The Archon

The Archon
Invisible Shot



Saat ini di perkemahan sementara yang Folk buat untuk dijadikan sebuah markas pusat dalam pergerakan dalam penyerangan ras dwarf kepada dua ras yang berbeda. Setelah datanganya Rado dan pasukannya, perkemahan itu dibuat hancur dan prajurit yang berada disana terbunuh semua akibat keganasan ras manusia. Sigurd, salah satu pendamping yang dimiliki oleh Folk juga ikut terbunuh dalam penyergapan tersebut.


Jantungnya dihancurkan oleh Rado dengan sekali tusukan tangannya saja. Folk yang terhubung secara batin kepada para pendampingnya segera meninggalkan tempat dimana ia sedang menyaksikan pertempuran di benteng pos Utara milik ras elf setelah merasakan hilangnya Sigurd yang diduga telah mati akibat sesuatu. Ia segera berlari dengan wajah yang khawatir dan meninggalkan penjagaannya terhadap ras elf.


Ras elf yang dibuat heran dengan kepergian ras dwarf, mengambil keuntungan dari perginya mereka.


"Nona Slyvrin! Ini waktu yang tepat untuk membantu Hamdall!" Usul Kuluk kepada Slyvrin.


"Kau benar! Kalian! Ayo kita maju!" Perintah Slyvrin mengambil keuntungan tersebut.


Para ras elf pun berlari menuju benteng tersebut untuk membantu pasukannya melawan ras dwarf. Tidak hanya, Folk saja yang merasakan kepergian dari Sigurd, tetapi semua pendamping yang berbagi force dengan Folk juga mendapat hubungan batin tersebut.


"Ini...! Sigurd!" Pikir Mjorn terkejut saat menghadapi Jaquile dan Albert.


"Sial! Kenapa si bodoh itu mati?!" Tanya Ivar kesal didepan Jaquile.


Mereka berdua mencoba untuk meninggalkan pertempuran yang sedang mereka jalani, akan tetapi lawannya tidak membiarkan mereka untuk pergi.


"Jangan harap kau bisa kabur..." Senyum Jaquile sambil menghalangi Ivar untuk lari.


Mjorn pun bernasib sama dengan Ivar, ia tidak bisa melewati dua pendamping sekaligus.


"Minggir... Ini bukan waktunya untuk terus bertempur!" Kata Mjorn dengan tergesa - gesa.


"Hei... Kau ingin lari?! Tidak akan ku biarkan.." Kata Albert tersenyum.


Mjorn merasa terpojok, lalu ia melihat kearah Hamdall.


"Kau..! Bukankah kau menjunjung tinggi pertarungan ksatria? Bila satu orang menyerah maka pertarungan akan dihentikan...!" Jelas Mjorn kepada Hamdall.


"Maafkan aku.. Tetapi saat ini bukan lagi pertarungan antar ksatria karena ada pengganggu.." Kata Hamdal sedikit menyentil kedatangan Albert.


"Hei! Apa maksud mu mengganggu?!" Protes Albert kepada Hamdall.


Hamdall mengacuhkan Albert dan terus menatap kepada Mjorn.


"Tetapi sepertinya kalian akan berakhir... Karena ratu ku telah datang.." Himbau Hamdall saat melihat kepulan asap dari belakang Mjorn.


Mjorn pun segera menoleh kearah belakang dan terlihat syok melihat kedatangan bala bantuan. Tidak tanggung - tanggung bala bantuan itu adalah pasukan sang ratu elf, Slyvrin.


"Dasar ras kepar*t! Mungkin ini akan menjadi pertarungan habis - habisan!" Kata Mjorn sambil mempersiapkan gadanya kembali.


Kembali kepada Folk yang sudah sampai ke perkemahan dan sudah bertemu dengan Rado. Mereka saling berhadap - hadapan satu sama lain dengan seluruh pasukan berada dibelakangnya.


"Manusia!!!" Teriak Folk geram.


Teriakan itu dibarengi dengan meluapnya aura force dari sang archon dwarf tersebut. Akibat kehebatan dari auranya itu, membuat puing - puing perkemahan yang telah hancur tersapu bersih. Para pasukan manusia pun dibuat gugup dengan kemarahan dari Folk. Namun, Rado yang merasakan kekuatannya tidak merasa terintimidasi sedikitpun.


"Aku akan membunuh mu sekarang juga!" Ancam Folk.


Folk pun segera mengluarkan kedua senjatanya, yaitu sebuah pistol dan juga sebuah senjata api laras panjang. Ia segera menghujani Rado dengan seluruh peluru yang ada. Yoga yang saat itu berada dibelakang Rado dengan cepat memasang kemampuan perisai force untuk menghalau rentetan peluru dari Folk.


Kemampuan Yoga dapat menahan beberapa peluru dari Folk, namun tidak bertahan lama.


"Rado! Aku tidak akan bisa menahannya terlalu lama!" Kata Yoga menginformasikan keterbatasan ketahanannya.


Rado segera mengambil sebuah inisiatif dan bergerak cepat kearah Folk. Rado dalam sekejap sudah berada disamping Folk sambil melancarkan sebuah tendangan tepat kearah telingan bagian kanannya. Sayangnya Folk dapat menghindarinya dengan cepat. Rantai peluru yang dimuntahkan oleh senjata Folk pun terputus berkat serangan Rado.


Mereka saat ini saling berhadap - hadapan satu sama lain dan tidak ada satu pun yang berani mengganggunya.


"Sial!" Teriak Folk.


Folk kembali melancarkan tembakannya kepada Rado, peluru yang dimuntahkan saat ini memiliki kekuatan yang berbeda. Folk menaikkan jumlah force yang ia tanamkann pada peluru miliknya untuk membunuh Rado. Rado terus menghindari serangan tersebut dengan lihai, setiap peluru yang meleset mengenai Rado menyebabkan sebuah ledakan kecil dimana peluru itu jatuh.


Rado terus menghindarinya sambil mencoba untuk mendekat kepada Folk. Rado yang saat itu memakai jubah hitam panjang harus merelakan pakaiannya itu terkena peluru Folk karena tidak bisa mengikuti gerakannya. Ketika ia berada didepan Folk, Rado mencoba untuk mendaratkan sebuah tinjuan kepada wajah bagian kiri Folk. Namun Folk dengan cepat menangkis pukulan tangan kanan Rado dengan senjata laras panjang yang berada ditangan kirinya.


Tangan Rado terhentak dan membuatnya terlihat seperti kehilangan keseimbangan. Folk dengan cepat mengarahkan pistol yang berada ditangan kanannya kearah Rado. Akan tetapi saat ia ingin menarik pelatuknya, Rado juga tidak kalah cepat dalam mengantisipasi serangan lawan. Ia dengan cepat membanting dan memutar diri kearah kanan lalu menendang wajah Folk.


Folk dibuat untuk merasakan sepatu milik Rado pada pipi kanannya. Sebaliknya, pelatuk yang ditarik oleh Folk tidak dapat dihentikan dan satu peluru dapat menggores pipi kanan Rado. Folk yang terseret beberapa meter namun dalam keadaan berdiri dibuat semakin kesal. Ia membuang air liurnya dan terdapat darah ditanah, disisi lain Rado tersenyum sambil menyeka darah yang mengalir dari goresan tersebut dengan ibujari tangan kiri lalu menjilatnya.


Ubba yang saat itu berada didekat Rado mencoba untuk menyerangnya dari belakang. Ia berlari sambil mengudarakan demiclesnya lalu melompat kearah Rado dan mengarahkan gadanya sekuat tenaga kearah Rado. Rado seperti tidak menyadari hadirnya Ubba dibelakangnya karena ia mempercayai seseorang yang akan melindungi bagian belakangnya.


Yoga segera melesat kearah belakang Rado dan memasang perisainya untuk menghentikan Ubba. Demicles milik Yoga pun juga mengudara, gada yang semulanya ditujukan kepada Rado berhasil ditahan oleh perisai kokoh milik Yoga. Ubba kembali menarik diri setelah gagal menyerang Rado.


"Jangan pernah mengganggunya saat bertarung.." Kata Yoga memperingati Ubba yang mencoba untuk membantu Folk.


Rado tersenyum menoleh kearah belakang.


"Sepertinya pipi mu tergores.." Kata Yoga dengan wajah serius sambil mewaspadai pergerakan Ubba.


"Hmm kau mengejek?" Senyum Rado.


"Kapan terakhir ku melihat mu terluka? Saat melawan orc itu?" Senyum Yoga.


"Hmph..! Aku akan menjaga dwarf bergada itu.. Kau urus dwarf yang itu.." Kata Yoga.


"Sekarang kau berani memerintah ku?" Tanya Rado masih tersenyum.


"Maafkan aku.." Minta maaf Yoga yang cepat setelah ia sadar kalau ia sudah memerintah Rado.


Mereka berdua melesat secara bersamaan, Rado menuju Folk dan Yoga menuju Ubba. Selama ini Rado belum mengeluarkan ninjatonya untuk melawan Folk. Rado melesat dengan cepat dan mencoba untuk melakukan pergerakan acak. Folk yang juga seorang Archon bukanlah hal yang sulit untuk melihat pergerakan Rado, matanya dapat mengimbangi kecepatan Rado.


Saat Rado sudah berada didekatnya. Ia menaruh senjata api laras panjangannya kembali ke sarung yang berada dipunggunnya. Saat Rado kembali melancarkan sebuah tendangan kearah Folk, Folk mengambil langkah mundur sambil membelah pistolnya dan menjadikan dirinya memegang dua pistol.


Dalam keadaan melompat Folk menembakan kedua pistolnya kearah Rado. Dalam jarak sedekat itu, hal logis mengatakan kalau peluru itu akan mengenai Rado, tetapi kecepatan miliknya bukan sampai situ saja. Rado menarik jubah dan melemparkannya kearah depan untuk membuat sebuah pengelabuan mata.


Peluru itu melubangi jubah milik Rado namun tidak mengenainya karena Rado sudah melompat keatas. Senjata baru yang dimiliki Rado adalah sebuah pisau kecil yang terdapat pada kedua pahanya. Ia melempar beberapa pisau kearah Folk dari atas yang bertujuan untuk melumpuhkannya. Folk yang memiliki akurasi yang sangat akurat, segera menembak seluruh pisau yang dilontarkan oleh Rado dalam keadaan masih diatas tanah karena lompatan kebelakangnya.


Tidak sampai situ, setelah berhasil menggagalkan serangan Rado, Folk yang sudah menginjakan kakinya ketanah dengan agresif, ia segera berlari menuju Rado yang baru saja sampai memijakan kakinya ditanah juga. Folk berencana untuk bertarung jarak dekat dengan Rado agar pelurunya sulit dihindari. Rado mengerti akan hal itu dan selalu menjaga jarak aman dimana ia terus bisa menghindari persekian detik dimana peluru tersebut ditembakan oleh Folk.


Folk terus mengejar Rado yang menjaga jaraknya dengan senyuman dan itu membuatnya semakin jengkel. Teknologi yang dimiliki pistol Folk bukan hanya sekedar membelah diri saja, tetapi juga dapat mengubah peluru yang terdapat didalamnya. Hanya dengan menekan sebuah tombol yang terdapat pada bagian samping pistolnya, pistol itu mengubah pelurunya menjadi sebuah peluru yang dapat menyalurkan 100% kekuatan force yang dimiliki Folk seperti sebuah tembakan laser.


Satu tarikan pelatuknya, pistol itu menembakan sebuah peluru berkecepatan cahaya berwarna biru kearah Rado.


[Invisible Shot]


Sebutnya terhadap kemampuan yang akan ia gunakan.


Kedua pelatuk pada pistolnya pun ia tarik dan mengeluarkan beberapa peluru yang tidak terlihat mengarah kepada Rado. Rado terlihat terkejut dengan tembakan tersebut karena berhasil mengenai bagian luar perutnya meskipun setelah ia sudah berusaha untuk menghindar.


"Hahahahahaha Rasakan itu! Bagaimana?! Bagaimana?!!!! Kau tidak melihatnya bukan?!" Senang Folk mengejek Rado.


"Apa itu?!" Kata Hawl terkejut.


"Apa kau melihatnya?!" Lanjut tanya Kirisaki.


Mereka semua terkejut melihat kekuatan yang dimiliki oleh Folk sampai dapat melukai bagian tubuh Rado.


"Rado?!" Khawatir dari Yoga melihat Rado yang terluka.


Jubah yang dikenakan Rado semakin rusak dan ia memilih untuk menanggalkannya ketanah.


"Upss.. Maafkan aku telah merusak jubah mu..." Ejek Folk.


Rado terdiam namun masih tersenyum, kaos dan celana panjang hitam sudah menjadi pakaian favoritnya selama ini. Dua sarung pedang yang menyilang dipunggungnya pun ia jatuhkan karena kondisi sekarang ini mengharuskan Rado untuk menggunakan pedangnya.


Folk memang hebat karena bisa melukai Rado meskipun tidak terlalu fatal, Invisible Shot milik Folk tidak bisa di anggap remeh oleh Rado karena baru kali ini ia tidak bisa mengikuti sebuah serangan dari lawan. Senyuman yang memiliki arti kesenangan mulai terukir diwajah Rado. Bertarung dengan seorang Archon memang menjadi sebuah kepuasan tersendiri baginya.


Udara disekitar pun semakin berat hingga membuat pertarungan Ubba dan Yoga harus terhenti karena harus menghirup udara yang berubah tersebut.


"Kau sudah mulai serius..?" Tanyanya tersenyum.


Rado tidak menjawab dan hanya menatap tersenyum kepada Folk sambil menggenggam salah satu ninjatonya.


"Huu... Apa ini akan menjadi sebuah pertarungan yang serius?" Ejek Folk sekali lagi.


"Mungkin.. Bisa juga tidak.." Senyum Rado sambil memegang satu pedangnya saja.


"Kenapa kau hanya mengambil satu pedang saja?" Tanya Folk tersenyum lebar.


"Karena mengalahkan mu hanya dengan satu pedang saja sudah cukup..." Kata Rado meremehkan.


Wajah Folk pun berubah. Karena merasa di remehkan, wajahnya berubah menjadi seperti orang yang memiliki jiwa psikopat.


"Baiklah.. Kali ini aku benar - benar akan membuat mu berhenti tersenyum.." Ancam Folk.


Folk pun mengudarakan demiclesnya. Sebuah lambang milik kebanggaan rasnya pun mengintimidasi seluruh pasukan ras manusia karena kebesarannya yang sungguh hebat. Lambang yang dimiliki oleh Folk memiliki ukuran yang melebihi milik Slyvrin. Karena ukurannya yang besar, lambang miliknya dapat terlihat dari benteng Utara milik ras elf.


"Itu?!" Tanya Slyvrin yang sedang mengepung Mjorn.


Mereka semua terkejut melihat lambang yang besar dari kejauhan. Para dwarf yang tersisa pun bersorak melihat lambang milik pemimpin mereka. Tetapi, ditengah keterkejutan mereka semua, Rado masih tersenyum dan ikut mengudarakan demiclesnya. Demicles miliknya pun juga terlihat memiliki ukuran yang sama dengan Folk dan membuat kedua lambang tersebut saling berhadap - hadapan.


Melihat demicles Rado yang mengudara juga membuat para pendamping yang berada di benteng Utara terkejut. Cahaya dari kedua demicles tersebut amat terang hingga mengubah warna diarea tersebut, yaitu dengan berwarna ungu dan biru.


"Rado?! Sedang apa dia disana?!" Tanya Jaquile.


"Itu??? dirinya!" Kata Slyvrin terkejut memerah.


Kali ini pasukan manusia lah yang bersorak setelah Rado mengudarakan lambangnya. Folk yang merasa kesal karena demicles miliknya seukuran dengan Rado menggeram dengan sangat kencang. Rado yang tersenyum pun hanya menatapnya dengan santai.


"Kau memang harus disingkarkan sekarang juga..!" Kata Folk mengancam.


"Coba saja.." Tantang Rado tersenyum untuk menyulut emosi Folk.