
Kembali pada perkemahan sementara milik ras dwarf selama pergerakan ras mereka untuk menyinggung ketentraman dari kedua ras yang sedang beraliansi. Hari mulai sore dengan matahari yang mulai terbenam, dua orang archon yang sedang berhadap - hadapan menjadi suatu pertunjukan yang langka dihadapan para pengikutnya. Rado yang dipaksa untuk menggunakan pedangnya setelah terkena tembakan yang tidak terlihat dari Folk pun membuat situasi semakin menegang dimana udara disekitar membuat seluruh pasukan sulit bernafas.
Kedua demicles yang berukuran besar menerangi daratan sekitar perkemahan menemani cahaya matahari senja.
"Kau meremehkan ku?" Tanya Folk tersenyum lebar menutupi kekesalannya.
"Aku tidak meremehkan mu.. Hanya saja satu pedang sudah cukup untuk mengalahkan mu.." Jawab Rado tersenyum.
"Hahahahahahahahaha....!" Tawa Folk memegang dahinya mendengar Rado berkata demikian.
"Kau akan menyesalinya manusia sombong!" Kata Folk tersenyum lebar degan gigi yang terlihat.
[Invisible Shot]
Sebut Folk
sambil menodongkan kedua pistolnya kearah Rado. Beberapa peluru pun dimuntahkan oleh pistol tersebut kearah Rado. Rado yang semulanya tersenyum segera menyipitkan matanya untuk melihat kecepatan peluru tersebut. Area sekitar dimata Rado saat ini terlihat seperti melambat, akan tetapi peluru yang ditembakan oleh Folk masih sulit terlihat.
Hanya insting yang Rado andalkan saat ini, dia melompat kearah kanan untuk menghindari peluru yang tidak terlihat itu. Peluru yang meleset pun terus melaju hingga meledakan beberapa pohon yang berada dibelakang Rado.
"Aku benar - benar tidak bisa melihatnya!" Kata Hawl terkejut.
"Bagaimana tuan Rado bisa menghindarinya?!" Tanya Kirisaki terkejut.
"Aku tidak tau.. Mungkin tuan Rado bisa melihatnya!" Asumsi Riko.
Para prajurit manusia dibuat khawatir dengan kekuatan yang dimiliki oleh Folk, sedangkan pasukan dari ras dwarf bersorak melihat kekuatan Folk.
"He... Kau bisa menghindarinya... Kalau begitu.." Folk menodongkan pistolnya sekali lagi.
Tetapi kali ini ia terus menerus menembakannya sampai amunisinya habis. Rado terus mencoba untuk menghindarinya sambil menelaah dan mencari solusi bagaimana menghadapi peluru yang tidak itu. Ia melakukan akrobatik kesana kemari dibarengi dengan ejekan Folk yang membuat Rado seperti orang berdansa. Rado nampak kesulitan sampai pada akhirnya beberapa peluru yang tidak terlihat itu berhasil menggores tubuh Rado sekali lagi.
Luka gores yang disebabkan karena kecepatan Rado yang mulai dapat Folk imbangi terus menerus menoreh hasilnya. Tubuh Rado mulai dipenuhi goresan - goresan kecil disekujur tubuhnya, meskipun tidak berdampak fatal. Namun, goresan itu membuat khawatir para pasukannya karena setiap detiknya darah Rado terlihat menyiprat keluar dari goresan - goresan tersebut.
"Hahahahahahhaha mana kesombongan mu tadi? Kau terlihat seperti sedang berdansa bersama peluru - peluru ku ini.." Ejek Folk.
Tetapi, setiap pistol pasti memiliki batas amunisi yang dimilikinya. Setelah Folk puas menarik pelatuknya berkali - kali, pistol miliknya pun meminta pengisian ulang amunisi dan itulah saat - saat yang ditunggu oleh Rado. Rado tidak sedikit pun membuang waktu yang telah diberikan oleh keterbatasan senjata milik Folk. Tiap detiknya Rado manfaatkan karena ia mengetahui, lawannya adalah penembak handal sekaligus archon dari ras yang berbeda.
Benar saja, kecepatan tangan Folk mampu mengisi ulang kedua pistolnya hanya persekian detik dengan kecepatan tangannya yang mengambil amunisi yang berada ditas kecil dibagian pinggang lalu melakukan pergantian secepat yang ia mampu.
"Aha!" Teriak Folk merasa senang pistolnya kembali terisi.
Tetapi, disaat mata Folk terfokus dengan pergantian amunisi, ia tidak menyadari kalau Rado sudah melakukan pergerakan yang mendadak. Baru saja ia ingin mengacungkan kedua pistolnya kembali kearah Rado. Fol dibuat terkejut dengan kehadiran Rado yang sudah seperkian meter didepannya dengan wajah hitam dan mata berwarna ungu mengekor.
"Apa?! Sejak kapan dia -" Folk terkejut dan segera melompat kebelakang.
Demikian juga dengan Rado, didetik Folk melompat kebelakang. Rado mengayunkan ninjatonya tepat mengarah kearah nadi yang terdapat pada leher Folk. Adegan itu terasa lambat dengan saat- saat terayunnya bilah pedang Rado yang sedang melintas tepat dileher Folk. Berkat kecepatannya saat menghindari serangan tiba - tiba dari Rado, Folk berhasil selamat, namun dengan leher yang tergores akibat ujung pedang Rado berhasil menyobek sedikit kulitnya.
Rado tersenyum melihat wajah Folk yang panik, disisi lain Folk yang berhasil menghidar segera memegang lehernya dan mendapatkan sebuah darah.
"Kepar*t! Kalau aku telah menghindar, mungkin kepala ku akan putus! Jadi selama ini dia menunggu ku melakukan pengisian ulang! Aku harus lebih waspada!" Kata Folk dalam benaknya berpikir dan waspada.
"Mengapa wajah mu begitu pucat?" Tanya Rado mengejek dan tersenyum.
"Heh.... Lalu kenapa tubuh mu penuh luka? Dan sepertinya kau harus mengganti pakaian mu!" Ejek Folk kembali.
"Hampir?! Hahahahaha ini hanya luka gores bagi ku! Aku sudah memprediksikannya sejak tadi...!" Jawab Folk menyangkal.
"Memprediksikan dengan wajah pucat?" Ejek Rado kembali.
"Diam!"
Folk meninggikan intonasinya dan kembali menembakan pistolnya bertubi - tubi kearah Rado. Rado pun mulai mencoba menghindari peluru tersebut. Kali ini Rado tidak menerima satupun luka dari serangan Folk karena pelurunya mulai terlihat oleh Rado.
"Sepertinya aku mulai terbiasa dan pelurunya mulai terlihat lambat... Tapi,, bagaimana mendekatinya?" Pikir Rado sambil mengamati.
Rado terus menerus mencari cara untuk mendekat kearah Folk. Dalam jarak yang cukup memang Rado mulai terbiasa untuk menghidnarinya, tetapi yang pikirkan oleh Rado adalah peluru yang keluar dari pistol dalam jarak yang dekat. Secepat apapun yang Rado coba untuk menghindari peluru tak terlihat itu, tetapi jika dalam jarak seperkian meter dari Folk mungkin akan berakibat fatal untuknya.
"Ah! Mungkin itu akan berhasil..." Pikir Rado saat menemukan sebuah cara.
Beberapa saat ia hanya menghindari peluru Folk, Rado mulai menghindari sambil mencoba untuk mendekat. Rado mulai perlahan menghindari sambil melakukan pergerakan maju untuk mencapai Folk. Folk yang melihat Rado mulai terbiasa dengan tembakannya pun mengambil langkah mundur untuk menjaga jarak. Dimata Folk Rado seperti menghilang saat ia sedang menghindari Invisible shot miliknya.
Ia mulai dilanda ras ke khawatiran lagi. Tangannya terus bergerak mengarahkan moncong pistol itu kearah Rado dan pada waktunya, dimana pistol itu meminta untuk melakukan pengisian ulang. Folk dengan lebih cepat sambil melakukan lompatan mundur yang jauh segera mengganti amunis kedua pistolnya.
Tentu saja Rado melakukan pergeran yang besar untuk mencapai titik dekat diantara mereka berdua, namun antipasi yang dilakukan oleh Folk pun berhasil, Rado tidak dapat menjangkaunya kali ini dan ia pun berhasil mengganti amunisi tanpa diganggu oleh Rado.
Saat tembakan kedua itu dilancarkan, Folk terkejut dengan Rado yang terus maju kearahnya. Rado memanfaatkan sebuah momentum untuk mendorong akselerasinya dalam menyerang. Folk menembak kearah Rado namun serangannya seperti sudah terbaca oleh Rado. Tidak ada satupun dari pelurunya menghambat maupung menggores Rado seperti sebelumnya.
Rado semakin dekat dan mengayunkan sekali lagi ninjatonya kearah Folk, Folk pun menghentikan tembakannya dan memilih untuk mempertahankan diri dengan memposisikan kedua pistolnya untuk menahan datangnya ninjato milik Rado. Tetapi dengan kecepatan yang dimiliki oleh Rado, memungkinkan dirinya untuk mengubah pola serangan miliknya dengan menghentikan laju tangan kanan yang memegang pedang dan menggantinya dengan tinjuan tangan kirinya.
Folk yang tidak dapat mengikuti pergantian pola serangan itu hanya bisa melirik dan mempasrahkan pipi kanannya mendapat tinju mentah dari Rado. Tinju yang sudah diselimuti oleh kekuatan mutlak force demicles membuat Folk dibuat terpental sangat jauh masuk kedalam hutan dan menghancurkan pohon - pohon yang menghalangi lajunya.
"Folk!" Teriak Ubba saat sedang dihadang oleh Yoga.
"Jangan bergerak!" Ancam Yoga dengan menghadapkan perisainya kearah Ubba.
Ubba yang merasa geram hanya berdecak kesal dengan kehadiran Yoga yang menyibukkannya. Sementara itu, Folk yang sedang meringkih kesakitan karena pukulan telak Rado, mencoba untuk bangun sambil merangkak. Pipi kanannya yang memar terasa panas ia rasakan.
"Manusia itu! Hahahahahaha!" Tawanya sambil menahan sakit sekujur tubuh.
Saat ia sedang merangkak, Rado berjalan santai kearahnya dengan senyuman. Meskipun demicles yang masih mengudara dapat menunjukan lokasi titik dimana Folk mendarat. Rado memilih mengikuti jalur yang terbuat dari pohon - pohon yang tumbang akibat diterjang oleh Folk yang dibuat terbang olehnya. Beberapa saat ia berjalan menelusuri hutan tersebut, Rado melihat Folk yang masih merangkak dengan beberapa gigi yang tertinggal ditanah.
Folk menunggu waktu yang tepat untuk melakukan serangan balik, ia menunggu Rado berjalan keradius dimana pelurunya tidak dapat dihindari oleh Rado. Folk terus berakting layaknya orang yang sudah lemah. Disaat Rado sudah masuk kedalam radius jarak tembak pistolnya, Folk menoleh dan mengangkat satu pistolnya kearah Rado dalam keadaan merangkak, tetapi Folk malah dibuat terkejut dengan ketidakadaan Rado dibelakangnya.
Ternyata Rado sudah mengantisipasinya dan berlari cepat masuk kedalam hutan lalu muncul kembali untuk menendang perut bagian kanan Folk. Folk dihempaskan kembali dan menghancurkan beberapa pohon disekitarnya. Kali ini benar - benar telak karena Folk sampai memuntahkan darah dari mulutnya. Folk menjadi panik dengan medan hutan ini karena Rado dapat bersembunyi diantara pepohonan yang lebat ini.
Suara semak yang terinjak mulai terdengar olehnya. Mata Folk terus menerus melirik kesana kemari mengikuti suara semak tersebut. Ia mencoba lari masuk kedalam hutan untuk menghindari kejaran Rado. Wajahnya terlihat panik karena ia tidak bisa melakukan apapun didalam hutan itu. Suara gesekan semak dan pepohonan mulai mendekat.
Rado yang saat ini berlari melompat diantara pepohonan sudah melihat Folk yang sednag berlari diatas tanah. Saat Rado merasa kalau inilah waktu yang tepat untuk menikam Folk, ia menunjukan diri dari lebatnya pepohonan dari hutan itu dan segera menuju Folk dari atas. Folk yang semulanya terlihat panik, berubah tersenyum licik dengan mata menghitam. Ia menarik tali yang berada ditas pinggangnya dan mengeluarkan gas air mata yang mana membuat Rado terhenti karena kepedihan pada matanya.
Asap mulai menutupi pandangan dihutan tersebut. Rado yang merasa perih pada matanya terlihat kebingungan dengan situasi tersebut. Hingga pada saatnya, Folk yang menggunakan masker gas, masuk kedalam asap tersebut dan munusuk perut Rado dengan sebuah belati yang muncul dari bawah gagang pistolnya.
"Ukh!" Ringkih Rado saat perutnya terkena tusukan.
"Hahahahahahaha kena kau!"
Tawa Folk menatap Rado yang sedang kesakitan dengan satu mata yang tertutup karena perih akibat gas tersebut.