The Archon

The Archon
Manusia Vs Troll Part 5 - Adakah Sebuah Keajaiban?



~ Bonus


______________


"Aku harus cepat..."


Dalam benak Yoga yang sedang berlari menerjang derasnya hujan dipenghujung malam. Ia terus berlari sambil membawa perisai dan sebuah pedang satu tangan yang ia bawa dipunggungnya.


"Tunggu aku Devian"


Saat ini yang ada dipikirannya hanyalah menyelamatkan Devian dari para Troll tersebut. Yoga sudah berlari secepat mungkin tetapi entah mengapa perjalanan menuju ketempat Devian sangatlah jauh. Tinggal beberapa persimpangan lagi baru ia sampai ketempat Devian berada. Saat ia sedang menuju tempat tersebut, Yoga mendengar sebuah yang sangat keras dan mengguncangkan daratan sekitar.


"Apa itu?! Apa yang terjadi?!" Tanya Yoga dalam benaknya semakin cemas.


Yoga akhirnya sampai pada persimpangan terakhir. Hal pertama yang ditunjukan pada saat ia pertama kali sampai pada lokasi yang diduga menjadi asal dari suara keras tersebut adalah keterkejutan. Ia melihat beberapa pemburu yang sudah tewas dengan tragis akibat lemparan bongkahan batu dari Raja Troll dan cahaya yang amat terang yang berasal dari kemampuan force milik Kuhler.


Disaat bersamaan Kuhler segera melepas forcenya yang berelemen es tersebut, hujan kristal es yang amat tajam itu melesat cepat kearah para Troll yang sedang dalam perjalanan untuk menyerang para pemburu. Para Troll pengawal segera berhenti mendadak dan segera melindungi bagian vital mereka dari serangan milik Kuhler, disisi lain karena Troll prajurit tidak memiliki akal, mereka terus berlari kearah pemburu tanpa mengetahui bahaya yang sedang menghampiri mereka.


Serangan berupa hujan kristal es itu mampu menembus tubuh Troll prajurit dengan mudah, mereka yang berada dibarisan depan segera tumbang karena tertusuk banyak sekali kristal es tersebut. Sedangkan dua baris kebelakang mereka hanya mendapatkan luka riangan atau gores karena pengorbanan dari Troll yang berada di barisan depan.


Setelah hujan kristal es itu berhenti, para Troll kembali melanjutkan serangan mereka kearah para pemburu tanpa menghiraukan luka gores mereka. Kali ini para pemburupun juga ikut melesat kearah mereka, tim pemburu ini tidaklah sama seperti tim yang mengikuti Devian, mereka yang mengikuti Kuhler adalah pemburu-pemburu yang cukup baik dalam hal berburu, meskipun tidak sekuat para top 10.


"Jaquile!" Teriak Yoga sebelum Jaquile ikut dalam peperangan.


"Yoga!" Balas dengan wajah senangnya melihat Yoga yang baik-baik saja.


Sontak Bobby dan Kolo juga menoleh kearah Yoga yang baru saja tiba dalam medan pertempuran tersebut. Yoga segera menemui mereka untuk bergabung dalam pertempuran tersebut.


"Aku tidak menyangka kalau kalian akan kesini" Senyum Yoga senang melihat mereka.


"Aku yang lebih senang melihat mu baik-baik saja! Aku melihat mu melawan para monster jelek itu di Tv, ku kira kau akan mati pada saat itu" Jaquile yang memegang bahu Yoga dengan wajah lega.


"Kau kira aku siapa? hahahha" Yoga menyombongkan diri.


"Sepertinya kau terlihat berbeda.. apa ada sesuatu?" Tanya Jaquile saat melihat perubahan sikap dari Yoga.


"Ah... masa iya? Ngomong-ngomong apa kau melihat pria Inggris dengan dua pistol disini?" Yoga secara langsung menanyakan keberadaan Devian kepada Jaquile.


"Ah maksud mu orang yang bernama Devian? Kalau dia yang kau cari, dia baru saja dibawa ketempat yang aman oleh Lucy, tetapi aku sangat senang kau baik-baik saja dan pasti Rado juga sudah merasa lega sekarang ini kalau ia mengetahui kau baik-baik saja"


Mendengar Jaquile menyebut nama Rado membuat ekspresi dari Yoga berubah drastis, "Apa iya dia akan senang melihat ku selamat?"


"Hei apa yang kau katakan? Bukankah kau dan Rado itu berteman?" Heran Jaquile


"Ah.. Tidak apa-apa" Yoga segera tertawa memaksa, tetapi Kolo dan Bobby saling melihat satu sama lain karena tingkah laku Yoga yang aneh.


"Kau ini.. aku kira kau sedang ada masalah.. Baiklah! ayo kita bantu yang lain untuk melawan para monster itu" Ajak Jaquile kepada Yoga.


Sebelum Yoga ikut dalam pertempuran, ia mengingatkan kepada Kolo dan Bobby mengenai monster tersebut. "Berhati-hatilah dengan Monster yang sedikit lebih besar itu... mereka adalah monster pengawal Raja yang kekuatannya tidak sebanding dengan kalian.."


"Siap wakapten!" Bobby dan Kolo menerima saran dari Yoga.


Yoga dan Jaquile pun mulai turun dalam pertempuran, mereka berlari bersebelah dengan lambang demicles yang menghiasi atas kepala mereka. Kuhler, Nagatomo, Jason dan Nikolai menoleh kebelakang dimana kedua pasangan aliansi itu berlari.


"Hoo sepertinya orang yang dimaksud Devian itu datang ya.." Kuhler tersenyum dibelakang Jason.


"Tapi apa yang ada diatas kepala mereka?" Tanya Nagatomo yang baru saja selesai menebas salah satu Troll prajurit.


Nikolai hanya melirik sebentar saja dan segera fokus kembali melakukan manuver tembakan kearah para Troll yang berada didepannya. Beberapa Troll prajurit berhasil ia tumbangkan dengan baik, tetapi ia sedikit lalai dimana ia mendarat persis didepan Troll prajurit yang sudah siap menyerangnya.


Jaquile dengan cekatan segera memposisikan tombaknya untuk dilempar kearah Troll yang mengancam Nikolai. Dengan sedikit dorongan dari forcenya, tombak itu pun Jaquile lesatkan bagaikan peluru cepat. Tombak itu menusuk Troll tersebut dengan sangat keras sampai membuat tubuh Troll tersebut ikut ketarik oleh laju tombak milik Jaquile.


Kuhler yang bersiul karena melihat serangan dari Jaquile berkata, "Boleh juga dia" Sambil memperlihatkan senyumannya.


Nikolai yang spontan melihat tombak tersebut, segera beralih menoleh kebelakang kearah tombak itu dilemparkan. Jaquile yang secara cepat berlari melewatinya menyempatkan diri untuk meninggalkan sebuah kata "Berhati-hati lah kalau kau berada digaris depan" Sambil melirik menjengkelkan kearah Nikolai.


Nikolai yang merasa risih mendecakan mulutnya sebagai tanda kesal, ia pun segera berlari dan menembaki para Troll yang dapat dijangkau oleh pistol dan senapannya itu. Berbeda dengan Jaquile dan Yoga, mereka terus melesat jauh kedepan dimana tombak Jaquile mendarat. Mereka terus berlari bersebelahan sambil menghindari pertempuran yang sia-sia.


"Mengapa kau menyelamatkannya?" Tanya Yoga kepada Jaquile.


"Kenapa ya.. mungkin karena dia sudah meretakan kacang ku hahahaha" Jaquile sedikit mengeluarkan guyonannya.


"Kacang?" Bingung Yoga dengan perkataan Jaquile.


Ditengah pelarian mereka menuju tombak milik Jaquile, salah satu Troll pengawal melancarkan serangannya kearah mereka, namun dengan sigap Yoga segera berhenti dan menahan serangan tersebut menggunakan perisainya.


"Ukhhh" Sakit pada tangan kanan Yoga terasa.


"Yoga..!!" Cemas Jaquile.


"Aku tidak apa-apa, cepat ambil tombak mu!" Balas Yoga sambil menahan pemukul tersebut.


Jaquile pun bergegas menuju tombaknya yang sedang tertancap ditubuh salah satu Troll prajurit. Setelah ia sampai pada tombaknya, ia segera mencabut tombak tersebut dan segera melemparkannya kembali kearah Yoga yang sedang kesulitan. Tombak itu melesat kearah Troll pengawal namun dapat dihindarinya. Jaquile berlari kembali menuju Yoga dan tombaknya.


"Cih.. padahal lemparan ku sudah tepat" Gumam Jaquile setelah lemparannya tidak mengenai Troll tersebut.


"Jangan heran.. monster itu memiliki insting bertarung" Kata Yoga dengan perisai yang bergetar.


Jaquile yang melihat perisainya itupun bertanya, "Apa tangan mu terluka?"


"Ini bukan masalah yang serius.. sebelumnya sendi ku sempat lepas dari porosnya... tetapi sekarang mungkin hanya tinggal rasa sakit pasca hal tersebut"


"Apa kau masih bisa bertarung?"


"Mungkin.."


Ditengah pembicaraanya itu, Troll pengawal mencoba untuk menyerang mereka sekali lagi. Namun dapat ditangkis oleh tombak milik Jaquile. Troll pengawal yang kehilangan keseimbangan karena dorongan keras dari tombak Jaquile, sedikit terperosok karena dataran yang mulai tidak rata. Jaquile yang memanfaatkan momen tersebut segera menusuk kepada Troll tersebut dengan tombak miliknya.


Darah yang keluar dari Troll tersebut sempat mengotori wajahnya, namun segera hilang karena curah hujan yang deras. Disaat yang bersamaan, Kuhler yang diikuti oleh Nagatomo, Jason dan Nikolai melewati mereka berdua.


Jaquile dan Yoga pun mengangguk dan segera mengikuti jejak mereka. Ternyata mereka segera menuju kearah Raja Troll yang sedang berada dibelakang sambil dijaga oleh dua Troll pengawal.


"Jason dan Kau rambut orange! Bukakan kami jalan menuju bos tersebut" Perintah Kuhler keapda jason dan Yoga.


"Hei Yoga sedang-" Jaquile mencoba untuk memberi tahu keadaan Yoga, tetapi..


"Jaquile!" Tegur Yoga kepadanya.


Jaquile yang menoleh kearahnya segera mengetahui maksud dari teguran tersebut. Kalau dia mengatakannya maka Yoga akan marah kepadanya. Itu yang tersorot dimata Yoga saat ini.


"Baik.. aku akan membukakan jalan untuk kalian.."


Jason dan Yoga melesat terlebih dahulu dan mencoba untuk membukakan jalan untuk para damage dealer. Para Troll yang sedang mengawal sang raja mulai maju selangkah dan mempersiapkan diri untuk menyerang Jason dan Yoga yang datang menghampiri. Pemukul itu pun Troll itu lesatkan ke masing-masing tanker, Jason dan Yoga pun segera sigap menahan pemukul tersebut dengan perisai mereka.


"Sekarang!" Teriak Jason memberi aba-aba setelah Troll pengawal berhasil mereka tahan.


Jaquile menyempatkan diri untuk melihat kearah Yoga yang sedang berusaha menahan Troll pengawal tersebut. Dilihat dari wajah Yoga, sepertinya rasa sakit ikut masih ada, namun Jaquile menghormati keputusannya dan berfokus melawan Raja Troll tersebut bersama yang lain.


Serangan dimulai dari Kuhler dan Nikolai yang memiliki serangan jarak jauh, Kuhler mengirimkan sebuah bongkah es besar dan Nikolai menembakan senapannya kearah sang Raja. Serangan yang diakibatkan oleh mereka mengenai tubuh Raja Troll dan menyebakan sebuah ledakan serta asap hitam yang menutupi tubuhnya. Teriakan dari Raja Troll terdengar sampai jauh kebelakang akibat terkena serangan tersebut.


Nagatomo dan Jaquile yang semulanya ingin ikut menyerang setelah serangan yang dilancarkan oleh Kuhler dan Nikolai selesai, mereka urungkan karena mendengar teriakan serta jarak pandang yang tertutup karena asap tebal akibat ledakan tersebut.


"Apakah berhasil?" Tanya Jaquile spontan disebelah Nagatomo.


Keheningan terjadi beberapa saat setelah teriakan dari sang Raja berhenti. Tetapi tiba-tiba pemukul yang berukuran besar tersebut berayung kesamping dari dalam asap hitam tersebut dan mengarah kepada Nagatomo dan Jaquile. Nagatomo dengan cekatan memposisikan katana disamping tubuhnya untuk menahan serangan tersebut. Namun karena kekuatan Raja Troll sangat besar membuat Nagatomo terdorong hingga menyeret Jaquile yang berada disampingnya.


"Nagatomo! Jaquile!" Teriak mereka kepada mereka berdua.


Mereka terlempar beberapa meter hingga menghancurkan dinding gedung. Tubuh mereka menabrak dinding hingga menembus kebeberapa ruangan didalam gedung tersebut. Saat sampai didinding terakhir mereka terhenti dengan posisi Nagatomo yang menindih tubuh Jaquile.


"Ukh..." Jaquile tersadar dan membuka matanya lalu melihat kearah Nagatomo, "Hei.. bangun lah!"


Nagatomo pun terbangun dengan menggelengkan kepalanya, lalu memeriksa keadaan dirinya yang baru saja tersadar.


"Kita terlempar sampai sini?!" Heran Nagatomo setelah terlempar cukup jauh.


Ia segera bangun dan berlari kembali ketempat semula, "Hoi tunggu aku.." Panggil Jaquile sambil menyusul Nagatomo dengan rintihan sedikit.


Setelah Nagotomo kembali ketempat awal ia dilemparkan, ia melihat Kuhler dan Nikolai sedang melawan bos tersebut sambil menghindar. Dilain sisi, jason dan Yoga yang ingin membantu terlihat sedang disibukan oleh Troll pengawal.


"Nagatomo! Cepat bantu Jason dan si orange itu mengalahkan monster itu, kita membutuhkan seorang tanker cepat!" Perintah Kuhler sambil menghindari serangan Raja Troll.


"Hoi kau cepat! Bantu aku membereskan monster yang sedang menghambat teman mu!" Kata Nagatomo kepada Jaquile yang baru saja tiba.


"Hehh... aku baru saja sampai sial*n" Gumam Jaquile.


"Cepat dan lakukan saja!"


Jaquile dan Nagatomo pun segera membantu Jason dan Yoga untuk mengalahkan Troll pengawal. Target pertama mereka adalah Troll yang sedang ditahan oleh Yoga. Nagatomo segera melesat dengan cepat dan memberikan tebasan pembuka kearah tangan troll tersebut, disambung oleh Jaquile yang melompat lalu menusukkan tombaknya kearah dada Troll tersebut yang mengakibatkan tubuh dari Troll itu tertembus.


Mereka melakukan kombinasi yang sangat apik dan rapih. satu Troll pengawal telah tumbang. Sekarang tinggal troll yang sedang menahan Jason. Namun, karena temannya telah mati, Troll tersebut lebih memilih melepaskan pertempuran dirinya dengan Jason dan menarik diri kearah Rajanya. Troll yang menarik diri membuat Raja Troll menjadi kesal karena perintahnya tidak dilakukan dengan benar.


Untuk meluapkan kekesalannya, Raja Troll memukul Troll pengawal tersebut hingga terbang melewati Kuhler dan yang lainnya.


"Dia gila.." Kata Jaquile setelah menyaksikan Troll tersebut terbang melewati dirinya.


"Baiklah.. penghalang sudah hilang, ini saatnya kita fokus kepada bos tersebut." Kuhler dengan senyumnya menatap Raja Troll yang terlihat sangar itu.


Mereka mulai melesat dengan Jason dan Yoga berada didepan sebagai garis depan mereka. Raja Troll mengayunkan kembali pemukulnya sambil berteriak keras. Pemukul itu menyerang secara horizontal dan langsung mengarah kepada Jason dan Yoga. Mereka berdua segera memposisikan perisai mereka didepan dan memantapkan kuda-kuda demi menahan serangan yangd atang tersebut.


Karena kekuatan yang besar dari raja Troll membuat Jason dan Yoga sedikit terdorong saat menahan laju serangan dari pemukul raja Troll. Mereka berusah sekuat tenaga hingga menghentikan laju dari pemukul tersebut. Setelah pemukul itu berhasil ditahan, Jaquile, Nagatomo, Kuhler dan Nikolai segera melancarkan serangan mereka bersamaan. Kali ini Jaquile dan Nagatomo dulu lah yang menyerang lalu disambung oleh serangan kombinasi dari Kuhler dan Nikolai.


Serangan kombinasi dari mereka berempat barulah berhasil membuat sang Raja terluka dibagian tubuh dan lengannya. Raja Troll terlihat kesakitan dan mulai mengamuk, ia memukul - mukul gedung yang berada disampingnya dan membuat bongkahan dari gedung yang hancur menjadi senjata baginya. Para pemburu yang dibuat kesulitan karena serangan bongkahan tersebut, membuat mereka menjadi lebih kurang cekatan.


Disela bongkahan yang menghujani mereka, Raja Troll mengerahkan pemukulnya sekali lagi tetapi kali ini hanya kearah Jason seorang. Jason yang tidak mengetahui kalau pemukul itu sedang datang kearah dirinya karena ia sedang sibuk bertahan dibalik perisainya, terlambat untuk mensiapkan diri dan mengakibatkan dirinya terpental kebelakang hingga terguling-guling ditanah.


"Jason!!!" Teriak Kuhler karena perisai hidupnya terlihat tidak sadarkan diri. Kuhler pun beralih kembali kearah Raja Troll yang masih terlihat marah. "Sial.. bos ini berbeda dengan yang di Brazil!" Gumamnya akan kekuatan Raja Troll.


Mereka mencoba untuk melakukan kombinasi serangan sekali lagi tanpa Jason, kali ini Yoga adalah tanker tunggal mereka. Yoga melesat diikuti mereka dari belakang, pemukul dari Raja Troll pun kembali melesat kearahnya. Yoga dengan sigap berhenti dan memasang kuda-kudanya untuk menerima serangan tersebut. Tetapi serangan itu tidak sama seperti yang awal.


"Eh? Serangan ini tidak sekuat sebelumnya..?!" Yoga terheran dengan serangan yang baru ini, "Tidak..ini jebakan! Dia melakukan tipuan! Kalian! Jangan menyerang dulu!" Yoga menoleh kebelakang namun sudah terlambat.


Nagatomo dan Jaquile sudah melompat untuk menyerang Raja Troll dari jarak dekat. Benar yang diperkirakan oleh Yoga, serangan dari pemukulnya hanya sebuah pengalihan saja, karena kekuatan penuhnya akan Raja Troll kerahkan pada tangan kosong kirinya untuk menyerang lalat yang terbang. Nagatomo yang tidak menduga itu akan terjadi, segera memasuki mode bertahan diatas langit dengan katana yang ia jadikan sebuah perisai terakhir.


Kepalan tangan sang Raja pun menghantam katana milik Nagatomo dan mematahkannya sehingga laju dari tangan tersebut akhirnya mengenai tubuh langsung Nagatomo. Nagatomo yang terkena serangan langsung, kembali terdorong dan mengenai Jaquile yang berada dibelakangnya sekali lagi.


"Ukh.. Lagi?!!!!!!!" Jaquile bertanya kepada dirinya sendiri setelah mengalami kejadian De Javu dimana ia ikut terseret karena Nagatomo yang terkena serangan Raja Troll.


Mereka berdua terpental cukup jauh karena tidak ada penghalang seperti gedung sebelumnya. Kini keadaan semakin sulit dengan tersisanya Kuhler, Nikolai dan Yoga yang harus menghadapi Raja Troll yang sangat kuat. Disaat kesulitan sedang menerpa mereka, tiba - tiba sebuah teriak yang amat keras terdengar dari belakang Raja Troll. Teriakan itu sama persis seperti teriakan yang diperdengar oleh Raja Troll yang sedang mereka hadapi, sebuah goncangan pun terjadi setelah gema dari teriakan itu berhenti.


Sebuah guncangan seperti berasal dari sebuah langkah kaki membuat mereka terhenti sejenak dengan wajah cemas. Dalam pikiran mereka sekarang adalah semoga mimpi buruk tidak menghampiri mereka hari ini. Namun, harapan mereka sirna. Dimana saat hujan mulai berhenti dan sinar bulan yang menyinari kota menampilkan sebuah bayangan dari balik gedung yang berada dipertigaan dibelakang Raja Troll.


Guncangan itu semaki besar seiring bayangan tersebut membesar, wajah Kuhler dan yang lainpun semakin terkejut setelah wujud yang menyebabkan goncangan itu mulai menunjukan wujudnya perlahan.


"Tidak mungkin!" Kuhler dengan wajah terkejut melihat sosok yang datang itu.


Jaquile yang baru saja tersadar akibat goncangan tersebut, mencoba untuk menoleh kearah depan dalam keadaan terbaring.


"Matilah kita.." Setelah ia melihat sosok yang datang, ia pun kembali menjatuhkan kepalanya lagi ke jalan.


Guncangan itu semakin keras diiringi dengan wajah pucat para pemburu. Setelah guncangan itu berhenti. Yoga tidak bisa menutup mulutnya dengan benar.


"Apa kita akan berhasil?" Tanya Yoga dengan wajah pucat.


"Aku tidak tau, tapi... semoga saja ada keajaiban menyertai kita" Kata Kuhler dengan nada yang kurang semangat setelah melihat dua Raja Troll yang akan menjadi lawan mereka mulai sekarang.