The Archon

The Archon
Frago Vs Yoga



Setelah Frago menebas Laguun tanpa keraguan sedikitpun, ia segera beralih kembali menghadap Jaquile dan menantangnya untuk duel kematian. Jaquile yang saat itu mulai merasakan kelelahan bercampur dengan ketegangan akibat adegan yang telah ia saksikan tersebut membuat dirinya menjawab tantangan dari Frago dengan nada sedikit bergetar.


"Aku sudah lelah menunggu kau menyelesaikan masalah antar ras mu itu jelek.." Kata Jaquile.


"Hahahahaha aku benar - benar suka dengan mu, sepertinya aku akan mengambil salah satu bagian tubuh mu untuk ku jadikan sebuah kenangan atas pertarungan kita hari ini.." Kata Frago terlihat senang mendengar perkataan dari Jaquile.


Jaquile pun memutar - mutar tombaknya demi menutupi kelelahanya dan mengelebui Frago agar ia tidak terlihat sudah mencapi batasnya. Saat ini memang Jaquile diambang kekalahan, tidak ada satupun dari mereka yang berniat untuk membantu Jaquil termasuk Sarka karena ketakutan terhadap Frago lebih besar ketimbang rasa keadilan mereka untuk membantu Jaquile.


Perjuangan seorang diri dari Jaquile juga menjadi penentu bagi mereka yang sedang menyaksikan pertarungan satu lawan satu tersebut. Bila Jaquile kalah, ada kemungkinan kalau mereka akan juga ikut di bunuh menyusul Jaquile, sedangkan bila Jaquile menang, Kemungkinan mereka selamat tidaklah kecil. Tetapi, mengingat sifat dari Frago yang maniak bertarung dan juga tanpa belas kasih yang sudah ia tunjukan terhadap Laguun, membuat Jaquile berpikir kalau pertarungan selanjutnya tidak akan semudah sebelumnya, mungkin saja ia akan terbunuh dikesempatan dimana ia memberikan celah yang fatal bagi Frago untuk menyerangnya.


"Ini sulit... Ku kira aku sudah semakin kuat, tetapi ternyata kekuatan masih belum melampui orc ini.... Kalau aku merasa sudah diambang batas, mungkin aku akan memberikan tada kepada Rudy dan Nagatomo untuk menarik mundur pasukan... Lagi pula laporan mengenai hal ramuan seperti potion itu, mungkin sekarang sudah sampai ditelinga Rado. Tugas ku sekarang ya.... Hanya bertahan atau menumbangkan orc itu" Dalam benaknya Jaquile tersenyum.


Frago pun meregangkan tubuhnya dan ia melompat - lompat untuk melakukann pemanasan, setelah beberapa saat ia melakukan pemanasan, Frago pun mengusungkan salah satu kapaknya kearah Jaquile.


"Bersiap lah...." Kata Frago.


"Aku sudah bersiap sejak tadi.." Jawab Jaquile sambil memasang kuda - kudanya.


Frago pun segera melesat kearah Jaquile dengan cepat, kecepatan yang baru diperlihatkan oleh Frago membuat Jaquile terkejut.


"Tidak mungkin!" Jaquile terkejut melihat akselerasi awal yang cepat dari Frago.


Dalam hitungan detik Frago sudah sampai didepan Jaquile yang terkejut, serangan pertamanya dimulai dari arah atas dimana ia mencoba untuk langsung mengincar kepala Jaquile dengan kedua kapaknya. Reaksi yang baik pun Jaquile perlihatkan, ia segera membentangkan tombaknya dengan kedua tangan untuk menghentikan serangan tersebut.


Gagang kedua kapak Frago pun tertahan oleh pegangan dari tombak Jaquile dan mereka pun saling menatap satu sama lain dengan perbedaan ekspresi, Frago yang tersenyum senang dan Jaquile dengan senyum yang dipaksakan. Dilain sisi, Yoga dan pasukan Jason baru saja sampai didepan portal diluar ibu kota Dehoorn. Yoga mendongak menatap portal yang besar tersebut. Ia mengingat kembali pertarungan yang telah ia lalu setelah melewati portal itu, dan sekarang ia berdiri kembali didepan portal tersebut untuk menghadiri pertempuran berbahaya lainnya.


Akan tetapi, ada yang berbeda dalam dirinya. Yoga saat ini dipenuhi oleh rasa percaya diri yang amat besar setelah melewati pertarungan hidup dan matinya. Seperti halnya banyak manusia diluar sana, dimana setelah mereka melalui sebuah tembok besar maka sebuah jiwa, tekad dan mental mereka akan terbentuk menjadi lebih besar, sebesar tembok yang telah ia runtuhkan.


Yoga tersenyum setelah melewati masa ingatan yang terlintas sebentar itu, ia berbalik dan menatap pasukan yang telah siap untuk mengikutinya kedalam medan pertempuran yang sudah menunggunya.


"Ayo kita mulai!" Serunya.


Portal tersebutpun aktif dan mulai menunjukan sebuah visual yang sama dibalik bayangan. Mereka pun masuk tanpa menunggu lama. Hanya dengan beberapa langkah saja mereka pun sudah berpindah tempat kedalam hutan dimana hutan tersebut berbedakatan dengan tebing putih tempat mereka bertempur. Satu persatu pasukan yang kapteni Jason pun melewati portal tersebut dan kembali berbaris dengan rapih.


Setelah portal itu menutup, hal yang pertama kali Yoga lakukan adalah menghirup udara segara dalam hutan tersebut, ia melihat keseliling tempat itu sambil terseyum. Namun, kenyamanan itu harus dihancurkan dengan sebuah suara ledakan yang mampu menggetarkan daratan tersebut.


"Suara apa itu?!" Tanya Jason kepada mereka semua.


Para pasukan ras manusia pun terlihat kebingungan dengan ledakan tersebut dan mencari asal suara yang menyebabkan sebuah getaran ini.


"Aku tidak tau.. tetapi sepertinya, suara itu berasal dari sana.." Kata Yoga sambil menatap kedalam hutan.


"Ah... itu pasti berasal dari tempat pertempuran itu tuan.." Kata anggota yang telah diberikan tugas untuk memberikan informasi sebelumnya oleh Jaquile.


"Kalau begitu ayo kita cepat bergegas! Aku merasa tidak enak dengan suara itu.." Kata Yoga sedikit cemas.


"Aura ini?! Persis seperti orc itu!" Dalam benak Yoga mengingat Dogol.


"Tapi apa mungkin ia berada disini?! Kalau ia, apa aku bisa menghadapinya?!" Sambung cemasnya.


Mereka terus berlari menerjang semak dan ranting yang menghalangi mereka. Beberapa saat mereka sudah berlari, akhirnya Yoga melihat titik terang dari hutan tersebut dan setelah ia keluar dari hutan itu, pemandangan yang pertama kali ia lihat adalah Jaquile yang sedang bertekuk lutut dihadapan Frago. Tubuhnya penuh dengan darah akibat pertarungan yang cukup singkat. Dilihat dari luka yang ia terima, sepertinya kekuatan dari Jaquile belum bisa mensetarai Frago yang sudah mulai serius.


"Hahahaha sial... Sepertinya aku sudah tidak bisa meggerakan tangan ku lagi" Kata Jaquile sambil tersenyum mendongak kearah Frago.


"Haaaa...... Kau sudah tidak bisa bertarung lagi?" Tanya Frago sambil jongkok dan menatap dekat wajah Jaquile.


"Sepertiya begitu.." Dengan senyuman dan darah yang mulai keluar dari mulutnya.


Frago pun memegang dagu Jaquile dan menatap matanya dalam - dalam.


"Kalau begitu aku akan mengakhiri hidup mu untuk mengenang pertarungan hebat ini.." Kata Frago.


Frago pun berdiri dan mengangkat salah satu kapaknya keatas untuk mengakhiri hidup Jaquile. Para penonton dari kedua ras itu hanya bisa tercengang, ada rasa ingin membantunya tetapi kaki mereka seperti sulit digerakan. Mulut pun sulit berucap, hanya suara hati saja yang mampu berteriak melihat kejadian tersebut. Akan tetapi, disaat Frago ingin menebas Jaquile yang sudah bersiap menerima kematiannya. Yoga segera melesat dan memayungi Jaquile dengan perisainya.


Serangan Frago pun dimentalkan kembali akibat memukul perisai keras milik Yoga dan segera mundur beberapa langkah. Disaat itu Jaquile terlihat terkejut melihat Yoga yang datang secara tiba - tiba.


"Yoga... Kau!" Kata Jaquile dengan mata melebar.


"Nanti saja penjelasannya, sepertinya orc itu berbahaya.." Potong Yoga.


Frago sedikit terkejut dengan kedatangan Yoga yang secara tiba - tiba itu.


"Kau?! Siapa Kau?! Kenapa kau menghalangi aku membunuhnya?! Kau mengganggu penobatannya sebagai lawan tertangguh ku!" Frago terlihat kesal.


"Diam lah... Sebaiknya kau bersiap, karena aku akan mengalahkan mu!" Kata Yoga dengan raut wajah geram.


"Mengalahkan ku?! Hahahahahahahaha apa yang bisa dilakukan seorang tanker?! Kau hanya bisa bertahan!" Kata Frago meremehkan.


Yoga pun berdiri setelah melindungi Jaquile dan ia pun berjalan lebih dekat kearah Frago. Setelah jarak mereka sudah sedikit lebih dekat, Yoga mengusungkan pedangnya kearah Frago.


"Coba lah untuk tetap bertahan saat melawan ku.." Senyum Yoga menantang.


Mereka yang mendengar perkataan itu sontak terperangah karena ada seseorang lagi yang berani menantang orc gila tersebut. Sorakan dari ras manusia pun bergemuruh karena kedatangan Yoga serta keberaniannya yang dapat membangkitkan moral mereka sekali lagi. Dilain sisi, ras elf hanya bisa terdiam mendengar sorakan ras manusia yang berapi - api dan Sarka, kapten mereka saat ini hanya bisa memandang malu dirinya yang tidak bisa melakukan apapun.


"Hahahahahha... Kepar*t ini menantang ku? Baiklah... Sebagai bayaran kau telah mengganggu ku, aku akan mencincang tubuh mu menjadi bagian kecil.." Ancam Frago.


"Hmph! Aku menantikannya." Kata Yoga sambil mengambil kuda - kuda bertahannya.