The Archon

The Archon
Scorpion King



Ruangan bos tersebut sangat gelap dan berbau menyengat, mereka semua perlahan masuk kedalam ruangan tersebut dengan tingkat kewaspadaan yang tinggi. Bos dalam White dungeon sudah tidak memiliki pola bertarung seperti bos yang berada di dungeon tingkat bawah, itu karena mereka memiliki insting bertarung layaknya pemburu.


"Uh.. bau cuka, aku tidak tahan dengan baunya" Seorang gadis mage dengan rambut panjang bergumam sambil menutup hidungnya.


"Tahanlah.. setelah kita mengalahkan bos ini, aku akan mentraktir kalian berempat" Kata berempat dari Billy menegaskan memang ada sebuah kubu dalam regu tersebut.


Baru beberapa langkah setelah masuk kedalam ruangan yang gelap tersebut, tiba-tiba sebuah api yang mengelilingi sisi ruangan itu menyala bergantian.


Ruangan tersebut menjadi terang remang-remang berkat api yang menyala tersebut. Ruangan bos kali ini seperti ruangan tahta dengan pilar-pilar yang bertuliskan bahasa yang tidak dikenal.


"Hah?! Kosong?!" Salah satu tank terheran karena tidak ada bos didalam ruangan tersebut.


Mereka menurunkan penjagaan mereka dan mulai berjalan santai mengitari ruangan tersebut. Mereka berpencar ke sisi yang berbeda untuk menghemat waktu karena ruangan itu begitu luas


Sudah beberapa saat mereka menelusuri ruangan tersebut dan pada akhirnya mereka bertemu kembali disudut ruangan dengan sebuah kursi yang terdapat sebuah peti besar dibelakangnya.


"Jackpot..!!!!!!!! Ini kah yang dinamakan sebuah keberuntungan? tanpa melawan bos kita mendapat harta karun" Billy dan pendukungnya dengan semangat segera menghampiri peti tersebut.


Dilain sisi Kenji dan beberapa anggota yang lain terdiam melihat tingkah laku Billy dan antek-anteknya.


[Ini mencurigakan, didepan ruangan bos tadi kami benar-benar melihat logo dari Scorpion King, tetapi mengapa ruangan ini kosong?] Kenji memegang dagunya memikirkan kejanggalan saat ini.


Disaat Billy ingin membuka peti itu, sontak Kenji terkejut dengan apa yang mungkin akan terjadi.


"Billy!!! jangan buka kotak itu..!!!!! Kenji berteriak kepada Billy, namun sudah terlambat. Billy sudah membuka peti itu dan tidak ada apapun didalam sana.


"Apa?!!! Kosong.!!!!!" Billy kecewa dengan isi peti tersebut.


Tiba-tiba ruangan itu bergetar dan sebuah batu besar menutup pintu keluar mereka. Sontak itu membuat mereka menjadi panik berlari kearah pintu keluar tersebut untuk memeriksa keadaan.


"Sial.. kita terjebak!! Bagaimana ini?" Heni yang sudah mulai panik bertanya kepada anggota tim yang lain.


"Aku tidak tau!! ini bukan salah ku!! hancurkan saja batu itu." Kata Billy yang juga sudah terlihat panik.


Mereka mengambil langkah mundur untuk mengeluarkan serangan. Para mage dan ranger segera mengambil ancang-ancang dengan senjata mereka.


Duar... Duarr..... Serangan dari mereka membuat ruangan itu bergetar sekali lagi dan sebuah asap mulai menutupi pintu tersebut, "Apakah berhasil?" Tanya Billy berharap kalau batu itu hancur.


Harapan mereka runtuh seketika setelah melihat sebuah sihir yang melindungi batu tersebut.


"Apa??!! sebuah sihir?" Locus terkejut melihat sihir dengan warna merah kecoklatan tersebut.


"Ba..ba..bagaimana ini, kita terjebak didalam dungeon.." Heni yang mulai gemetar karena ketakutan.


"Cepat kirim sinyal darurat kepada gate keeper untuk menolong kita" Kenji juga mulai terlihat panik.


Sinyal darurat merupakan sebuah kode pertolongan cepat yang diberikan pemerintah kepada pemburu dengan rank Begio keatas. Bila tombol emergency yang berada di akun pemburu mereka tekan, maka sebuah alarm pada gate keeper akan berbunyi dan ada tim khusus dari pemerintah yang segera datang menolong.


Jebakan seperti ini jarang terjadi di dalam dungeon dan terkunci dalam ruangan bos merupakan hal terburuk karena mereka benar-benar harus mengalahkan bos tersebut jika ingin keluar.


Dalam kepanikan yang sedang melanda mereka, sebuah pintu batu yang berada diatas terbuka.


Bum.... Sesuatu yang besar turun dari atas sana, mereka sontak menoleh bersamaan kearah asap yang sedang mengepul karena kerasnya dentuman tanah dari sosok yang jatuh itu.


Lambat laun asap tersebut mulai memudar dan menunjukan sebuah siluet monster yang mirip seperti apa yang mereka lihat pada pintu masuk tadi.


Monster dengan wujud manusia setengah kalajengking dengan dua buah capit besar dan tajam serta ekor yang melengkung siap kapan saja untuk menyerang mereka, wajah dari monster itu seperti orc dengan rambut panjang dan sebuah tanduk yang berwarna hitam panjang layaknya kerbau jantan.


"Hei cepat kirim sinyal darurat!!" Billy mendesak anggotanya untuk segera meminta bantuan pemerintah.


"Sudah.... sudah ku lakukan.... kita hanya bisa bertahan sampai bantuan datang" Kata seorang tank lainnya.


Tanpa basa-basi ekor besar itu menyerang dengan cepat kearah salah satu tank yang sedang ketakutan melihat dirinya.


Wushhhhhhhh........... Brakk.....


"Ukh..." Prang..... Perisainya jatuh dengan tangan yang masih menempel dibalik perisai itu. "Ohok.." Tank itu mengeluarkan darah dari mulut setelah perisai itu jatuh. Matanya melirik kebawah untuk memeriksa rasa sakit apa yang berada diperutnya.


Ternyata Ekor itu mampu menembus perisai tersebut sampai menusuk tubuh. Baru saja saat tank itu ingin menarik keluar ekor itu dari tubuhnya, ekor dari scorpion king itu menarik dirinya perlahan seperti memberikan serangan psikis bagi yang menyaksikan.


Mereka yang berada disana hanya bisa mematung terkejut dengan mata yang melebar.


"Jims..." Kata gadis mage berambut panjang menatap kearah tank yang perlahan terangkat keatas itu dengan darah yang mulai mengalir deras.


"Vira... aa.. Tolong.. aa..ku" Jims mencoba untuk meraih tangan Vira yang saat itu juga mengulurkan tangannya untuk meraih tangan Jims.


Namun Ekor itu segera menarik cepat kearah monster tersebut.


"Tidak..!!!!!!!!" Teriakan dari Vira melihat kekasihnya tertarik kearah monster itu.


Saat tubuh Jims berada dijangkauan monster itu, capit besar yang ada padanya segara menangkap tubuh JIms dan memotongnya menjadi dua bagian. Tidak sampai situ, bagian kepala Jims ia makan terlebih dahulu didepan mereka.


"Uweeee.. ohok..ohok" Lili yang melihat itu tersungkur muntah-muntah melihat adegan yang mengerikan tersebu, "Tolong keluarkan aku dari sini" Ia menangis ketakutan.


Heni dengan segera mengeluarkan alat detektor kekuatan monster dari tas kecilnya dan mengarahkan detektor tersebut kearah bos itu.


Dengan tangan yang gemetar ia menunggu hasil dari layar detektor tersebut. Angka yang berada dilayar itu naik dengan cepat saat merasakan Force dari bos tersebut.


"687rb!!!!!!!" Sontak Heni berteriak saat melihat hasil dari detektor tersebut.


"Apa?!!!! bagaimana bisa?! Bos itu hampir menyamai bos dari Red Dungeon!!!" Billy menoleh kearah Heni.


"Ini buruk, kekuatan force kita belum cukup melawan bos dengan kekuatan sebanyak itu" Kata Kenji yang sejak tadi tidak mengalihkan pandangannya sedikit pun dari bos itu.


"Lalu bagaimana cara mengalahkannya!!!??" tanya Locus dengan nada panik.


"Aku tidak tau.. semoga tuhan melindungi kita sampai bantuan datang" Dengan pasrahnya Kenji berkata.


Karena perkataan dari Kenji tersebut mereka mulai bersiap apapun yang terjadi nantinya dengan wajah yang tegang.


Sosok monster didepan mereka merupakan bos yang tidak mereka sangka-sangka, mengapa bos dengan kekuatan force besar seperti ini bisa menjadi bos di white dungeon? pertanyaan itu selalu muncul dalam benak mereka.


Memang Scorpion King sudah biasa muncul pada white dungeon, tetapi kali ini Scorpion King yang mereka hadapi sekarang merupakan monster yang berbeda.


"Khakhakahakah... Un Ha Fak khir Okh faz" Monster itu kembali berbicara sekali lagi dengan bahasa yang tidak jelas.


Setelah mengatakan itu, ia kembali tersenyum dan mengasah kedua capitnya itu.


-----------


NOTE : Sepetinya saya benar-benar harus istirahat beberapa hari.. update novelnya jadi ga bisa setiap hari yah... karena kondisi saya yang belum fit.. terimakasih semua