerus memberikan sebuah sodokan tombak kearah perut Dogol berkali - kali hingga ia memuntahkan darahnya. Disaat ia sedang bermain - main dengan Dogol, Rado memanfaatkannya dengan menyerang cepat kearah Achilles dari belakang. Katana panjangnya pun dengan mantap mengincar leher Achilles. Namun, insting milik Achilles seperti memiliki mata dibelakang kepalanya. Ia membungkukkan tubuhnya dan mengakibatkan katana Rado melewatinya begitu saja.


Tidak sampai situ, Rado pun segera berputar dan merendahkan tubuhnya untuk menendang kaki Achilles yang mana membuatnya terjatuh dan melepaskan Dogol. Melihat Achilles terjatuh ia segera mengarahkan ujung bilah katananya kearah wajah Achilles tanpa ekspresi sedikit pun.


Disaat ujung bilah katanya hampir mengenai Achilles, Achilles dengan wajah terkejutnya menangkap katana Rado menggunakan kedua tangannya seperti menangkap lalat. Ia pun segera membelokan tangannya untuk mematahkan mata katana milik Rado. Achilles pun segera menendang kaki Rado dalam keadaan yang masih terbaring dan segera terbangun dengan sebuah akrobatik.


Saat ini posisi Rado lah yang berada dibawahnya dan Achilles pun segera menusukan tombaknya kearah Rado. namun dari arah sambil Jaquile pun melompat dan menendang Achilles tapi sayang, tendanganya hanya berlalu begitu saja dan kaki Jaquile pun tertangkap oleh satu lengan Achilles lalu Achilles segera membanting Jaquile ke tanah dengan sangat keras.


Kuluk pun maju bersamaan dengan Rhea dan Albert pun sudah bersiap untuk merapalkan sihir. Rado yang mendapatkan waktu untuk bangkit kembali pun segera menebaskan katananya tepat didepan Achilles, namun tombak Achilles pun ia dirikan tepat didepan wajahnya demi menghalangi tebasan tersebut dengan cepat. Sayatan yang terbuat dari force Rado pun terpencar kearah kanan dan kiri yang mana membuat Rhea dan Kuluk terkena imbasnya.


Rhea dan Kuluk yang semulanya sedang melesat kearah Achilles menjadi menerima sebuah luka akibat sayatan yang menyasar tersebut. Achilles segera memukul perut Rado, Rado pun segera menangkap tangan Achilles lalu memelintirnya dengan tangan kiri. Rado segera menarik pedangnya kearah luar yang mana menyebabkan sebuah percikan api akibat gesekan pada tombak Achiles.


Rado segera melancarkan tusukan tepat kearah wajah samping Achilles dengan mata katana yang sudah patah. Tetapi dengan cekatan Achilles juga menurunkan sedikit tombaknya dan menusuk kearah atas tepat menuju dagu Rado. Mereka berdua pun sama - sama menghindari serangan yang bisa berakibatkan fatal tersebut disaat bersamaan. Rado yang menarik mundur kepalanya demi menghindari tusukan tombak dari bawah demikian juga Achilles yang menarik mundur kepalanya demi menghindari serangan rado dari samping.


Achilles dengan tersenyum, mengembalikan poros sendiri yang sedang dipelintir oleh Rado seperti semula, Ia mencoba untuk memukul perut Rado kembali tetapi hal itu tidak pernah terjadi karena fokusnya teralihkan dengan kembalinya Dogol untuk menyerang dirinya dari arah belakang. Akan tetapi serangannya itu tidak diperuntukan kearah Achilles saja, tetapi juga kepada Rado. Dogol menerjang dengan kapak besar milik salah satu pendampingnya yang telah tewas.


Kapak besar itu melesat seperti sudah siap membelah kedua tubuh orang yang sedang saling melancarkan serangan itu. Namun Rhea dan Kuluk segera menghentikan laju tombak tersebut secara bersamaan sebelum mengenai tubuh mereka berdua.


"Jangan menghalangi!" kata Dogol.


"Diam! Aku tidak akan kau melukai tuan Rado!" Kata Kuluk.


Rado pun melepaskan diri dan mengambil jarak untuk melepaskan tebasan. Tanpa pandang bulu Rado segera mengayunkan katananya melintang dengan segenap force tingkat tinggi. Achilles pun menghindari itu dengan melakukan sebuah gerakan kayang. sedangkan Kuluk dan Rhea pun segera menunduk, tetapi Dogol tidak sempat untuk menghindarinya dan mencoba untuk menahan serangan tebasan force tersebut.


Ia terpukul mundur hingga terseret beberapa meter saat menahan tebasan yang terbuat dari force tersebut. Setelah ia berhasil menghentikan serangan tersebut dengan kapak yang mengeluarkan asap, ia melihat kearah Rado yang masih terdiam tanpa ekspresi dari kejauahan.


"Kepar*t itu..!" Geramnya.


Kuluk dan Rhea pun segera menoleh kearah Rado yang berjalan mendekat kembali kearah Achilles.


"Ya.. Kurasa ia sudah tidak menganggap mana kawan dan mana lawan..." Jawab Rhea dengan terkejut.


Jaquile pun mulai tersadar kembali, ia menoleh kearah Rado yang seperti orang tanpa emosi.


"Rado! sadar lah! Kau tidak bisa seperti ini, jangan jadikan kematian Yoga menjadi sebuah alasan bagi mu untuk tidak bisa berpikir jernih!" Kata Jaquile.


"Diam!" Teriak Rado kepada Jaquile.


"Rado! Masih ada kami di sisi mu! Sadarlah! Kalau kau seperti itu, Yoga akan merasa sedih!" Kata Yoga.


Rado pun seketikan tersadar berkat ucapan dari Jaquile dan sayap sejati keempatnya pun mengecil dan berhenti bertransformasi. Achilles yang melihat Rado gagal untuk menstransformasikan demiclesnya menjadi geram kepada Jaquile.


"Kepar*t kau menggagalkannya untuk menunmbuhkan sayap keempatnya! Hei lupakan seluruh kepedulian mu terhadap rakyat dan orang terdekat mu! Lepaskan seluruh belenggu itu dan jadilah seorang iblis pada cerita kepahlawanan ku ini!" Teriak Achilles kepada Jaquile dan Rado yang sudah tersadar.


"Kalau seperti ini aku akan mati dalam kebosanan karena tidak ada yang dapat menandingi ku!" Sambung Achilles kepada Rado.


Tiba - tiba dari sisi lain, sebuah cahaya yang terang mengejutkan mereka semua.


"Semuanya menghindar!" Kata Albert setelah siap mengumpulkan serangan yang besar.


Albert pun segera melepaskan serangan berbentuk bola api berwarna kekuningan yang terbuat dari kumpulan force api dalam jumlah besar lalu ia satukan dan menjadi sebuah padatan bola api dengan konsentrasi serangan paling kuat yang selama ini pernah ia ciptakan. Ukuran bola api itu tidak terlalu besar namun memiliki kekuatan yang amat dahsyat karena penekanan yang dilakukan oleh Albert sejak tadi. Rhea dan Kuluk segera menghindar setelah tembakan force dari Albert di lancarkan.


Rado pun yang sudah tersadar segera melesat kearah Jaquile untuk menyelamatkannya dari ledakan force Albert. Achilles pun yang ingin menghindari serangan itu pun terganggu dengan akar yang diciptakan oleh Slyvrin dari kejauhan, Akar itu muncul dari bawah bebatuan dan merambat di salah satu kakinya.


"Sial*n! Wanita itu lagi!" Geram Achilles melihat kearah Slyvrin yang sedang mengulurkan tangannya dengan cahaya kehijauan.


Achilles pun segera menoleh kearah bola api yang sedang mengarah kepadanya. Wajahnya mulai terlihat terang seiring dengan datangnya bola api tersebut. Meskipun ia memiliki kekuatan diatas mereka semua, tetapi bila terkena force dengan konsentrasi tinggi seperti itu, bisa saja dapat melukai tubuhnya. Dengan wajah yang kesal, Achilles segera menyalakan kekuatan api panasnya pada tombak yang sedang ia genggam.


Ia segera menusukan tombak miliknya kepada bola api ciptaan Albert. Bola api itu berhasil tertahan oleh mata tombak Achilles.


"Tidak mungkin!" Kata Albert saat melihat serangan besarnya berhasil ditahan oleh Achilles.


Kedua sumber panas itu saling bertabrakan, Tangan Achilles mulai bergetar saat menahan laju bola api tersebut. Bola api itu memaksa maju untuk meledakan dirinya.


"Sial*n!!!!!" Teriak Achilles lalu menambahkan forcenya kedalam tombak api miliknya.


Tombak itu semakin mengobarkan api dari dalam lebih besar dibandingkan sebelumnya. Seiring berjalannya waktu api dari tombak Achilles pun melebar melebih besar bola api yang diciptakan oleh Albert.


"Hahahahaha aku bisa menahannya!" Kata Achilles percaya diri dalam keadaan yang masih mencoba untuk menahan laju api tersebut.


Namun disaat ia hampir berhasil menghalau serangan bola api tersebut. Sebuah tombak yang dilemparkan oleh Rado, tepat mengenai punggung sebelah kiri Achilles dan menembusnya. Achilles yang semulanya tertawa pun menoleh kebelakang dimana Rado baru saja melemparkan tombak milik Jaquile dengan wajah datarnya.


"Kepar*at kau Rado!!!!!!!!" Kata Achilles yang mengeluarkan darah dari mulutnya.


Api dari Albert pun menelan tubuhnya dan menciptakan sebuah ledakan yang dahsyat. Ledakan itu membuat seluruh pasukan dibuat merasakan udara panas dari ledakan tersebut. Ledakan itu pun berangsur cukup lama dimana serangan itu berhasil menghanguskan tubuh Achilles, namun kematian itu tidak membuat mereka semua senang, karena Achilles dapat bangkit untuk kedua kalinya.


Cahaya yang bersinar terang pun mulai terkumpul ditempat dimana Achilles telah tewas untuk pertama kalinya, Seluruh Archon dan pendamping terlihat bersiaga. Rhea yang membunuh Juliver dengan menungguinya dalam jarak dekat terlihat takut untuk mendekat. Demikian juga dengan Albert yang mulai kehabisan force dalam tubuhnya karena membuat bola api tersebut.


Kebangkitan dari Achilles pun disertai dengan api yang berkecamuk sangat panas yang mana dapat merontokan bulu - bulu halus pada tubuh manusia. Disaat kebangkitan itu tidak ada satupun yang berani mendekat termasuk Rado karena api yang mengeliling kebangkitan tersebut layaknya matahari yang bisa menghanguskan siapa saja. Selang beberapa saat cahaya dan api itu berkobar, Achilles terlahir kembali dengan rambut yang berubah menjadi kobaran api, yang menyala demicles 4 sayap sejati yang semakin terang dan tombaknya yang terus - terusan menampakan api sucinya.


Matanya terbuka setelah ia berhasil bangkit kembali, tidak ada senyuman sedikit pun yang tersirat dalam wajahnya, setelah cahaya kebangkitan meredup dan hanya menyisakan cahaya dari kobaran api rambutnya serta tombaknya saja. Achilles dalam sekejap mata sudah berada didepan Albert yang masih terkulai lemas. Achilles segera menusukan tombaknya ke Albert dan membuat mereka semua yang menyaksikan terkejut.


"Albert!" Teriak Jaquile.


Albert yang masih terheran dengan pergerakan Achiles yang begitu cepat hanya bisa memandangi perutnya yang sedang tertusuk tombak berapi. Rado juga ikut terkejut dengan kecepatan Achilles itu.


"Kepar*t seperti kalian memang tidak bisa diberikan keringanan... Kalian sudah membunuh ku sekali lagi\, maka sekarang tidak ada lagi pengampunan untuk kalian.... Dimulai dari mu.. Lalat sial*n!" Kata Achilles lalu membakar kekujur tubuh Albert hingga tak bersisa.


Kematian Albert pun membuat seluruh pasukan gabungan beserta para pendamping pun dibuat terkejut. Rado yang kehilangan salah satu pendampingnya pun. Melesat maju kearah Achilles sekali lagi iikuti oleh Rhea, Jaquile dan Kuluk.


Mereka menerjang Achilles dengan kemarahan bersamaan karena telah membunuh Albert setelah Yoga. Kali ini kebangkitan dari 4 sayap sejati milik Rado tidak terdeteksi. Hanya sebuah tekad kuat saja lah yang menjadi modal Rado menyerang Achilles.


"Tanpa sayap keempat, kau hanya lalat kecil dihadapan ku.. Majulah! Biar ku bakar kalian sekaligus!" Kata Achilles dengan kobaran api yang menyelimuti dirinya.