
"Berhenti!!"
Tangan Julie yang memegang dengan lembut itu membuat Rado menoleh kearahnya.
"Kumohon berhentilah!! Apa kau tidak melihat kondisi orang-orang yang terkena aura mu itu?"
Wajahnya terlihat seperti menahan sesak karena terkena aura force yang dipancarkan oleh Rado. Semakin dekat dengan Rado efek dari forcenya terasa lebih kuat, bila seseorang dengan mental rendah terkena efek ini terus menerus,. Orang tersebut bisa saja pingsan dan itu sudah terjadi kepada beberapa orang yang berada di lantai tersebut, mereka pingsan karena tidak kuat menahan aura milik Rado.
"Hah?" Rado segera melihat kesekitar dirinya.
Lantai tersebut menjadi keunguan karena tertutup aura force miliknya dan Rado segera tersadar akan kekuatannya yang mengakibatkan semua orang termasuk partynya terlihat kesakitan.
[Apa aku menyakiti mereka?] Ia terkejut kalau efeknya akan sebesar ini, Ia tidak tahu kalau akan menjadi seperti sekarang karena baru kali ini ia mengeluarkan auranya dengan tensi yang cukup besar.
Rado segera menundukan kepalanya dengan mata yang melebar dan bergetar karena tidak menyangka kalau kekuatannya bisa berimbas seperti ini.
[Sepertinya aku terlalu berlebihan.. Tapi....] Dia mulai tersenyum dari keterkejutannya.
Setelah tersadar karena Julie, ia segera menarik mundur tangannya dari Kan dan Rado menghela nafasnya untuk menenangkan diri. Aura force yang saat ini menutupi lantai tersebut mulai terhisap kedalam tubuh Rado dengan cepat dan lantai tersebut kembali seperti semula yang diterangi oleh lampu-lampu berwarna putih.
"Terimakasih.." Dengan wajah pucat Julie tersenyum.
Julie rubuh karena ia berada terlalu dekat dengan Rado dalam waktu yang cukup lama, Meskipun ia seorang pemburu rank Saxon, tetapi ia tetaplah seorang wanita yang lemah terhadap serangan mental.
Ting~~ Angka pada lift menara tersebut menyala di angka 2.
Pintu lift terbuka dan pasukan berjas hitam dari pemerintah masuk ke lantai tersebut. Mereka terkejut saat melihat semua pemburu yang berada disana seperti habis melakukan lari sprint berat dengan keringat yang membasahi wajah mereka dan nafasnya tersenggal-senggal.
"A-apa yang telah terjadi?!" Tanya seorang dari pemerintahan terheran.
Steven yang baru saja sampai disana segera menghampiri Rado.
"Tuan Vasco sudah menunggu mu, ayo kita pergi" Dengan wajah yang sedikit cemas ia berbicara kepada Rado.
"Baiklah.." Rado menutup matanya perlahan menanggapi hal tersebut.
Setelah kekacauan yang ia perbuat sudah kondusif, Rado berjalan melewati mereka begitu saja dan menuju pintu lift yang sedang terbuka.
"Hei... siapa kau sebenarnya?! dan apa kaitan mu dengan pemerintah?! Kan berbalik dengan keadaannya yang tidak siap setelah dilewati Rado begitu saja.
Rado berhenti untuk mengatakan sesuatu.
"Orang seperti mu tidak perlu tau! Tetaplah menjadi pemburu dengan momok yang mengesankan dan bimbinglah para pemburu yang baru memulai pekerjaan yang melelahkan ini" Kan dan kedua kapten lainnya menatap kearah Rado dengan raut wajah yang penuh dengan tanda tanya, "Dan untuk party k.. mulai detik ini aku membubarkannya"
Sontak 50 orang party Rado yang berada disana terkejut dengan keputusan kaptennya itu.
"Sobat! apa maksud mu membubarkan kami?!!" Geraldo mencoba untuk bangun dan berteriak kepadanya.
"Bos!!! Apa kami telah membebani mu?!" Kata Guren dengan wajah penasaran maksud dari Rado.
"Ya! itu benar! kalian hanya beban untuk ku!" Dengan tatapan yang tajam Rado menatap mereka.
"Kapten..."
Tatapan dari Rado membuat mereka mematung masih tidak percaya kalau dia bersungguh-sungguh telah membubarkan party.
Melihat ekspresi yang menyedihkan dari mereka, Rado segera beralih kembali untuk melanjutkan langkah kakinya sambil memakai tudung hoodie.
"Apa kau yakin membubarkan mereka?" Tanya Steven yang sedang berjalan bersama Rado menuju lift.
**"Yah.. itulah yang terbaik, lagi pula mereka juga sudah semakin kuat..." **Ada kesedihan dari nada Rado dan Steven menyadari itu, "Bisakah kau mengurus Julie?" Rado melihat kearah Julie yang sedang pingsan.
Setelah mereka berdua masuk kedalam lift Steven berbicara kepada bawahannya yang sedang berjaga didepan lift mengantar kepergian mereka dari menara.
"Berikan pertolongan kepada mereka semua dan berikan pertolongan eksklusif kepada nona Julie" Dan secara bersamaan pintu lift tertutup.
_________________________________
Setelah kejadian tersebut, Indonesia menjadi heboh karena rekaman live perseteruan itu tersebar dengan cepat di semua media sosial dan yang lebih mengejutkan lagi adalah rekaman dimana Rado menundukan semua orang yang berada dilantai menara tersebut. Rekaman itu berasal dari sebuah akun anonim yang mendapat POV dari cctv menara.
Dalam sebuah komentar di salah satu media sosial.
"Apakah itu kekuatan sebenarnya dari pria bermasker itu?"
"Sepertinya aku jatuh cinta kepadanya"
Setiap kejadian yang ada didunia ini tidak semuanya pro terhadap hal tersebut. Masyarakat yang tidak suka dengan Rado pun juga mulai bermunculan di media sosial.
"Kalau dia sampai melawan Kan dan kapten yang lain, bukankah dia seorang teroris?"
"Uwaaa dia pasti orang yang jahat, kalian lihat saja orang-orang yang berada disana, seperti terlihat kesakitan"
"Apa maksud pemerintah melindungi orang seperti itu? apa pemerintah mulai ingin menaklukan warganya dengan kekuatan?"
________________________________
Didalam toko Hamstore, Rudy dan Levi sedang menyaksikan kejadian yang viral itu di SmartTv ruang makan.
"Sepertinya sudah saatnya ia pergi....., Levi ambilkan katana miliknya dan antarkan itu ke gedung pemerintahan" Kata Rudy kepada Levi dengan senyuman.
"Yo.. aku akan mengambilnya di penyimpanan dan segera mengantarkannya" Levi segera beranjak pergi dari ruangan tersebut.
[Semoga kau berhasil] Rudy tersenyum dan mengingat kilas balik bersama Rado.
"Bisakah kau awasi mereka kalau aku tidak ada disini?" Rado yang saat itu berada di ruang makan Hamstore berbincang dengan Rudy ditemani sebuah teh hangat di meja makan.
"Kau akan pergi kemana?" tanya Rudy dengan heran.
"Misi yang tidak bisa kukatakan" dengan tenang Rado memutar-mutar cangkirnya tanpa menatap kearah Rudy.
Rudy yang mengetahui maksud dari ekspresi tersebut menjadi tersenyum. "Yah aku akan mengawasi mereka"
________________________________
Sebuah parkiran mobil diluar menara dungeon, seorang pria bule yang telah merasakan kekuatan Rado tadi, masuk kedalam mobil sedan yang berwarna biru dengan keadaan pucat dan keringat dingin, lalu ia mengeluarkan smartphonenya.
Beberapa saat ia menunggu panggilannya terjawab, akhirnya teleponnya telah tersambung kepada seorang pria.
"Hallo?"
"Tuan.. aku menemukan orang asia yang menarik!" Dengan nada yang semangat ia berbicara kepada orang yang diseberang telepon itu.
_______________________________
Didalam gedung pemerintahan lantai teratas saat itu hari sudah menjadi malam. Rado yang tidak mengenakan masker didampingi oleh Steven masuk kedalam ruangan Vasco. Vasco yang saat itu sedang duduk menonton rekaman aksi Rado sore tadi, segera mematikannya dan menyambut kedatangan kedua orang tersebut.
"Hahahaha adik Kevin memang hebat, kau membuat mereka menjadi seperti seorang pemburu rank rendah!" Vasco memuji kekuatan Rado.
"Itu bukanlah sebuah pertunjukan" Rado tersenyum menanggapi pujian itu.
Vasco mengambil sebuah map cokelat yang berisikan sesuatu didalamnya, lalu Rado segera mengambil dan melihat isi dari map cokelat tersebut. Terlihat ada sebuah Visa, Identitas baru dan berkas-berkas mengenai Gozie.
"Aku memberikan mu Visa agar kau mudah memasuki negara-negara lain, tetapi untuk apa kau mengubah nama belakang mu?" Vasco bertanya akan hal itu.
"Untuk memancing Gozie kepada ku" Matanya masih terfokus kepada berkas tersebut.
"Bisa kau jelaskan rencana mu?"
"Dari apa yang ku dengar dari cerita mu, Gozie pasti sangat membenci kakak angkat ku karena dia telah membunuh anak-anaknya bukan?" Rado tersenyum menjelaskan rencananya."Jadi, kalau seandainya Gozie mendengar nama "Morctis" didaerahnya, apa yang akan dia lakukan?.
"Dia akan mencari mu! Tapi bagaimana cara mu agar dia memakan umpan tersebut?" Wajah yang baru menyadari maksud dari penggantian nama belakang Rado.
"Itu mudah.. Aku hanya perlu membuat nama ku terdengar keseluruh seasia tenggara ataupun keseluruh dunia" Dengan entengnya dia berbicara seperti itu.
[Ah tunggu..apa jangan-jangan kekacauan hari ini adalah salah satu dari rencana yang telah ia susun!? haha rubah kecil yang kau bilang tidak berdaya ini, ternyata sudah menjadi besar.., hei Kevin..] Vasco berkata dalam benaknya dan tersenyum melihat Rado, setelah itu ia menanyakan hal yang ia pikirkan sebelumnya untuk memastikan hal tersebut, "Apa permintaan mu mengenai white dungeon ini adalah salah satu dari rencana mu?"
"Yah itu benar... karena langkah awal ku dimulai dari Indonesia! Tolong ungkap keseluruh Indonesia tentang identitas ku dengan nama Rado Morctis!"
Mulai detik ini Rado akan mengungkapkan Identitasnya untuk memancing penjahat kelas kakap yang telah membunuh kakanya.
_______________________
Note : Kenapa Rado ga ikut ngambil ujian lisensi internasional buat menaikan namanya? Pertama ujian itu harus rank Saxon dan kalau terdaftar sebagai pemburu berlisensi internasional, ia ga akan bisa bergerak bebas karena diawasi oleh PPMD.