
Dua hari kemudian di London, Inggris saat ini diterpa hujan deras dengan awan gelap yang menghiasi langitnya, kendaran disana terlihat memacu cepat lajunya dengan rintikan air hujan yang tersinari oleh cahaya mobil. Gedung cabang PPMD mulai dihadiri para kepala negara mereka. China, Genosha, Indonesia, Rusia, Jepang, Korea, dan lainnya, termasuk negara yang sedang ditampaki oleh black dungeon.
Ruangan super besar dengan meja berbentuk oval yang memanjang itu mulai dihadiri oleh 80 negara panggilan PPMD. Sebelum memulai rapat tersebut, sebuah ketegangan terjadi diantara pihak Genosha dan Indonesia. Dimana rapat tersebut mempertemukan dua orang yang pernah bertarung mati-matian.
"Hoo... apa posisi duduk ini sudah diatur? coba lihat! siapa yang berada didepan ku ini?" Kata Gozie tersenyum menatap Vasco yang berada diseberang kursinya.
"Cih.. Dimana dia?" Vasco mulai tersulut emosi saat melihat Gozie.
Steven dan Goro pun saling bertemu mata dibelakang pemimpin mereka. Force dari mereka mulai dikeluarkan karena emosi yang tak tertahankan, para pemimpin yang lain hanya melirik kearah mereka dan mengacuhkannya.
"Tolong simpan urusan pribadi negara kalian untuk nanti! Kita sedang ingin merundingkan sesuatu yang lebih penting!" Kata Pria berambut dan jenggot panjang putih.
Dia adalah Richard Grissham, pemimpin PPMD cabang dari Inggris. Pemimpin PPMD dipilih sesuai peringkat pemburu mereka diranking dunia. Bila pemburu mereka tergeser dari peringkat 10, maka pemimpin mereka harus lengser dari jabatannya sebagai salah satu pemimpin PPMD dan digantikan oleh pemimpin dari negara yang mendapatkan peringkat 10 besar. Para pemimpin PPMD akan otomatis menjadi seorang kepala negara karena dukungan dari pemburu tingkat dunia tersebut, itulah mengapa jika seorang memiliki hubungan dekat dengan pemburu yang bertalenta, maka takhta akan berada dekat dengan dirinya.
Saat ini Inggris ada diposisi 4 dengan Devian Grissham sebagai pemburu andalan mereka sekaligus cucu dari Richard Grissham. Devian adalah seorang Ranger berbakat, ia dijuluki sebagai orang yang ahli dalam menggunakan senjata api. Ia memiliki rambut kuning lurus dengan gaya belah tengah serta wajah yang tampan dengan mata biru, 2 tahun yang lalu ia baru saja terjun kedunia pemburu dan menghasilkan prestasi yang besar. Prestasinya mampu mendongkrak posisi Inggris yang awalnya berada urutan 13 menjadi posisi 4 dan menunjuk kakeknya sebagai pemimpin cabang PPMD.
"Hei Richard, bisakah kau usir 2 negara yang baru bergabung itu? baru saja bergabung tetapi sudah membuat onar" Kata seorang pria China rambut hitam klimis tersisir kebelakang layaknya pria yang rapih.
Dia adalah Diwei Chen seorang pemimpin cabang dari negara China yang memiliki seorang putri cantik bernama Mye, sekaligus yang menjadi pemburu andalan China yang saat ini diposisi 5. Mye memiliki kulit putih layaknya salju dengan rambut panjang bergelombang dibawahnya, jepitan rambut dengan model bunga selalu menghiasi rambutnya kemana ia pergi, Mye seorang mage yang tampil anggun dengan Congsam Navy yang selalu ia gunakan. Senjata kipas dengan inti force yang tertanam pada kayu sampingnya.
"Diwei.. akulah tuan rumah kali ini!" Kata Richard menatap Diwei.
"Baiklah-baiklah" Diwei tersenyum dan menyender dikursinya.
Vasco dan Gozie pun mulai menurunkan tensi emosi mereka demi kelangsungan rapat hari ini. Setelah rungan kondusif, Richard memutuskan untuk memulai pertemuan besar hari ini. Dimulai dengan penjelasan situasi black dungeon yang muncul di 3 negara berbeda, lalu dilanjuti dengan informasi mengenai pemburu 5 rank yang tidak turut ambil bagian dalam penangan dungeon tersebut.
Sontak itu membuat para hadirin terkejut dan mulai memproses kehendak itu, pemburu 5 teratas merupakan senjata andalan dan sebuah harapan bagi umat manusia, namun mereka tidak diikutsertakan.
"Tuan Richard apa maksud mu tidak mengikutsertakan mereka?!" Tanya kepala negara dengan bendera Portugal dimeja sambil berdiri menatap kearahnya.
Kepala negara diluar 10 besar juga menanyakan hal yang sama kepada Richard, mereka menodong pertanyaan karena butuh sebuah alasan atas ketidakikutsertaan 5 orang terkuat itu dalam bencana ini. Richard hanya bisa diam menatap kearah mereka dengan wajah yang tegas. Pertanyaan itu mulai semrawut didalam ruangan setelah pengumuman tersebut.
Baldrik yang turut hadir pada rapat tersebut mengangkat tangannya untuk menghentikan para kepala negara itu bertanya kepada Richard, ketenangan pun mulai terlihat perlahan setelah Baldrik turun tangan. Ia pun berdiri untuk mengambil perhatian para kepala negara yang sedang panik itu.
"5 pemburu besar akan tetap ikut serta saat keadaan mulai genting, mereka akan disebar ketiga negara tersebut.. jadi tenang lah!"
Seorang pria Amerika pun ikut berbicara setelah Baldrik, "Aku ingin negara ku yang diberikan prioritas untuk dituntaskan"
Dia adalah Carlton Gabriel, seorang yang mengasuh Jason Adam sejak kecil. Saat ini Amerika menduduki posisi 2 dan perkataan dari negara 5 besar adalah mutlak.
"Tuan Gozie.. aku ingin pemburu terbaik mu itu ikut dalam penutupan dungeon di negara ku" Carlton segera menembak langsung kearah negara Genosha untuk membantu menyelesaikan dungeon di negaranya.
Vasco terlihat kesal karena seharusnya Indonesia bisa berada diposisi itu kalau saja Rado tidak berkhianat, namun saat ini udara segara berhembus kearah negara Genosha. Jika saja Genosha berhasil menutup dungeon tersebut, maka ada kemungkinan, salah satu pemburu dari negara tersebut akan dipromosikan langsung ke 10 besar.
"Kalau begitu pemburu ku yang lain akan bekerja sama dengan negara Indonesia ke negara timur.. Bagaimana presiden Vasco?" Lirik pria Jepang kearah Vasco.
"Ba-baik... terimakasih telah memilih kami langsung untuk berdampingan dengan negara anda, tuan Kojima" Vasco menundukan kepalanya.
"Aku mengharapkan kau membawa pemburu yang sama hebatnya dengan bocah dari keluarga Morctis itu"
Mendengar itu ada rasa ragu dalam diri Vasco, Kojima Sasaki adalah Kaka dari Nagatomo Sasaki, ia adalah seorang atlit Kendo yang tidak pernah terkalahkan pada masanya. Sekarang ini dia hanya menjadi seorang pengusaha dan menjalankan sebuah pelatihan Kendo tersebesar di Jepang.
Misi penutupan black dungeon ini menjadi penentu bagi kedua negara yang sedang memanas itu, jika salah satu dari mereka ada yang berhasil dengan baik dan dipromosikan menjadi negara 10 besar atau mendapat dukungan dari negara 5 besar, maka salah satu dari mereka yang kalah akan runtuh dan dikuasai oleh negara yang menang.
Rapat pun telah dibubarkan dengan keputusan dua hari dari sekarang operasi akan dimulai, setiap dungeon akan dimasukin oleh pemburu dari 25 atau lebih negara yang bersatu. Black dungeon di Brazil akan dipimpin oleh negara Inggris, Black dungeon di Amerika akan dipimpin oleh Amerika itu sendiri, sedangkan Black dungeon di negara Timur akan dipimpin oleh Jepang.
Tiga negara teratas itu akan menggunakan pemburu pelapis mereka yang memiliki kekuatan satu tingkat dibawah pemburu andalan mereka dan tentu saja akan dibantu oleh negara yang berada diperingkat 6 sampai 10 disamping mereka.
Gozie bersama Goro yang saat ini sudah berada di dalam pesawat untuk kembali ke negaranya, tiba-tiba mendapat telepon dari staff yang berada di negara Genosha.
"Apa?! Bagaimana bisa dia tidak ada?!" Mata Gozie terbelalak mendengar laporan tersebut.
"Maaf, kami kira tuan Rado pergi karena misi dari tuan" Kata staf itu dari telepon.
"Aku meliburkan mereka semua! Bagaimana kalian bisa lalai dalam informasi?!"
"Ah maaf tuan.. kami tidak menerima laporan itu dari manapun, kami minta maaf tuan.." dengan nada takut ia meminta maaf.
"Kau tidak menerima laporan itu?! Aku sudah memberi perintah pada Goro untuk-"
Sesaat, Gozie terhenti dari bicaranya dan segera menoleh kearah Goro yang duduk disampingnya, Goro segera menodongkan pistolnya ke kening Gozie dan mengucapkan sesuatu.
"Hidup tuan Silva"
Mata yang tidak memiliki belas kasih dari Goro, dibarengi dengan telunjuknya yang menarik pelatuk pistol tersebut.
PEW~~~~
Suara pistol yang diredam dengan kaca samping sudah dipenuhi darah dari Gozie, Goro segera memasukan pistolnya kedalam jas dan bersandar dikursinya.
"Semoga anda berhasil, tuan Rado"