The Archon

The Archon
Pengepungan



Gamura..!!!!!


Beberapa akar berduri keluar dari tubuhnya dan menyerang kearah Rado yang saat itu berada dibibir hutan. Rado dengan cepat melompat berkali-kali untuk menghindari serangan tersebut.


Dum... Dum...


Rado berhasil menghindari serangan pembuka itu, namun serangan kedua segera dilancarkan oleh Bos Gamura untuk tidak memberi nafas pada Rado. Kali ini Rado tidak menghindari serangan tersebut, tetapi memotong akar itu dengan katana miliknya.


Slash... Slashh..


Rado segera melesat kedepan sambil menembakan pistol kearah bos Gamura dengan force didalamnya.


Dor..Dor..


Bos Gamura segera memadatkan akar-akar miliknya didepan tubuh dan membentuk sebuah perisai, peluru yang ditembakan dari pistol Rado tidak mempan menghadapi perisai tersebut dan malah tertelan oleh akar-akar itu.


"Hoooo... menarik" kata Rado tersenyum melihat kemampuan dari bos.


Serangan akar itu kembali dilancarkan oleh bos, Rado dengan segera melompat keatas untuk menghindarinya dan mencoba untuk melakukan serangan.


Sontak bos Gamura segera menatap keatas, namun pandangannya terhalangi oleh sinar matahari, Rado yang datang dari sinar tersebut segera menebaskan katananya secepat kilat.


Slash~~


Tangan bos Gamura terpotong oleh serangan kilat tersebut, setelah berhasil memotongnya Rado memilih segera mundur untuk melihat reaksi dari bos itu.


Sulit dipercaya, Bos Gamura itu bisa meregenerasi tubuhnya dan tangan yang terpotong tadi kembali seperti semula.


"Heee.. tidak heran kalau dia bisa beregenerasi" Kata Rado sambil tersenyum menatap kemampuan dari bos itu.


Gamuuuuuraaaaaa!!!!!


Bos dungeon itu beteriak sambil menekuk tubuhnya kedalam dan saat ia merentangkan tubuhnya, Sebuah duri sebesar jeruk berterbangan menyerang Rado layaknya sebuah peluru.


Rado menghalau hujan duri tersebut dengan katana dan tembakan dari pistolnya, Tangannya terlihat sangat lihai mengayunkan katananya sambil menembak. Namun secepat apapun dirinya menghalau hujan duri itu, tetap saja ada beberapa duri yang lolos dan mengenai tubuhnya.


Srat..Srattt


Duri itu mengenai sedikit beberapa bagian tubuh Rado dan menyebabkan luka gores.


Setelah duri itu berhenti menghujani dirinya, ia menyempatkan diri untuk mundur selangkah lagi untuk melihat pakaiannya.


"Ahh.... Baju ku jadi seperti gelandangan" Kata Rado sambil memeriksa pakaiannya. "Mungkin aku harus mencoba skill baru ku" Kata Rado sambil tersenyum dan menatap katananya.


Ia segera melesat untuk memperpendek jarak diantara mereka, Bos Gamura segera menyerang Rado dengan hujan durinya sekali lagi.


Kali ini Rado fokus untuk menghindarnya sambil tetap melesat maju. Merasa serangannya tidak mempan, bos Gamura mengubah pola seranganya dengan akar berduri yang dipanjangkan.


Rado dengan cepat memotong akar-akar itu. Saat jarak mereka sudah dekat beberapa meter, Rado tersenyum dan melancarkan serangannya.


"Gale Blade!!!" Katananya mengeluarkan sinar berwana ungu dan tebasan beruntun pun terjadi.


------------


-Didalam Hutan-


"Uwaaa Force yang besar apa ini?" Kata Rovi yang saat itu sedang berlari menelusuri hutan.


"Kita harus cepat..!! perasaan ku tidak enak merasakan Force yang besar ini" Kata Geraldo dengan wajah Khawatir.


--------------


Slash..Slash..


Serangan itu seperti rentetan tebasan yang cepat, saking cepatnya serangan tersebut hanya menampilkan bayangan dari katana dengan sinar ungu saja dan serangan itu berhasil memotong bos Gamura menjadi beberapa bagian.



Rado sedikit terkejut setelah aktifnya skill pasif tersebut.


[Ahh... Setelah efek ini aktif tangan ku seperti lebih ringan]


Bos Gamura segera mundur dari Rado untuk memeulihkan tubuhnya, Namun Rado tidak memberikan kesempatan itu kepadanya dan menebasnya berkali-kali lagi dengan kecepatan yang lebih dari sebelumnya.


Slassh....Slashhh


Rado tersenyum karena menikmati pertarungan itu dan juga sorotan matanya seperti seorang yang tidak memiliki perasaan, entah sudah berapa tebasan yang ia keluarkan untuk memotong tubuh monster itu sampai tubuhnya tidak lagi berbentuk.


Gamuraaaaa!!!!!!!!!!! Teriakan terakhir dari bos dungeon itu.


Rado menghentikan serangan dan mengehela nafasnya setelah mengalahkan bos itu sendirian.


Ting~~~


Point Skill Close Range Meningkat 4


Point Skill Ranger Meningkat 2


Rado Gavriel [The Archon]


Status Transfer 21%


-Point Skill-


Point Skill Close Range 29/100 point


Point Skill Ranger 12/30 point


Aura kepemimpinan 0,75%


Ketahanan Fisik 96%


-Ketahanan Elemen-


Air 13%


Api 7%


Tanah 23%


Angin 0%


kring~


{Status Transfer sudah mencapai 20%, Archon akan mendapat sebuah kompensasi peningkatan serangan sebesar 20% dan mengaktifkan lambang}


Saat Rado masih terbingung dengan maksud dari sistem, tiba-tiba sebuah cahaya ungu bersinar menyelimuti tubuhnya.


Setelah cahaya itu mulai meredup, sebuah lambang yang begitu rumit membentuk sebuah pedang berukuran sedang berwarna ungu muncul diatas kepalanya.


{Selamat anda telah mengaktifkan Demicles}


[Demicles?!] Rado menatap kearah lambang pedang yang sedang mengudara dengan desain rumit dan memiliki dua sayap yang terdapat pada dua sudut atasnya. [Ini terlalu mencolok! bagaimana cara menyembunyikannya??] Rado mencoba untuk tenang dan menarik nafasnya dalam-dalam.


Benar saja, ketika dia mencoba untuk tenang dan meniatkan untuk menyembunyikannya, lambang itu perlahan menghilang seperti tertiup angin.


Srak...Srak....  Suara langkah kaki yang menyelusuri semak-semak hutan.


"Gavriel..!!!!" Teriak Geraldo yang khawatir sambil terrengah-engah saat baru sampai ke lokasi.


"Apa?!"


Mereka semua terkejut saat melihat bos yang seharusnya dilawan bersama sudah dikalahkan dan terpotong-potong menjadi beberapa bagian.


"Apa kau membunuhnya sendiri?!" Kata Selica denga mimik wajah terkejut.


Rado segera memasukan senjata kedalam sarungnya dan berjalan santai dengan kedua lengan yang ia masukan kedalam saku hoodienya.


"Yaa... bisa dibilang begitu..." Sambil tersenyum kepada mereka. "Aku serahkan dropan dari bos kepada kalian, aku lelah" Kata Rado sambil berjalan melewati mereka.


Mereka semua masih terkejut dengan apa yang terjadi, sudah berkali-kali mereka menelan air liur mereka karena kejadian yang baru saja mereka lihat.


[Dia bukan manusia! Bos dungeon bisa ia kalahkan sendirian..!] dalam benak Gai sambil menoleh kearah Rado yang baru saja melewatinya.


Mereka semua akhirnya menghampiri bos itu dan mulai mengambil item serta roh yang dihasilkan olehnya, Rado hanya duduk dibawah pohon sambil menyaksikan mereka mengambil item dari bos tersebut.


"Yuhuuu..... ini kualitas terbaik" Dari kejauhan suara Geraldo terdengar sambil memegangin bagian dari tubuh bos itu.


Saat itu Selica menghampiri Rado yang sedang duduk dengan keadaan yang sudah kotor dan lusuh.


"Gavriel.. ini potion merah untuk mu" Ia sambil mengeluarkan sebuah botol kecil berwarna merah.


"Terimakasih"


Rado mengambil itu dan segera meminumnya. Saat ia meminum potion tersebut, tubuh yang terluka akibat pertempuran terlihat mengeluarkan uap dan goresan pada tubuhnya mulai menutup. Rado yang saat itu tidak menyadari kalau dia sudah membuka maskernya, menoleh kearah Selica dan terheran dengan ekspresi yang ditunjukan olehnya.


"Selica? Kau kenapa?" Tanya Rado terheran melihat Selica tersipu malu.


"Kau memiliki wajah yang tampan ternyata" Kata Selica sambil memalingkan wajahnya karena malu.


Rado segera memeriksa maskernya dan baru tersadar kalau dia baru saja menunjukan identitasnya pada satu orang.


"Bisakah kau merahasiakan ini pada yang lain?" Dengan wajah serius Rado meminta pada Selica.


Selica kembali menatap Rado dan tersenyum.


"Dengan satu syarat!"


"Apa?" Rado penasaran.


"Akhir pekan kau harus kencan dengan ku" Kata Selica sambil tersenyum..


Rado terdiam sementara dan dilanjutkan dengan tawa kecil, "Baiklah..."


Setelah masalah identitas sudah selesai, Rado segera mengenakan maskernya kembali.


"Bagaimana kau mengalahkan bos itu sendirian?" Selica bertanya penasaran.


"Hmmm mungkin dengan semangat" Rado menanggapinya dengan senyum sambil menoleh kearah Selica.


"Huuuuu... dasar kau!" Selica yang tolak pinggang kesal karena dijawab dengan candaan.


Dari tempat bos tempat, Geraldo melirik kearah Rado yang saat itu sedang bersama Selica, [Apa Force yang besar saat itu berasal dari sobat?] ia menanyakan hal itu dalam benaknya.


"Kapten,, apa kau berfikir kalau Gavriel berada ditingkat yang berbeda dengan kita?" Kata Gai yang datang sambil mengangkut tunas mahkota di pundaknya.


"Sepertinya sebutan kapten sudah tidak cocok untuk ku setelah sobat Gavriel masuk kedalam tim ini" Kata Geraldo sambil tersenyum kagum melihat kearah Rado.


Gai yang mendengar itu tersenyum, lalu mengalihkan pandangannya kearah Rado yang berada jauh disana, "Yahh.. kalau kau rela memberikan posisi kapten padanya aku tidak masalah"


Setelah mereka telah selesai dengan pengambilan item dropnya, mereka segera mengumpulkan bagian-bagian yang berguna kedekat Rado.


"Gavriel kami sudah mengumpulkan barang yang berguna untuk dibawa keluar" Kata Gai yang saat itu membawa banyak muatan dengan perisai yang dijadikan sebagai nampan.


"Baiklah kalau begitu ayo kita kembali" Kata Rado sambil berbalik arah kearah hutan.


"Sobat.." Geraldo memanggilnya dengan ragu.


"Hmm?" Rado menoleh kebelakang sambil tersenyum kepada Geraldo.


Karena ini bukan waktu yang tepat untuk mengubah posisi ketua, ia menahan perbincangan itu untuk nanti. "Tidak.. bukan apa-apa" ia tersenyum dan mengejar langkah Rado.


Disaat perjalanan kembali, mereka mengisi waktu luang itu dengan berbincang-bincang dengan tawa dan raut wajah yang senang.


Rado juga ikut tersenyum tipis mendengar guyonan yang mereka lontarkan satu sama lain, tetapi seketika raut wajah Rado berubah saat ingin sampai pada lokasi mereka pertama turun.


Benar saja. Saat mereka keluar dari rimbunnya hutan, mereka dikejutkan dengan kehadiran sekumpulan orang yang sudah berada didepan mereka.


Orang-orang itu tertawa layaknya orang jahat, diantara mereka terlihat seorang dengan tubuh besar berkepala botak dengan tato diwajahnya, ia menggunakan armor full body dengan perisai dan pedang berada di punggungnya.


"Yo.. apa kalian sudah selesai mengalahkan bos dungeon itu?" Kata pria besar itu sambil menyilangkan tangannya.


Rado memeriksa keadaan dan melihat Bosman sudah tergeletak babak belur disana. ia juga melirik kearah belakang dan beberapa orang dari orang-orang itu sudah mengepung mereka.


"Apa maksudnya ini?!!" Kata CLoe yang mulai waspada dan panik.


Anggota tim mulai khawatir dengan pengepungan yang berada dihadapan mereka saat ini, Geraldo melihat kearah lencana yang dijadikan sebuah kalung oleh para bandit itu


"Sial..!!! rata-rata mereka sudah mencapai rank Cohort" Kata Geraldo yang mulai mengeluarkan keringat


"Bagaiamana ini?" Kata Bon yang sudah bersiap-siap dengan perisainya


"Hehehehehehe" Tertawa dari dua orang yang menunjukan diri dari kerumunan orang-orang itu.


"Kalian!!" Geraldo yang menunjukan wajah marahnya setelah melihat dua orang yang baru saja masuk kedalam anggotanya hari ini.


"Hei... Hei mengapa wajah kalian begitu ketakutan???" Kata pria kepala plontos itu. "Serahkan bawaan kalian atau kalian mati disini!" Ancamnya kepada tim Rado.