The Archon

The Archon
Penyerangan di Wilayah Ras Manusia



Dihari yang cerah diwilayah ras manusia, saat ini ras manusia berkumpul di alun - alun kota atau desa untuk menyaksikan pelantikan Rado sebagai pemimpin sekaligus memberitahu kepada mereka semua bahwa sang Archon telah lahir. Mereka sangat begitu antusias dengan pengumuman tersebut karena harap bagi ras manusia sangat besar dengan hadirnya sang Archon.


Kabar mengenai Rado yang dirumorkan sebagai utusan para leluhur, tersebar sangat cepat dikalangan ras manusia yang lain. Mereka begitu terkejut dengan kehadiran seseorang yang ditakdirkan sekian lama tidak ada tanda - tanda mengenai kelahiran seorang yang diberkahi kekuatan mutlak tersebut.


Mereka menyaksikan pengumuman tersebut pada sebuah tv hologram yang ada disetiap wilayah. Dibeberapa wilayah, meski masih bernuansa desa namun teknologi didaerah tersebut sungguh maju karena ras manusia pada dunia ini sangat memperhatikan pemerataan teknologi. Beberapa saat mereka sedang menunggu pengumuman tersebut, pada akhirnya Rado mulai muncul didalam frame siaran tersebut. Semua warga terlihat sangat senang dan antusias saat melihat Rado yang muncul tersebut.


"Ayah, siapa dia?" Tunjuk anak kecil saat duduk diatas pundak ayahnya dengan tawa saat melihat Rado.


"Dia itu adalah penyelamat kita nanti.." Kata sang Ayah dengan bangga.


"Waaaaaa.... aku ingin seperti dirinya dan menyelamatkan ras kita.." Polos anak tersebut.


"Tapi aku tidak menyangka kalau Archon ada datang disaat yang tepat dan juga Archon kita itu masih terlihat muda.." Gembira dari seorang pria.


"Yah.. dia masih terlihat muda, tetapi aku harap ia bisa mengubah nasib ras manusia yang saat ini sedang tertindas.." Balas pria disebelahnya.


"Wahhhh tampan sekali..." Seru para wanita disebuah kota lain, saat Rado sedang tersenyum dalam siaran tersebut.


Didalam ruangan yang menjadi tempat siaran tersebut, telah tertata rapih barang - barang pendukung demi memperkaya visual dalam ruangan tersebut demi siaran ini. Rado yang terlihat mengenakan jeans hitam, kaos putih dengan blazer hitam mulai tersorot penuh dengan Yoga, Jaquile dan Albert mendampingi dirinya dibelakang. Mereka berempat terlihat gagah dengan kharisma mereka masing - masing.


Didepan mereka sekarang ini berjajara para prajurit manusia yang tersenyum akan bangkitnya ras manusia setelah sekian lama terpuruk dibanding ras yang lainnya. Beberapa saat persiapan itu dilaksanakan, Albert sebagai perwakilan pembuka dari pengumuman tersebut lebih dahulu berbicara dihadapan publik.


"Dihari yang cerah ini, aku Albert Higuinis akan mengatakan sebuah hal yang sangat penting..." Katanya tersenyum.


"Hari ini akan menjadi sebuah titik balik bagi kita semua setelah sekian lama mengalami kesulitan, kesedihan dan kehilangan yang amat menyakitkan.. Kekalahan yang lampau sudah membuat kita menjadi pribadi yang sangat kuat dan tidak pernah mengenal arti kata menyerah, meskipun setiap perburuan holy essence ras kita selalu menjadi ras yang hampir selalu pulang dengan tangan kosong tapi kita tidak pernah menyerah.."


"Meskipun rasa sedih sedang melanda kita karena kehilangan orang tercinta, kita tidak pernah menyerah! Meskipun dicap sebagai ras terlemah, kita pun juga tidak menyerah! Aku secara pribadi meminta maaf kepada kalian semua karena masih belum bisa menjadi seorang pemimpin yang baik dan membawa kalian pada sebuah kesejahteraaan."


Semua yang menyaksikan terlihat sangat begitu menghormati setiap kata perkata dari Albert saat ini karena dia adalah sosok yang paling disegani selama ini sebelum Rado datang.


"Karena aku yang lemah kalian harus menderita cukup lama dalam dunia ini..." Sambungnya dengan nada yang begitu menyesal


"Itu tidak benar! kau sudah berjuang dengan baik!" Kata salah satu penonton meneriaki layar hologram tersebut.


Semua yang menyaksikan mulai menyangkal pernyataan lemah terhadap diri Albert sendiri dari depan layar, mereka begitu menggebu menanggapi pernyataan tersebut, disisi lain didalam ruangan pengumuman itu Albert tidak mengetahui kalau ras manusia saat ini sedang menyanjung dan menyemangatinya karena yang ia lihat saat ini hanya para prajurit dan juga alat untuk menyiarkan tayangan tersebut.


"Aku tidak tahu harus meminta maaf kepada kalian semua dengan cara seperti apa.. tetapi... Aku akan bersumpah sekali lagi didepan kalian semua, kalau aku akan berjuang untuk ras manusia sekali lagi bersama pemimpin yang baru! Rado Gavriel!" Sambutnya kepada Rado.


Rado pun melangkahkan kakinya kedepan dan bersanding bersama Albert menatap alat siaran tersebut. Hal pertama kali yang ia lakukan adalah tersenyum untuk menyambut mereka yang sedang menyaksikan. Masyarakat yang menyaksikan terhening seketika setelah mereka melakukan dukungan terhadap Albert. Kharisma dari sebuah senyuman yang menjadi sebuah pembuka memiliki kesan yang sangat ringan dimata mereka. Rado yang terlihat ramah dan juga beribawa berhasil menciptakan kesan pertama yang baik pada calon pengikutnya itu.


"Aku..." Satu kata yang membuat mereka yang sedang menonton penasaran.


"Rado Gavriel... Akan berjuang bersama kalian untuk menguasai seluruh daratan..."


Sebuah pernyataan dari Rado itu sontak membuat semua ras manusia terdiam. Mereka memang mengerti kalau sang archon dipastikan akan memimpin dalam peperangan, namun saat ini mereka terdiam karena sebuah pernyataan yang menjanjikan sebuah takhta dunia. Mereka masih belum mempercayai kalau ada api tekad yang akan menjadi sebuah penerang jalan bagi harapan mereka. Selama ini kata - kata itu hanya omongan belaka, tetapi entah mengapa ketika Rado yang mengatakan kata - kata tersebut, mereka seperti tertegun mempercayai ucapan tersebut.


Mereka saling melihat satu sama lain dengan wajah terkejut terlebih dahulu dan berangsur dengan sorakan semangat atas tekad tersebut. Wilayah ras manusia digetarkan dengan teriakan para praurit dan juga warganya menyambut pemimpin yang telah ditakdirkan itu. Rado tersenyum melihat para prajurit yang saat ini berada didepannya mengangkat tangan mereka menggapi ucapan yang telah ia lontarkan tadi. Ia tidak menyangka kalau ucapan sederhana itu dapat menggetarkan api semangat mereka.


"Rado!" Kejut Albert menanggapi proker pertama Rado.


Rado hanya melirik kearah Albert dan Albert pun mengetahui maksud dari lirikan tersebut, ia pun memilih diam dan mendengarkan kelanjutan apa yang ingin Rado sampaikan.


"Menunggu tiga bulan untuk mendapatkan holy essence menurut ku itu sama saja menunggu kehancuran ras manusia... bagaimana kalau kita melakukan invasi dan merebut holy essence kepada pemukiman ras lain?" Seru Rado kembali.


Mendengar pernyataan lanjutan itu membuat para prajurit merasa ragu karena sebelumnya mereka belum pernah melakukan hal demikian.


"Apa kita sanggup melakukan itu..?!" Tanya seorang prajurit kepada prajurit yang disebelahnya.


"Itu sangat beresiko... Untuk memasuki wilayah ras lain membutuhkan pasukan yang sangat banyak! Selama ini belum ada ras yang berani menyerang wilayah ras lain karena adanya portal yang dapat mengirim mereka secepat mungkin ketempat yang mereka tuju" Kata Julie membuka pendapat.


Rado melihat kearah Julie, "Kau benar... tetapi bagaimana kalau koordinat dari portal tersebut kita temukan dan kita hancurkan?" Tanya Rado tersenyum.


"Itu akan.." Julie terkejut bersamaan dengan para prajurit yang lain.


Perkataan Rado membungkam pemikiran mereka yang berfikir kalau itu mustahil.


"Bagaimana cara kita menemukan alat koordinat dari ras lain, sedangkan mekanisme alat yang mereka gunakan sangat berbeda dengan milik kita?" Tanya Nagatomo.


"Sebenarnya itu sangat mudah.. dikarenakan kita berada disatu planet yang sama dan juga sumber energi kota yang sama yaitu dari holy essence.. aku sudah meminta kepada Riko untuk menciptakan suatu pemancar yang bisa mendeteksi keberadaan alat koordinat tersebut.."


Saat Rado mengatakan hal itu, Riko segera maju kedepan barisan para prajurit sambil menunjukan sebuah alat yang dipercayai sebagai pemancar pendeteksi alat Koordinat.


"Alat ini akan ditembakan kelangit dan diharapkan dapat menemukan alat koordinat dari ras lain menggunakan sebuah pemancar yang terbuat langsung dari Holy Essence sebagai intinya.." Riko menunjukan sebuah alat berbentuk bulat dengan antena kecil diatasnya.


"Kau bilang dari Holy Essence!?" Tanya Hawl.


"Ya... ini merupakan sebuah terobosan pemikiran dari tuan Rado mengenai alat ini, meskipun ini mengurangi pasokan holy essence, tetapi bila ini berhasil akan menjadi sebuah kemajuan yang sangat baik untuk ras kita" Kata Riko menjelaskan.


Mereka terpanah melihat kearah mereka dan juga alat yang sedang dipertunjukan oleh Riko. Rado menyampaikan ini secara publik agar masyarakat mengetahui rencana selanjutnya dari para prajurit dikepemimpinan Rado. Operasi transparan ini Rado terapkan agar masyarakat juga memiliki pengetahuan dan juga informasi seputar militer ras manusia.


"Tapi apakah ini tidak terlalu berlebihan mengingat disana ada warga yang tidak bersalah?" Tanya Jason.


Rado pun menatap kearahnya dengan tajam, "Jangan Naif.. kita sedang berada ditengah pertempuran... sumber daya menjadi sebuah kepentingan untuk kita sekarang ini.. lagipula kita hanya mengambil holy essence mereka.. bukan membunuh ataupun merusak wilayah mereka" Kata Rado menjelaskan.


Setelah mereka tidak memiliki pertanyaan lagi mengenai rencana awal dari yang Rado berikan, siaran itupun diselesaikan dengan penutupan resmi dari Albert kembali. Rencana yang telah disiapkan akan mereka lakukan dimulai dari besok dan seterusnya dimana waktu memungkinkan. Sementara itu, diluar salah satu desa milik ras manusia, terlihat beberapa pasukan berdiri dari kejauhan menatap ke desa tersebut.


"Hah... aku tidak menyangka kalau ras kita sebenarnya sudah pernah berkunjung kesalah satu desa milik ras lain dan menanam koordinat.." Kata seorang demigod berambut merah membawa sebuah tombak.


"Kapan kita akan memulainya, tuan Aslav?" Kata prajurit yang mengenakan jirah bernuansa keemasan.


"Hmmm.. mungkin sekarang.. Ayo kita luluh lantahkan desa itu dan panaskan suasana seperti yang diperintahkan tuan Achilles!" Serunya memulai penyerangan.