The Archon

The Archon
Semangat Hidup



Masih didalam black dungeon yang berada di negara timur tengah, para pemburu yang terdesak oleh para dragonoid mulai putus asa. Dengan semburan dari naga putih yang mampu melelehkan seorang tanker dengan mudah membuat efek kejut mental terhadap mereka.


"Ini gila... seharusnya aku tidak ikut serta dalam misi penutupan black dungeon..." Kata seorang ranger yang mulai ketakutan.


"Aku tidak ingin mati!!! aku belum melamar kekasih ku!" kata salah satu pemburu yang lain dengan wajah ketakutan.


Keputuasaan dari beberapa pemburu menular kepada mereka yang masih memiliki tekad untuk bertarung, mereka yang awalnya masih siap untuk bertempur mulai ragu akan kemenangan mereka.


"Kalian para lelaki, berhentilah mengeluh dan merengek! berdiri! ayo kita hadapi mereka bersama!" Kata Din yang memikul Kanabonya seperti pentungan baseball.


Setiap dragonoid yang menghampirinya, ia dengan reflek yang baik mampu memukul mereka layaknya bola baseball. meskipun tidak menimbulkan kerusakan yang berarti, tetapi itu sudah cukup untuk menjauhkan mereka dari dirinya.


"Kakak! ini gawat.. beberapa pemburu sudah mulai terbunuh!" Don datang menghampiri Din dengan busur yang selalu siaga ditangannya.


"Cih... bagaimana perintah dari orang Jepang itu?!" Din bertanya kepada Don.


"Belum ada kejelasan mengenai itu... tetapi aku melihat Kan dan beberapa tanker yang lain sednag mencoba untuk menjauh gerombolan dragonoid dari kita" Kata Don sambil melepaskan anak panahnya.


"Acuhkan orang Jepang itu, kita akan fokus membantu Kan untuk menjauhkan para monster sialan ini"


Din segera berteriak kepada anggota guildnya yang masih hidup, "Hei kalian para orang bodoh! cepat ikuti aku dan bantu pria gorila itu untuk memukul mundur para monster sialan itu!"


Serentak setelah mendengar kapten mereka memberi perintah, para anggota guild The Joker segera berlari mengikuti Din yang melesat kearah rombongan Kan. Rudy yang mendengar hal yang sama segera melihat kearah Kirisaki yang masih terdiam kaku menatap naga putih itu.


"Ini gawat kalau begini terus dia akan mati" Rudy segera menoleh kearah Geraldo, "Geraldo! cepat cari Levi, lalu beritahu kepada semua anggota White Lotus untuk membantu Kan!"


"Lalu bagaimana dengan mu?!" Dengan wajah yang sedikit cemas ia bertanya kepada Rudy.


"Ada yang harus ku lakukan.. cepatlah!"


"Baik!"


Mereka berpisah keberbeda arah, Rudy berlari kearah Kirisaki yang berdiri sendiri seperti orang yang sudah rusak mentalnya. Para tanker yang berada bersamanya mulai menyelamatkan diri dari area tersebut. Dalam perjalanannya menuju Kirisaki, Rudy terus melontarkan anak panah yang diperkuat oleh force miliknya untuk menghambat para dragonoid yang mencoba untuk menyerangnya.


"Woi Kirisaki!"


Teriakan dari Rudy tidak mampu menyadarkannya dari kerusakan mental itu, "Cih.!!! dasar orang lemah, Sadarlah brengsek!" Rudy segera memukul pipi kanannya dan membuat Kirisaki tersungkur.


Ia terkejut oleh pukulan dari Rudy dan segera memegang pipinya, "Sadar lah keparat! apa yang dilakukan seorang Kapten raid saat keadaan genting seperti ini?!" Bentak Rudy kearahnya.


Kirisaki segera menoleh kearahnya dengan wajah kosong, setelah itu ia beralih melihat sekitarnya. Ia melihat para pemburu berusaha keras untuk bertarung dengan para Dragonoid itu, Kematian, teriakan serta jerih payah dari para pemburu tertuang dalam dungeon itu. Mata Kirisaki saat ini dipenuhi oleh rasa bersalah akan kegagalan yang terima kali ini.


"A-andai saja tanker itu tidak melarikan diri.. semua ini tidak akan terjadi" Dengan lesu Kirisaki menggumamkan apa yang sudah terjadi.


Dan sekali lagi Rudy mendaratkan pukulannya kepada pipi Kirisaki, "Berhentilah menyalahkan yang sudah terjadi! cepatlah bangkit dan pimpin kami bodoh!" Teriak Rudy sekali lagi.


"Apa kau menyerah?! itukah jiwa seorang kapten raid?! Jangan bercanda! Buka mata mu! beberapa dari mereka belum menyerah! Cepat lah sadar! Jadikan kegagalan mu itu sebagai pembelajaran yang berarti kalau disetiap dungeon tidak selamanya sesuai dengan apa yang kau perkirakan!"


Mendengar perkataan itu, Kirisaki melihat sekali lagi kesekitarnya. Ia melihat para pemburu yang sedang berjuang mati-matian melawan para dragonoid seperti menolak untuk mati. Teriakan yang awalnya tidak terdengar olehnya perlahan mulai merasuki hatinya, Kirisaki seperti dibangkitkan oleh teriakan semangat dari para pemburu yang masih mempunyai tekad. Terlebih lagi saat ia melihat Kan yang masih berjuang untuk menyelesaikan tugas darinya.


Ia pun terbangun dari keterpurukannya, ia mencoba untuk menggenggam sekali lagi perisai yang jatuh itu dengan gagah. Sontak para pemburu yang melihat Kirisaki mulai bangun kerusakan mentalnya merasa senang.


"Cih.. akhirnya orang Jepang itu berdiri kembali" Kata Din sambil memukul mundur Dragonoid.


Kan hanya melirik sebentar kearahnya dan kembali fokus untuk bertahan, disampin itu Kirisaki segera menoleh kearah Rudy disampingnya.


"Nama mu Rudy kan? Terimakasih sudah menarik ku dari kegelapan"


"Ya.. itu bukan apa-apa"


"Yah mungkin karena mereka tidak ingin kalah dari orang itu.." Dengan senyum tipis Rudy menyinggung seseorang.


"Orang itu?" Kirisaki menoleh dengan tanda tanya.


"Ahh.... lupakan... jadi bagaimana langkah kita untuk menangani ini?" Tanya Rudy kepada Kirisaki.


"Ada cara terakhir yang terlintas oleh ku.. mungkin ini sedikit gila tapi hanya ini satu-satunya untuk kita bisa bertahan hidup"


Setelah mengatakan itu Kirisaki dan Rudy segera bergabung bersama rombongan Kan yang sedang bertempur dengan para Dragonoid. Kirisaki segera mengeluarkan force dan menyelimuti tubuhnya, ia segera melesat dan menabrakan perisainya kepada kumpulan dragonoid yang sedang bertempur dari arah samping. Tabrakannya itu seperti buldozer yang merobohkan kumpulan dari para monster tersebut.


Setelah akses jalan menuju pasukan utama terbuka, Kirisaki segera bergabung dengan para ketua guild Indonesia.


"Bagaimana keadanya?!" Ia berbicara didalam barikade tanker yang mulai berhasil membuat pertahanan melingkar.


Jumlah pemburu yang berada didalam lingkaran para tanker yang sedang mencoba untuk menghalau para dragonoid masuk kedalam, terlihat jumlah para pemburu tidak sebanyak dari pertama kali mereka masuk.


"Banyak pemburu dari  negara timur tengah tewas dan hanya menyisakan sedikit dari mereka, Saat ini pemburu dari Jepang dan Indonesia sajalah yang masih banyak bertahan" Kata Levi menjelaskan secara merinci.


Saat itu Levi melirik kearah Rudy, dan Rudy tersenyum saat melihat dia dan anggota guildnya masih dalam keadaan lengkap.


"Maafkan kesalahan ku, ini semua terjadi karena-" Sebelum Kirisaki menyelesaikan permintaan maafnya, Kan memotong perkataannya.


"Simpan untuk nanti permintaan maaf mu, sekarang ini apa yan harus kita lakukan?!" Kata Kan yang saat ini sedang kesulitan mempertahankan kuda-kudanya.


"Baiklah maafkan aku.." Kirisaki menoleh kearah Kan dengan wakaj terkejut, lalu ia tersenyum dan beralih kembali kepada kumpulan pemburu ditengah, "Aku ada rencana tapi ini sedikit gila"


"Cepat jelaskan pada kami!" Kata Rudy dengan cepat.


Setelah Kirisaki menjelaskan rencananya itu, wajah para pemburu terkejut akan perkataan Kirisaki.


"Itu gila! bagaimana mungkin kita membiarkan dungeon ini sampai Breakdown?!" Kata Karen ingin menyangkal usulan Kirisaki.


Beberapa dari mereka terlihat setuju dengan pernyataan Karen, Namun disaat itu juga Julie maju kedepan kerumunan.


"Apa ini jalan satu-satunya?"


Kirisaki segera menatap Julie dengan serius, "Ya.. inilah satu-satunya, mengingat kita tidak bisa keluar dari dungeon ini, maka hanya menunggu breakdown lah kita baru bisa keluar"


"Baiklah.. kalau begitu aku akan menyetujuinya" Kata Julie dengan santai menerima.


"Hei Julie apa kau-"


"Baiklah aku juga menerima usulan itu" Watz memotong perkataan Karen.


"Cih... kalau begitu aku juga menerima" Kata Kenny juga ikut menerima usulan tersebut.


"Baiklah ayo kita lakukakan!" Kata Kan sambil kesulitan bertahan.


Mendengar perkataan dari ketiga kapten guild teratas membuat kapten dari guild Indonesia yang lain menyetujui usulan berisiko tersebut. Julie yang sejak tadi berada dibelakang sambil memberikan serangan bantuan dari jauh, menolak untuk mati didalam dungeon tersebut karena suatu hal.


[Aku belum ingin mati sebelum bertemu dengannya lagi] Dalam benak Julie mengingat seseorang.


"Baiklah, kita harus bertahan sampai beberapa hari kedepan! Semoga keberuntungan menyertai kita semua!"


Kirisaki segera berbalik kearah para Dragonoid yang saat ini sedang ditahan oleh para tanker, mereka mulai bersiap-siap untuk melakukan sesuatu untuk bertahan hidup. Kirisaki terlihat seperti fokus untuk menunggu momen untuk memulai oprasi yang baru saja ia rundingkan bersama. Saat ia rasa inilah waktunya, Kirisaki pun berteriak memberi tanda.


"Sekarang!"