The Archon

The Archon
Kekuatan Mutlak



"Aku hanya seorang porter" Rado tersenyum saat menoleh kearah Kenji yang saat itu terkejut dengan kekuatan miliknya.


Ekor itu mengerat ingin melepaskan diri dari genggaman Rado, Rado segera beralih kembali kearah Scorpion Kin dengan tatapan tajam yang mengintimidasi.


"Sejak tadi aku memperhatikan mu, sepertinya kau menikmati menyiksa mereka.." Rado bertanya dengan santai.


Meskipun ia tidak mengetahui apa yang dibicarakan oleh Rado, namun ia merasakan bahaya dari dirinya.


"Apa-apaan manusia ini, kekuatannya sangat menakutkan. Aku bisa bisa merasakan force yang tidak biasa darinya" Dengan wajah yang mulai menunjukan kegelisahan.


Rado *** ekor itu dengan satu tangannya, semakin lama genggamannya semakin kuat, Bos dungeon berteriak karena merasakan rasa sakit yang amat mendalam pada ekornya. Ia berteriak dan mencoba untuk menarik ekornya dari Rado. Suara retakan seperti tulang yang patah terdengar keras, diiringi teriakan bos dungeon yang semakin menjadi. Badan ekor yang dekat dengan ujungnya itu rado patahkan dengan mudah, bos itupun semakin kalang kabut karena rasa sakit tersebut.


Setelah puas mematahkan ekor dari bos tersebut, Rado memutuskan untuk melepaskannya. Scorpion King segera menarik undur ekornya yang sudah tidak normal lagi, ia meringis kesakitan dan memasang wajah marah kepada Rado karena perbuatannya itu.


*Wushhhh.....


Kali ini ia melesat untuk menyerang Rado dan mengeluarkan kemampuan yang sebenarnya. Seketika tanah yang menjadi pijakannya tadi menjadi tersayat hancur karena dorongan kaki seribunya. Bukan hanya capit dan ekornya saja yang berbahaya, tetapi kakinya tidak seperti kalajengkin lainnya. Kakinya tajam layaknya pedang yang terasah, Sebagai salah satu bos di White Dungeon, Scorpion King memiliki opsi yang banyak dalam hal menyerang. Itulah mengapa bos pada tingkat ini tidak memiiki pola yang bisa diprediksi.


"Tuan Porter!!!" Teriak Locus dan beberapa orang yang lainnya, saat melihat bos dungeon mulai bertarung dengan sungguh-sungguh.


Rado masih berdiri santai menunggu kedatangan bos tersebut. Jarak diantara mereka dengan cepat menyempit dan Scorpion King mulai melancarkan serangan pertamanya dengan capit sebelah kanannya.


Sring~ Bummm....


Kekuatannya sangat besar sampai hantaman itu mampu membuat ruangan tersebut bergetar. Senyuman yang diselimuti asap yang Scorpion King perlihatkan, seperti menyatakan bahwa ia telah berhasil mengenai Rado dengan telak.


"Hei bau, apa yang kau senyumi?" Rado yang sudah berdiri dilain tempat sambil memandangi bos itu.


Bos itu terkejut dengan kecepatan yang Rado miliki, tanpa basa-basi ia segera melesat kembali kearah Rado dan melancarkan serangan yang bertubi-tubi.


~wuwuwuwuwuwuwu Suara Capit yang ia kerahkan dengan cepat.


Rado menghindarinya dengan mudah tanpa ekspresi sedikitpun. Bagi Rado seranganya sangat lambat, "Hahh.. apa karena capitnya yang agak kebesaran mangkanya dia tidak memaksimalkan kecepatan?" Dalam benak Rado mencoba untuk menebak kendala itu.


Bagi Rado serangan itu sangat lambat, tidak dengan orang yang menyaksikannya. Serangan itu benar-benar cepat sampai-sampai mata mereka tidak bisa mengikuti arah dari tangan bos dungeon.


"Billy, siapa orang itu sebenarnya? apa Senior Julie tidak memberitahu detailnya?!" Tanya Locus yang sedang terkejut.


"Tidak!! Senior Julie hanya berkata kalau kenalannya yang rank Eranel ingin menjadi porter di raid kita hari ini" Billy menjawab dengan posisi tengkurap tak berdaya dan terkejut.


Setelah bosan menghindar, Rado menangkap kedua capit itu. Seketika waktu seperti berhenti, bagaimana tidak.. mata yang sejak tadi dipaksa melihat serangan dengan repetisi yang begitu cepat, tiba-tiba berhenti begitu saja.


Bos dungeon terkejut karena salah satu serangan terbaiknya dipatahkan sekali lagi dengan mudah. Sontak dengan insting bertarung yang tinggi, bos dungeon itu segera menggeser bagian belakangnya untuk memakai ekor yang patah itu untuk menyerang Rado sekali lagi.


Wushhhhh... Cambukan ekornya hampir sampai kepada Rado.


Untuk menangani itu Rado segera menarik paksa capit yang ia genggam dengan tangan kanannnya hingga putus dan ia pun berputar 180 derajat untuk menahan cambukan ekor itu dengan tangan kanannya. Awalnya ia berhadap-hadapan dengan bos dungeon tersebut, tetapi karena ia sudah berputar sekarang ia telah membelakangin bos itu.


Hal itu Rado lakukan karena ia ingin menghadap kearah Kenji yang mencoba untuk ikut bergabung dalam pertarungan itu.


"Jangan mencoba untuk ikut dalam pertarungan dengan kondisi tubuh mu yang sekarang, kau akan membenani ku nanti" Dengan tatapan tajam Rado memperingatkan Kenji yang sudah bersiap untuk maju.


Kenji tertegun kaku dengan peringatan dari Rado, [Eh?! Bagaimana bisa dia tau kalau aku ingin membantunya?!]


Setelah ia rasa Kenji mengerti dengan apa yang ia sampaikan, Rado segera mematahkan ekor itu sekali lagi dan segera menyikut tubuh bos itu sampai terpental menabrak dinding ruangan.


"Bhakkkkk" Dahak kering seperti dikeluarkan dari mulut Scorpion King setelah menabrak dinding.


"Hei berikan katana mu" Rado yang meminta Katana milik Kenji.


"Tetapi katana ini sudah patah" Kenji terheran dengan permintaan Rado.


"Tak masalah selagi masih ada bilah yang tersisa, lemparkan cepat" Rado menjulurkan tangan kanannya untuk meminta katana milik Kenji.


Kenji yang tidak mengerti mau ia apakan katana miliknya itu segera melemparnya kearah Rado. Katana itu terlempar berputar dengan lambat, tangan Rado yang sejak tadi terjulur terbuka perlahan menangkap katana tersebut. Seketika setelah Rado berhasil menangkap katana tersebut, ia segera berputar dan melesat dengan kasat mata, sorot mata yang tajam dan aura force yang mengintimidasi membuat Scorpion King begitu ketakutan.


Rasa sakit yang ia rasakan sekarang ini dibarengi dengan rasa takut yang amat mendalam, "Apa itu?!" dalam kesempatan terakhirnya itu, ia melihat sebuah pedang berwarna ungu diatas Rado.


Dalam hitungan detik Rado sudah menyempitkan jarak mereka. Katana patah itu ia alirkan dengan force yang begitu besar sampai mengeluarkan cahaya ungu yang menyilaukan. Tangan kanannya ia posisikan dibelakang telinga kirinya dan bersiap menebas kearah luar.


"Kau cukup kuat, tapi..." Rado memujinya sesaat.


Slash...


Rado mengayunkan katana patah itu tepat keleher Scorpion King dan memutuskannya.


"Ahhh.. ternyata begitu, sang kekuatan mutlak" Dengan kepalanya yang sedang melayang di udara, ia tersenyum seperti tidak menyesali kematiannya.


Duk..duk dukk..


Kepala itu tertebas dengan rapih dengan darah hitam yang keluar layaknya air mancur dari lehernya, semua orang yang menyaksikan itu terkejut melihat aksi mengesan dari Rado, disisi lain katana yang sudah cacat tersebut segera hancur layaknya abu karena menerima asupan force yang besar dari Rado.


Tinggg.. tingg.....


Suara sistem menyala setelah ia mengalahkan Scorpion King.