The Archon

The Archon
Ubba Sang Penghancur Bumi



Saat ini wilayah barat ras manusia pada benteng pos 3 yang menjadi garda terdepan untuk menahan serangan dari ras dwarf sedang dibuat kacau dengan hancurnya portal teleportasi akibat penyusupan kelompok kecil yang diketuai oleh Leeth. Dengan hancurnya portal tersebut menjadi suatu bencana bagi pos 3 karena bala bantuan tidak akan datang secepat biasanya.


"Ini gawat! Cepat hubungi markas pusat mengenai keadaan kita!" Perintah Kenny dalam keadaan panik.


Kenny yang ditunjuk sebagai kapten baru - baru ini sudah dibuat kelimpungan dengan situasi yang sangat gawat. Para prajurit yang berada di pos tiga terlihat berlarian untuk memposisikan diri mereka pada tiap gerbang yang ada. Beberapa mereka terus memantau keadaan dari berbagai sisi tower yang ada.


"Apa?! Ini tidak ada habisnya!" Kajol kembali terkejut, mendengar laporan tersebut beberapa saat setelah laporan mengenai Joon.


"Baiklah.. Aku akan segera menyampaikannya..." Monitor penghubung pun dimatikan.


"Ras pendek sialan...! Biarkan aku mengistirahatkan jantung untuk sebentar saja....! Kirim utusan kepada tuan Rado mengenai kejadian ini, cepat!" Geram Kajol memerintah bawahannya.


Utusan tersebut kembali berlari dengan tergesa - gesa menuju ruangan Rado sekali lagi. Sesampai diruangan Rado, utusan itu segera merincikan keadaan yang terjadi pada pos 3.


"Apa?! Secepat itu?!" Rado terkejut hingga berdiri dari duduknya.


Ia pun memeriksa kembali peta yang masih tergerai diatas mejanya dengan khawatir. Ia terus melihat titik - titik letak dimana alat penanda teleportasi tertulis pada peta tersebut untuk mencari rute alternatif tercepat menuju pos 3 yang berada di ujung barat wilayah manusia. Keringat Rado hingga menetes ke peta tersebut karena memikirkan rencana yang harus dipilih.


"Bagaimana, bagaimana, bagaimana....??!!!!" Tanya Rado dalam benak hatinya.


Rado mulai putus asa saat menatap peta tersebut karena rute tercepat menuju pos 3 adalah dengan jarak tempuh 5 hari perjalanan kaki dari titik tersebut. Ia terduduk lemas karena tidak bisa melakukan apapun lagi, mengingat jarak yang ditempuh tidak akan mengubah situasi yang telah terjadi bila terdapat serangan langsung.


"Apa kali ini aku mengalami kekalahan?!" Katanya terucap dengan wajah penuh kejutan.


Disisi lain, Albert, Jason, Hawl dan Rudy beserta pasukan mereka sudah berada didepan portal ibukota dan ingin berpindah ke titik koordinat dimana portal pos 3 berada. Namun, saat Riko sudah memasukan angka koordinat tempat pos 3 berada yang sudah tercantum pada list destinasi yang ada pada alat miliknya, Riko dibuat heran dengan permintaannya yang ditolak oleh sistem karena tidak dapat tersambung.


"Eh?!" Riko terheran menatap layar hologram yang dipegangnya.


"Ada apa?" Tanya Albert mendekat.


"Mengapa koordinat pos 3 tidak bisa diterima?" Tanya sekaligus menjawab pertanyaan dari Albert.


"Apa kau sudah benar memasukan angkanya?" Tanya Hawl kali ini.


"Aku sudah benar.. Tetapi sistem selalu menolaknya... Tunggu sebentar, aku akan bertanya kepada divisi monitoring.." Tanggap Riko lalu segera meletakan sebuah alat yang hanya dimiliki olehnya dan belum diproduksi masal.


Baru saja Riko tersambung dengan petugas monitoring, ia segera mempertanyakan ke aktifan koordinat pada pos 3. Beberapa saat ia berbincang dengan petugas monitoring, seketika wajah Riko dengan spontan berubah menjadi terkejut setelah petugas tersebut menjelaskan apa yang sedang terjadi pada pos 3.


"Kalian serius?!" Tanya Riko meminta klarifikasi yang jelas.


"Apa yang terjadi? Apakah ada amsalah?!" Tanya Albert khawatir.


Riko pun segera mematikan sambungan tersebut dan menoleh perlahan kearah Albert dengan wajah pucat.


"Jenderal... Kita sudah terlambat... Akses menuju pos 3 telah dilumpuhkan..." Ujar Riko kepada Albert dan sontak membuat mereka semua terkejut.


Kembali kedalam ruangan dimana Rado sedang tertekan mengenai rencana ras Dwarf yang membuat dirinya tidak berkutik sedikitpun. Saat ini strategi dari ras dwarf berada jauh satu langkah didepan dari keputusan Rado saat ini. Rado terduduk lemas dan menatap kearah langit - langit ruangan, pikirannya saat ini sedang dipenuhi dengan mencari berbagai solusi untuk meredam kekacauan yang mungkin akan terjadi. Namun, meskipun ia sudah berusaha keras hingga memeras otaknya, tetap saja Rado tidak menemukan solusi lain selain melakukan perjalanan panjang meskipun ia tau kalau itu sudah terlambat.


"Hahahahha... Hahahahahaha... Hahahahahhaa" Rado tiba - tiba tertawa dengan mata yang tertutup rambutnya.


Jeffry yang saat itu sedang berada disana untuk menemani petugas yang diutus oleh Kajol begitu ketakutan bersamaan dengan petugas tersebut karena melihata tawa Rado yang begitu menakutkan.


"Tu - tuan?" Panggil Jeffry merasa khawatir dengan Rado yang tertawa.


"Hah.... Maafkan aku.." Kata Rado tersenyum setelah berhenti tertawa dan menutup matanya dengan tangannya.


Jeffry dan petugas monitoring itu hanya terdiam dengan wajah takut, mereka tidak bisa mengeluarkan kata - kata apapun saat ini karena baru pertama kali melihat Rado mengeluarkan emosinya. Namun, itu hanya berlangsung beberapa saat, Rado kembali menunjukan ekspresi tersenyumnya seperti biasa dan menatap mereka.


"Maafkan aku.. Sepertinya kita telah tertinggal satu langkah dari ras dwarf... Mungkin sekarang regu Albert sedang terheran dengan portal yang tidak dapat mengirim mereka ke pos 3 bagian barat... Cepat katakan pada mereka untuk berteleportasi ke pos 2 bagian barat dan dilanjutkan dengan berjalan kaki..." Perintah Rado.


"Ba - baik.." Kata Petugas monitoring lalu pergi meninggalkan ruanganya.


Jeffry yang saat itu bingung karena dirinya ditinggal oleh petugas monitoring dan dibiarkan sendirian bersama Rado yang sedang tidak bisa ditebak, begitu gugup tidak tau harus berkata apa saat ini. Rado terbangun dari kursinya dan menatap kaca gedung lalu melihat pemandangan kota. Matanya jauh memandang dengan tatapan tajam.


"Jeffry.." Panggil Rado tiba - tiba.


"Y - ya... Tuan!" Jeffry terkejut dan secara tidak sadar berdiri tegap.


"Apa kau mempercayai ku kalau aku bisa mengatasi ini?" Tanya Rado tersenyum sambil menatap pemandangan.


"A - aku yakin anda bisa mengatasi ini..." Kata Jeffry berpikir positif dan mendukung Rado.


Rado yang mendengar itu menutup matanya sambil tersenyum, ia pun membuka matanya kembali dengan rasa senang yang tidak bisa dijelaskan dengan kata - kata.


"Aku bersyukur berada didunia ini, selama aku mendapat kekuatan ini.. Ku pikir petualangan ku akan berakhir dengan cara yang membosankan, tetapi setelah bertemu dengan Dogol yang telah mengalahkan ku dalam hal kekuatan dan sekarang aku bertemu dengan salah satu archon yang dapat mengalahkan ku dalam hal inisiatif dan strategi... Ini sangat menyenangkan!" Senyum Rado sambil memunggungi Jeffry.


Disaat yang bersamaan Yoga dan Jaquile pun masuk kedalam ruangan secara bersamaan. Mereka berdua terdiam melihat Rado yang sedang berdiri menatap pemandangan kota. Jeffry pun menoleh kearah mereka berdua dengan wajah pucat dan kaki yang bergetar. Mengetahui apa yang sedang dirasa oleh Jeffry, Yoga segera menyuruh Jeffry untuk pergi dari ruangan tersebut.


Setelah Jeffry meninggalkan ruangan itu, Yoga yang menjadi pertama untuk menyapa Rado.


"Hm?" Noleh Rado tersenyum.


Yoga dan Jaquile yang saat itu terbiasa melihat senyuman Rado, baru kali ini merasa merinding karena senyuman itu tidak seperti biasanya meskipun terlihat sama.


"Aku sudah mendengar, mengenai pos 3 bagian barat.." Kata Yoga.


"A - apa yang harus kita lakukan?" Tanya Jaquile tanpa candaan seperti biasa.


"Tidak ada.." Jawab Rado singkat.


"Apa maksud mu dengan tidak ada?! Kenapa kita tidak meminta bantuan kepada ras elf?!" Tanya Yoga meninggi.


Rado segera menatap tajam kepada Yoga.


"Minta pertolongan?! Jarak antara mereka dengan pos 3 sangat jauh dan belum ada titik koordinat untuk melakukan teleportasi.. Dan juga ada kemungkinan wilayah mereka akan bernasib sama seperti kita, mengingat pos penjagaan mereka juga diserang oleh sekelompok monster yang membawa kepala Joon! Apa kau masih ingin beragumen mengenai hal yang sia - sia? ini" Tanya Rado kepada Yoga.


Yoga yang mendengar penjelasan lengkap dari Rado tidak bisa membalas argumennya.


"Lalu, sekarang apa yang harus kita lakukan?" Tanya Yoga sekali lagi.


"Hanya diam dan menunggu regu Albert berhasil memperbaiki portal... Ku harap ada dari mereka yang dapat bertahan sampai kedatangan regu Albert..." Kata Rado sambil berbalik kembali menatap pemandangan kota.


Sementara itu di pos 3 benteng barat, pasukan dwarf yang dipimpin oleh Ubba berjalan serentak keluar dari hutan. Pasukan yang berjumlah ratusan itu dengan percaya dirinya berbaris mengikuti laju Ubba yang berada didepan. Daratan luas yang semulanya kosong perlahan mulai tertutup oleh pasukan dwarf.


"Hei itu!" Tunjuk salah satu prajurit manusia yang berada di tower utama.


"Ada apa?!" Tanya Kenny saat berada dibawah.


"Itu... Itu...!!!" Prajurit itu histeris.


Kenny yang merasa penasaran dengan keadaan diluar benteng, segera menaiki tower tersebut. Saat ia sampai di puncak tower, Kenny pun juga ikut terkejut melihat ratusan dwarf berjalan ramai kearah mereka. Dari ratusan barisan dwarf, Kenny terfokus pada salah satu dwarf yang saat ini berjalan paling depan membawa gada besar dipunggungnya.


"Apa dia pemimpinnya?" Tanya Kenny.


"Kalian! Persiapkan tembakan!" Sambung Kenny sambil berteriak kebawah.


Pasukan penembak dari ras manusia yang berada dibawah, kembali mengarahkan senjata mereka kearah atas. Setalah itu, Kenny segera kembali melihat kearah pasukan dwarf untuk memastikan kalau mereka sudah masuk dalam jarak tembak pasukannya. Pasukan dwarf terus berjalan mendekat kearah benteng tersebut tanpa rasa takut sedikit pun. Beberapa langkang telah mereka tempu dan disaat - saat mereka masuk kedalam jarak tembak ras manusia, Kenny memberi perintah..


"Sekarang!" Perintah Kenny.


Para pasukan jarak jauh segera melepaskan segala kemampuan mereka. Sihir, peluru dan anak panah telah mereka lesatkan secara bersamaan. Langit dimedan pertempuran itu telah tertutup oleh berbagai force yang terbenam dalam tiap serangan tersebut. Ratusan serangan dari langit pun mengarah kepada pasukan dwarf yang tidak sedikitpun menghentikan lajunya.


Saat ratusan serangan itu mendekat, Ubba dengan santai segera memegang gagang gadanya dan mengayunkannya kearah atas. Hembusan angin bercampur force biru miliknya pun menghempaskan semua serangan dari prajurit penjaga benteng tersebut.


"A - apa?! hanya dengan satu kali ayunan saja?!" Kenny terkejut melihat Ubba beraksi.


Ubba kembali meletakan gada kembali dipunggungnya dan melanjutkan langkahnya untuk mendekat dengan wajah tanpa ekspresi sedikit pun.


Kenny yang merasa panik pun mencoba untuk menyerang mereka sekali lagi menggunakan serangan jarak jauh, namun hasilnyapun tetap sama. Hal ini seperti sebuah ranting yang melawan sebuah tank baja, tidak memberikan dampak apapun dan itu hanya dilakukan oleh satu dwarf saja. Sekarang ini jarak pasukan dwarf sudah mulai memasuki jarak yang tidak bisa diganggu oleh pasukan jarak jauh ras manusia. Suara langkah kaki yang ramai dari pasukan dwarf membuat efek intimidasi tersendiri terhadap pasukan ras manusia yang berada dalam benteng.


Suara hentakan beserta suara baju jirah mereka, terdengar seirama menakuti pasukan dalam benteng. Keunikan yang ada pada pasukan dwarf adalah tidak adanya pengguna force sihir dan juga pemanah. Mereka semua adalah pengguna senjata jarak dekat dan juga senjata api. Ini dikarenakan dengan teknologi pada ras tersebut adalah lebih mengarah pada penggunaan uap dan bubuk mesiu.


ketika pasukan dwarf hampir mendekati gerbang tersebut. Ubba menghentikan langkahnya diikuti oleh pasukan lainnya. Mereka hanya berdiam sambil menatap kearah atas dimana Kenny juga terlihat sedang memandangi mereka dari tower.


"Mengapa mereka berhenti?!" Tanya salah satu prajurit disebelah Kenny.


Kenny yang tidak tahu menahu mengenai motif berdiamnya mereka didepan gerbang, juga memilih untuk diam. Pasukan yang saat ini berada didalam benteng pos 3, juga terdiam dengan rasa khawatir menunggu kelanjutan pergerakan dari ras dwarf. Ratusan pasukan dwarf yang dipimpin oleh Ubba sekarang ini hanya terdiam menatap keatas. Merasa bingung dengan pergerakan mereka, Kenny mencoba untuk berkomunikasi dengan Ubba.


"Ini adalah pos 3 milik ras manusia.. Jika kau terus melakukan penyerangan, maka ras manusia akan melawan balik dari dalam...! Pergi lah! Kami tidak akan menyerang kalian, jika kalian memilih untuk mundur!" Kata Kenny mencoba untuk bernegosiasi.


Pasukan dwarf masih terdiam membisu setelah mendengar ucapan dari Kenny. Tetapi beberapa saat semenjak fase mereka membisu, satu persatu prajurit dari dwarf terdengar memulai tawanya dan menyambar kesuluruh pasukan dwarf lainnya. Tawa dari ratusan dwarf membuat getaran tersendiri dari area tersebut dan lebih mengintimidasi ras manusia dari sebelumnya.


Tawa yang menggema itu berlangsung cukup lama. Ubba yang sejak tadi terdiam, mengangkat tangannya setinggi mungkin lalu menarik sikutnya hingga sejajar dengan bahunya. Suara tawa dari ratusan dwarf pun terhenti serentak, tidak ada satupun dari mereka yang melanjutkan tawanya setelah Ubba menghentikannya. Suasana menjadi hening seketika dan membuat para prajurit manusia begitu terheran didalam benteng, termasuk Kenny yang menyaksikannya secara langsung betapa solidnya mereka.


Beberapa saat keheningan terjadi, Ubba kembali memegang gagang gadanya. Dalam keadaan yang hening, Ubba tiba - tiba melompat hingga melewati benteng tersebut dan segera melesat kearah tower dimana Kenny berdiri. Ubba mengayunkan gada besarnya pada tower tersebut hingga membuatnya hancur berkeping - keping beserta kedua penjaga didalamnya, kecuali Kenny yang berhasil menghindarinya.


Tower itu runtuh dan Kenny pun ikut terjatuh lalu tertimbun bersama puing tersebut. Setelah menghancurkan tower utama, Ubba berhasil mendarat ditengah benteng bersamaan dengan eskpresi para prajurit yang bergitu terkejut melihat aksinya. Karena aksinya yang mengejutkan, Ubba berhasil menahan kesigapan reaksi dari prajurit manusia. Hal itu Ubba manfaatkan kembali dengan melancarkan serangan lanjutan. Ia memutar gada dan tubuhnya seperti sebuah gangsing, lalu menghempaskan para prajurit manusia yang berada pada jangkauan putaran gadanya.


Udara menjadi keruh karena debu yang berterbangan akibat putaran yang dilakukan oleh Ubba. Setelah ia berhenti berputar, Ubba dengan gagah menancapkan gadanya ketanah hingga menghasilkan getaran. Para prajurit manusia begitu waspada padanya sampai takut untuk mendekat maupun menembak. Tangan mereka bergetar dan juga berkeringat karena berhadap - hadapan dengan sosok Ubba. Ubba terus membuka lebar matanya tanpa berkedip sedikit pun, aura disekitarnya pun begitu berat bila dirasakan. Tubuhnya berdiri kokoh dengan sebuah gada yang tertancap ditanah seperti menambah kesan sangar dan keras, meskipun tubuhnya kecil dibandingkan manusia.


Jirah yang terbuat dari metal buatan ras dwarf dengan perpaduan coklat dan putih juga menambah kesan ketangguhannya. Ia tidak mengucapkan satu katapun ditengah ketegangan prajurit manusia, ia hanya berdiam diri saja dalam pengepungan tersebut. Kenny pun kembali bangkit dari dalam puing - puing tower dalam keadaan pendarahan kecil dibagian kepalanya.


Baru saja ia bangkit dari kecelakaan itu, Kenny kembali dibuat terkejut saat melihat Ubba sedang mengudarakan demicles kebanggaan rasnya yang telah diberikan oleh Folk.


Demicles miliknya sangat besar mengalahkan kebesaran milik Jaquile dan itu membuat Kenny beserta prajurit lainnya tidak henti - hentinya terkejut dengan kehadiran Ubba yang sangat mencolok.


"Di - dia seorang jenderal!" Kata Kenny terkejut.