
Dua lambang besar saling berhadap-hadapan didalam ruangan itu, para orc mulai berteriak-teriak untuk mengintimidasi kubu manusia. Archon Orc tersenyum melihat Rado yang juga sedang tersenyum menatap dirinya.
"Yavno tuk ima arkhont ot drugi rasi"
(Ternyata ada Archon dari ras lain disini) Orc itu tersenyum menatap Rado.
"Kapten apa yang dia katakan?!" Tanya Lucy kepada Rado yang sedang memasang badan didepan.
Rado tidak menggubris pertanyaan itu, Sekarang ini ia tersenyum akan rasa yang baru pertama kali ia rasakan. Darahnya mengalir cepat, bulu kuduknya naik dan ada gairah yang menggebu-gebu dari dalam dirinya.
"Izrazhenieto vi e ... Omrŭzna li vi s bitkata si prez tsyaloto tova vreme?"
(Ekspresi mu itu... Apa kau bosan dengan pertarungan mu selama ini?) Orc itu seperti mengerti akan ekspresi Rado saat ini yang tersenyum lebar.
"Yah... kau benar, tetapi sekarang sepertinya aku menemukan lawan yang layak" Rado pun menatapnya dengan gairah bertarung yang amat besar.
Orc yang memiliki Demicles kecil berbisik kepada Archon Orc, "Tuan, apa anda perlu bantuan?"
"Tidak perlu! Dia hanya sendiri, kau bisa lihat itu Lagun! Menterinya juga baru saja bangkit.. ia belum sepenuhnya menjadi pendamping dirinya" Masih dengan mata yang tidak berpaling dari Rado ia berbicara kepada Orc tersebut.
"Tapi tuan.." Orc itu merasa cemas dengan dirinya..
"Lagun!!!!! Apa kau meremahkan ku? Aku adalah Dogol Khan, Sang Penguasa Orc! Raja dari segala Raja! Apa kau meragukan aku?" Dogol berteriak kepada Lagun yang mulai menunduk ketakutan.
"Tidak,, maafkan aku tuan"
"Beritahu menteri yang lain agar tidak ikut campur, Kau tahu bukan? dalam tradisi kita pertarungan satu lawan satu adalah hal yang sakral dan tidak boleh ada yang menggagunya" Ia segera menepok dada Lagun untuk mengisyaratkan untuk melaksanakannya.
Setelah Lagun mundur kepasukannya, Ia segera melanjutkan pembicaraannya dengan Rado.
"Kita bisa mulai sekarang" Dagon segera menggenggam kapak besarnya itu dengan kedua tangannya.
"Akhirnya.." Rado pun juga mengeluarkan kedua ninjatonya"
"Kapten! berhati-hatilah! Aku mempunyai firasat tidak enak" Yoga memberi himbauan kepada Rado yang akan mulai bertarung.
Rado menoleh kearahnya dan tersenyum, "Tidak apa-apa aku hanya-"
Sebelum ia menyelesaikan perkataannya, tiba-tiba Dagol sudah berada didekatnya dan melancarkan serangan kearah samping Rado.
Radopun bereaksi dengan spontan, ia terkejut akan kecepatan dari Dagol tanpa ia sadari. [Apa?! Sial kalau begini.. aku-]
Rado segera menarik mundur siku kanannya untuk menangkis kapak besar itu dengan satu ninjatonya, kapak besar yang dilancarkan dengan kedua tangan Dagol menghantam keras Rado kearah samping hingga menabrak dinding ruangan tersebut.
"Kapten!!" Teriak semua pemburu.
"Hahahaha reflek yang baik dari makhluk kurus seperti mu" puji Dagol kepada Rado karena ia bisa menghalau serangannya di detik akhir.
Rado yang menabrak dinding tadi keluar perlahan dari sana dengan serpihan batu yang jatuh dari dirinya. Ia tidak mengalami luka atas tubrukan kedinding tersebut dan masih berdiri kokoh.
"Kau makhluk yang tidak sopan.." Rado tersenyum dan berjalan seperti tidak terjadi apa-apa.
"Kapten.." Raut wajah lega saat melihat Rado baik-baik saja terpancar dari timnya.
Namun dalam diri Rado, ia merasakan rasa sakit yang telah lama hilang muncul kembali, [Sial.. sepertinya lengan kanan ku agak tergeser akibat serangan tadi, dia benar-benar lawan yang sepadan]
Wajahnya yang suka tersenyum mampu menutupi rasa sakit yang ia derita, Force dari kedua archon itu saling bertubrukan sangat sengit saat mereka mulai mendekat satu sama lain. Ketika mereka berhadap-hadapan satu sama lain, Dogol pun tersenyum kearahnya.
"Apakah ada yang lucu?" Tanya Rado kepadanya.
"Tidak-tidak.. aku sedang berpikir bagaimana ekspresi mu saat tubuh mu ku potong-potong"
"Hmp, Coba saja kalau kau bisa"
Rado pun segera melesat dengan kedua pedangnya dan melancarkan serangan beruntun kepada Dogol, demikian juga Dogol yang tidak ingin kehilangan momentumnya itu, ia juga melesat kearah Rado dan membuat mereka bertemu ditengah-tengah akselerasi mereka.
Pertarungan sengit terjadi, hantaman pedang dan kapak itu membuat kedua kubu tercengan. Kecepatan dan kekuatan mereka berdua sangat diluar nalar dan sulit diikuti.
"Lagun.. Apa kita harus membantu Raja?" Tanya menteri yang lain kepada Lagun.
"Tidak.. kalau kita membantunya Raja akan marah"
{Dancing Blade telah aktif} Skill pasif Rado telah aktif dan kecepatan seranganya semakin cepat, Namun tetap saja belum ada yang bisa menembus pertahanan dari Dogol. Lengan kanan yang cedera itu membuat ia bertarung tidak maksimal.
"Gale Blade" Serangan beruntun dengan kecepatan yang mematikan pun ia keluarkan.
"Massive Armor" Dogol juga mngeluarkan skill dari anugerah archonnya itu, tubuhnya mengeluarkan pelindung berwarna hitam yang membuatnya tahan akan serangan dari Gale Blade Rado.
Serangan beruntun Rado seperti mengenai sebuah benda yang sangat keras, Dogol yang memposisikan kapak besarnya menjadi perisai hanya bergetar-getar saja saat ia menerima serangan dari Rado.
{Combat Mastery telah gagal diaktifkan}, Rado pun terkejut melihat serangan dari dirinya tidak ada yang melukai Dogol.
Reflek Rado pun segera menangkisnya dengan kedua pedangnya dan mundur kebelakang, Ekpresi yang menahan rasa sakit itu pun runtuh, ia kelepasan menunjukan rasa sakit yang terdapat pada lengannya saat bertarung.
[Hmph, sepertinya ia cedera saat pertama kali itu] Dogol tersenyum mengetahui fakta tersebut, [Sepertinya aku yang akan menang..]
Dogol melesat kembali dengan cepat dan memberikan serangan beruntun, serangannya tidak secepat Rado namun tiap ayunan kapaknya memberikan beban yang sangat berat.
"Apa kau merasa sakit?!"
Dogol terus memprovokasinya dan memberikan tekanan yang hebat kepada Rado dengan hujan tebasan kapak tersebut. Rado mulai kesulitan menahan serangan itu, rasa yang ia tampung saat ini seperti tangannya ingin lepas dari sendi-sendi.
"Double Crash"
Skill milik Dogol membuat kapak itu diselimuti forcenya lebih pekat dan mengayun dua kali kapak besarnya secara menyilang. Rado pun tidak bisa menahan serangan itu dan membuat satu pedangnya terlempar dan menancap dilantai ruangan tersebut.
"Kapten!" Semua berteriak kearah Rado yang sedang ditodong kapak oleh Dogol.
"Kita harus membantunya" Kata Bobby yang mulai mengambil ancang-ancang untuk bergerak.
Namun seketika, para menteri dari Orc melesat kedepan mereka dan mengacungkan senjata.
"Smeĭte da reshite kralya, vie shte bŭdete maĭki!"
(Berani mengganggu Raja, kalian akan mati!)
Para pemburu terkejut melihat Orc yang tiba-tiba datang menghampiri, mereka mematung dan panik dengan keadaan sekarang ini.
"Apa yang dia katakan?!" Tanya Peter karena tidak mengerti perkataannya.
"Aku tidak tau, tetapi sepertinya mereka tidak ingin menganggu pertarungan itu" Kata Yoga dengan firasat.
Disisi lain, Rado yang sedang kesulitan berusaha untuk bertahan dengan satu pedang saja. Kapak besar itu kembali datang dan ia dengan jerih payahnya harus menghindar serta bertahan. Force milik Rado mulai terkuras habis, tubuhnya pun mulai diambang batas karena lelah dan sakit yang diderita.
"Hahahaha sudah kuduga, lengan mu sakit bukan?!" Kata Dogol saat menyerang Rado.
"Hmph, sepertinya aku ketauan" Rado terus menerus menangkis serangan itu tanpa ada cela untuk menyerang balik, [Ini gawat, kalau begini terus aku akan terbunuh!]
Tiba-tiba suara sistem berbunyi {Confirmed Kill dan Survival Instinct telah aktif}
Tubuh Rado seperti mendapat sebuah dorongan kekuatan, Kapak yang sejak tadi menyerangnya tanpa ampun, kali ini berhasil dihentikan dan tertahan dipedang miliknya. Dogol pun terkejut melihat kejadian ini, ia melihat mata Rado yang terlihat marah dan merasa ada bahaya yang mengintai.
Disisi lain, Rado melihat Dogol yang ingin segera mundur seperti mendapat efek slow motion, gerakan dogol bisa ia lihat dengan sempurna dan tanpa membuang-buang waktu ia segera memindahkan pedangnya ke tangan kanan dan melukai dadanya dengan satu tebasan.
Srattt!!!!!
"Raja!!!" kali ini Para Orc yang merasa cemas.
Nafas Rado mulai tersenggal-senggal dengan keringat yang mulai berjatuhan, Dogol yang terkena tebasan tersebut segera menghentikan serangannya dan memegang luka bekas sayatan tersebut.
"Kau!!!!" Ia marah saat melihat darah yang berwarna hijau itu ditangannya.
Dogol segera menatap Rado dan ingin menyerangnya namun, tiba-tiba didalam kepalanya suara sistem berbunyi {Dungeon lintas dunia akan berakhir}, Mendengar itu Dogol segera menoleh kearah kaumnya dan mengisyaratkan untuk pergi.
"Kali ini kau akan kulepaskan, tetapi... dipertempuran sebenarnya, aku akan melenyapkan Ras mu!"
Setelah mengatakan itu Dogol meninggalkan Rado, Rado yang mulai rubuh bertanya kepada Dogol.
"Apa maksud mu dengan pertempuran yang sebenarnya?"
Dogol pun menoleh kepada Rado dan memberikannya sedikit Clue dengan apa yang akan terjadi dikemudian harinya. Rado yang mendengar itu terkejut akan fakta yang ia ketahui sekarang mengenai anugerah yang sangat berat ini.
Setelah Dogol dan para Orc menarik diri, Rado pun membaringkan tubuhnya dan tertawa lepas yang memenuhi ruangan tersebut.
[Ternyata mimpi itu adalah sebuah clue yang nyata, Dogol Khan dari ras Orc dan ada beberapa archon lagi dari ras yang lain.. Ini sangat membuat ku bergairah!] Rado yang tertawa sambil memikirkan perkataan Dogol, matanya terfokus atas langit-langit ruangan tersebut.
Para pemburu mulai menghampirnya dan menanyakan keadaannya dengan nada khawatir akan luka yang diterima Rado, Rado pun segera bangkit dan mengambil pedangnya yang dibawakan oleh Lucy.
"Kapten apa kau tidak apa-apa?" Tanya Lucy dengan cemas.
"Aku tidak apa-apa.. ayo kita keluar dari sini" Dengan tangan kanan yang mulai kaku dan pakaian yang lusuh, Rado mulai berjalan meninggalkan ruangan tersebut.
Melihat tingkah aneh dari Rado yang terus tersenyum menyeringai membuat mereka merasa heran, apa yang dikatakan makhluk itu padanya tadi sampai membuat kaptennya yang dikenal tenang menjadi orang yang berbeda.
Jantung Rado terus berdetak dengan cepat saat ini, darah yang memanas itu terus membuatnya merasa bergairah hingga ke kepala.
[Ragnarok... aku menantikannya!]
Takdir umat manusia sekarang ini berada ditangan Rado. Ia merasa kalau apa yang diberitahu oleh Dogol kepadanya adalah suatu yang sangat menakutkan bagi manusia, namun entah mengapa ia sangat menantikannya.