The Archon

The Archon
Langkah Awal



Keesokan harinya, seperti biasa Rado selalu bangun pagi dan melakukan kegiatan rutin. Meskipun status ketahanan fisiknya sudah mencapai 100% namun hal itu sudah mendarah daging dalam kehidupannya yang baru itu. Hari ini Rado meliburkan diri sebelum ia melakukan Raid maraton bersama partynya nanti, tidak tanggung-tanggung ia akan menyelesaikan 5 white dungeon dalam satu hari full kalau sudah tiba waktunya.


Nafas yang ia keluarkan sungguh teratur agar tidak mudah lelah, selintas kejadian kemarin teringat kembali di pikirannya, namun Rado segera menggeleng cepat untuk menepis kilasan kejadian tersebut.


*Bruk...


Rado merasakan De Javu ditempat ini, ia kembali menabrak seorang gadis yang sama secara tidak sengaja.


"Julie..?!" Rado menatap Julie yang terjatuh dibelokan jalan tersebut, kali ini Rado tidak menariknya dengan cepat karena sedang melamun. "Maafkan aku" ia membantunya berdiri.


"Haha apa kau merasa tidak aneh? kita bertemu secara tidak sengaja lagi disini" Julie tersenyum dan meraih uluran tangan Rado.


Dari raut wajah Rado ada sebuah rasa sungkan terlihat, "Julie.." bukan karena ia menabrak Julie, tetapi menyangkut persoalan Raid kemarin.


"Aku mengerti dari wajah mu, tapi aku tidak menyangka kau berhasil mengalahkan bos yang hampir membasmi satu tim guild kami sendirian" Julie tersenyum.


"Kau mengetahuinya?" Rado terkejut, [Sial mereka membocorkannya] Ia terlihat kesal karena tim D tersebut mengingkari janji mereka.


"Yah.. Billy dan Kenji mengatakannya pada ku dan kapten Watz"


"Berapa orang yang mengetahui ini?" Rado dengan tatapan seriusnya menatap Julie.


Julie yang mengetahui kecemasan Rado mengenai identitasnya, tersenyum santai melihat itu.


"Kau tampan, tapi berbahaya... tenang saja, hanya aku dan kapten yang mengetahui kejadian ini, tapi..." Ia tidak melanjutkan kata-katanya dan itu membuat Rado menunggu penasaran, "Ahh tidak jadi"


"tapi apa?!" Rado mendesak lembut.


"Hahaha tidak apa apa aku hanya sedang menggoda mu" Julie tersenyum kepada Rado.


"Kau ini seperti perempuan yang memiliki kepribadian ganda" Rado mengejek.


"Yah bisa dibilang begitu, kalau sedang membahas mengenai dungeon aku harus terlihat anggun dan kuat, tetapi kalau sedang santai begini.. sifat seperti itu akan menjauhkan orang lain dari ku"


"Hahh.... terserah kau saja lah"


Rado melanjutkan larinya meninggalkan Julie, namun Julie tidak membiarkan begitu saja.


"Kau kesal?" Dengan lirikan dan senyuman manisnya.


"Tidak" Singkat pada dan jelas Rado menanggapi.


"Teraktir aku sebagai permintaan maaf mu yang telah menabrak ku" Julie yang mulai meminta yang aneh-aneh.


"Eskrim saja cukup kan?" tanpa menoleh kearah Julie.


"Dasar kau pelit hahaha"


"Kapan kau kembali?"


"Kemarin malam"


Percakapan mereka lambat laun tidak terdengar seiring mereka berlari bersama.


-------------------


~Lobby gedung pemerintahan~


Watz yang terlihat tengah santai duduk sambil meminum sebuah kopi pagi disofa lobby. Lobby itu sungguh luas dan siapa saja boleh masuk dan bersantai sambil meminum teh atau kopi yang mereka beli di Coffee Shop sebelah gedung pemerintahan.


Dari arah belakang Watz, datang Kenny bergabung bersamanya sambil menaru kopinya dimeja yang sama.


"Apa aku mengizinkan mu untuk duduk bersama ku?" Watz tersenyum mengejek kepada Kenny.


"Hahh!!!!! aku tidak dengar.." Dengan suara berandalannya Kenny mengacuhkan Watz.


Tak lama kemudian Kan datang membawa sebuah tempat minum dan ia terlihat seperti habis dari Gym. Tanpa basa-basi ia pun juga ikut duduk di meja yang sama.


"Hei.. kenapa kalian selalu mengganggu waktu ku?" Watz mulai jengkel.


Mereka berdua menoleh sebentar kearah Watz, sehabis itu mereka mengacuhkannya. "Jangan acuhkan aku!!" Watz mulai kesal karena mereka, setelah mulai mereda ia memulai percakapan, "Hah.. kalian ini.... Jadi, bagaimana misi pertama kalian di luar negeri?" Watz bertanya kepada Kan.


Mereka segera bercerita mengenai misi pertama mereka, mereka berkata kalau menara dan Red dungeon di luar negeri tidak begitu berbeda dengan yang ada di Indonesia. Misinya lancar dan tidak ada kendala ditengah operasi pembasmian monster raid.


Meskipun di Thailand juga terdapat pemburu rank Saxon, namun itu tidak menutup kemungkinan mereka bisa menyelesaikan dungeon yang terdapat pada negara mereka. Setiap negara memiliki pemburu dengan kekuatan force yang berbeda-beda, itu tergantung bagaimana para pemburu mengembangkan kekuatan saat bertempur dan dibantu sebuah bakat atau ketidaksetaraan dalam pemberian anugerah dalam kejadian awal tersebut.


Bagi negara yang belum bisa menutup dungeon dengan kekuatan mereka sendiri, maka tidak ada promosi dari PPMD untuk mendapat sebuah lisensi internasional bagi para pemburu mereka.


"Ku dengar ada masalah dengan guild mu kemarin" Kan bertanya kepada Watz.


Mendengar itu Watz mendadak menjadi serius.


"Sepertinya ada pemburu yang lebih superior dari kita di sini"


Mendengar Watz berbicara seperti itu, Kan dan Kenny mendadak serius menatap Watz.


__________________


Gedung pemerintahan lantai teratas.


"Steven aku memanggil mu kesini mengenai pembahasan dungeon kemarin, apa kau merasa ada yang aneh?" Vasco tersenyum sambil memangku dagunya dengan kedua punggung telapak tangannya.


"Apa?!!! bagaimana keadaannya?!" Vasco memasang muka serius dan berdiri dari kursinya.


Steven memberikan sebuah data berisikan informasi mengenai Rado dari awal menjadi seorang pemburu sampai sekarang. Vasco yang membaca itu segera menoleh kearah Steven dan memberikan sebuah perintah.


"Awasi dia.. jangan sampai lengah, kalau data ini sampai bocor.. negara kita akan terkena masalah" Dengan wajah yang cemas Vasco memerintahkan Steven.


---------------------


Keesokan harinya, didalam menara Rado dan tim 1 nya berdiri didepan gate white dungeon. Ia masuk dengan wajah yang penuh percaya diri dibalut sebuah masker hitam seperti biasa.


"Ayo kita selesaikan ini dengan cepat!"


Kurang dari 2 jam mereka keluar dari dungeon itu membawa muatan item yang sangat banyak.


"Ok tim 2, bersiaplah untuk masuk" Rado masih dengan santai mempersiapkan tim yang lain.


"Siap kapten" Teriakan mereka sontak membuat orang sekitar tertuju kepada mereka.


Kurang dari 2 jam lagi mereka sudah keluar. dan Rado berpindah lantai untuk melanjutkan gate yang lain.


"Tim 3"


"Siap kapten!"


Kali ini lebih cepat dari biasanya, kelakuan yang ditunjukan oleh Rado dan timnya membuat mereka menjadi buah bibir hari itu.


"Hei apa kau tau siapa orang bermasker itu?"


"Tidak.. kenapa memangnya?"


"Kau tidak tau? dia sudah menyelesaikan 3 white gate berturut-turut dengan tim yang berbeda"


"Apa kau bilang? 3 white gate berturut-turut?!"


"Ya sepertinya dia akan melanjutkan yang ke 4"


Secara tidak sadar, ternyata setiap ia berpindah gate Rado diikuti oleh pemburu yang lain secara diam-diam karena penasaran dengannya. Sampai ke gate yang terakhir Rado menyelesaikannya dengan mudah dan membawa banyak muatan di timnya.


"Gila!! siapa dia?!! dia sudah menyelesaikan 5 white dungeon dalam 1 hari, apa kau memiliki informasi mengenai dia dan timnya itu?"


"Aku tidak tau, yang pasti mereka bukanlah orang yang sembarangan"


Para pemburu mulai berbisik mengenai kejadian yang menggemparkan itu, mereka seperti memberikan jalan kepada tim Rado yang baru saja menyelesaikan gate ke 5nya itu.


"Kapten.. aku merasa risih, mereka berbisik membicarakan kita" Kata Bon sambil melirik.


"Bon.. mereka bukan membicarakan mu, tapi membicarakan kapten Rado" Rovi meluruskan perkataan Bon.


"Kalian.. jangan pikirkan mereka, sekarang kita harus berkumpul dan memnjual semua item ini" Rado menoleh kearah mereka yang berada dibelakang.


Iring-iringan tim mereka menjadi sorotan didalam menara hari ini dengan Rado yang selalu berjalan didepan layaknya seorang pemimpin tangguh.


Rado Gavriel [The Archon]


Status Transfer 34%


-Point Skill-


Point Skill Close Range 41/100 point


Point Skill Ranger 23/30 point


Aura kepemimpinan 19,35%


Ketahanan Fisik 100%


-Ketahanan Elemen-


Air 49%


Api 32%


Tanah 43%


Angin 42%


Skill yang didapat setelah poin skill close range mencapai 40/100


Thunder Attack skill aktif ini akan memberikan efek kejut terhadap lawan karena petir yang dikeluarkan oleh Archon.


Skill yang didapat setelah poin skill ranger mencapai 20/30


Accurated, Skill pasif ini secara otomatis akan meningkatkan tingkat akurasi kepada archon saat menembak


Dalam sehari itu Rado secara tidak sadar sudah membuat orang lain berdecak kagum tanpa sepengetahuannya. Hal itu membuat dirinya menjadi trending topic dimana-mana dan membuat guild-guild besar dan orang pemerintahan tertuju kepadanya.


Entah apa yang dipikirkan oleh Rado, yang awalnya tidak ingin orang lain menaruh perhatian kepada dirinya, sekarang ia malah menunjukan dirinya secara tidak langsung.