The Archon

The Archon
Diluar Rencana



Benturan antara ras Orc dan ras Elf pun terjadi, pasukan orc yang mengenakan perisai dengan kerasnya menabrak pasukan tombak para elf. Dalam segi kekuatan pasukan elf bukanlah tandingan ras Orc. Dalam sekejap formasi dari ras efl yang tersusun rapih diobrak abrik oleh barisan depan para orc. Barisan depan para Orc menerobos tapa ada kata berhenti mencoba untuk mencapai formasi bagaian dalam barisan elf. tidak tinggal diam karena formasi ras mereka sedang dihancurkan, Sarka segera memerintahkan pasukan elf dengan kelas close range lain untuk mencoba menghentikan barisan depan para orc dengan pedang mereka. Pertarungan sengit pun dimulai, pasukan barisan kedua dari close range elf berhasil menghentikan barisan depan tanker ras orc dengan jumlah mereka.


Perisa dan pedang dari kedua ras yang sedang beradu kekuatan itu saling bergeming menahan dorongan satu sam alain, Karena terobosan yang dilakukan oleh barisan tanker orc berhasil dihentikan, Laguun mengambil inisiatif untuk melompati mereka dan menggunakan pedang untuk menghempaskan para elf yang menjadi penghalang pasukannya. Hanya dengan sekali ayunan saja pedang itu mampu merubuhkan beberapa elf yang berada dijangkauan pedang besarnya itu.


"Arrghhh!!!!!!" Teriak Laguun memamerkan kekuatannya.


Sarka yang menjaga diri pada jarak aman, terlihat kesulitan dengan kekuatan yang dimiliki oleh Laguun, tidak tinggal diam saja melihat pasukannya sedang ditumbangkan sedikit demi sedikit, ia segera mengambil anak panah dari tempatnya dan segera membidik ras orc yang menjadi targetnya, Sarka dengan mantap melepaskan anaknya panahnya berkali - kali dan selalu tepat sasaran pada ras orc yang menjadi targetnya. Kedua kapten dalam peperangan itu seperti berlomba - lomba untuk mengkikis jumlah pasukan lawan satu sama lain. Laguun dengan seragan besarnya, sedangkan Sarka dengan akurasi serta kecepatannya dalam melepaskan anak panahnya.


Disaat Laguun sedang menghancurkan formasi para elf, Sarka dengan gambling mencoba untuk melepaskan anak panahnya kearah Laguun dengan kekuatan force yang besar. Anak panah yang dilesatkan oleh Sarka kearah Laguun ini sangat berbeda, kecepatannya seperti membelah cahaya dengan force hijau yang menyelimuti anak panah itu menjadi seperti laser. Laju anak panah itu tidak bisa dihentikan oleh sembarang orc, Orc yang berada dijalur anak panah milik Sarka itu terhempas akibat kekuatan yang amat dahsyat tersebut.


"Akhh!!!" Teriak para Orc yang terkena laju anak panah itu.


Laguun yang sedang mengayunkan pedangnya kearah elf, teralihkan dengan datangnya anak panah super dari Sarka. Ia segera menoleh kebelakang dan agak sedikit terkejut melihat anak panah yang sudah berada dekat dengan dirinya. Reflek Laguun membanting tubuh bagian atasnya kearah samping untuk menghindari serangan tersebut. Darah yang kental memercik ke udara seiring dengan lewatnya anak panah itu setelah melewati Laguun.


Laguun yang saat itu berhasil menghindari serangan tiba - tiba dari Sarka segera menatap kearahnya yang berada jauh didepannya. Bibir bagian kiri Laguun terlihat hancur akibat serangan dari Sarka dan itu membuatnya geram. Sarka yang masih dalam posisi membidik segera menurunkan busurnya beserta wajah yang begitu kecewa karena serangannya tidak dapat membunuh Laguun. Saat ini kedua kapten saling menatap satu sama lain ditengah - tengah jalur kosong dengan mayat orc yang berserakan disekitarnya akibat serangan tersebut.


"Bajing*n!" Laguun berteriak kearah Sarka dengan mulut robeknya.


Melihat Laguun yang geram, Sarka segera membidik kearah Laguun sekali lagi dan melesatkan beberapa anak panah. Namun dengan mudahnya Laguun menghentikannya hanya dengan memposisikan pedang besarnya tepat pada anak panah itu melaju. Disamping itu, ras manusia yang sudah berada ditempatnya hanya menunggu jalannya pertempuran tersebut dengan tenang.


"Menurut mu siapa yang akan menang?" Tanya Rudy kepada Levy saat berada disebalahnya.


"Hmmm menurut pengamatan ku, meskipun jumlah para orc lebih sedikit dibandingkan ras elf... Aku kira dalam segi kekuatan sudah jelas mana yang akan menang.." Jawab Levi sambil memegang dagunya.


"Ya... Kau ada benarnya, tetapi menurut ku ini akan bergantung dengan kekuatan dari kedua kapten... Sepertinya mereka akan menyelesaikannya dengan satu lawan satu.." Kata Rudy saat melihat momen tersebut.


"Apa kau yakin mereka akan berduel?" Tanya Levi.


"Ya... kita lihat saja.. tetapi ini akan menjadi duel yang membosankan karena kapten dari Elf akan melakukan duel dengan cara menyerang dan menjaga jarak.." Senyum Rudy.


"Kau bilang begitu karena kau seorang ranger?" Levi menoleh kearah Rudy.


"Yah.. Kurang lebih begitu.." Rudy menjawab.


Kembali kedalam pertarungan Laguun dan Sarka, saat ini dinding yang menghalangi mereka berdua sudah tidak ada lagi. Para pasukan mereka bertempur disekliling mereka seperti memberikan panggung untuk mereka berdua berduel. Tanpa berpikir dua kali, Laguun segera melesat dengan amarah kearah Sarka sambil menyeret pedang besarnya di tanah bebatuan. Sarka yang sudah unggul dalam posisi karena ia adalah seorang ranger, ia melesatkan beberapa anak panah dengan sekali tarikan saja kearah Laguun yang sedang berlari kearahnya.


Beberapa anak panah itu melesat sangat laju dan bersinar kehijauan mengiringi lesatnya anak panah tersebut. Laguun dengan lihatnya hanya melakukan tebasan kearah atas untuk menangkis anak panah yang datang secara bersama kearahnya. Wajah Sarka terlihat kesal dengan seranga pertamanya tidak mempan terhadap Laguun, Sarka segera mengambil anak panahnya kembali ditempatnya dan menembakannya secara satu persatu namun dengan kecepatan tangan yang sangat hebat.


Karena serangan panah kali ini tidak datang secara bersamaan, membuat Laguun hanya menangkis beberapa anak panah yang menargetkan bagian vitalnya saja selebihnya ia biarkan begitu saja dan mengakibatkan luka gores pada beberapa bagian tubuhnya. Itu ia lakukan karena keterbatasan dalam hal kecepatan dirinya dalam mengayunkan pedang yang cukup berat miliknya. Daya serang Laguun terletak pada serangan berat yang mengakibatkan kerusakan yang fatal bila terkena serangan tersebut. Sebagai gantinya kecepatan serangan Laguun sangat lambat akibat berat dari pedangnya tersebut.


Sarka terus menghujani Laguun dengan anak panahnya dan berharap semoga ada satu yang bisa mengenai bagian vital milik Laguun. Akan tetapi, Laguun yang terus berlari seperti tidak terhalangi oleh hujan panah tersebut dan malah ia sudah hampir mempersempit jarak diantara mereka. Tanpa disadari, anak panah yang dimiliki oleh Sarka telah habis, ia terkejut saat merogoh tempat panahnya namun sudah kosong.


"Sial.. Panah ku habis!" Dalam benak Sarka terkejut panik.


Baru saja ia melirik kearah punggungnya, saat ia beralih kembali kearah Laguun, Sarka sudah terkejut dengan kehadiran Laguun yang sudah berada didekatnya sambil mengangkat pedang besarnya dan bersiap untuk menebas Sarka. Disaat serangan yang super berat dari Laguun ia ayunkan kearah Sarka, Sarka secara reflek mengambil langkah mundur kebelakang.


Sebuah ledakan yang diakibatkan oleh ayunan pedang Laguun membuat semua pasukan dari kedua ras teralihkan dengan serangan dahsyat yang mampu melubangi tanah bebatuan tersebut. Sarka yang berhasil mundur awalnya terlihat baik - baik saja, akan tetapi beberapa detik kemudian itu bertekuk lutut dan ada darah mengalir dari tubuhnya.


Ia ternyata telat menghindari seperkian detik dari serangan tersebut, terdapat sebuah luka memanjang dari bahu hingga pinggangnya.


"Nona Sarka!" Teriak pasukannya khawatir melihat Sarka.


"Hahahahaha... Sepertinya luka mu cukup fatal... Itu balasan dari ku karena telah merusak wajah ku ini..." Kata Laguun sambil mendekat kearahnya.


Tubuh Sarka sangat berkeringat, karena selain lelah ia juga menahan rasa sakit yang amat sangat.


"Hei.. Kau tidak usah banyak bicara lagi... dengan luka seperti kau hanya tinggal menunggu ajal mu saja! Biarkan aku memotong tubuh mu menjadi beberapa bagian kecil dan aku akan membagikan tubuh mu kepada peliharaan ku disana.." Senyum Laguun dengan wajah hancurnya.


Saat jeda diantara mereka, Sarka segera mengambil sebuah ramuan dari tas kecilnya dan segera meminumnya. Laguun yang heran melihat apa yang sedang dilakukan oleh Sarka pun terhenti dari langkahnya.


"Apa kau ingin bunuh diri? Hahahaha" Katanya menyangka kalau Sarka ingin mengakhiri hidupnya terlebih dahulu agar tidak mati ditangan dirinya.


Akan tetapi Laguun begitu terkejut melihat luka pada tubuh Sarka mengeluarkan uap dan itu bukan terjadi pada Sarka saja saat ini, tetapi juga dengan para elf lain yang sedang terluka akibat melakukan pertempuran bersama pasukan orc. Dalam keheranan Laguun ia mencoba untuk memperhatikan apa yang sedang terjadi, namun setelah ia sudah mengetahui efek dari minuman itu ia sungguh terkejut dibuatnya.


Tidak hanya Laguun saja, tetapi ras manusia yang sedang mengintai juga ikut terkejut dengan ramuan yang dapat menyembuhkan luka dengan instans tersebut. Jaquile yang saat itu juga menyaksikannya segera memanggil salah satu anggota divisi dua yang berada didekatnya.


"Kau! Cepat pergi ke ibukota lalu beritahu Rado mengenai kejadian ini dan beritahu kepadanya juga kalau rencana misi kali ini akan berubah!" Kata Jaquile terlihat panik.


"Tapi.." Ragu anggota tim divisi dua.


"Apa yang kau tunggu?! Cepat pergi dan beritahu kepadanya! Kalau dibiarkan mungkin ini akan menjadi masalah yang besar!" Desak Jaquile.


Utusan itu pun segera berlari menuju alat koordinat untuk menyampaikan apa yang diperintahkan oleh Jaquile.


"Sial! Itu seperti potion! Ini gawat... bagaimana bisa ras elf mempunyai barang seperti itu? Atau jangan - jangan..." Sontak Jaquile terkejut saat mengingat suatu hal.


"Kalau benar, aku harus melakukan sesuatu.." Sambungnya.


Jaquile pun segera keluar dari persembunyiannya yang berada didalam hutan.


"Tuan Jaquile!" Panggil Nagatomo yang spontan saat melihat Jaquile keluar dari tempat persembunyiannya.


Rudy dan Levi yang mengamati dari posisi yang berbeda pun juga terkejut melihat Jaquile yang tiba - tiba keluar dari persembunyiannya.


"Apa yang dilakukan tuan Jaquile?! Ini tidak seperti rencana yang dibuat oleh tuan Rado!" Kata Rudy.


"Aku tidak tau juga! Tapi sepertinya kita harus keluar!" Jawab Levi.


Pada akhirnya ras manusia pun keluar dari persembunyian mereka dan mengakibatkan kedua ras yang terlebih dahulu bertempur menjadi terkejut juga kalau selama ini ada ras lain yang bersiap untuk menyergap mereka.


"Hoo..... Aku tidak menyangka kalau ada tikus yang bersembunyi.... Ras manusia ya? Hmmmm aku mengingat siapa Archon kalian.." Kata Laguun saat menatap Jaquile yang berada didekat Sarka.


"Kalian! Dasar pengecut! Apa kalian ingin melakukan penyergapan ditengah pertempuran kami?" Tanya Sarka saat masih dalam tahap pemulihan tenaga.


"Diam lah! Sekarang ini ada yang lebih penting dari menjawab pertanyaan mu itu! Kita harus mengalahkan dia dulu dan ada yang ingin ku tanyakan kepada mu setelah itu.." Kata Jaquile dengan nada meninggi.


"Hmph! Kami tidak butuh bantuan dari ras manusia yang lemah!" Kata Sarka terlihat angkuh.


Jaquile yang mendengar itu hanya melirik kearahnya dengan aura yang mengintimidasi, Sarka yang semulanya menganggap remeh dirinya mulai terhentak dalam segi psikis.


"Uh! Orang ini kuat! Siapa dia sebenarnya!" Dalam benak Sarka.


"Diamlah kau! Aku juga sebenarnya tidak ingin membantu kalian! Akan tetapi... ada sesuatu yang membuat ku harus bertindak diluar rencana.." Kata Jaquile sambil menatap tajam Sarka.


Sarka hanya terdiam melihat Jaquile yang saat itu terlihat sangat mengintimidasi. Jaquile pun kembali beralih  kepada Laguun yang saat ini berada didepannya. Pasukan manusia pun juga sudah terlihat berkumpul dibelakang Jaquil dan bersiap untuk melakukan peperangan.


"Baiklah.. Ayo kita selesaikan sekarang.."


Kata Jaquile dan demicles miliknya pun mengudara diatas kepalanya.