The Archon

The Archon
Pertarungan Terakhir



Suasana diruang itu begitu hening dengan kehadiran Yoga yang berdiri didepan pintu masuk dan menghentikan langkah Rado yang ingin pergi ke tebing putih untuk melihat keadaan disana.


"Bagaimana keadaan mu?" Tanya Rado terlihat senang namun juga sedikit terkejut.


"Seperti yang dibilang oleh tenaga medis... Aku akan pulih beberapa hari lagi dan sekarang seperti yang kau lihat.. Aku sudah pulih.." Senyum Yoga mendekat kearah Rado.


"Kau ini sekarang adalah seorang pemimpin suatu ras, jangan samakan diri mu seperti di dunia sebelumnya.. kau harus tinggal disini mengamati perkembangan mereka.." Sambung Yoga kepada Rado.


"Maaf sebelumnya... Apa maksud mu dengan dunia sebelumnya?" Tanya Albert terheran dengan perkataan Yoga.


"A-ahhh maksud ku dunia sebelum kami tiba di kota ini, dunia kita itu sangat berbeda dimana kehidupan kita yang berpergian kesana kemari membuat dunia begitu berbeda.." Kata Yoga mencoba untuk menghindari fakta dibalik itu semua.


Rado pun tersenyum menutup matanya setelah mendengar perkataan orang yang ia anggap seperti keluarga itu.


"Aku sedikit lega dengan kepulihan mu dan tidak ada lagi yang bisa membuat ku tenang selain orang yang paling ku percaya sudah kembali di sisi ku... Apa kau bisa menggantikan ku?" Kata Rado tersenyum menatap Yoga.


"Yah.. memang itu yang ingin ku katakan dari awal... aku akan menggantikan mu untuk memeriksa keadaan disana.." Jawab Yoga atas pertanyaan Rado.


Yoga pun beralih menatap kearah Albert yang sedang mendengarkan kedua orang itu berbicara, "Kau tidak keberatan bukan kalau aku yang pergi, Albert?" Tanya Yoga kepada Albert.


"E... Ti-tidak.. Aku tidak keberatan"


Rado pun menoleh kearah Albert, ia terheran dengan dirinya yang menerima hal itu, sedangkan pada saat Rado memberikan misi kepada Jaquile ia memberikan sebuah protes karena dirinya tidak terpilih dalam menjalankan misi tersebut. Yoga pun segera beranjak dari ruang tersebut dan segera mengumpulkan beberapa prajurit untuk dibawa bersamanya menuju tempat pertempuran tersebut. Rado yang penasaran dengan sikap Albert pun bertanya kepadanya.


"Albert..."


"Ya tuan Rado?" Toleh Albert.


"Kenapa kau menyetujui Yoga untuk mengambil alih misi ini? Bukankah kau ingin sekali mengemban tugas itu?" Tanya Rado.


Albert pun menunduk sambil tersenyum mendengar pertanyaan tersebut. "Entah.. Aku merasa tidak enak sejak tadi setelah menyangkal keputusan mu, lagi pula aku juga merasa kalau Yoga memiliki aura yang berbeda sejak tadi..."


"Hooo.. Jadi dia juga merasakan peningkatan aura dari Yoga beberapa hari ini.." Dalam benak Rado sambil melirik Albert sambil tersenyum.


"Tapi aku tidak menyangka kalau kekuatannya akan meningkat paska bertarung melawan demigod... Termasuk diri mu Albert.. Aku merasa kau juga ada peningkatan kekuatan.." Senyum Rado dalam benaknya.


Setelah perbincangan tersebut mereka yang bersangkutan mengenai masalah yang terdapat di tebing putih itu pergi meninggalkan ruangan Rado mengikuti Yoga. Rado kembali duduk dikursinya sambil melihat berkas yang belum sempat ia selesaikan. Baru saja ia melihat salah satu lembar yang berisikan dokumen penting, Jefry datang keruangan itu membawa setumpuk lembaran penting lainnya ke meja Rado.


"Lagi?!" Tanya Rado kepada Jefry dengan raut wajah jengkel.


"Ma-maaf tuan, tapi hari ini sangat banyak yang harus anda periksa.." Kata Jefry.


"Hah.... Malas sekali menjadi seorang yang duduk di kursi ini.." Rado menghela nafasnya dan mengeluhkan posisi dirinya yang sekarang sambil mengacak - ngacak rambut depannya.


Albert dan beberapa penjaga yang berada diruang tersebut terlihat menahan ketawanya karena melihat Rado yang mulai kewalahan dengan pekerjaannya tersebut. Kembali kepada Yoga yang baru saja meninggalkan ruangan Rado dan pergi menuju lift dalam gedung tersebut. Disaat ia ingin menuju ke lobby gedung untuk menemui beberapa prajurit yang sedang mengumpul disana. Ia pun bertemu dengan Jason yang saat itu juga ingin turun ke lobby karena mendapat sebuah perintah.


"Tuan Yoga, selamat atas kesembuhan mu.. Aku sudah mendapat info mengenai keberangkatan mu ke daerah para elf dan kali ini aku yang akan mendampingi anda" Kata Jason saat bertemu Yoga di dalam lift.


"Ah.. Jadi kau yang akan berjuang bersama ku.." Senyum Yoga.


"Ya! Aku senang sekali bisa berada dibawah mu tuan, setelah pertempuran bersama ras demigod, anda sudah menjadi buah bibir diantara para prajurit..." Senyum Jason kepada Yoga.


"Aku menjadi buah bibir?" Tanya Yoga sedikit terkejut mendengarnya dan menoleh cepat kepada Jason.


"Yah.. Kegigihan anda saat melawan salah satu kapten dari demigod membuat hati kami bergetar saat melihat perjuangan anda. Aku dan para tanker yang lain juga ingin meniru kegigihan dan ketaguhan anda.. Apa anda bisa melatih kami menjadi seorang tanker yang kuat?" Senyum Jason kepada Yoga.


Yoga saat itu hanya bisa menatap dirinya tanpa berkedip sedikit pun.


"Heeeeee.... Kalau dia ingat dirinya pada dunia sebelumnya, mungkin ia akan mencuci lidahnya setelah mengatakan itu pada ku.." Dalam wajah yang datar, tetapi hati Yoga berkata lain.


Pintu lift pun terbuka dan ternyata prajurit yang berada dibawah naungan dari Jason pun sudah siap untuk mengikuti Yoga pergi. Yoga dan Jason pun keluar dari lift tersebut lalu berdiri didepan mereka semua.


"Kali ini adalah sebuah misi yang sangat penting, kalian pasti sudah mendengar beberapa perincian dari misi yang akan kita jalani kali ini, tetapi satu hal yang membuat Rado begitu genjar untuk melakukannya, itu karena ada seorang yang sangat penting untuk ras kita dikemudian hari... Tetapi, ini mungkin bukanlah misi yang mudah karena dimedan pertempuran yang akan kita datangi akan menjadi meda pertempuran yang sangat berbahaya dengan dua ras yang menjadi musuh kita... " Kata Yoga.


"Kami tidak takut!" Kata Kirisaki spontan.


"Ya bersama anda tidak membuat kami takut!" Kata prajurit yang lain.


Yoga yang mendengar itu menoleh kembali kepada Jason, mengingat perkataannya tadi dan Jason hanya mengangguk senyum kepadanya. Yoga pun beralih kembali ke pasukannya itu dan tersenyum kepada mereka semua.


"Baiklah.. Ayo kita pergi.." Perintahnya.


Sementara itu, Jaquile dan Frago masih dalam pertarungan yang sengit meskipun sudah terlihat mana yang mulai kewalahan dalam pertarunan satu lawan satu tersebut.


"Tuan Jaquile.." Khawatir para pasukan ras manusia.


Jaquile saat ini mulai terdesak dengan kombinasi serangan brutal dari Frago yang sudah sulit ia imbangin, disamping kelelahan yang ia derita, Jaquile juga mulai menerima beberapa luka gores akibat serangan yang tidak biasa ia bendung dengan tombaknya. Disisi lain Frago masih terlihat bersemangat sambil mengayun kedua kapaknya kearah Jaquile.


"Ada apa?! Hanya segini kekuatan mu? Jangan buat aku kecewa!" Katanya sambil terus melancarkan serangan.


Jaquile yang masih mencoba untuk menahan seranganya segera tersenyum.


"Aku belum mengeluarkan semua kekuatan ku!"


"Hahahahaha bagus lah kalau begitu!" Kata Frago.


Serangan demi serangan terus dilancarkan oleh Frago untuk melemahkan pertahanan dari Jaquile. Para pasukan yang lain pun tidak ada yang berani ikut campur dalam pertarungan diantara mereka berdua. Ras Orc terlihat bersorak - sorak menyemangati Frago serta menikmati pertarungan tersebut. Sedangkan kedua ras yang lainnya terdiam melihat Jaquile yang mulai terdesak.


Sarka masih dilanda oleh ketakutan yang ia rasakan setelah bertatap muka oleh Frago. Ia hanya bisa memandangi pertempuran mereka sama seperti yang lainnya tanpa bisa berbuat apa - apa. Dalam pikirannya saat ini sangat tidak karuan dengan rasa takut dan rasa malu karena ia baru saja takut oleh ras lain meskipun ia mengemban kekuatan demicles.


Jaquile dan Frago pun menghentikan sejenak dari pertarungan jarak dekat yang sangat Intense tersebut dan mengambil langkah mundur. Frago terlihat masih berdiri tegap dan baik - baik saja, dilain sisi Jaquile mulai terengah - engah dan keringat mulai membasahi tubuhnya namun ia memaksakan untuk tersenyum demi menutupi kelelahannya.


"Hahahahaha kau sudah hebat bisa menahan serangan ku sampai sejauh ini..." Puji Frago.


"Serangan mu tidak ada apa - apanya.." Jawab Jaquile sambil tersenyum.


"Kalau begitu ayo kita-" Saat Frago ingin melanjutkan pertarungan Laguun mengganggunya.


"Frago... Biar aku yang melanjutkan.." Kata Laguun.


"Hah?! Apa kata mu?! Kau sudah terluka! Tidak usah ikut campur!" BEntak Frago kepada Laguun yang berada dibelakangnya.


"Jaga ucapan mu! Aku ini tangan kanan tuan Dogol!" Bentak kembali Laguun.


"Apa kata mu?! Tangan kanan tuan Dogol?! Kau saja kalah dari manusia itu.. Masih berani kau mengklaim diri mu sebagai tangan kanan tuan Dogol?!" Frago berbalik arah kepada Laguun.


"Frago!" Geram Laguun melihat Frago menentangnya.


"Kau orang orc rendahan yang berani membentak ku! Kau akan kena ganjarannya nanti!" Laguun mengancamnya.


"Ganjaran kata mu?! Dan kau menyebut ku sebagai orc rendahan?!" Tanya Frago mendekat.


"Hmph! Ya ganjaran... Ingat itu dasar rendahan!" Laguun tersenyum meremehkan kepada Laguun.


Tanpa memandang bulu sedikit pun, Frago segera menebas Laguun hingga menyebabkan luka yang panjang pada Laguun. Luka baru yang didapat oleh Laguun mengeluarkan cipratan darah yang menodai wajah Frago. Laguun pun kembali rubuh disertai mimik wajah terkejut dari semua ras yang menyaksikan.


"Orc ini gila! Kenapa dia menebas temannya?!" Tanya dalam benak Jaquile.


"Aku tidak menyangka kalau aku sedang berhadapan dengan orc yang tidak waras" Sambung Jaquile tersenyum bergetar.


Frago pun kembali beralih kepada Jaquile dengan wajah penuh darah dan ia pun tersenyum kepada Jaquile.


"Ayo kita lanjutkan.. Kali ini kita selesaikan dengan kematian sebagai pihak yang kalah.."


Senyumnya membuat bulu kuduk dari Jaquile berdiri.