
Sebuah pertempuran hebat pada daratan tandus yang luas, terdapat serangan force yang begitu besar dari sekumpulan ras-ras yang tidak diketahui.
Mereka saling membunuh untuk mendapatkan sesuatu, saat itu Rado berdiri kebingungan ditengah-tengah ras yang sedang bertempuran. Sebuah meteor besar dengan api yang membara datang menghampiri dirinya. Ia hanya terdiam mematung melihat meteor tersebut.
"Apa ini??????!!!" Rado menatap meteor itu dengan terkejut.
Duarr.!!!!
"Uh..." Rado terbangun dari tidur dengan keringat yang membasahi tubuh dan kasurnya.
[Mimpi? mimpi apa itu?] Rado memegangi dahinya untuk mengingat mimpi itu.
Drrttt....Drrtttt..... Smartphonenya getar berkali-kali.
Rado beranjak dari kasurnya dan segera mengambil smartphone yang berada diatas meja belajar. Kemarin setelah Rado pulang dari Hamstore, ia segera membuat sebuah grup chat baru yang berisikan campuran dari tim Geraldo dan tim yang dibawahi Bosman. Itu ia lakukan agar lebih mudah dalam mengkoordinasi anggotanya yang baru saja terbentuk kemarin
Sebagai anak manajemen bukanlah hal sulit baginya untuk mengatur sebuah kelompok yang lumayan besar. Rado sempat berfikir untuk membuat sebuah Guild, tetapi ia mengurungkan niat itu karena baginya dia masihlah seorang pemula dalam mengurus sebuah tim berburu.
Ting~~~ Grup Chat Kapten Gavriel
Gavriel : Yo....
Ting..ting.. ting sebuah spam chat yang menyapa Rado di pagi menjelang siang itu, Rado tersenyum dengan antusiasnya mereka menanggapi chat dirinya. Setelah spam itu telah terhenti ia kembali melakukan typing..
Gavriel : Semoga Dungeon kalian hari ini lancar..
Semua : Terima kasih bos atas perhatiannya.
Chat pada grup itu sangat cepat karena ada 50 orang yang aktif pada saat itu. Rado segera beralih ke grup chat lain dengan orang-orang yang telah ia pilih didalamnya.
Gavriel : Geraldo.. Bosman apa kalian sudah melakukan apa yang ku minta?
typing...
Geraldo : Sudah.. kami sudah memesan 5 gate yang terdiri dari Green Dungeon dan Blue Dungeon.
Gavriel : Bagus...
Bosman : Kakak, apa kau tidak ikut dalam raid hari ini?
Gavriel : Tidak... hari ini aku ada urusan yang lain..
Selica : Urusan lain?
Gavriel : Yahh.. aku ada janji dengan salah satu toko alchemist
CLoe : Soal pembuatan Potion?
Gavriel : Yah... kurang lebih begitu, Hari ini dungeon ku serahkan pada kalian.. Apa luka Choksi sudah sembuh?
Henry : Kemarin dokter bilang tulangnya sudah kuat kembali.. teknologi jaman sekarang memang sangat mengerikan.
Gavriel : syukurlah... kalau begitu akan ku masukan dia dalam pembagian raid.
Note : Potion merah hanya menyembuhkan luka goresan atau tebasan, tidak dengan tulang yang patah.
Choksi : Ah... maaf karena ketidak sertaan ku kemarin..
Gavriel : tak apa... apa kau siap hari ini?
Choksi : Otot ku berkata kalau mereka kangen dengan sentuhan monster
Bon : HUeekkkkk menjijikan..
Semua : hahahahahahahaha
Rado berinisiatif menciptakan grup tempur dengan komposisi kelas yang seimbang untuk menciptakan cara bertempur yang efektif. Untuk mewujudkan itu, dia sudah membicarakan dengan yang lain mengenai uang yang baru saja mereka dapat dari berburu Gamura untuk digunakan dalam perburuan dengan sistem baru ini.
Tiap grup berisi 10 orang dengan ketua dan wakil sebagai kepala mereka.
Grup 1 \= Geraldo dan Guren
Grup 2 \= Gai dan Selica
Grup 3 \= Choksi dan CLoe
Grup 4 \= Henry dan Bosman
Grup 5 \= Rovi dan Bon
Guren adalah seorang close range yang menggunakan kapak besar, tubuhnya besar dan wajahnya seperti kesatria. Ia digadang-gadang sebagai penerus Matt pada saat itu. Namun saat ini ia begitu mengidolakan sosok Rado yang begitu hebat dimatanya. Bagi dirinya Rado adalah seorang pemimpin yang selama ini dia cari, tidak berperasaan terhadap musuh dan memiliki aura yang berbahaya.
Guren : Oshhh... siap melaksanakan tugas bos.
Rado menetapkan sebuah aturan, dimana setiap 10% hasil perburuan harus disisihkan untuk dimasukan kedalam kas party yang baru saja terbentuk ini, uang itu diperuntukan untuk memesan gate diperburuan selanjutnya dan keperluan yang mendesak. Rado menyerahkan soal uang ini kepada CLoe, karena CLoe hebat dalam mengatur keuangan dan anak dari seorang komisaris bank terkenal. Rado memanfaatkan status CLoe yang anak seorang komisaris bank ternama untuk menyimpan uang simpanan organisasinya nanti dengan potongan yang sedikit tiap bulannya.
Sebuah party merupakan sebuah tim independen, tim mereka tidak terdaftar dalam situs pemburu dan pemerintah tidak akan menanggung semua kerugian bila ada kehilangan yang terjadi. Guild bisa tercipta setelah seorang 5 pemburu dengan rank Cohort menekan kontrak kepada pemerintah dan membayar 20 jt rupiah untuk mendapat fasilitas dan jaminan yang ada. Fasilitas yang dimaksud adalah sebuah ruangan guild dengan brankas dan sebuah akun bank dengan jaminan tingkat nasional.
Mengenai Dungeon dengan rank yang berbeda kali ini yaitu Blue Dungeon. Rado tidak takut untuk memesan dungeon dengan rank itu, selama ini sebenarnya dia bisa merasakan force dari seseorang dan mengukur tingkat kekuatan mereka. Rado memilih Grup 1 dan 2 untuk menangani Blue dungeon karena grup itulah yang saat ini memiliki kekuatan force tertinggi diantara yang lain.
Gavriel : Ok semoga kalian berhasil.
Ia segera menutup room chat itu tanpa melihat balasan seperti apa yang diberikan oleh anggota lain.
[Hari ini aku akan ke toko Muren untuk membuat sebuah potion, untung saja aku teringat untuk mengambil beberapa bagian dari Gamura itu sebelum di jual kepada Rudy] Rado tersenyum dan segera bersiap-siap untuk pergi.
[Aaa.. sial aku lupa... motor ku, ku tinggal diparkiran menara] ia segera berjalan ke halte bus terdekat sambil mendengarkan lagu favoritnya. (Girl Band White Pink)
Bus itu datang, Rado pun segera memasukinya dan disepanjang perjalanan ia menatap keluar jendela untuk menghilangkan bosan, namun secara tidak sengaja ia melihat poster dari pemburu berlisensi internasional yang terpampang besar itu.
[Eh???? Bukankah dia gadis yang ku tabrak saat lari pagi kemarin?] Ia melihat wajah Julie pada poster besar itu dan teringat akan hal sesuatu sekarang.
[Hmmm sepertinya dunia ini memang sempit..] Dia tidak ingat kalau Julie juga ada pada saat menyelamatkannya dia dungeon yang hampir membunuhnya dulu.
Bus berhenti pada halte Jakarta Pusat, Rado pun turun dan melanjutkan perjalanannya ke menara untuk mengambil motornya.
[Sial...] Ia terlihat kesal karena helm motornya telah dicuri.
Ia nekad mengendarai motornya tanpa mengggunakan helm untuk pergi ke toko muren, namun diperjalanan dia terkena tilang elektronik yang terdapat pada lampu merah.
Drtt..Drttt Smartphonenya yang ia letakan pada stang motor bergetar.
{Satu pesan dari kepolisian}
[Astaga.... hari apa ini??? sial sekali aku!!] Ia bergumam dalam hatinya
Note: Pakai lah Helm meskipun tujuan kalian dekat.
Setelah ia sampai pada tujuan, ia segera memakirkan motornya dan masuk kedalam toko itu.
Kling kling Suara bel pintu berbunyi.
Saat Rado memasuki toko itu, ia terdiam terpaku melihat gadis yang baru saja ia lihat di sepanjang jalan kota sedang berada dikasir. Gadis itu begitu anggun dengan kaki putih dan rambut kuning bagaikan emas, ya dia adalah Julie.
Julie yang merasakan hawa keberadaan yang pernah ia temui segera menoleh, mata mereka saling bertemu dan ada keheningan sesaat.
"Ahh... kamu kan..." Julie memulai pembicaraan mereka.