The Archon

The Archon
Manusia Vs Troll



Dari dalam lobby sebuah gedung, Yoga, Devian dan Mye pun keluar dengan tatapan matang. Mereka saling melihat satu sama lain sebelum melancarkan strategi yang diberikan oleh Yoga. Mereka akhirnya berpisah dari sana dan segera memulai strategi tersebut sesuai dengan apa yang mereka rencanakan. Yoga berlari seorang diri mengarah kepada para Troll yang sedang bergerombol mencari para manusia yang bersembunyi.


"Taunt!' Yoga mengeluarkan kemampuan provokasinya.


Para Troll yang semula sedang mencari para manusia dibalik reruntuhan gedung, segera menoleh kearah Yoga dan mulai mengejarnya. Yoga terus melakukan hal demikian setiap bertemu dengan para Troll yang sedang bergerombol. Saat ini ia terus berlari mengitari kota untuk mencari gerombolan Troll dan memaksa mereka untuk berkumpulan dengan Troll yang sedang mengejarnya. Ditengah pelarian, Yoga membuang pedangnya agar tidak menyulitkannya untuk berlari.


"Sial... Ternyata ini ide yang buruk.." Yoga sambil tersenyum lelah sambil menoleh kebelakang.


Kumpulan para Troll itu mengejar Yoga dengan air liur yang menetes dijalan serta getaran disetiap langkah mereka. Sementara itu beberapa pemburu yang sedang bersembunyi, mengintip aksi Yoga dari celah reruntuhan. Mereka hanya menyaksikannya saja berusaha untuk membawa semua Troll itu kesuatu tempat.


"Eh??" Pemburu pria itu terheran dengan apa yang dilakukan oleh Yoga dan mencoba untuk muncul dari persembunyiannya.


Yoga yang melihat beberapa pemburu didekat mereka segera menoleh dan berteriak kearahnya, "Hei kau! Cepat kumpulkan para pemburu yang lari dan segera menuju keperempatan dekat minimarket tidak jauh dari sini! Utamakan para Mage dan Ranger, lalu berkumpulah bersama Devian dan Mye disana!"


"Ba-baiklah..." Dengan ragu ia menerima perintah tersebut.


Yoga kembali berlari untuk mencari para Troll yang masih berkeliaran dikota tersebut.


"Taunt! Taunt! Taunt!"


Ia terus menerus meneriaki kemampuan umum para tanker tersebut sampai-sampai Troll yang mengejarnya menutupi jalan besar dikota tersebut.


"Baiklah.. Sepertinya ini sudah semua" Yoga sambil menoleh kebelakang untuk memeriksa para Troll.


Tetapi disaat ia ingin berbelok kearah jalan yang menghantarkannya ketempat titik pertemuan, terdapat salah satu Troll pengawal yang muncul dari belokan tersebut dan mencoba untuk menghentikan Yoga. Pemukul yang berada digenggamannya, Troll itu hunuskan kearah Yoga sambil berteriak. Yoga yang terkejut segera mereaksi serangan tersebut dengan memposisikan perisainya itu kearah depan tubuh dan menahannya dengan kedua tangan miliknya.


Perisai yang Yoga selimuti dengan Force serta dengan dua tangan sebagai penyangga dibalik perisai tersebut membuat pertahanannya menjadi kokoh. Bukan Yoga lah yang terpukul oleh Troll tersebut, namun tangan dengan pemukul yang ia hempaskan kearah Yoga malah berbalik kembali dan membuatnya kehilangan keseimbangan lalu jatuh.


Troll yang terjatuh, segera bangun dengan kesal. Ia berteriak sekeras mungkin yang mana membuat Troll pengawal yang lain datang menghampiri dirinya. Sekarang ini bukan Troll prajurit saja yang mengejar Yoga, namun Troll pengawal juga ikut mengejar dirinya dibelakang.


"Hoi-hoi... ini diluar rencana! Apa mereka akan mampu?!" Yoga mulai cemas sambil menoleh kearah belakang.


"Akh!!!! Sambung Yoga berteriak secara tiba-tiba karena merasakan sakit kembai pada lengan yang sempat cedera itu.


"Jangan sekarang, kumohon.. bertahanlah sampai strategi ini berhasil.." Dalam benaknya ia menguatkan lengan kanannya yang kembali berteriak kesakitan.


Yoga terus berlari dan mengacuhkan rasa sakitnya itu menuju titik berkumpul yang telah disepakati. Sekian lama ia melakukan provokasi kepada para Troll yang berada di kota tersebut, pada akhirnya ia sampai pada tempat yang dijanjikan. Dari kejauhan ia sudah melihat Devian dan Mye dengan beberapa pemburu yang berhasil dikumpulkan. Yoga tersenyum dengan kesuksesan strateginya yang mana ia menyarankan untuk melakukan penggiringan para Troll tersebut.


"Yoga!!!"  Teriak Mye dari kejauhan saat melihat Yoga datang dengan segerombolan Troll dibelakangnya.


"Bersiap!!!!!" Teriak Devian memberikan aba-aba kepada para pemburu.


Para pemburu yang sudah berada disetiap sisi yang berlawanan dari arah Yoga datang, segera bersiap untuk melakukan serangan ke satu titik, yaitu kearah tengah perempatan tersebut. Ditengah perempatan itu terlihat banyak sekali perisai berserakan yang sudah disiapkan oleh Devian dan Mye untuk dikenakan oleh Yoga nanti.


~Kilas balik sebelum rencana dimulai~


"Aku akan menggiring para Troll ketengah perempatan itu" Yoga sambil menunjuk jauh kearah perempatan yang dapat terlihat dari lobby gedung. "Lalu setelah aku sudah sampai dititik tengah dengan para Troll, cepatlah tembakan force terkuat kalian!"


Devian dan Mye saat itu hanya bisa menatap Yoga dengan sedikit syok karena strategi yang ia usulkan dapat membunuhnya kapan saja.


"Ah... Aku lupa... sediakan satu perisai saja disana agar aku bisa mengurangi resiko yang ada" Kata Yoga saat hendak keluar lobby.


Saat itulah Mye dan Devian berpencar terlebih dahulu untuk mencari sebuah perisai didekat black dungeon yang terbuka karena disanalah para pemburu yang pengecut meninggalkan senjatanya mereka.


~Kembali ke Yoga yang sedang menggiring para Troll~


"Hmph padahal aku meminta satu saja cukup, tetapi sepertinya kalian tidak ingin aku mati" Yoga tersenyum melihat perisai yang berserakan itu sambil terengah-engah karena terus-terusan berlari dan mengeluarkan kemampuan.


Yoga segera mempercepat larinya ketengah perempatan untuk meraih salah satu perisai sudah disiapkan untuk dirinya. Yoga segera mengambil salah satu perisai tersebut menggunakan tangan kiri lalu ia berbalik kearah para Troll tersebut dan ia sambil bertahan ditengah perempatan dengan kedua perisai yang melindungi bagian depan  tubuhnya.


Dikarenakan Troll pengawal memiliki akal tidak seperti Troll prajurit, mereka menghentikan pengejaran terhadap Yoga lalu berhenti sebelum masuk kedalam jangkauan tembakan para manusia. Para Troll prajurit yang terus melewati Troll pengawal terus berlari penuh napsu kearah Yoga dan ingin menghajarnya dengan brutal seperti sebelumnya. Sesaat mereka mulai berhenti karena sudah berdekatan dengan Yoga, Devian pun berteriak.


"Sekarang!" Teriak Devian sambil melepaskan tembakan pembukaan.


Para pemburu yang sudah berkumpul segera mengikuti aba-aba dari Devian dan melepaskan serangan mereka mengikuti serangan dari Devian. Sihir, amunisi serta anak panah yang dialiri forcepun seperti hujan deras yang siap menerpa ketanah. Cahaya dari kumpulan serangan itu mulai menutupi langit yang sedang cerah tersebut. Para Troll baru menyadari kalau itu adalah sebuah jebakan dan mereka hanya bisa menatap kearah langit dimana sebentar lagi serangan itu akan sampai kepada mereka.


Hujan serangan itu pun mulai berjatuhan dan menyerang para Troll, Troll yang berada dijangkauan mereka terkena telak dan terbunuh seketika karena tidak mampu menahan alur serangan yang datang secara bersamaan tersebut. Ledakan yang disebabkan oleh serangan itu mampu mengelemenasi setengah dari para Troll Prajurit yang telah masuk kedalam zona tembak, sisa dari para Troll yang selamat hanya terlihat menutup mata mereka dari ledakan dan asap yang ditimbulkan akibat jebakan tersebut.


Sedangkan untuk Yoga yang juga berada di zona tembakan, tubuhnya terpelanting kearah belakang meskipun ia sudah menggunakan dua perisai dengan masing-masing sudah dialiri force, namun daya ledakan yang besar tidak mampu ia bendung dan membuatnya terdorong kebelakang hingga kedekat Devian dan Mye berdiri. Mye dan Devian segera menghampirinya, lalu menanyakan keadaan Yoga yang sudah dipenuhi oleh debu akibat serangan tersebut.


"Kau baik-baik saja?!" Tanya cemas Devian kepada Yoga yang sedang terbaring.


Yoga membuka matanya, lalu terbatuk. "Aku tidak apa-apa, hanya saja daya ledakan itu membuat kuping ku merasa berdenging" konfirmasinya sambil dibantu bangun oleh Devian.


Mye terlihat khawatir oleh keadaan Yoga dan hanya bisa menatapnya dengan sangat cemas, "Kau benar tidak apa-apa?!" Tanyanya spontan.


"Aku tidak apa-apa.. Lihat! Organ tubuh ku masih utuh bukan?" senyum Yoga memaksa karena menahan rasa sakit pada lengannya yang kambuh.


"Lalu bagaimana dengan mereka? Apakah berhasil?!" Tanya Yoga sambil melihat kearah para Troll berada.


Setelah asap yang menyamarkan kehadiran mereka mulai menghilang, jumlah para Troll baru bisa diidentifikasi oleh Devian.


"Jumlah mereka yang mati cukup banyak, namun yang masih hidup tidak kalah banyak.. tapi, sepertinya mereka tidak memakan umpan mu.." Devian mengarah kepada Troll pengawal yang masih berdiri menatap mereka dengan air liur yang sudah menetes.


Yoga menoleh kearah para pemburu yang berada dibelakang dan disekitarnya. Mereka terlihat sangat ketakutan dan mulai tidak percaya diri lagi setelah serangan mereka hanya mampu membunuh setengah dari mereka.


Yoga yang terlihat kesal karena kepesimisan mereka mulai berteriak, "Apa kalian takut?!"


Pertanyaan spontan dari Yoga membuat mereka semua menoleh kearahnya dengan wajah ketakutan.


"Wakapten.. tetapi mereka.." Salah satu pemburu pria dengan busur ditangannya.


"Ho... kalau kau memanggil ku wakapten, berarti kau ini berasal dari aliansi? Anggota dari aliansi tidak akan pernah lagi menerima pengecut seperti mu!" Kata Yoga mengecam.


"Berlaku juga pada kalian yang dinaungi oleh PPMD, bila kalian lari.. maka PPMD akan memblack list kalian" Devian memperingati mereka.


Pernyataan dari kedua orang penting disetiap kubu membuat para pemburu kebingungan, mereka dihadapkan dengan dua pilihan yang sama-sama fatal akibatnya. Bila mereka memilih untuk bertarung, maka mereka harus siap mati. Sedangkan bila mereka memilih lari, maka tidak ada tempat untuk mereka lagi didunia ini. Mereka saling melihat satu sama lain dan dimata mereka penuh dengan pertanyaan yang sama, yaitu "Bagaimana ini? Apa yang harus kita pilih?"


"Jika kalian pemburu, kalian tidak akan lari dari para monster.. Apakah kalian memiliki keluarga? Teman atau kekasih? Bayangkan bila kehidupan mereka terancam akibat kepengecutan yang kalian lakukan.. Hari ini harus menjadi hari yang bersejarah dimana umat manusia mampu menutup ketiga black dungeon yang meresahkan, Apa kalian tidak ingin nama kalian terukir di hati para masyarakat?! Kuatkan mental kalian! Jika harus mati.. matilah seperti seorang pemburu!" Perkataan semangat dari Mye membuat para pemburu membulatkan tekad mereka.


"Ya.. Kami tidak akan lari lagi! Tolong bimbing kami!" Kata pria dari kubu aliansi tadi, menjadi perwakilan dari wajah para pemburu yang sudah bertekad.


Yoga dan Devian terlihat senang dengan tekad mereka yang terbentuk akibat perkataan dari Mye. Mereka berteriak untuk membakar semanget mereka sebelum bertarung. Setelah mereka mulai kembali kepada jati diri mereka, Yoga, Devian dan Mye segera berdiri didepan mereka untuk mencoba kembali melawan para Troll tersebut. Mereka mulai saling berhadap-hadapan kembali dan ditengahi oleh perempatan yang luas. Kubu sebelah kiri dipenuhi oleh para pemburu dan kubu sebelah kanan dipenuhi oleh para Troll, Dikesempatan ini Toni dan Tom kembali hadir kebarisan mengikuti tekad para pemburu.


"Lapor aku Tom, kapten dari Raid pertama" Tom yang tiba-tiba melapor kepada tiga orang yang menjadi inti dari pasukan tersebut.


"Hei! kau kan yang lari saat pertama kali dimana dungeon mengalami breakdown" Tukas Yoga kepada Tom.


"Maafkan aku! Aku mengaku bersalah karena telah kabur dari tanggung jawab" Tom dengan gemetar mengakuinya.


"Yoga.. maafkan lah dia, dia adalah pemburu Amerika.. disaat kami pertama kali tiba didalam sana waktu itu, Tom memang sudah berusaha keras untuk melindungi anggotanya namun tetap saja mereka terbantai habis... Keadaan disana sangat mengerikan dimana mereka yang masih hidup harus bertahan dengan memakan jasad teman mereka yang mati, sebenarnya mentalnya sudah hancur sebelum dungeon mengalami breakdown.. tetapi aku terkejut kau kembali lagi dan mencoba untuk melawan para monster itu" Devian mencoba untuk membela Tom dan memujinya.


Devian menoleh kearah Toni.


"Dan dia adalah Toni Alavonte.. dia adalah pemburu utama dari negara yang sekarang sudah menjadi negara aliansi" Devian tersenyum memperkenalkan Toni kepada Yoga.


"Apa maksud mu dengan negara yang sudah menjadi negara Aliansi?" Toni terheran dengan maksud dari Devian, lalu menatap kearah Yoga dengan wajah penuh curiga.


"Hei.. tahan acara perkenalannya.. para Troll mulai datang" Mye memperingatkan mereka atas mulainya pertarungan.


Para pemburu mulai bersiap dengan pertarungan yang sebentar lagi tiba, para close ranger yang tidak ikut andil dalam penyerangan tersebut mulai bergabung bersama mereka. Formasi yang diperlihatkan oleh para pemburu tidak seperti semestinya dimana Yoga, Devian dan Mye berdiri digaris depan dimana seharusnya garis tersebut diisi oleh para tanker. Disisi lain para Troll pengawal juga mulai maju kegaris depan untuk memimpin para Troll prajurit.


Hari mulai menunjukan sore kegelapan dengan asap dan api yang membakar beberapa benda disekitar mereka, Kedua kubu hanya saing melihat sebelum memerintahkan pertarungan terakhir tersebut. Salah satu Troll pengawal yang diduga adalah yang terkuat menaikan pemukulnya keatas dan berteriak kencang diikuti Troll yang lain demi mengintimidasi para manusia.


"Hahaha gawat.. tekanannya sangat berat.." Yoga tertawa kecil saat melihat kumpulan para Troll tersebut.


"Apa kau bisa bertahan?" Devian tanpa melihat kearah Yoga menanyakan kemungkinan akan kondisi Yoga.


"Yah... kita lihat nanti.." Balas Yoga.


"Hmph... Sepertinya aku harus berterimakasih kepada mu persoalan tadi pagi" Devian mengingat kejadian dimana Yoga menyelamatkan dirinya.


"Ternyata kau bisa melunak juga.." Yoga tersenyum sambil bersiap untuk memulai pertarungan.


Sebelum itu, Yoga berbalik kearah para pemburu dengan wajah tegas ia ingin memberikan kata-kata yang menyemangati.


"Ini mungkin menjadi pertarungan yang sangat mematikan... Aku tau kalian takut.. Aku tau kalian ingin lari.. aku tau kalian pasti ingin pulang dan memeluk orang yang kalian sayang, tetapi...ingatlah! Kalian bukan pengecut lagi! Kalian bukan sampah lagi! Kalian ini adaah pemburu yang terhormat! Jika kalian berhasil disini.. maka tidak hanya orang yang kalian sayangi saja yang bangga terhadap kalian.. tapi dunia juga akan bangga terhadap kalian...Juga, aku disini bersumpah untuk menjadi tameng bagi kalian dari para monster itu sampai titik darah penghabisan, Jadi kumohon! Keluarkan kemampuan terbaik kalian dan tunjukan seberapa hebat ras manusia!"


Teriak semangat dari para pemburu menutup perkataan dari Yoga, Yoga pun kembali beralih menatap kearah para Troll.


"Kata-kata yang lumayan bagus.. namun memalukan.." Mye tertawa kecil sambil menutupi mulut dengan kipas miliknya.


"Eh....?" Wajah Yoga memerah karena merasa malu akan perkataan dari Mye.


"Tapi aku suka.." Ucap senyap dari Mye dan Devian hanya melirik senyum kearah Mye yang sedang tersenyum tidak seperti biasanya.


Para Troll pun berteriak dan memulai penyerangan kearah manusia, Yoga yang saat itu mengambil posisi ditengah Devian dan Mye berteriak ikut memulai peperangan.


"Serang!!!!"


Para manusia juga berlari kearah para Troll dan mereka pun bertemu ditengah-tengah perempatan kota.