
"Long Bai!!" Pikir ku yang dipenuhi oleh wajah dirinya.
Saat aku mendengar tewasnya Long Bai, aku tanpa berpikir panjang lagi segera berlari keluar menara dan bergegas menuju parkiran.
"Wen Li!!"
Teriak Berto yang tiba-tiba berada dihadapan ku dengan mobilnya, melihatnya memakai mobil pribadinya aku berpikiran untuk memintanya untuk mengantar ku ke markas.
"Berto antar aku.."
"Sudahlah cepat naik! Aku sudah mengetahui beritanya"
Aku sempat terkejut karena ia berada disini mungkin memang untuk menjemput ku. Dia adalah Berto, mantan wakil kapten di BrotherHood dengan rambut kemerahan dan seorang mage. Sekarang ini ia telah menjadi seorang kapten di guild buatannya sendiri bernama Fox, Guild yang Berto buat melambang dirinya sendiri yang memiliki pola pikir cerdik.
"Bagaimana bisa Kapten Long Bai terbunuh?!" Tanyanya pada ku dengan cemas.
"Aku tidak tau! Padahal beberapa waktu yang lalu kami baru saja mengobrol sebentar.."
"Apa ada sesuatu yang ia rahasiakan dari kita?!
Berto menancap gas mobil yang kami tumpangi hingga hampir ke kecepatan maksima yang mampu mobil itu berikan. Didalam mobil itu sepertinya Berto juga merasakan hal yang sama dengan ku, yaitu kecemasan akan kehilangan sosok yang penting dalam hidup. Berto adalah teman Long Bai sejak ia masih duduk di bangku sekolah menengah atas dan juga mereka berdua adalah pencetus guild terbesar yang saat ini berdiri di Singapura.
Dibawah kepemimpinan mereka berdua sudah banyak melahirkan para pemburu yang sangat kuat termasuk diri ku. Aku mengenal Berto pada saat kami melakukan raid pada dua tahu lalu. Berto yang saat itu menyamar menjadi seorang pemburu cabutan, tidak sengaja masuk kedalam satu tim dengan ku disalah satu raid pada saat itu. Kala itu Berto tertarik dengan kemampuan ku dalam menaklukan dungeon dan kami pun pada saat itu juga sangat baik dalam hal kerjasama.
Aku pun mendapat sebuah rekomendasi dari dirinya kepada Long Bai untuk bisa masuk kedalam guild BrotherHood yang saat itu masih belum menjadi guild nomor satu. Disaat-saat itu lah hubungan kami bertiga menjadi lebih erat seperti layaknya keluarga diluar rumah. Long Bai sebagai kakak pertama yang tegas dan beribawa, Berto sebagai kakak kedua yang memiliki kecerdikan dan otak dari strategi kita selama ini dan aku, aku adalah adik kecil mereka yang hanya bisa membantah saja.
Hari-hari kita selama didalam guild tersebut sangatlah berarti, dimana kami berjuang menaikan nama guild menjadi guild yang menduduki puncak dinegara ini. Tapi semua berakhir ketika Berto memilih keluar karena ada sebuah percekokan antara dirinya dengan Long Bai mengenai pergantian ketua dalam guild BrotherHood. Berto yang selama ini hanya dianggap sebagai orang kedua mulai merasakan sebuah kecemburuan status dan menginginkan posisi ketua yang sudah Long Bai pegang bertahun-tahun.
Namun, Long Bai juga tetap bersikeras tidak ingin melakukan pergantian pada Berto dan mengakibatkan pepercahan diantara mereka. Disaat perpecahan itulah diriku seperti kehilangan separuh hati ku yang membuat ku nyaman berada disuatu lingkungan. Selama ini aku hidup dalam sebuah tekanan dimana aku harus hidup sebagai gelandangan, tapi pada saat tragedi dimana semua orang mendapatkan sebuah anugerah Force, itu membuat kehidupan ku berubah 360 derajat. Meskipun diriku sudah tidak menggelandang lagi, tapi kasih sayang dari sebuah keluarga tidak pernah kudapatkan dan hanya di guild ini lah aku mendapatkan itu.
"Tapi... Tapi..."
Aku sangat kesal, sedih dan ingin marah mengenai tragedi ini, Siapa yang membunuh Long Bai? Siapa yang berani mengambl separuh kebahagian ku lagi? Itulah yang selalu terpikirkan oleh ku sekarang ini. Mobil pun akhirnya telah sampai didepan markas guild BrotherHood. Kami segera bergegas turun dari mobil dan entah mengapa Berto sempat tertegun menatap gedung tersebut.
"Berto! Apa yang kau lakukan?! Cepat!" Teriak ku kepadanya.
"A-ah.. Baiklah"
Kami segera naik kelantai dimana Long Bai terbunuh, saat kami sampai dilantai tersebut sudah banyak orang-orang dari pemerintahan lebih tepatnya orang-orang dari divisi pemburu sedang mengidentifikasi jasad dari Long Bai yang sudah berlumuran darah dilantai ruangannya.
"Minggir!" Kata ku sambil menerobos orang-orang tersebut.
Aku sangat terkejut melihat jasadnya. Matanya melotot seperti terjadi suatu hal sebelum ia terbunuh.
"Ini tidak beres!" Pikir Ku saat melihat jasad Long Bai.
Aku segera berlari kembali ke lift dan menuju keruang monitor yang berisikan rekaman-rekaman CCTV, hanya itulah satu-satunya yang terpikirkan oleh ku untuk mengetahui siapa pembunuh Long Bai pada hari ini. Tetapi saat aku masuk, orang-orang dari pemerintahan pun juga sudah memenuhi ruang tersebut dan terlihat sedang mengecek bagian record dari CCTV tersebut.
"Bagaimana?! Apa kalian menemukan sesuatu?!" Tanya ku dengan segera.
"Apa?! Dihapus?! Siapa yang menghapusnya? dan juga itu saat aku mulai melakukan raid!" Pikir ku terkejut.
Aku terus berpikir didalam ruangan tersebut dengan keadaan cemas dan marah, hati ku saat ini bercampur aduk dan membuat diriku tidak bisa berpikir jernih.
"Apakah ada anggota yang berkhianat?" Cetus ku tanpa ada sebuah bukti.
Aku segera berlari menuju lift dan menuju lobby dimana saat ini para anggota berkumpul karena kejadian tersebut. Mereka terlihat cemas dan ketakutan atas kematian Kapten Long Bai. Orang sekuat kapten Long Bai dapat terbunuh didalam markasnya sendiri, dan mungkin motif pembunuhan terhadap kapten Long Bai yang belum diketahui menjadi pemicu ketakutan mereka.
"Hei.. apa kau merasa kalau ini adalah sebuah dendam? Kapten Long Bai kan memiliki banyak musuh diluar sana.." kata salah satu anggota yang sedang ketakutan.
Riuh bisik praduga dari mereka mulai memenuhi lobby. Aku juga sempat berpikir, "apa mungkin ini bermotif dendam?"
Memang selama ini kapten Long Bai memiliki banyak musuh karena dengki mereka kepada guild BrotherHood yang meroket cepat dan selalu diperhatikan oleh pemerintah.
"Tapi mana mungkin? Kalau memang ada sebuah serangan seharusnya mereka semua tau dan alarm guild menyala" Pikir ku menepis asumsi pertama.
Kepala ku mulai pusing dan aku merasa udara disekitar ku mulai berat, mungkin ini karena sebuah kepanikan dan syok yang sedang melanda diri ku. Disaat aku sedang mengalami guncangan tersebut, aku dikejutkan oleh Berto yang memegang pundak ku.
"Wen Li! Apa kau tidak apa-apa?!" Tanyanya cemas ia pada ku.
Aku menoleh kearahnya dengan wajah syok, "Kita harus mencari pembunuhnya! Ayo kita cari Berto!"
Para anggota yang lain segera menoleh kearah ku dan menatap dengan ketakutan.
"Apa anda ingin mencari pelakunya?!" Tanya seorang pemburu wanita pada saat itu.
"Iya! Kita harus mencari pelakunya!" Kata ku mengajak mereka.
Disaat yang bersamaan aku baru menyadari, kalau dari raut wajah mereka tidak ada satupun yang berniat untuk mencari pelaku tersebut, melainkan hanya ada keseganan dan juga ketakutan dibeberapa wajah para anggota guild.
"Hei.. apa-apaan wajah kalian?" Tanya ku heran.
"E-eeee apa kita tidak bisa membiarkan kasus ini kepada pemerintah saja wakapten?" Tanya anggota pria dengan sedikit hati-hati dalam menyampaikan.
"Apa maksud mu? Kapten Long Bai baru saja terbunuh, mungkin saja pembunuhnya akan mengincar kita.." Kata ku berspekulasi.
"Itu mungkin saja.. tapi kalau memang seperti yang anda katakan benar, bukankah berarti lebih baik kita tidak ikut campur dalam pencarian dan harus tetap bersama disini?" Kata seorang anggota pria lain.
Pernytaan dari pemburu tersebut mendapat dukungan dari pemburu yang laiin, dan itu membuat ku semakin heran dengan mereka semua, mengapa mereka terlihat tidak berempati ataupun bersimpati atas kematian kapten. Aku geram dengan tingkah laku itu dan segera pergi dari gedung tersebut dan ingin mencari jejak pelaku yang telah membunuh kapten Long Bai.
Tetapi untungnya, Berto bersedia menemani ku untuk melakukan investigasi.
"Wen Li... bagaimana cara mu untuk menemukan pembunuhnya?" Tanya Berto kepada ku.
"Aku tidak tau, tetapi sekarang ini ayo kita datangi para Guild yang menyimpan dendam kepada kapten Long Bai!"
Sahut ku dengan keyakinan untuk mencari pembunuh kapten Long Bai