The Archon

The Archon
White Dungeon Selesai



-Thailand-


Dalam red dungeon Lantai 1 medan hutan, terlihat beberapa orang baru saja mengalahkan monster bunglon yang berukuran 3x lipat dari manusia.


"Sepertinya dungeon kali ini selesai dengan lancar" Kata Kan yang sedang menenteng perisai dan gadanya.


"Yah... untung lah para pemburu dari negara Thailand tidak kalah kompeten dengan anggota guild kita" Kata Kenny sambil menyalakan rokok yang entah sudah berapa kali sudah ia bakar.


"Bisakah kita segera menghadap gate keeper Thailand dan mengambil bayaran dari para perdana menteri mereka?" Dengan tergesa-gesa Julie meminta untuk menyelesaikan misi internasional pertama mereka.


"Hei..hei nona cantik, mengapa kau terburu-buru? apa kau rindu dengan Watz si bodoh itu? Kenny bertanya mengejek kepada Julie.


"Tidak.. aku hanya penasaran dengan hasil dungeon dari grup baru kami" Julie tersenyum menanggapi ejekan dari Kenny.


"Baiklah, ayo kita pergi keluar dari sini" Kan yang sebagai kapten tim raid kali ini memerintahkan untuk pergi dari dungeon yang telah usai ini. "Eh!! apa bahasa untuk memberitahu untuk keluar dari sini?" Kan bingung dengan lisan yang akan di ucapapkan kepada orang Thailand, selama ini dia hanya berteriak dengan arahan tangan untuk menyelesaikan dungeon.


"Kapten.. English.. English... " Julie berbisik kepada Kan.


Kan melirik kearah Julie yang berbisik dan mengangguk, setelah itu ia beralih kearah kumpulan para pemburu Thailand yang ikut dalam Raid tersebut.


"Ehemm.. Sawadikap, Lets go..!!" Dengan pede dan wajah seriusnya ia berkata dengan keras.


Note : Sawaddi Kab atau Sawaddi Kha merupakan ucapan salam dalam bahasa Thailand. Arti kata itu mencakup selamat datang, selamat pagi, selamat siang dan selama malam.


Para pemburu Thailand hanya bisa terdiam mendengar itu, meskipun Kan salah dalam arti penggunaan kosa kata mereka, mereka mengerti apa maksud dari dirinya dan beranjak pergi bersama.


_____________________________


Indonesia


Setelah selesainya White dungeon yang menghebohkan tersebut yang mengharuskan tim pemerintahan masuk kedalam dungeon, itu berarti teradapat masalah dalam dungeon tersebut. Hal itu juga memicu para pemburu berkumpul diluar gate untuk mencari tahu informasi apa yang terjadi didalam sana.


Pada saat Grup D Guild Nova dan tim pemerintah keluar, mereka dihujani oleh bisikan pertanyaan dari pemburu lain.


"Bisakah kau ikut dengan ku sebentar?" Steven menoleh kearah Rado dan Rado pun menyetujui itu.


Rado dan Steven segera memisahkan diri keruangan petugas Gate Keeper yang berada didalam menara, ruangan itu digunakan untuk para petinggi pemerintah atau orang-orang seperti Steven yang memiliki kedudukan dalam divisi pemerintah.


"Duduklah" Steven mempersilahkan Rado untuk duduk pada sofa panjang yang berada diruangan itu.


Mereka duduk berhadap-hadapan dengan tatapan serius, Rado dengan pakaian kotor dan masker yang masih ia kenakan mencoba untuk merilekskan diri dengan duduk bersandar.


"Apa kita pernah bertemu sebelumnya?" tanpa basa basi Steven mulai membuka percakapan yang mengarah pada inti pembicaraan kali ini.


Rado terdiam sejenak mengatur tempo pembicaraan, "Hmph kalau ku bilang kita tidak pernah bertemu, kau pasti tidak percaya bukan?" Ia tersenyum menanggapi pertanyaan dari Steven.


Setelah berbicara seperti itu, Rado membuka maskernya didepan Steven.


"Ternyata benar firasat ku" Steven tidak terkejut sedikit pun setelah mengetahui kalau orang itu adalah pemburu yang ia temui dirumah sakit waktu itu.


"Aku ingin memuji soal kepekaan mu, sejak kapan kau mengetahui diriku?" Tanya Rado dengan tatapan serius.


"Sejak aku memasuki ruangan bos itu, aku sudah merasakan force yang sudah tidak asing lagi bagi ku"


Rado yang mendengar itu tersenyum dengan mata tertutup, "Sepertinya aku lengah pada saat itu"


"Apa kau mengalahkan bos itu sendirian?" Steven agak mencodongkan tubuhnya sambil bertanya.


"Apa kau gila? itu hal yang tidak mungkin" Rado mencoba untuk menyangkal statement dari Steven dengan senyuman kecil.


"Kau mungkin bisa membodohi orang lain, tapi tidak dengan ku!"


Setelah Steven berkata seperti itu Rado menjadi lebih serius dan mencondongkan tubuhnya juga.


"Apa kau bisa membuktikan tuduhan mu itu?" Rado menantang Steven.


"Hmph sebelum kami masuk kedalam dungeon itu, kami memeriksa kembali konsentrasi force dalam dungeon tersebut, angka pada alat pendeteksi force itu menunjukan angka yang tidak seharusnya pada White dungeon, mungkin bisa dibilang itu sudah hampir mencapai Red dungeon yang rendah"


Rado terdiam mendengar penjelasan dari Steven yang memiliki bukti kuat untuk menjelaskan itu semua.


"Hal paling mudah lainnya adalah ketika kami sampai didalam, semua orang dari guild Nova sudah babak belur dan mungkin sudah tidak bisa bertarung lagi, tetapi kenapa kau saja yang masih berdiri santai dengan pakaian kotor tanpa terluka sedikitpun?!" Steven tersenyum saat melihat Rado tertunduk seperti mulai menerima tuduhannya.


"Apa mungkin Red dungeon waktu itu kau juga yang.."


Srak...


Sebelum Steven menyelesaikan omongannya, Rado dengan cepat menarik kerah jasnya dan menatap tajam kedalam mata Steven.


"Bisakah kau sembunyikan fakta mengenai ini?!" Rado sedikit mengancam untuk melindungi identitasnya yang tidak ingin terbongkar.


Meskipun Steven seorang pemburu dengan rank Saxon ia begitu terkejut dengan aura yang sedang dipancarkan oleh Rado, tubuhnya mulai berkeringat dan matanya bergetar.


"Apa kau berani mengancam ku?" Steven dengan suara yang sedikit bergetar menantang balik Rado.


Rado mengambil sebuah pulpen yang berada dimeja tersebut dan mengalirkan sebuah force kedalamnya.


"Apa aku terlihat seperti sedang bercanda?" Ia mempertegas dengan menempelkan pulpen itu keleher Steven.


Steven melihat kearah mata Rado yang saat itu seperti mata seorang pembunuh, [Dia sedang bersungguh-sungguh, ia bisa membunuh ku kapan saja, tapi... seberapa kuat dia sebenarnya? apa dia sekuat Kan Basungkak? Kenny? Watz? atau.... lebih kuat dari mereka?] Ia bertanya-tanya didalam benaknya soal kekuatan force yang saat ini dipancarkan oleh Rado.


Duk!! Duk!! DUk!! Suara pintu digedor oleh penjaga diluar.


"Tuan Steven apa kau baik-baik saja?! kami merasakan Force yang mengintimidasi dari dalam!!"


Mendengar itu Steven segera menoleh kearah pintu.


"Aku tidak apa-apa... yang kau rasakan itu adalah force ku" Steven berteriak kearah pintu.


"Baiklah.. jika terjadi sesuatu, beritahu kami"


Setelah percakapan singkat dengan penjaga diluar, Steven beralih kembali kearah Rado yang saat ini sedang mengancamnya.


Glek... Steven menelan air liurnya sebelum berkata.


"Baiklah.. aku tidak akan memberitahu mengenai dirimu kepada siapapun termasuk pemerintah, tapi mengapa kau menyembunyikan kekuatan mu kepada kami dan orang lain?"


"Itu karena...."


Mata Steven melebar setelah mendengar gerak bibir dari Rado.