The Archon

The Archon
Kedatangan Pasukan Pendukung



Kemunculan Jaquile yang diluar rencana awal membuat bawahannya terkejut, hal ini dikarenakan Jaquile mengetahui apa yang telah digunakan oleh Sarka untuk menyembuhkan luka yang ia dapat dari serangan Laguun sebelumnya. Jika tebakannya benar, ada sebuah kemungkinan mengenai seseorang yang sedang Rado cari, yaitu Zowie.


Tidak hanya ras manusia saja yang terkejut oleh kemunculan Jaquile, tetapi kedua ras yang sedang bertempur pun juga ikut terkejut. Mereka tidak menyangka kalau pertempuran antar ras mereka akan ada pengganggu. Situasi saat ini sudah berubah tidak seperti sebelumnya dimana pertempuran dilakukan oleh ras orc dan elf saja, akan tetapi menjadi pertempuran ras orc melawan ras elf dan juga manusia.


"Kita buat kesepakatan.." Kata Jaquile saat melindungi Sarka.


"Kesepakatan?! Untuk apa?!" Jawab Sarka tersenyum meremehkan.


"Aku akan membantu mu mengalahkan orang itu dan sebagai gantinya... Berikan informasi kepada kami mengenai ramuan yang telah kau gunakan itu.." Jelas Jaquile.


"Hmph! Memberitahu mu mengenai ramuan ini?! Jangan bercanda! Ini adalah rahasia ras kami! Lagi pula aku bisa mengalahkan orc itu dengan tangan ku sendiri!" Angkuh Sarka menolak pertolongan dari Jaquile.


"Bisa mengalahkannya? Dengan apa? Dengan tempat panah yang kosong?! Dengan belati kecil di paha mu? Atau kau akan memukul orc itu dengan busur mu?" Jaquile menoleh dengan senyuman mengejek.


"Lagi pula ramuan itu seharusnya milik ras kami! Kalau aku tidak salah... Ada seorang manusia bukan yang membuat itu?" Sambung cetus Jaquile.


Tebakan Jaquile membuat Sarka begitu terperangah karena cetusan yang dilontarkan oleh Jaquile menguak fakta yang sebenarnya. Wajah Sarka berubah menjadi sebuah kegelisahan karena barang yang seharusnya dirahasiakan dapat terkuak oleh Jaquile. Hal ini juga memicu pemikiran Sarka kalau sebenarnya ras manusia juga sudah memiliki ramuan tersebut, akan tetapi tebakannya tidak sepenuhnya salah. Ramuan potion yang sempurna itu baru saja dikembangkan dalam kurun waktu satu hari oleh Zowie semenjak ia memulai meracik di wilayah ras Elf.


Dikarenakan eratnya ras elf dengan tumbuh - tumbuhan, ditambah juga kebanyakan wilayah ras elf berupa hutan yang ditumbuhi tanaman obat, itu memudahkan Zowie untuk mengidentifikasi dan melakukan eksperimen dalam satu malam. Kejeniusan dari seorang Zowie membuat Slyvrin dan petinggi elf sangat senang. Kehadir ramuan itu membuat ras elf menjadi sangat percaya diri dan memilih untuk perang kembali bersama ras orc. Namun kekuatan diantara kedua ras tetap menjadi sebuah indikator paling besar dalam hal kemenangan.


"Bagaimana kau tau?" Tanya Sarka.


"Tentu saja kami tau, dia salah satu dari kami dan kami sedang mencarinya.." Senyum Jaquile.


"Dan sepertinya kau harus menerima kesepakatan itu, karena dalam insting ku... Kau tidak akan bisa mengalahkan orc itu meskipun kau meminum banyak ramuan" Sambung Jaquile.


"Apa kau bilang?! Kau meremehkan aku?! Hah! Apa kau bisa mengalahkannya?! Kau itu ras terlemah diantara kita semua! Jangan bersikap sombong kepada ku!" Kata Sarka tidak terima dengan perkataan Jaquile.


"Yah... Mungkin kau benar.. Tetapi meskipun begitu, kami memiliki semangat yang bisa mengalahkan siapa pun.." Jawab Jaquile untuk Sarka yang meremehkan.


"Apa kalian sudah selesai berbicaranya?" Kata Laguun karena merasa di acuhkan.


"Hahahaha... Maafkan ketidaksopanan kami.. Tetapi agar tidak terjadi suatu hal yang membuang tenaga, bagaimana kalau kita menyudahi pertempuran ini?" Negosiasi dari Jaquile.


"Hahahahahahahahahaha! Apa kau bilang?! Menyudahi pertempuran ini?! Kenapa aku harus melakukannya? AKu lebih memilih memenggal kepala kalian berdua! Jadi bersiaplah" Kata Laguun dengan kesombongannya.


"Yah.. kalau begitu aku akan meladeni mu.." Kata Jaquile sambil mempersiapkan diri dengan tombaknya.


"Hei?! Apa kau tidak mendengar apa kata elf itu? Kau ini ras terendah dari ras yang lain! Kau ingin meladeni ku satu lawan satu?! Jangan bodoh! Pergilah selagi kau bisa! Meskipun kau seorang pendamping, tetapi kau tetap saja yang terendah!" Kata Laguun merendahkan Jaquile.


"Kenapa kau berkata seperti itu? Apa kau merasa takut kalau saja ku kalahkan dalam pertarungan ini?" Ejek Jaquile dengan kepercayaan dirinya.


Laguun yang mendengar perkataan itu mulai merasa geram, provokasi dari mulut Jaquile membuat tali kesabaran dari Laguun pun putus.


"Jangan sombong kau, kepa*rat!" Laguun melesat kearah Jaquile.


Laguun berlari kearah Jaquile dengan kemarahan yang sudah memuncak akibat merasa direndahkan oleh ras terendah. Disaat jarak diantara mereka sudah masuk kedalam jangkauan pedang milik Laguun, ia segera mengayunkan pedangnya secara vertikal dari atas kebawah dengan tujuan membelah Jaquile menjadi dua bagian. Namun, Jaquile bereaksi cepat dengan merentangkan tombangnya keatas untuk menghentikan serangan tersebut.


Sebuah benturan antara pedang milik Laguun dan tombak milik Jaquile pun terjadi, suara dentingan yang sangat kencang disertai aura force yang berkecamuk dari kedua orang tersebut membuat area disekitarnya seperti dihempaskan oleh badai. Mereka yang sedang menyaksikan begitu terkejut dengan apa yang sedang terjadi, terlebih dengan kemampuan Jaquile yang mampu menahan serangan berat dari Laguun tanpa bergeming sedikit pun.


"Apa?! Bagaimana bisa ras rendahan ini mampu menahan serangan ku?!" Laguun terkejut dalam benaknya.


"Kepar*t!"


Mereka berdua akhirnya melepaskan diri dari adu kekuatan tersebut dan berpijak jauh kebelakang.


"Aku tidak menyangka! Sepertinya kekuatan ku berkembang setelah melewati beberapa pertempuran di dunia sebelumnya... Dengan kekuatan ku sekarang, mungkin aku bisa membunuh raja Troll pada waktu itu dengan mudah" Jaquile merasa senang dengan kekuatannya.


"Dia kuat!" Kata Sarka dalam hatinya melihat Jaquile.


Jaquile mencoba untuk memberikan sebuah perlawanan dan sebuah tekanan kepada Laguun, Ia melesat untuk membalas apa yang telah Laguun mulai. Dari segi kecepatan Jaquile lah yang menang, ia melesat dengan cepat dan melompat kearah Laguun lalu memberikan sebuah serangan pertamanya. Laguun yang juga memiliki pengalaman perang, tidak tinggal diam saja menunggu tubuhnya terkena hantaman tombak milik Jaquile. Tombak yang dialiri force itu menghantam pedag besar milik Laguun, namun dengan sedikit penekanan yang berbeda.


Kekuatan Jaquile terlihat lebih besar dari pada Laguun, Laguun yang encoba menahan serangan dari atas itu hingga dibuat bertekuk lutut dan terlihat bersusah payah untuk menerima tekanan tersebut. Tanah yang semulanya baik - baik saja mulai hancur akibat menerima bebean yang berat dari serangan Jaquile.


"Kepar*t! Manusia ini benar - benar sesuatu!" Dalam benak Laguun kewalahan.


Tekanan serangan dari Jaquile semakin berat seiring dengan otot lengan Jaquile semakin membesar dan mengencang. Perlahan namun pasti, tekanan dari tombak Jaquile memaksa mundur pedang besar milik Laguun. Pedang besar yang semulanya berada diatas kepala Laguun, mulai mendekati kepalanya dengan ujung tombak Jaquile yang tajam mulai mendekat kearah leher Laguun.


Semakin lama pertahanan Laguun mulai mengendur, persendian lengannya seperti ingin lepas karena mulai tidak kuat menahan tekanan dari tombak milik Jaquile. Tubuhnya mulai berkeringat karena sudah diambang batas, Jaquile terus memberikan sebuah tekanan untuk segera membunuh Laguun, mata tombaknya pun pada akhirnya mulai menyentuh leher Laguun dan membuat sebuah goresan pada pembuluh nadinya. Darah mengalir sedikit dari leher Laguun, senyuman dari Jaquile seperti ia menikmati saat - saat sebelum ia membunuh Laguun. Disisi lain Laguun dengan wajah kesulitannya terus berusaha menahan serangan tersebut dengan tubuh yang mulai bergetar.


"Arrghhhh!!!!!!! Argghhh!!!!!!!!!!" Teriak panjang Laguun.


Teriakkan itu membuat mereka yang menyaksikan begitu merinding karena mendengar seorang kapten berteriak saat diambang kematian. Lambang demicles Jaquile pun mulai terlihat dominan, hal ini juga menunjukan kalau force dana kekuatan Laguun semakin melemah dan itu terproyeksi oleh lambang demiclesnya yang semakin meredup.


"Ini tidak mungkin! Seorang ras manusia dapat memojokan orc seperti itu?!" Heran Sarka saat menyaksikan pertarungan antara mereka.


"Aku tidak boleh mati disini! Tuan Dogol menunggu ku dimarkas! Manusia ini keparat!" Dalam benaknya.


"Siapa saja bunuh manusia ini!" Teriak Laguun memerintahkan anak buahnya.


Mendengar itu, para orc mulai menyerang Jaquile demi membantu Laguun yang sedang terdesak, akan tetapi itu tidak berjalan dengan lancar, gabungan elf dan manusia segera mengahalangi mereka untuk ikut campur dalam pertempuran antar pendamping tersebut. Laguun pun terlihat putus asa saat melihat pasukannya di blokade oleh kedua ras itu.


"Kau! Kalau kau membunuh ku, Kau akan menerima kemurkaan dari tuan Dogol!" Ancam Laguun.


"He... Kau kira aku takut? Aku juga memiliki orang yang menakutkan seperti Dogol tercinta mu itu! Jadi matilah sekarang!" Senyum Jaquile sambil memberikan tekanan yang lebih kuat.


"Kepar*tttt!!!!!!!!"


Namun sebelum mata tombak itu benar - benar merobek nadi Laguun. Sebuah kapak dari belakang Jaquile terbang kearahnya. Jaquile dengan reflek segera melepas tombaknya dari Laguun dan segera berputar untuk menangkis kapak yang berukuran sedang tersebut. Kapak itu berhasil di halau oleh Jaquile dan terjatuh disebelahnya. Mendapat kesempatan untuk menjauh, Laguun segera melepas pedangnya dan melompat kebelakang menjaga jarak.


"Oiya? Tuan Laguun... Apa anda sedang kesulitan?" Kata Orc berkulit merah dengan tato putih yang menutupi sekujur tubuhnya.


Pasukan bantuan dari Orc mulai hadir dari dalam tebing putih, ternyata setelah mereka merebut wilayah elf. Laguun memerintahkan mereka untuk melakukan ritual dan menggambar sebuah lingkaran dengan tulisan bahasa mereka yang akan terhubung oleh portal dari wilayah mereka seperti layaknya alat koordinat dari ras manusia.


"Frago! Kau terlambat sialan!" Geram Laguun sambil memegangi lehernya untuk menghentikan pendarahan.


"Maafkan aku tuan Laguun, tetapi aku sudah datang untuk membantu anda melenyapkan para kecoa - kecoa ini.." Kata Frago berdiri didepan pasukan orc yang baru.


"Hahahaha sepertinya ini akan menjadi pertempuran yang merepotkan.." Kata Jaquile tersenyum.


Para pasukan manusia pun mulai melakukan regrup kembali dibelakang Jaquile dan bersiap untuk pertempuran yang sebenarnya.