The Archon

The Archon
Frago Vs Jaquile



Ditengah pertempuran antara  Jaquile dan Juga Laguun, seorang orc yang ternyata juga seorang pendamping muncul untuk membantu Laguun yang sedang terdesak oleh Jaquile. Alur pertarungan ini begitu tidak terduga dengan hadirnya ras manusia dan juga bala bantuan dari ras orc, semua tidak terprediksikan oleh siapa pun kecuali mereka yang merencanakan.


Frago yang memiliki perawakan tinggi tegap ramping tetapi berotot, memiliki rambut hitam panjang yang dibiarkan terurai serta tato berwarna putih yang menghiasi hampir seluruh tubuhnya. Ia memiliki empat kapak berukuran sedang dengan bilah kapak yang tidak terlalu besar mau pun kecil. Hal ini dikarenakan gaya bertarungnya yang menggunakan dua kapak disertai kecepatan sebagai daya tempurnya.


Setelah melempar kapak kearah Jaquile, Frago mengambil satu kapak lainnya yang tergantung dipinggangnya. Ia menggenggam kedua kapak itu layaknya seorang pendekar pedang yang memiliki teknik dua pedang seperti Rado. Dibelakangnya terdapat pasukan orc yang berjumlah lima ratus pasukan yang setara dengan seribu pasukan ras manusia.


"B-bagaimana ini?!" Tanya Nagatomo kepada Jaquile saat berada dibelakangnya.


Saat ini ras manusia berkumpul bersama dibelakang Jaquile yang sedang mengaktifkan demiclesnya, wajah mereka terlihat gelisah dan beberapa dari mereka terlihat ketakutan saat melihat bala bantuan dari pasukan orc.  Disisi lain, Laguun yang terluka dibagian lehernya dengan demicles yang cahayanya mulai meredup, dihampiri oleh Frago dan pasukannya.


"Hahaha anda terluka? Bagaimana bisa terluka melawan ras lemah itu?" Tanya Frago dengan sedikit mengejek.


"Diam! Aku baru mengingatnya, kalau tidak semua ras manusia itu lemah seperti yang kalian katakan disaat aku dan tuan Dogol datang. Ada beberapa dari mereka yang memiliki kekuatan hampir setara dengan tuan Dogol, Ingat itu!" Jelas Laguun mengingat kejadian saat dungeon di negara Australia dan bertemu Rado disana.


"Apa?! Hampir sekuat tuan Dogol?! Archon kita?! Tidak mungkin! Tuan Dogol adalah raja yang tidak tertandingi di tanah ini!" Frago menyangkal perkataan dari Laguun.


"Hahahaha dia benar! Orang itu ada archon kami! Rado!" Jaquile memotong pembicaraan mereka.


"Diam kau! Mau ku cabik - cabik diri mu hah?!" Frago terlihat emosi dan melotot kearah Jaquile.


"Tidak mungkin! Tidak mungkin! Tidak mungkin!" Frago bergumam kesal sambil menatap Jaquile dan pasukan ras manusia.


"Mana mungkin ada yang bisa setara dengan tuan Dogol selain Achilles keparat dari ras demigod?! Hehehe tuan Laguun dan manusia rendahan itu pasti sedang berbohong pada ku! Yakan?! Yakan?!" Sambungnya dalam hati terus mencoba untuk menyangkal perkataan mereka berdua.


"Hahahahahahaha!" Frago tertawa karena pemikirannya sendiri.


Melihat Frago yang tertawa layaknya orang gila, membuat pasukan ras manusia terlihat begitu ketakutan karena aura yang terpancar meskipun dia belum menunjukan kekuatannya. Jaquile pun juga mulai terlihat risih dengan ketawa yang ditunjukan oleh Frago. Dia merasa kalau Frago bukanlah orc biasa karena insting petarungannya memperingati dirinya disaat Frago menunjukan dirinya pertama kali.


"Orc ini... Aku merasa kalau dia sedikit berbahaya..." Dalam benak Jaquile sambil berspekulasi mengenai Frago.


"Ayo kita lawan mereka bersama" Kata Sarka saat mendekat kesamping Jaquile dan pasukan dari ras elf pun ikut bergabung bersama ras manusia meskipun ada jarak diantara mereka.


Jaquile pun menoleh kearahnya. "Apa panah mu sudah kau kumpulkan?" Senyum Jaquile.


"Aku sudah memintanya kepada anggota ku, soal itu sudah aman... Disamping itu, aku merasa kalau orc itu sedikit berbahaya.." Kata Sarka yang sepemikiran dengan Jaquile.


"Ya... Kau benar aku juga merasa kalau dia-"


Sebelum Jaquile menyelesaikan kata - katanya, ia dikejutkan oleh Frago yang tiba - tiba menyerang dan sudah ingin mendaratkan kedua kapaknya persis disamping wajahnya. Saat itu waktu seperti melambat, Sarka yang masih dalam keadaan belum bersiaga menjadi ikut terkejut, matanya melebar serta bergetar diikut rasa merinding yang datang dengan cepat saat mengetahui Frago sudah berada disampingnya dan sedang melancarkan serangan kearah Jaquile.


Jaquile yang terkejut segera melakukan pertahanan dengan mengangkat kedua tangannya kearah samping kiri untuk menahan kedua kapak milik Frago dengan gagang tombaknya yang mengincarnya. Kapak itu pun berhasil ditahan oleh Jaquile namun karena ketidaksiapannya, membuat Jaquile terdorong kesamping hingga membentur dinding tebing yang berada di kanannya.


"Tuan Jaquile!!!!!" Sontak pasukan ras manusia berteriak mengkhawatirkan Jaquile.


Setelah menyerang Jaquile, Frago berdiri disamping Sarka yang sedang berdiri kaku karena masih terkejut dengan serangan mendadak tersebut. Tubuhnya seperti tidak bisa digerakan karena telat merespon, Frago bisa saja membunuh Sarka saat itu, tetapi karena saat ini Frago sedang tertarik dengan Jaquile, ia mengacuhkan Sarka layaknya benda mati dan beralih kearah Jaquile yang mulai bangkit kembali.


"Tung-" Cegah Sarka ke Frago yang sedang melangkah.


Sarka mencoba untuk menghentikan laju Frago yang ingin menghampiri Jaquile, namun ia kembali mematung saat Frago berhenti dan menoleh kearahnya dengan mata yang menyeramkan. Sarka pun menunduk ketakutan saat ditatap seperti itu oleh Frago.


"Kepar*t!" Jaquile yang tiba - tiba datang menyerang Frago.


Frago pun menyilangkan kedua kapaknya untuk menghentikan hantaman tombak Jaquile dari samping. Jaquile mencoba untuk membalas serangan mendadak Frago, namun serangan dirinya diluar ekspetasi Jaquile yang ingin membalas untuk menerbangkan diri Frago kelain sisi. Serangannya dengan mudah ditahan oleh Frago menggunakan kedua kapaknya. tombak Jaquile terlihat bergetar karena terus memberikan tekanan kepada Frago yang sama sekali tidak bergeming sedikit pun. Frago pun menendang Jaquile dan membuatnya terdorong beberapa langkah dari dirinya.


Jaquile terlihat kesakitan dan memegangi perutnya setelah terkena tendangan tersebut, sedangkan Frago hanya menatapnya dengan senyum seram tanpa sepatah kata apapun.


"Siapa sebenarnya kau!" Tanya Jaquile kepada Frago.


"Aku? Aku hanya pengikut tuan Dogol yang setia.." Katanya dengan bangga.


Jaquile kembali berdiri tegap setelah rasa sakit yang ia terima mulai memudar. Disamping itu Nagatomo dan Rudy segera bersanding bersama Jaquile untuk menghadapi Frago yang sedang berjalan munuju Jaquile sekali lagi.


"Kalian!" Kata Jaquil terkejut.


"Tuan Jaquile... Biarkan kami membantu mu!" Kata Nagatomo.


"Orc itu berbahaya, ayo kita serang secara bersamaan" Tambah Rudy.


Dibelakangnya para ras manusia juga bersiap untuk melakukan pertempuran bersama Jaquile untuk melawan Frago.


"Hahahahaha kenapa para kecoa - kecoa ini? Apa kalian yakin bisa mengalahkan ku?" Tanya Frago kepada Para ras manusia.


"Tuan Frago.." Panggil salah satu orc kepadanya.


"Jangan menggganggu! Kalian obati saja luka tuan Laguun... Biar aku sendiri yang menghadapi mereka.." Kata Frago.


"Kau meremehkan kami?!" Tanya Jaquile geram.


"Aku tidak meremehkan kalian... Hanya saja aku seperti tidak menganggap kalian.." Senyum Frago menjawab pertanyaan dari Jaquile.


Disaat mereka sedang diremehkan oleh Frago, dengan cepat Rudy segera menarik tali busurnya dan melancarkan satu serangan dengan konsentrasi force yang besar. Panah itu melesat dengan cepatnya kearah Frago yang sedang dalam keadaan tidak siaga. Namun, serangan yang dilancarkan oleh Rudy dapat dihentikan hanya dengan satu tangan Frago saja. Dengan cekatan ia menangkap anak panah yang sedang dialiri force dengan tangan kosong.


"Apa?!" Sontak semua terkejut, terutama Rudy yang memberikan serangan karena salah satu serangan terbaiknya di hentikan dengan mudah.


Tangan Frago terlihat mengeluarkan asap karena meredam panas anak panah tersebut. Ia mematahkan anak panah itu lalu membuangnya.


"Kau... Apa - apaan mainan itu?! Apa kau tidak mempunyai serangan yang lebih hebat?" Ejek Frago.


Mendengar itu Rudy seperti terhina dan sangat kesal, melihat kemampuan dari Frago yang dapat melempat Jaquile dengan satu serangan beserta dapat menghentikan serangan dari salah satu kapten, itu sudah membuat para ras manusia dan elf mulai mawas diri dengan kekuatan dirinya.


"Ah... Ini membuang - buang waktu ku saja.. Aku ingin cepat kembali dan menjaga tuan Dogol"


Setelah mengatakan itu Frago mengaktifkan kekuatan demiclesnya dan mengudarakan lambang tersebut. Ras manusia dan Elf pun terkejut dengan kehadiran dua pendamping dalam satu area. Ketakutan mulai melanda para anggota dari kedua ras yang menjadi lawan dirinya. Sebenarnya dari pihak mereka juga memiliki dua pendamping, akan tetapi firasat yang ada pada mereka mengatakan kalau Frago memiliki kengerian yang berbeda dari Laguun.


Hal itu diperkuat dengan Frago yang melancarkan sebuah aura intimidasi yang amat besar dan membuat bulu kuduk mereka semua berdiri. Kengerian yang mereka rasakan membuat kaki kedua ras itu sulit digerakan, terlebih Sarka yang mentalnya sudah dijatuhkan disaat awal serangan Dogol membuat ia begitu tidak berguna. Satu - satunya yang menjadi harapan adalah Jaquile yang masih berani dalam menghadapi Frago meskipun tangannya saat ini sedang bergetar menerima aura tersebut.


"Frago..." Kata Laguun dalam benaknya saat berada dibarisan belakang.


Kilasan Balik.


"Siapa kau?! Beraninya kau menyakiti raja!" Kata Frago saat baru pertama kali melihat Dogol, Laguun beserta beberapa pendamping lainnya.


Kala itu Frago baru saja pulang dari misinya untuk mencari Holy Essence dan memperluas wilayah dibagian timur, Ketika ia telah sampai di desa utama para orc untuk melapor kepada Raja pada saat itu. Ia dikejutkan dengan keadaan Raja yang sudah tersungkur dengan darah akibat berduel dengan Dogol.


"Apa yang kau lakukan pada Raja?" Tanya Frago sekali lagi.


"Raja.. Raja.." Panggilnya dengan nada yang lesu.


Setelah ia memanggil beberapa kali dan sang raja tidak menjawab, raut wajahnya berubah dan menyeramkan, ia dengan cekatan segera mengambil kedua kapaknya lalu segera melesat kearah Dogol untuk membunuhnya.


"Tuan!" Laguun mencoba untuk memperingati Dogol yang saat itu masih membelakangi Frago.


Namun disaat Frago sudah berada dalam jangkauannya, Dogol tanpa menoleh segera menangkap lehernya dengan mudah. Dogol menoleh kearah Frago dan memperhatikan wajah kesalnya.


"Mau apa kau?" Tanya Dogol dengan santai.


"Aku ingin membunuh mu!" Kata Frago.


Cengkraman pada leher Frago semakin erat dan membuatnya mulai sesak dan kesakitan.


"Katakan sekali lagi.." Kata Dogol.


"Aku ingin -"


Cengkraman Dogol semakin keras seiring Frago menjawab. Kedua kapaknya pun terjatuh karena ia mulai melemas, Frago mencoba untuk melepaskan tangan Dogol dari lehernya akan tetapi lengan Dogol sangat kuat dan Frago tidak dapat melepaskannya meskipun ia sudah berusaha.


"Siapa kau sebenarnya?!" Tanya Frago kepada Dogol.


"Aku.... Sang Raja!" Kata Dogol mengenalkan diri dengan demicles yang diaktifkan.


Saat itu Frago untuk pertama kalinya takut dengan makhluk hidup, selama ini ia hanya menaruh hormat kepada raja atau pun orc yang memang pantas mendapat rasa hormat darinya, akan tetapi kali ini ia sedang merasakan kengerian dari seorang Dogol. Tubuhnya berkeringat begitu saja saat menatap mata Dogol yang penuh kekuatan.


"Ma-Maafkan aku.." Kata Frago melembek.


Dogol pun melepaskan cengkramanya dan segera menjatuhkan Frago disana. Setelah kejadian itu, Dogol merasa kalau ada sebuah potensi dari Frago dan menjadikannya salah satu pendamping. Frago sangat berterima kasih dan dari situlah rasa loyal yang besar itu muncul dalam dirinya terhadap Dogol.


Kembali dimana saat ini mereka sedang berhadap - hadapan satu sama lain. Setelah Frago menunjukan kekuatan aslinya kepada kedua ras tersebut, ia mengusungkan salah satu kapaknya kearah Jaquile.


"Beri aku waktu sepuluh menit untuk membantai kalian semua!" Kata Frago dengan wajah yang menyeramkan.


Mendengar ancaman dari Frago membuat moral dari kedua ras itu runtuh. Mereka seperti sudah kalah sebelum bertempur.


"Jangan sombong kau jelek! Aku bisa menahan mu dalam waktu sepuluh menit!" Tantang Jaquile.


"Hoo... Aku suka dengan mu... Kalau begitu, aku ingin mengetesnya.." Kata Frago.


Jaquile pun berdiri didepan daripada yang lain dan segera melakukan persiapan untuk bertarung melawan Frago.


"Datanglah!"